Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2018

Selama Mudik Lebaran, Koordinasikan dengan Banser untuk Jaga Keamanan

Sidoarjo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ketua Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo, Jawa Timur, Slamet Budiono mengimbau kepada warga Nahdliyin yang ada di Sidoarjo khususnya dan Indonesia pada umumnya untuk senantiasa berkoordinasi dengan Banser dalam menjaga keamanan selama mudik lebaran.

"Warga Nahdlatul Ulama silahkan meminta bantuan atau kerjasama dengan Banser untuk menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan selama Hari Raya Idul Fitri 1437 H," himbau Slamet, Sabtu (2/7).

Selama Mudik Lebaran, Koordinasikan dengan Banser untuk Jaga Keamanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Selama Mudik Lebaran, Koordinasikan dengan Banser untuk Jaga Keamanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Selama Mudik Lebaran, Koordinasikan dengan Banser untuk Jaga Keamanan

Slamet mengemukakan, selama lebaran hingga H+3, Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo, Jawa Timur, mendirikan posko yang diberi nama posko Banser. Posko tersebut berada di setiap 18 PAC/Satkoryon se-Sidoarjo.

Tak hanya lebaran saja, sambung Slamet, posko tersebut sebetulnya sudah ada sejak bulan Ramadhan dan dibuka setelah sholat Tarawih hingga saat sahur.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Di dalam posko itu ada sekitar 50-100 personil yang bertugas secara bergantian. Selain di posko, anggota juga ikut patroli bersama Polisi dan Satpol PP ke tempat-tempat yang dianggap rawan," kata Slamet.

Sementara itu menurut Sekretaris PC GP Ansor Sidoarjo, H Riza Ali Faizin, selama melakukan mudik ke kampung halaman, warga Nahdliyin diminta untuk tetap berhati-hati.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Patuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada. Semoga selamat sampai ke tempat tujuan," pesan H Riza. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Internasional, Budaya Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 16 Februari 2018

Ajarkan Kemandirian, Ansor Latih Kader Tanam Buah Naga

Penajam, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. PP GP Ansor bekerjasama dengan Kementerian Tenaga Kerja kembali melakukan pelatihan pada pemuda di Kabupaten Penajam Paser Utara Kalimantan Timur, 27-31 Maret bertempat di Balai Pelatihan Pertanian Penajam Paser Utara.?

Kali ini fokus pada pelatihan pengembangan budidaya tanaman buah naga yang memang menjadi tanaman andalan Kabupaten Penajam Paser Utara selain perkebunan sawit dan tambang. Demikian rilis yang dikirimkan oleh panitia kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan.?

Ajarkan Kemandirian, Ansor Latih Kader Tanam Buah Naga (Sumber Gambar : Nu Online)
Ajarkan Kemandirian, Ansor Latih Kader Tanam Buah Naga (Sumber Gambar : Nu Online)

Ajarkan Kemandirian, Ansor Latih Kader Tanam Buah Naga

Potensi pertanian yang begitu besar di Kalimantan Timur sementara ini belum tergarap maksimal, Dan hal ini yang melandasi PP GP Ansor dan Kementerian Tenaga Kerja untuk fokus melakukan pelatihan-pelatihan pada pemuda di semua sektor guna menciptakan wirausahawan-wirausahawan muda yang mandiri seperti yang diharapkan oleh pemerintah.

?

Demikia dikatakan ketua Bidang Pertanian, Kedaulatan Pangan dan ESDM, PP GP Ansor, H Adhe Musa Said,

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pelatihan ini diikuti oleh 100 lebih kader GP Ansor se-Kalimantan Timur selama 4 Hari, dari mulai menanam sampai praktek pengolahan buah naga hingga menjadi makanan siap saji, seperti puding buah naga dan brownies buah naga. “Kita akan kembangkan terus potensi yang ada di kalangan pemuda se-Indonesia khususnya GP Ansor,” kata Adhe.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Hal senada juga dikatakan oleh Fajri Al Farobi sebagai ketua PW GP Ansor Kalimantan Timur.

Pelatihan ini juga di Hadiri oleh H ? Risman S Manik dari Balai Besar Peningkatan Produktivitas BBPP Kementerian Tenaga Kerja.

“Kita berharap kerjasama dengan GP Ansor bisa berjalan terus-menerus untuk bersama-sama membangun wirausahawan-wirausahawan muda yang mandiri di seluruh Indonesia. Saatnya para pemuda menjadi pengusaha dalam sektor apapun. Saatnya kita bangkit bersama melalui usaha-usaha yang dibangun dari rakyat,” kata Risman. ?

Adhe Musa Said menegaskan bahwa agenda pelatihan ini akan terus dipantau dan dikontrol sampai terbangun kelompok-kelompok usaha yang mandiri di kalangan pemuda yang menjadi binaan GP Ansor sesuai dengan visi misi GP Ansor dan arahan Ketua Umum PP GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas untuk terus membangun kemandirian ekonomi kader sesuai dengan tingkatannya masing-masing. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pesantren, Budaya Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 14 Februari 2018

GP Ansor: Mengabdi untuk NKRI dan Mengawal Tradisi

Oleh: KH  Imam Jazuli MA*

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya! Begitu kata Bung Karno, pada pidatonya di hari pahlawan 10 November 1961.

Dan, mengenang riwayat perjuangan anak bangsa, terutama saat-saat peran pemuda begitu dominan dan sentral untuk sebuah nasionalisme; merebut atau mempertahankan kemerdekaan dengan caranya sendiri dan demi nilai agama sekaligus. 

GP Ansor: Mengabdi untuk NKRI dan Mengawal Tradisi (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor: Mengabdi untuk NKRI dan Mengawal Tradisi (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor: Mengabdi untuk NKRI dan Mengawal Tradisi

Maka, kita tentu tak boleh lupa atau alpa pada riwayat apa dan bagaimana Ansor, sebagai barisan pemuda pesantren-islam tradisional itu berdiri dan lahir, dan pada masanya sangat dibutuhkan ketika republik yang kita cintai ini  baru merangkak dan belajar berdiri. 

Ansor yang sering disebut sebagai anak rahim dari NU (Nahdlatul Ulama) bahkan secara de jure sudah terlahir lebih dulu sebelum NU berdiri. Tahun 1924, ketika organisasi kepemudaan yang bersifat kedaerahan seperti Jong Java, Jong Ambon, Jong Sumatera, Jong Minahasa, Jong Celebes mencuat, anak-anak muda yang terdiri dari santri pesantren dan langgar atau masjid mendirikan organisasi kepemudaan bernama: Syubbanul Wathan yang berarti Pemuda Tanah Air yang berdiri di bawah panji Nahdlatul Wathan yang didirikan oleh KH. Abdul Wahab Hasbullah dan dipimpin oleh Abdullah Ubaid.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Perkembangan selanjutnya Subbanul Wathan semakin banyak diminati dan mendapatkan tempat di hati pemuda, saat itulah situasi konflik internal terjadi; antara tokoh-muda tradisional (KH. Abdul Wahab Hasbullah) dan tokoh muda-modernis (KH. Mas Mansyur) yang sama sama berada di tubuh Nahdlatul Wathan. Perbedaan itu muncul dalam cita-cita yang sama-sama mulia, yaitu bagaimana sebaiknya membina kader mubalig dan kemana idiologi mereka arahkan?. Perbedaan ini akhirnya melahirkan arus gerakan yang berbeda dalam mendirikan organisasi kepemudaan. KH. Wahab membawa gerbong cikal bakal Ansor, sementara Mas Mansyur kemudian kelak dikenal sebagai pioner dari Pandu Hisbul Wathan (Muhammadiyah). 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari gagasan KH. Wahab tersebut, secara kongkrit dilanjutkan oleh kader Abdullah Ubaid dan Thohir Bakri pada tahun 1930 dengan nama Nahdlatus Subban (Kebangkitan Pemuda), yang dipimpin oleh Umar Burhan. Abdullah Ubaid kemudian mendirikan organisasi pemuda yang lebih luas yaitu persatuan pemuda Nahdlatul Oelama (PPNO) dan tahun 1934 namanya disempurnakan menjadi Ansor Nahdlotul Oelama (ANO), sebagai bagian dari NU pada Muktamar ke 9 di bayuwangi 21-26 April 1934. Selanjutnya, melalui kongres I tahun 1936, Kongres II Tahun 1937 dan Kongres III tahun 1938 memutuskan ANO mengadakan barisan berseragam yang diberi nama Banoe (Barisan Nahdlatul Oelama). Dari perkembangan-perkembangan yang terjadi inilah maka ANO kemudian menjadi Gerakan Pemuda Ansor dan Banoe menjadi Barisan Ansor Serbaguna atau disingkat dengan Banser.

Peran Kongkrit Membela Negara

Meski kedua prototipe gerakan tersebut (Subbanul Wathan dan Pandu Hizbul Wathan) sering berbeda haluan, namun menurut catatan Prof. Anthony Ried, ada saat-saat yang mengharukan, dimana kedua gerakan pemuda itu dalam satu barisan, yaitu ketika  KH. Hasyim Asy’ari pada tahun 1944 berfatwa, untuk antara lain mengharamkan pribumi yang muslim menyanyikan lagu kebangsaan “Kimigayo”, dan mengibarkan bendera Hinomaru serta segala bentuk Niponisasi (serba Jepang). Hari berikutnya, dua gerakan pemuda itu, tidak sekedar mengikuti fatwa Kiyai Hasyim, tetapi saling bahu-membahu memerangi kolonialisme Jepang yang sangat kejam. KH. Hasyim bersama KH. Wahab Hasbullah kemudian secara sembunyi-sembunyi mencoba menyatukan dua gerakan anak muda itu dalam kelompok Laskar Hizbullah yang dikomandani Mahfudz Shidiq dan untuk yang tua-tua dalam barisan Laskar Sabilillah yang diketuai oleh KH. Abdul Kholik (Putra KH. Hasyim Asyari). (Anthony Ried. 1974. The Indonesian National Revolution, 1945-1950, Connectitud: GrPenwood Press)

Menariknya, meskipun pada akhirnya jumlah Pandu Hizbul Wathan (Muhammadiyah) tak begitu signifikan yang masuk dalam barisan pasukan Laskar Hizbullah dan Laskar Sabilillah ini, tetapi usaha menyatukan sudah dicoba dilakukan dengan arif oleh KH. Hasyim Asyari, dan secara mengagetkan, segera saja, pasukan dari kalangan Islam tradisionalis ini jauh lebih banyak daripada pasukan resmi TKR (Tentara Keamanan Rakyat). Bahkan untuk menghadapi Perang Pasifik, kalangan Nasionalis dalam Hokokai pada bulan Agustus 1944, di seluruh Nusantara baru mempunyai anggota sekitar 80.000 pemuda di dalam unit para militernya dengan nama barisan Pelopor dengan komando Soekarno dan Hatta, dan organisasi PETA punya barisan perang dengan jumlah yang sama dengan Pelopor, yaitu sekitar 80.000 pemuda yang terdiri dari tentara dan kaum buruh tani, dengan komando Jenderal Sudirman dan Jenderal A. H. Nasution.

Sedangkan Laskar Hizbullah dan Laskar Sabilillah yang anggotanya terdiri dari para santri, kaum muslim tradisionalis pedesaan di berbagai wilayah dan daerah dengan anggota di setiap wilayah sekitar 50.000 yang terpencar di kepulauan Nusantara, semuanya mencapai sekitar 500.0000. Jumlah tersebut tiap hari kian meledak, pemuda-pemuda desa  yang berumur sekitar delapan belas tahun sampai duapuluh tahun dengan antusias tergabung, dan  mengikuti pelatihan pusat di Malang. Dari semangat anak muda inilah, kelak kemerdekaan benar-benar terwujud. 

Setelah revolusi fisik (1945-1949) mereda. Tokoh Laskar Hizbullah dari barisan ANO Surabaya Moh. Chusaini Tiway, melegalkan ANO dengan Bansernya secara formal setelah sempat dibekukan oleh pihak Jepang. Ide tersebut mendapat sambutan positif dari KH. wahid Hasyim Menteri agama RIS kala itu, maka pada tanggal 19 desember 1949 lahir kesepakatan membangun kembali ANO, dan secara de facto diakui dengan nama baru Gerakan Pemuda Ansor (GP. Ansor). 

Tentang Sepenggal Nama

Ansor Nahdlatul Oelama (ANO), adalah nama atas saran KH. Abdul Wahab. Nama ini menurutnya diambil dari nama kehormatan yang diberikan Nabi Muhammad Saw. kepada penduduk Madinah (kaum Ansorin) yang telah berjasa dalam membela dan ikut serta dalam perjuangan dan menegakan agama kaum muhajirin (Islam). Pengorbanan lahir maupun batin, mereka tampil sebagai pejuang yang tangguh dalam membela dan membentengi perjuangan Islam. Kaum Ansor, berarti kaum asli pribumi, yang tak boleh meninggalkan karakter dan tradisi-tradisi arifnya, tetapi juga harus mau merima yang baik dari luar, yaitu dari kaum muhajirin (Makkah). Diktum ini kemudian dikenal luas oleh Nahdliyin dengan al-muhafadzah ala qadim as-shalih wal-akhdzu bil jadid al-ashlah (menjaga tradisi yang baik, dan mengambil baru yang baik). 

Dengan demikian ANO diharapkan dapat mengambil hikmahnya serta tauladan terhadap sikap, prilaku dan semangat perjuangan serta kiprah sahabat nabi dan yang dapat predikat Ansor tersebut. Yakni sebagai penolong perjuangan dan bahkan pelopor dalam menyiapkan gebrakan dan pembentengan kekuatan islam. Inilah komitmen yang sejak awal diperlihatkan anggota ANO (GP. Ansor), misalnya dalam kasus G. 30 SPKI, dan lain sebagainya.

GP. Ansor hingga saat ini telah berkembang sedemikian rupa, bahkan mungkin menjadi organisasi kemasyarakatan yang berbasis pemuda terbesar di Indonesia, dan memiliki watak mecintai tradisi dan bervisi keislaman dan kebangsaan. GP Ansor hingga saat ini telah berkembang memiliki 433 cabang (tingkat kabupaten/kota) di bawah koordinasi 32 pengurus wilayah (tingkat provinsi ). Ditambah dengan kemampuan pengelola keanggotaan khusus BANSER (barisan Ansor serbaguna) yang memiliki kemampuan dan kualitas kekuatan tersendiri di tengah masyarakat.

Barangkali tantangan GP. Ansor yang paling kongkrit saat ini dan ke depan adalah ’berperang’ menyelamatkan negeri dengan cara ”meneguhkan kebinekaan dan mengentaskan kemiskinan” dari jarahan para koruptor yang semakin membudaya di kalangan  birokrat! Selamat ultah Ansor yang ke 78, yang saat ini dirayakan di Solo (dengan rencana dibuka oleh Presiden RI), mulai tanggal 13-18 Juli 2012. Semoga terus eksis dalam setiap episode sejarah perjuangan bangsa dan tetap menepati posisi dan peran yang strategis dalam setiap pergantian kepemimpinan nasional. Amin

Jakarta, 10  Juli 2012

* Wakil Ketua Pengurus Pusat Rabitah Maahid Islamiyah -Asosiasi Pesantren se-Indonesia- (PP RMI)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Budaya Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 29 Januari 2018

Kader NU Lasem Wakili Jateng pada Lomba Karya Ilmiah Nasional

Rembang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Setelah merebut juara pertama pada Lomba Kompetisi Kepala Madrasah Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Tengah pada 18 hingga 21 Agustus 2016 lalu, akhirnya Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) Maslakul Huda Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, berhasil melaju ke tingkat nasional.

"Alhamdulillah, lomba tingkat provinsi yang diselenggarakan di Hotel Grand Wahid Salatiga pada Agustus kemarin saya keluar sebagai juara pertama. Ini membuka harapan bagi saya untuk mewakili warga NU, Kabupaten Rembang, dan Provinsi Jawa Tengah di ajang nasional," terang Sumardi yang merupakan Wakil Sekretaris NU Cabang Lasem tersebut.

Kader NU Lasem Wakili Jateng pada Lomba Karya Ilmiah Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader NU Lasem Wakili Jateng pada Lomba Karya Ilmiah Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader NU Lasem Wakili Jateng pada Lomba Karya Ilmiah Nasional

Kompetisi Guru, Kepala dan Pengawas Madrasah Berprestasi ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Republik Indonesia. Hal ini sebagai upaya memacu tingkat pengembangan mutu pendidikan dan sumber daya manusia (SDM) di tingkat Madrasah.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sumardi yang juga merupakan Ketua Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Cabang Lasem ini berharap, nantinya dalam tingkat nasional dapat memberikan yang terbaik bagi warga NU, dapat mengangkat Kabupaten Rembang dan Provinsi Jawa Tengah di tingkat nasional.

"Tentunya semua itu dapat terwujud atas restu para kiai, doa dari para saudara, dan dukungan dari semua pihak, baik dari tingkat kabupaten maupun provinsi," terangnya kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, Senin (5/9).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Untuk saat ini, ia mempersiapan pengumpulan data portofolio dan karya ilmiah. Selain itu juga selalu giat dalam belajar tentang dunia pendidikan. Hal ini dilakukan sebagai persiapan presentasi nanti dalam lomba tingkat nasional. (Aan Ainun Najib/Abdullah Alawi)

?

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kajian Sunnah, Khutbah, Budaya Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 26 Januari 2018

Innalillahi, KH Abdi Manaf Mantan Ketua PCNU Sidoarjo Berpulang

Sidoarjo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pengasuh Pondok Pesantren Chusnaini desa Klopo Sepuluh Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur, KH Abdi Manaf wafat. Kiai Manaf menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 02.45 WIB di rumah sakit Darmo Surabaya, Kamis (9/7) dini hari.

Kiai kharismatik itu meninggalkan 4 putra, dua laki-laki dan dua perempuan. Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo periode 1983 hingga 1998 ini telah disemayamkan di pemakaman umum desa setempat sekitar pukul 09.30 WIB.

Innalillahi, KH Abdi Manaf Mantan Ketua PCNU Sidoarjo Berpulang (Sumber Gambar : Nu Online)
Innalillahi, KH Abdi Manaf Mantan Ketua PCNU Sidoarjo Berpulang (Sumber Gambar : Nu Online)

Innalillahi, KH Abdi Manaf Mantan Ketua PCNU Sidoarjo Berpulang

Ribuan pentakziah dari Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Dinas, instansi dan masyarakat sekitar Sidoarjo memenuhi kediaman almarhum yang pernah menjabat sebagai ketua PCNU Sidoarjo tiga periode itu.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Wakil Bupati Sidoarjo H MG Hadi Sutjipto mengatakan, Kiai Manaf merupakan tokoh dan ulama yang mempunyai peran besar di Kabupaten Sidoarjo.

"Tentunya kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya. Almarhum merupakan Ulama dan Kiai panutan masyarakat. Beliau sangat dekat dengan masyarakat dan Nahdliyin," katanya usai pemakaman almarhum.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sementara itu, menurut mantan Ketua PWNU Jatim KH Ali Maschan Musa menuturkan, bahwa Gus Manaf semasa hidupnya memang berjuang terutama untuk kepentingan Nahdlatul Ulama dan umat.

"Almarhum merupakan sosok Ulama yang mudah menolong orang. Sulit mencari sosok orang lain yang seperti almarhum," tandas Kiai Ali Maschan Musa. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Budaya Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 21 Januari 2018

Jelang Ramadhan, PCNU Kabupaten Garut Gelar Keramasan

Garut, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Dalam rangka menyambut bulan Ramadhan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Garut menggelar keramasan di Pondok Pesantren Salaman (Fauzan III) Sukaresmi-Garut, Selasa (23/5).

Keramasan yang digelar oleh PCNU Garut yang dihadiri oleh Rais Syuriyah KH Amin Muhyiddin, Ketua PCNU Garut KH Atjeng Abdul Wahid, Sekretaris PCNU Garut Deni Ranggajaya, pengurus lembaga NU, pengurus banom, pengurus MWCNU Se-Kabupaten Garut, dan ribuan warga NU Kecamatan Sukaresmi.

Jelang Ramadhan, PCNU Kabupaten Garut Gelar Keramasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Ramadhan, PCNU Kabupaten Garut Gelar Keramasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Ramadhan, PCNU Kabupaten Garut Gelar Keramasan

Kiai Abdul Wahid berpesan kepada seluruh jajaran pengurus, lembaga, dan banom NU untuk meningkatkan amal ibadah di bulan Ramadhan serta saling memaafkan agar jalinan ukhuwah islamiyah tetap terjaga dan menjadi teladan bagi masyarakat sekitar.

Sementara Kiai Amin Muhyiddin berpesan agar warga NU senantiasa menjaga dan meningkatkan amal ibadah serta menjaga keyakinan terhadap kiai NU dalam melaksanakan ibadah sesuai dengan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Salah satunya kita harus yakin bahwa shalat tarawih itu 23 rakaat beserta witir, kebiasaan kita sebelum atau sesudah bulan Ramadhan kita terbiasa untuk berziarah kubur, memperbanyak ssedekah, dan amalan-amalan lainnya.” (Muhammad Salim/Alhafiz K)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Budaya Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 09 Januari 2018

PW GP Ansor Sumatera Barat Agendakan PKD di Tiga Kota

Padang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Sukses melaksanakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) awal Mei 2015, PW GP Ansor Sumatera Barat kembali menggelar serangkaian PKD sejumlah cabang di Sumbar. Setidaknya akan digelar empat kali PKD menjelang akhir bulan Mei ini yang akan dihadiri Sekjen PP GP Ansor M Aqil Irham dan instruktur nasional Ansor.

Ketua PW GP Ansor Sumatera Barat Rusli Intan Sati mengungkapkan hal itu pada rapat gabungan PW GP Ansor Sumbar dengan sejumlah PC GP Ansor Kabupaten/Kota, Sabtu (9/5/2015) di Padang.?

PW GP Ansor Sumatera Barat Agendakan PKD di Tiga Kota (Sumber Gambar : Nu Online)
PW GP Ansor Sumatera Barat Agendakan PKD di Tiga Kota (Sumber Gambar : Nu Online)

PW GP Ansor Sumatera Barat Agendakan PKD di Tiga Kota

Menurut Rusli, tiga cabang sudah menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan PKD Ansor, yakni cabang Padang, Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman. Khusus Kabupaten Padangpariaman yang akan dilaksanakan di INS Kayutanam pelaksanaan PKD dilanjutkan dengan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Barisan Serbaguna (Banser) 29-31 Mei 2015.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Rangkaian PKD tersebut, diawali dengan pelaksanaan PKD oleh PW Ansor Sumbar angkatan II. Angkatan pertama dilaksanakan 1-3 Mei lalu. Pada angkatan kedua ini pesertanya difokuskan dari Kabupaten Tanahdatar, Kabupaten Sijunjung dan Kota Padangpanjang. Sedangkan tiga cabang yang melaksanakan PKD, juga akan menampung peserta dari kabupaten/kota lain yang belum melaksanakan PKD," kata Rusli Intan Sati.

Menurut Rusli, pelaksanaan PKD ini dimaksudkan untuk lebih memantapkan nilai-nilai perjuangan dan gerakan Ansor sebagai bagian dari organisasi kepemudaan yang bercirikan kebangsaan dan keagamaan.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Ansor prihatin melihat kondisi bangsa dan kepemudaan Indonesia akhir-akhir ini, seperti persoalan narkoba dan paham-paham radikal yang memang sasaran utamanya generasi muda,” terangnya.

Dari berbagai kondisi itu, kata Rusli, Ansor Sumbar merasa perlu membekali generasi muda Islam untuk memahami berbagai tantangan yang tengah dihadapi. Kita tidak ingin generasi muda, generasi masa depan dirusak oleh kepentingan-kepentingan yang ingin menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini.?

“Bagi Ansor, NKRI ini sudah bentuk final dari Indonesia. Empat pilar kebangsaan, Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945 harus terus disosialisasikan, dipertahankan dan dijaga dari serangan pihak manapun. (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Budaya Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 31 Desember 2017

Prabowo Puji Sikap NU Terkait WTO

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Letnan Jenderal (Purn) Prabowo Subianto dalam kesempatan silaturrahim ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta, Selasa (17/12) kemarin memberikan apresiasi  terkait sikap NU atas pelaksanaan Konferensi Tingkat Menteri World Trade Organization (KTM WTO) ke-9 di Bali awal bulan kemarin.

Ketua Umum Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu memuji sikap tegas PBNU untuk meminta pemerintah mempertimbangkan kembali keanggotaan Indonesia WTO karena dinilai merugikan kaum petani dan nelayan. “Saya kira NU satu-satunya ormas yang sangat tegas dalam membela kepentingan petani dan nelayan,” tuturnya.

Prabowo Puji Sikap NU Terkait WTO (Sumber Gambar : Nu Online)
Prabowo Puji Sikap NU Terkait WTO (Sumber Gambar : Nu Online)

Prabowo Puji Sikap NU Terkait WTO

Seperti diwartakan, PBNU memberikan teguran kepada pemerintah, dalam hal ini Menteri Perdagangan Gita Wiryawan yang tidak mendukung sikap India dalam membela kepentingan petaninya. Pemerintah Indonesia bahkan dijadikan alat untuk melobi India agar menyepakati rancangan kesepakatan yang menguntungkan negara-negara maju.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

PBNU dalam siaran pers yang disampaikan KH Abbas Mu’in lebih jauh bahkan menilai keanggotaan Indonesia di WTO selama ini lebih menguntungkan negara-negara dengan suprastruktur pertanian, teknologi dan jaringan yang kuat, dan merugikan negara berkembang seperti Indonesia. Karena itu PBNU meminta pemerintah RI mempertimbangkan keluar dari keanggotaan WTO.

Dalam forum itu Prabowo meyakinkan PBNU bahwa KTM WTO ke-9 di Bali tidak menghasilkan keputusan yang merugikan Indonesia. “Sehingga opsi NU agar Indonesia keluar dari WTO tidak perlu dipilih. Tapi saya memuji sikap NU dalam hal ini,” katanya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Lebih lanjut, disampaikan Prabowo, partai yang dipimpinnya berkepentingan untuk berkonsultasi berkonsultasi dengan PBNU terkait berbagai persoalan bangsa.

“Sudah menjadi tradisi bagi partai Gerindra untuk melakukan konsultasi kepada ormas-ormas, termasuk NU. Apalagi sejumlah gagasan NU terkait persoalan bangsa sangat menginspirasi kami,” katanya didampingi para fungsionaris DPP Partai Gerindra.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam kesempatan itu menegaskan, warga Nahdliyin mendukung pemimpin yang tegas, pro petani, nelayan, dan bersih. “Siapapun dia,” katanya singkat. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Budaya, AlaNu Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 02 Desember 2017

Peduli Longsor Ponorogo, NU Care Nganjuk Gandeng Komunitas Muda

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - NU Care Nganjuk menggandeng komunitas muda NU dalam penggalangan dana untuk membantu warga terdampak bencana tanah longsor Ponorogo. Penggalangan dana berlangsung selama sepekan, 2-9 April 2017.

Komunitas muda NU Nganjuk yang dilibatkan adalah Komisariat PMII Al-Farabi dan Pangeran Diponegoro, Barak Bangsa Nganjuk, serta Badan Eeksekutif Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ula (BEM STAIM).

Peduli Longsor Ponorogo, NU Care Nganjuk Gandeng Komunitas Muda (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Longsor Ponorogo, NU Care Nganjuk Gandeng Komunitas Muda (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Longsor Ponorogo, NU Care Nganjuk Gandeng Komunitas Muda

Dana yang terkumpul hingga Rabu (5/4) telah disalurkan kepada warga terdampak. Penyerahan bantuan dilakukan Kamis (6/4). Dalam penyerahan tersebut tim NU Care Nganjuk dipandu Rais Syuriyah MWCNU Kertosono KH Muhtarom Fauzan serta Hj Ni’matur Rohmah dari Fundraising NU Care Nganjuk. Mereka meninjau lokasi bencana longsor Ponorogo di Desa Banaran.

Rombongan juga didampingi Camat Kertosono Sopingi yang sangat mengapresiasi upaya NU Care LAZISNU dalam merangkul semua pihak untuk bersama-sama melakukan upaya tanggap becana.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ketua Komisariat PMII Al-Farabi Mukhlis dan Presiden BEM STAIM Thoyib mengagendakan untuk datang ke lokasi longsor dan bertemu langsung dengan warga terdampak longsor yang saat ini secara mental masih mengalami trauma.

Sekretaris LAZISNU Nganjuk Moch Masyhuri berharap, pada penyaluran berikutnya LAZISNU Nganjuk akan mampu berkontribusi pada pemulihan aktivitas ekonomi pascabencana.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Upaya pemulihan infrastuktur sarana umum, utamanya sarana pendidikan dan kesehatan,” kata Masyhuri.

Di tempat terpisah, tokoh NU Nganjuk KH Ali Musthofa Said sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan NU Care LAZISNU Nganjuk, keluarga besar MWC NU Kertosono, serta komunitas muda nadhliyin Nganjuk.

“Kepedulian ini bisa menjadikan NU lebih terasa bagi masyarakat umumnya, dan nahdliyin khusunya,” kata Kiai Ali. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Budaya, Nasional Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 18 November 2017

Pentingnya Menjaga Peninggalan Mbah Sholeh

Semarang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Tak ketingggalan, sumur peninggalan Mbah Sholeh Darat yang lama ditelantarkan sehingga tidak terlihat karena rata tanah dan ditutup seng, kini ramai lagi diambil airnya oleh masyarakat.?

Pentingnya Menjaga Peninggalan Mbah Sholeh (Sumber Gambar : Nu Online)
Pentingnya Menjaga Peninggalan Mbah Sholeh (Sumber Gambar : Nu Online)

Pentingnya Menjaga Peninggalan Mbah Sholeh

Gus Bakoh, salah satu pendekar Pagar Nusa Kota Semarang usai puas meminum air dan wudhu dengan air sumur tersebut mengaku takjub dengan rasa airnya yang netral, tidak berasa asin atau lainnya.?

Padahal di wilayah tersebut semua sumur pasti berasa asin dan bahkan tidak layak minum karena tercemar limbah. Memang di sekitar masjid Mbah Sholeh Darat banyak berdiri pabrik dan kelurahan Dadapsari Kecamatan Semarang Utara, lokasi masjid itu, adalah daerah rob. Limpahan air laut dan selokan yang menggenang dengan air kotor busuk adalah hal biasa.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Sungguh ajaib. Sumur peninggalan Mbah Sholeh Darat ini tidak asin, tidak pula berasa timbal atau logam berat seperti air di tempat wudhu masjidnya. Rasanya enak seperti zam-zam. Subhanallah,” tuturnya diiyakan semua orang yang telah minum di situ.?

“Betul, saya yakin ini karena karomah yang diberikan Gusti Allah kepada walinya, kekasihnya. Sehingga saya yakin air ini membawa barokah jika kita ambil untuk kebaikan,” sahut Zainal Maarif, guru madrasah asal Rembang yang datang berombongan dengan para gus dan kiai muda Jawa Timur.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ketua PC Ikatan Pencak Silat NU Pagar Nusa Kota Semarang Hendro Syufaat mengatakan, yang perlu dijaga dan dilestarikan bukan hanya masjid dan kitab-kita Kiai Sholeh Darat. Namun juga semua peninggalan beliau. Termasuk sumur, kenthongan, dan pusaka atau baju-baju beliau jika masih ada.?

“Semua peninggalan Kiai Sholeh Darat perlu kita jaga. Sumur, kenthongan dan semua benda yang terkait beliau perlu kita museumkan. Ini untuk menjaga sejarah, agar jadi inspirasi bagi generasi mendatang. Kata Gus In’am tadi, dulu belum ada komputer saja mbah Sholeh menulis banyak kitab, kita sekarang mestinya juga bisa,” ujarnya usai acara pengajian.?

Pendekar berambut gondrong yang pernah jadi murid almarhum Gus Ma’shum Jauhari Lirboyo ini menyayangkan langgar kayu dan tempat wudhu peninggalan mbah Soleh Darat telah dirobohkan tanpa sisa.?

Sementara itu, Ketua PCNU Kota Semarang H Anasom bersama Kepala Satkorcab Banser Kota Semarang Margono mengatakan, tahun depan NU akan lebih banyak lagi membantu kepanitiaan haul. NU juga akan tenanan ngopeni masjid Mbah Sholeh Darat tersebut agar makmur dan dicintai masyarakat seperti dulu.?

“Keluarga besar NU harus memberikan dukungan lebih banyak lagi di haul tahun depan. Masjid peninggalan Mbah Sholeh Darat ini harus kita openi dan makmurkan,” tutur keduanya saling melengkapi.?

Tentang dorongan berbagai pihak agar pesantren Kiai Sholeh Darat dihidupkan lagi, Anasom mengatakan akan membantu sekuat tenaga dan semaksimalnya. Dengan mengerahkan semua potensi dan jaringan yang dimiliki ulama.?

Termasuk pencarian/pelacakan kitab-kitab karangan Kiai Sholeh Darat yang belum ditemukan. Yakni baru 14 dari 40 kitab yang pernah ditulis sang maha guru ulama nusantara tersebut.?

“Kita juga harus mengupayakan penerbitan kembali kitab-kitab Kiai Sholeh Darat yang tidak lagi published. Pesantren yang pernah dipakai mondok pendiri NU perlu dihidupkan lagi,” tandasnya.?

Digitalisasi Kitab

Khusus untuk kitab karangan Kiai Sholeh Darat yang tebal dan tidak lagi ada cetakannya, yaitu Tafsir Faidhur Rohman dan Terjemah Al-Hikam, Anasom telah membuat kitabnya dalam versi digital. Dikerjakan bersama aktivis muda NU Mohammad Ichwan.?

Naskah digital yang dikemas dalam keping DVD dan CD itu dijual dengan harga Rp 50 ribu untuk Tafsir Faidhur Rohman (tebal 576 halaman), dan Rp 25 ribu untuk Terjemah Al-Hikam (tebal 254 hlm).?

“Kitab digital yang kami buat adalah hasil pemotretan naskah asli tulisan tangan Mbah Kiai Sholeh Darat. Monggo beli dan pesan. Hubungi nomor 085229953111. Untuk luar Semarang ditambah ongkos kirim,” jelas Anasom yang memakai software khusus untuk digitalisasi naskah ini.?

?

Redaktur ? : Mukafi Niam

Kontributor: M Ichwan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Cerita, Budaya Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 17 November 2017

IPNU-IPPNU Rogojampi Antusias Bagi Takjil

Banyuwangi, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Banyak sekali berbagai amalan yang dapat dilakukan saat ibadah puasa. Mulai dari membaca Al-Qur’an, mengaji, berbakti kepada orang tua, atau bahkan membagi-bagikan takjil di pinggir jalan. Seperti agenda kegiatan puasa di hari ketiga yang dilakukan oleh PAC IPNU-IPPNU Rogojampi bersama MWC NU Kecamatan Rogojampi di kawasan Jalan Pangeran Diponegoro, No.211, depan kantor Kecamatan Banyuwangi. (29/05) menjelang waktu buka puasa.

IPNU-IPPNU Rogojampi Antusias Bagi Takjil (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Rogojampi Antusias Bagi Takjil (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Rogojampi Antusias Bagi Takjil

Gelaran bakti sosial ini selain dihadiri pengurus IPNU IPPNU dan MWC NU Kecamatan Rogojampi, nampak hadir pula banom-banom NU.

Ketua PAC IPNU Rogojampi Khoerul Insani mengatakan, gelaran kegiatan ini penting dilakukan guna memunculkan kepekaan sosial dalam masyarakat.

"Puluhan kader-kader saya libatkan di rentetan aksi bakti sosial ini sebagai upaya pengaktifan nilai-nilai sosial di dalam diri mereka. Meski mereka masih kader-kader baru, antusias mereka dengan kegiatan ini sangat luar biasa," jelas Insani.

Insani menilai kegiatan ini sangat luar bisa menginspirasi sekali bagi teman-teman yang belum tergabung dengan organisasi NU. "Selain bakti sosial ini adalah dakwah, sekaligus memberikan tauladan bahwa masih banyak di negeri ini pemuda-pemuda NU yang memberikan inspirasi perubahan bagi negerinya," tutup Insani.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sementara itu, Sekretaris MWC NU Kecamatan Rogojampi Heri Dwi Setiawan menyampaikan, ini adalah kegiatan bakti sosial yang mengandung arti memberikan nilai-nilai pendidikan kader di organisasi Nahdlatul Ulama untuk para generasinya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Saya harap nantinya mereka ketika benar-benar terjun di sosial masyarakat mereka mampu mewarnai kehidupan masyarakat ditengah-tengah ketimpangan sosial," harap Heri.

Acara tersebut juga menampilkan aksi live music yang diisi oleh NSC. Grop music yang mewadahi minat dan bakat kader PAC IPNU Rogojampi. (M. Sholeh Kurniawan/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Budaya Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 15 Oktober 2017

Hukum Ketiduran Ketika Shalat

Saat mengerjakan shalat, selalu saja ada godaan dan rintangan. Pikiran melayang entah ke mana, telinga mendengar suara bising, dan mata dihantui rasa kantuk. Rasa kantuk memang sulit dihindari. Ia bisa datang kapan saja.

Kalau sudah berat, rasa kantuk akan membuat mata orang tertidur lelap. Tak peduli apakah ia sedang bekerja, santai, makan, bahkan sembahyang sekalipun.

Hukum Ketiduran Ketika Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Ketiduran Ketika Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Ketiduran Ketika Shalat

Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum tidur ketika shalat. Tidur yang dimaksud di sini tentu bukan disengaja, tapi karena saking kantuknya. Terkait hukumnya, ini jawaban Al-Mawardi di dalam Al-Hawi Al-Kabir:

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?..? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Di antara persoalan yang diperdebatkan ulama adalah kewajiban wudhu’ bagi orang tidur ketika sembahyang. Apabila tidurnya saat duduk, shalat dan wudhu’nya tetap dihukumi keabsahannya. Namun bila tidurnya tidak dalam posisi duduk, semisal berdiri, ruku’, dan sujud, terdapat dua pendapat: pertama, wudhu’ dan shalatnya tetap sah menurut qaul qadim dan didukung oleh pendapat delapan orang thabi’in. Sementara menurut qaul jadid, wudhu’ dan shalatnya batal.”

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ulama beda pendapat mengenai hukum tidur ketika shalat: apakah shalat dan wudhu’nya tetap dihukumi sah atau tidak. Menurut kebanyakan ulama, orang yang ketiduran masih dianggap sah shalatnya jika dalam posisi duduk.

Namun selain posisi duduk, seperti berdiri, ruku’, dan sujud, terdapat dua pendapat: qaul qadim menghukumi tetap sah dan qaul jadid menghukumi batal. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Hadits, Budaya Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 06 Oktober 2017

Kiai Said Nilai SKB Pendirian Rumah Ibadah Layak Direvisi

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menilai Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri no 8 dan no 9 tahun 2006 terkait dengan pendirian rumah ibadah layak direvisi mengingat usianya yang sudah lama dan munculnya berbagai persoalan di lapangan.

Kiai Said Nilai SKB Pendirian Rumah Ibadah Layak Direvisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Nilai SKB Pendirian Rumah Ibadah Layak Direvisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said Nilai SKB Pendirian Rumah Ibadah Layak Direvisi

“Yang penting obyektif dan untuk kemaslahatan bersama dan untuk memperkuat bangsa ini, untuk membangun sebuah peradaban,” katanya di gedung PBNU, Rabu (21/10).

Soal revisi sebuah aturan hal ini menurutnya adalah sesuatu yang lumrah. “Fikih saja dinamis, satu imam saja ada koul kodim (pendapat terdahulu) dan koul jadid (pendapat belakangan),” paparnya.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa soal pembuatan aturan saja tidak cukup. Dalam hal ini pemerintah harus hadir di tengah-tengah masyarakat.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Sekecil apapun konfliknya, suku, agama, politik atau konflik yang lain, harus segera hadir di situ. Jangan kalau sudah terjadi baru datang. Perlu ada pembinaan, pencerahan, ada upaya senyap, bukan setelah kejadian baru ramai,” tandasnya.?

Ia mencontohkan, seperti kejadian di Singkil, gejala sudah ada, tetapi aparat keamanan tidak tanggap sampai akhirnya meletus dan menjadi problem sosial.?

Bagi para tokoh agama, ia berharap ? agar umat diberi pencerahan tentang pentingnya penghormatan terhadap agama lain sehingga saling menghormati dan menghargai yang akhirnya akan menghasilkan kedamaian dalam masyarakat. (Mukafi Niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Makam, Pesantren, Budaya Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 10 September 2017

Bantu Petani, MWCNU Blora Gropyok Tikus

Blora, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Sedikitnya tujuh ribu bom tikus dinyalakan oleh MWCNU Blora 1 Jawa Tengah, Ahad (1/12). Peledakkan bom tikus itu melibatkan warga di delapan Ranting NU. Langkah itu ditempuh guna meminimalkan serangan hama tikus.

Bantu Petani, MWCNU Blora Gropyok Tikus (Sumber Gambar : Nu Online)
Bantu Petani, MWCNU Blora Gropyok Tikus (Sumber Gambar : Nu Online)

Bantu Petani, MWCNU Blora Gropyok Tikus

Ketua MWCNU Blora 1, H Noor Rohim dengan didampingi pengurus lainnya seperti H Syaefuddin dan Sholihin mengatakan, selama ini banyak petani di daerahnya resah. Sebab, tananan mereka sering gagal panen karena diserbu hama tikus. Tanaman yang menjadi incaran tikus biasanya jagung, padi dan ketela.

"Alhamdulillah, hari ini (Ahad, 1/12) MWCNU Blora 1 bersama masyarakat di delapan Ranting NU menggelar kegiatan gropyok tikus,’’? ujar Noor Rohim, yang juga Kepala MTs Khozinatul Ulum Blora.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dikatakan, diantara Ranting NU yang menggelar kegiatan gropyok tikus adalah Ranting NU Bakal, Nglego, Beran, Ngampon, Kamolan, Dumpul, Pelem dan Purworejo. Kegiatan itu dilaksanakan dari pukul 07.00 hingga pukul 12.00 WIB. Gropyok hewan tikus itu melibatkan perangkat desa dan tokoh-tokoh masyarakat setempat.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pantauan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, kegiatan gropyok tikus tersebut menggunakan teknik? manual, seperti mebongkar rumah tikus. Setelah tikusnya keluar lalu diburu dan ditangkap.

Selain itu, warga juga memburu tikus dengan menggunakan bom tikus yang bentuknya seperti mercon. Langkah pertama yang dilakukan adalah mencari leng (rumah) tikus. Setelah itu sumbu bom dinyalakan pakai korek api. Setelah mengeluarkan asap ujungnya dimasukkan ke rumah tikus. Setelah bom mengeluarkan asapnya, pintu rumah tikus ditutup pakai alat cerobong atau tanah.

Tikus yang menghirup asap bom dalam waktu dekat akan mati. Kalau ada tikus yang menerobos keluar, maka akan diburu ramai-ramai oleh masyarakat yang sudah siap siaga dan dipukuli pakai peralatan kayu.

Dari hasil gropyokan tersebut, ada ratusan hewan tikus yang berhasil ditangkap warga. Sementara tikus yang mati di dalam rumahnya diprediksi mencapai ribuan.

Noor Rohim menambahkan, kegiatan gropyok tikus tersebut diharapkan bisa membantu petani di daerah itu. Sebab,setelah hewan tikus banyak yang mati, diharapkan tanaman bisa dipanen dengan hasil yang maksimal. (Sholihin Hasan/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Budaya, IMNU, Aswaja Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 04 September 2017

NU Anak Saleh NKRI

Brebes, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan . Mutasyar Pengurus Wilayah (PW) Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Tengah Moh Adnan MA menandaskan kepada berbagai pihak, khususnya pemerintah untuk tidak meragukan NU. Pasalnya NU dikategorikan sebagai anak saleh yang tidak durhaka kepada orang tuanya. 

NU Anak Saleh NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Anak Saleh NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Anak Saleh NKRI

Terbukti, kata Adnan, selalu berada di garda terdepan dalam menegakan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“NU lah pelopor pengakuan Pancasila sebagai dasar negara dan NKRI harga mati,” kata Moh Adnan usai melantik Pengurus Cabang (PC) NU Brebes di Pesantren Al Falah Salafi 2 desa Jatirokeh Songgom Brebes, Jawa Tengah, Ahad (19/1/2014) sore. 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Termasuk PC NU Brebes, lanjutnya, tidak perlu meragukan lagi keberadaan NU dalam turut serta membangun Brebes. “Bupati dan Wakil Bupati tak usah ragu, NU itu anak yang saleh. Pasti programnya pro umat dan pro pemerintah,” kata Adnan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Adnan melihat, dengan potensi Kabupaten Brebes yang wilayahnya luas dan jumlah penduduk yang banyak namun posisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masih jadi juru kunci sangat diperlukan langkah kongkrit pemberdayaan umat. 

“Di level 35 dari 35 Kab/Kota Se Jateng dengan nilai 68, sangat berat. Maka selaku PWNU, kami menyerukan kepada PCNU Brebes untuk membantu Pemkab dalam peningkatan IPM,” ajak Adnan

NU, lanjutnya, tidak pernah menyebarkan praktek-praktek radikalisme maupun liberalisme. “Justru NU menolak keras praktek radikalisme dan liberalisme yang mengatasnamakan agama,” tandasnya.

Lewat pelantikan, Adnan berharap semoga menjadi moment kebangkita PCNU Brebes ke depan. 

Hal senada disampaikan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE yang mengharapkan kiprah NU untuk membangun daerahnya khususnya dibidah agama dan akhlakul karimah. NU itu organisasi advokasi bukan oposisi. Jadi posisi NU sangat strategis dalam mewujudkan kemajuan bangsa, khususnya Brebes.

“NU dipersilahkan untuk mengkritik manakala jalannya pemerintahan melenceng dan bersama-sama mendukung ketika program pemerintah bagus,” kata Idza.

Di tahun politik, lanjutnya, hendaklah NU jadi organisasi payung yang mampu mendamaikan seluruh partai politik. NU organisasi yang sangat besar, jadi selaku pemerintah sangat mengharapkan saran, kritik, bimbingan dan doa untuk masyarakat Brebes agar makin sejahtera.

Ketua PC NU Brebes, H Athoillah SE MSi meminta dukungan dari semua pihak agar dalam menjalankan roda organisasi bisa berjalan lancar untuk lima tahun mendatang. Dia beserta jajarannya juga mengajak kerja sama yang baik dengan pemkab untuk mencapai kemaslahatan umat. Juga demi mewujudkan negara yang baldatun toyibatun wa robun gofur. 

Ketua Panitia Rapat Kerja (Raker) dan pelantikan H Moh Makmur Yusuf MPd menjelaskan, raker dan pelantikan diikuti 46 orang PC, 1.200 orang Pengurus Ranting (PR), 85 orang pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) dan 28 Pengurus Lembaga, Lajnah dan badan otonom.

PCNU Brebes yang dilantik untuk periode 2013-2018 adalah hasil Konferensi Cabang (Konfercab) NU Sabtu (6/7/2013) lalu. Dalam Konfercab tersebut, kembali KH Aminudin Mashudi dan H Athoillah Syatori SE MSi memimpin untuk lima tahun mendatang.

Keduanya terpilih secara aklamasi pada sidang pleno IV pada Konferensi Cabang (Konfercab) XIII NU Brebes di Ponpes Darunnajat Tegalmunding Pruwatan Brebes, Jawa Tengah.

Dalam pemilihan langsung, KH Aminudin yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Darunnajah Pruwatan Bumiayu mendapatkan suara 15 dan Pengasuh Pesanteren Al Hikmah 1 Benda Sirampog KH Labib Sodiq mendapatkan 3 suara dari 18 suara yang diperebutkan. 

Demikian juga dengan  Athoillah mendapatkan 16 suara dan KH Imron Hisyam SH yang juga Ketua MWC NU Brebes mengantongi 2 suara dari 18 suara yang diperebutkan.Turut hadir dalam Raker dan Pelantikan, Wakil Bupati Brebes Narjo, para Kepala SKPD, Anggota DPR RI, DPRD Brebes dan ratusan Calon legislatif dari Pusat hingga Daerah, Ketua PC NU Abdal Hakim Tohari dan tamu undangan lainnya. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Nahdlatul Ulama, Budaya Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 11 Agustus 2017

Gelar Pertemuan, Korps Pelajar Putri NU se-Jateng Perkuat Gerakan

Semarang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Sekitar 20 orang perwakilan Dewan Koordinator Cabang (DKC) dari masing-masing cabang IPPNU se-Jawa Tengah menggelar acara temu kangen dan sarasehan di Gedung PWNU Jateng Jalan Citpo No 180 Semarang, Ahad, (15/5). Mereka ingin bertemu setelah pertemuan sebelumnya pada Kongres IPPNU di Boyolali beberapa bulan lalu.

Mereka adalah delegasi yang datang dari Tegal, Pekalongan,Pemalang, Kendal, Temanggung, Wonosobo, Demak, Kudus, dan Salatiga.

Gelar Pertemuan, Korps Pelajar Putri NU se-Jateng Perkuat Gerakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Pertemuan, Korps Pelajar Putri NU se-Jateng Perkuat Gerakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Pertemuan, Korps Pelajar Putri NU se-Jateng Perkuat Gerakan

Menurut? Wakil Komandan III Korps Pelajar Putri Jawa Tengah Mutmainah, pertemuan ini dilatari oleh kesepakatan bersama bahwa pascakongres IPPNU di Boyolali beberapa bulan lalu, para kader KPP ingin berkumpul kembali. Sementara bagi mereka, acara kongres di Boyolali itu menjadi pengalaman yang mengesankan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kebersamaan dan kekompakan saat kongres dan khususnya bagi kader KPP Jawa Tengah yang menjadi tuan rumah kongres kala itu harus ekstra keras untuk mempersiapkan segala hal terkait pengamanan dari awal sampai akhir kongres.

"Setelah beberapa bulan kami hanya kontak lewat sosial media akhirnya iseng-iseng saja kami mengusulkan untuk bisa berkumpul kembali. Akhirnya disepakati bahwa pada 15 Mei akhirnya kami dapat berkumpul di gedung PWNU Jawa Tengah. Koordinasi kami selama ini hanya lewat media sosia. Beberapa hari sebelumnya kami selalu kontak bahkan setiap hari," kata Ketua II di IPPNU Temanggung, bidang pengkaderan kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, Selasa (17/5).

Kegiatan ini dihadiri pula bidang pengkaderan IPPNU Jawa Tengah Sri Nur Aingingsih. Dalam kesempatan ini, Ain memberikan semangat kepada para kader KPP Jateng untuk tetap erat menjalin komunikasi walaupun terhalang jarak dan kesibukan kegiatan masing-masing. (M Haromain/Alhafiz K)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Aswaja, Budaya, Sholawat Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 06 Agustus 2017

Lily Wahid: NU Berkontribusi dalam Setiap Perjalanan Indonesia

Yogyakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jika berbicara tentang NU, maka tidak akan bisa lepas dari Indonesia, karena perjalanan Indonesia selalu diiringi NU, baik sebelum, saat, dan setelah kemerdekaan. Mulai dari orde lama, orde baru, dan orde reformasi saat ini.

Lily Wahid: NU Berkontribusi dalam Setiap Perjalanan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Lily Wahid: NU Berkontribusi dalam Setiap Perjalanan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Lily Wahid: NU Berkontribusi dalam Setiap Perjalanan Indonesia

Demikian disampaikan Lily Chadijah Wahid, adik kandung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), saat memberikan tausiyah dalam acara Peringatan Haul Ke-4 Gus Dur yang diadakan oleh PWNU DIY, Ahad (05/01), di Gedung PWNU DIY, Jalan MT Haryono 42 Yogyakarta.

“Seperti saat pembentukan Piagam Jakarta, pemberontakan PKI pada tahun 1965, NU juga berperan. Adanya sila pertama Pancasila yang berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan contoh kontribusi NU pada proses pendirian Negara atau NKRI,” ujarnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Menurut Lily Wahid, politik NU adalah politik kebangsaan. Salah satu bidang yang bisa digarap oleh NU saat ini demi memperbaiki nasib Indonesia adalah bidang ekonomi. “Sekarang yang diperlukan adalah kebangkitan ekonomi. Dari situlah nanti akan dapat membangun masyarakat,” papar anggota Komisi I DPR RI Periode 2009-2014 tersebut.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Lily Wahid mengingatkan agar NU tidak hanya bangkit dalam hal agama, melainkan juga dalam hal akhlak, agar bisa ditiru oleh masyarakat. Salah satunya adalah dengan meneladani dua sifat Rasulullah ketika diberikan jabatan oleh Allah, yakni zuhud dan amanah.

“Indonesia saat ini memiliki banyak pemimpin yang tidak amanah. Dua sifat (zuhud dan amanah) itu yang harus dipegang, sebab itu yang akan mengangkat Indonesia dalam bidang ekonomi,” tandasnya.

Ia juga menyayangkan, sekarang ini ajaran Islam yang tersebar, khususnya di kalangan masyarakat kota, berpotensi tidak ramah terhadap sesama.

“Banyak Islam yang diajarkan tapi tidak Ahlussunnah wal Jama’ah. Jika yang dipelajari bukan Islam Aswaja, justru akan mengajarkan kekerasan kepada sesama muslim dan non-muslim. Padahal Rasul mengajarkan kerukunan kepada umat,” tegasnya di depan hadirin siang itu. (Dwi Khoirotun Nisa’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Budaya, Daerah, Tegal Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 02 Agustus 2017

PWNU dan Gubernur Jatim Kompak Tolak Full Day School

Surabaya, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur menolak kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) terkait pelaksanaan Full Day School. Keputusan resmi PWNU Jatim itu dibacakan langsung Sekretaris PWNU Jatim, Akh Muzakki pada acara buka bersama Gubenur dan PCNU Se Jatim (18/6) di Gudung PWNU Jatim.

KH Hasan Mutawakkil Alallah, Ketua PWNU Jatim mengatakan bahwa PWNU Jatim setelah menyerap aspirasi dari berbagai pesantren dan madrasah diniyah maka PWNU secara tegas menolak kebijakan full day school.?

PWNU dan Gubernur Jatim Kompak Tolak Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU dan Gubernur Jatim Kompak Tolak Full Day School (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU dan Gubernur Jatim Kompak Tolak Full Day School

"Realitas keberadaan lembaga pendidikan swasta itu sangat membantu pemerintah agar anak-anak muda bisa mengenyam bangku sekolah. Mengingat lembaga pendidikan yang disediakan pemerintah jumlahnya masih kurang memadai," tegas Kiai Mutawakkil

"Kami berharap pemerintah aspiratif. Langkah yang akan ditempuh PWNU Jatim membuat surat resmi kepada pemerintah pusat dan kami berharap Pemprov Jatim juga menolak keputusan Mendikbud sebagai aspirasi mayoritas rakyat Jatim terutama mereka yang berkecimpung di dunia pendidikan," tegas pengasuh Ponpes Zainul Hasan Genggong Probolinggo.

Kebanyakan mereka (TPQ dan Madin) yang terdampak itu bukan orang lain. Apalagi selama ini penguatan pendidikan karakter sudah dilakukan penguatan dengan cukup baik. "Kebijakan Mendikbud itu, tidak pernah mengajak bicara tokoh masyarakat dan organisasi masyarakat apalagi NU," kata Kiai Mutawakkil disambut tepuk tangan para pengurus PCNU.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

H Soekarwo sebelum memberikan sambutannya langsung memberikan surat penolakan terhadap kebijakan full day school. "Sebelum PWNU Jatim menyatakan menolak, tanggal 16 Juni lalu, pemprov Jatim sudah menolak dan mengirim surat kepada Presiden," tegas Pakde Karwo?

Pakde Karwo mengaku sudah memanggil Kadiknas dan Kabiro Hukum Jatim untuk menunda dulu rencana Full Day School yang saat ini ramai dibicarakan (debatebel) di media sosial atau media-media yang lain. "Kami akan mencari rumusan yang terbaik bagi masyarakat Jatim. Karena itu tunda dulu pelaksanaan Full Day School di Jatim," terang Gubenur dua periode itu.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Jatim itu memiliki kearifan lokal berupa Madrasah Diniyah Salafiyah dan sejak 2006 menjadi program Pemprov Jatim melalui Bosda Madin hingga sekarang. Kalau tidak ada itu maka basis moral spiritual masyarakat Jatim yang kuat akan hilang. Ini khas Jatim yang harus dipertahankan karena bisa membuat Jatim tenang dan rahmatan lil alamain bisa menjadi contoh bagi daerah yang lain," beber Pakde Karwo.

Terkait adanya beberapa kepala daerah di Jatim yang mendukung program Full Day School, Gubernur Jatim dalam waktu dekat juga akan membuat Surat Edaran kepada Bupati/Wali Kota di Jatim untuk menunda dulu pelaksanaan Full Day School di daerahnya masing-masing sebelum ada rumusan terbaik dari pemerintah.

"Kita ini negara demokrasi sehingga pemerintah harus membuka ruang publik untuk dialog. Mereka yang mendukung Full Day School dan mereka yang khawatir Madrasah Diniyah Salafiyah mati karena pemberlakuan Full Day School harus diajak dialog untuk mencari rumusan yang terbaik," pungkas Pakde Karwo.( Rof Maulana/Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Budaya, Olahraga Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 30 Juli 2017

LAZISNU Kudus Ajak Masyarakat Berkurban dan Donor Darah

Kudus, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Menjelang hari raya Idul Adha 1435 H, Lembaga Amil zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) bersama Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul? Ulama (LKKNU) Kabupaten Kudus tengah mempersiapkan kegiatan qurban dan donor darah. Kegiatan bersama ini rencananya akan dilaksanakan pada hari tasyriq, 7 Oktober mendatang, di halaman Kantor NU Jalan Pramuka Nomor 20 Kudus, Jawa Tengah.

LAZISNU Kudus Ajak Masyarakat Berkurban dan Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Kudus Ajak Masyarakat Berkurban dan Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Kudus Ajak Masyarakat Berkurban dan Donor Darah

Direktur LAZISNU Kudus Edi Wicaksana mengatakan kegiatan qurban? dan donor darah ini bertujuan untuk mengetuk hati masyarakat agar memiliki kepedulian dalam berbagi dan empati antarsesama. LAZISNU dan LKKNU Kudus mengajak masyarakat melaksanakan qurban dan membagikan kepada masyarakat yang berhak menerimanya.

"Bagi dermawan atau pengusaha yang ingin berqurban, bisa disalurkan melalui kepanitiaan PCNU Kudus. Kami siap menerima hewan qurban dan menyalurkan dagingnya kepada masyarakat di pelosok desa di Kudus," ujarnya kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selain Qurban, jelasnya, momentum hari raya qurban ini juga disemarakkan dengan kegiatan sosial donor darah yang pelaksanaannya bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Kudus. Hal ini sebagai upaya membangun kemitraan LAZISNU, PMI, masyarakat guna membantu sesama yang membutuhkan transfusi darah.

?

"Bagaimanapun setetes darah kita itu sangat berarti bagi kepada orang yang membutuhkan. Kami ajak warga NU dan masyarakat umum untuk berpartisipasi mendonorkan darah dalam acara ini,"tandas Edi.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

?

Menurut Edi, program sosial ini erupakan salah satu bentuk metode program sosial NU di tengah-tengah umat. Termasuk juga mengenalkan keberadaan LAZSINU Kudus sebagai lembaga yang siap menyalurkan zakat, infak dan sedekah dengan berbagai bentuk program kepedulian. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sejarah, Nasional, Budaya Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 29 Juli 2017

Kembangkan Jaringan, RMI Jateng Luncurkan Website

Semarang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Warga semakin dimudahkan dengan peluncuran website resmi jaringan pesantren NU Jateng. Mereka bisa mengetahui seputar aktivitas atau program terkini Pengurus Wilayah Rabithah al-Ma’ahid al-Islamiyyah (RMI) Jawa Tengah.

Informasi RMI Jateng dapat diakses di http://rmi-jateng.org/. Pengelola situs RMI Jateng Zulfa Mukhamad Cholil mengatakan kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, website ini dibuat sebagai salah satu langkah pengembangan jaringan RMI Jateng.

Kembangkan Jaringan, RMI Jateng Luncurkan Website (Sumber Gambar : Nu Online)
Kembangkan Jaringan, RMI Jateng Luncurkan Website (Sumber Gambar : Nu Online)

Kembangkan Jaringan, RMI Jateng Luncurkan Website

“Baru sebulan kami buat, dengan sasaran masyarakat dan harapannya ke depan bisa masuk ke pesantren,” terang pengurus departemen media dan informasi RMI Jateng itu, Kamis (6/3).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Zulfa menambahkan, website ini sekaligus mengawali program 1000 website gratis untuk pesantren yang digagas PPM Aswaja.

Untuk pengembangan website, pihaknya juga akan melibatkan pesantren-pesantren. “Sebagai langkah awal, rencana akan diadakan pelatihan jurnalistik ke pesantren,” ungkapnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Budaya, Pertandingan, Olahraga Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock