Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anti Hoax. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Maret 2018

Kisah Kejujuran dan Pertobatan Kaab bin Malik

Salah satu perang kenamaan di masa Rasulullah adalah Perang Tabuk. Perang ini terjadi pada tahun kesembilan Hijriah, tepatnya pada bulan Rajab. Berdasarkan beberapa riwayat, seperti dalam kitab Sirah Nabawiyyah karya Ibnu Hisyam, perang ini merupakan perang yang berat karena cuaca yang kering, keadaan paceklik, serta lokasi peperangan yang jauh. Kisah berikut disarikan dari keterangan kitab tersebut.

Di antara rombongan umat muslim itu, tersebutlah Kaab bin Malik yang tidak ikut serta dalam keberangkatan menuju Perang Tabuk. Sebelumnya, Kaab bin Malik dikenal di kalangan sahabat sebagai orang yang terpercaya, golongan orang-orang yang pertama masuk Islam, dan selalu mengikuti perang bersama Nabi. Orang-orang tidak meragukan keimanannya.

Kisah Kejujuran dan Pertobatan Kaab bin Malik (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Kejujuran dan Pertobatan Kaab bin Malik (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Kejujuran dan Pertobatan Kaab bin Malik

Sayangnya, pada perang Tabuk ini, Kaab bin Malik ketinggalan rombongan sebab keterlambatannya dalam menyiapkan perbekalan. Anda tahu, saat Kaab masih bingung dalam persiapan menuju medan perang Tabuk, ternyata Nabi dan sahabat lain sudah bergegas menuju medan peperangan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kaab bin Malik pun gelisah karena keterlambatannya ini. Ia mengetahui bahwa ketika ada umat muslim yang mangkir dari perang, dan bukan disebabkan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, maka hal tersebut adalah termasuk dosa yang besar.

Dalam kegelisahannya itu, ketika keluar rumah, ia menemui bahwa yang masih berada di sekitar lingkungannya adalah orang-orang yang bermaksud mangkir dari peperangan – konon disebut kaum yang munafik – dan orang-orang lemah yang tidak mampu berperang.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Di sisi lain, seusai perang, Rasulullah SAW baru menyadari bahwa Kaab bin Malik tidak ikut serta dalam perang Tabuk itu. Ia menanyakan pada para sahabat,

“Kemanakah Kaab bin Malik?”

Kemudian ada yang mengatakan, konon seorang sahabat dari Bani Salimah, mempertanyakan jangan-jangan Kaab ini mementingkan dirinya sendiri. Tapi langsung ia didamprat oleh sahabat Muadz bin Jabal ra.

“Perkataanmu buruk sekali! Tidak pantas kau katakan itu atas Kaab bin Malik!”

Kaab menjadi resah saat ia tahu bahwa ia tertinggal dan absen dari perang. Hal yang ia resahkan, adalah bagaimana ia akan berujar pada Nabi tentang keadaan yang menimpanya. Sempat ada hasrat berbohong, tapi ia urungkan.

Setibanya Nabi di Madinah, lalu menunaikan sembahyang sebagaimana beliau amalkan seusai perang, orang-orang yang tidak mengikuti perang mendatangi beliau dan menyampaikan alasan-alasan mereka. Disebutkan kurang lebih delapan puluh orang. Nabi menerima alasan mereka, dan mengatakan bahwa beliau menyerahkan urusan kebenaran dalam hati mereka dengan Allah. Kaab bin Malik pun menjadi rikuh.

Ia beranikan diri mendatangi Nabi, lantas berkata dengan jujur,

“Sejujurnya Nabi, tidak ada yang menghalangi saya untuk mengikuti perang. Saya rela mendapat hukuman atas kesalahan yang telah saya perbuat. Daripada saya mendapat murka Allah atas alasan-alasan yang saya perbuat, lebih baik saya mendapat hukuman darimu, Nabi,”

Mendengar pengakuan yang tulus itu, Nabi menerimanya. Namun karena beliau tahu bahwa kesalahan yang diperbuat Kaab bin Malik adalah kesalahan yang besar, maka beliau memutuskan untuk menunggu jawaban dari Allah. Rupanya selain Kaab bin Malik, ada dua sahabat lainnya yang mengalami hal serupa, dengan alasan yang sama dengan Kaab bin Malik.

Beberapa hari kemudian, Nabi memerintahkan para sahabat untuk tidak mengajak bicara Kaab bin Malik dan dua sahabat lainnya itu sebagai bentuk hukuman. Tentu saja bagi mereka bertiga, hal itu terasa menyesakkan perasaan. Dalam riwayat, Kaab bin Malik berusaha bertingkah biasa, namun bagaimanapun ia merasakan tekanan yang berat saat diabaikan oleh sahabat-sahabat lainnya. Ia sempat berjumpa seorang sahabat, lantas bertanya,

“Tidak tahukah engkau bahwa aku ini sungguh mencintai Allah dan Rasul-Nya?”

Sahabat itu menjawab, “Hanya Allah dan Rasul-Nya yang mengetahui tentang hal itu,”

Kaab bin Malik semakin kesulitan. Kemudian pada hari keempat puluh, Nabi menambahkan bahwa Kaab bin Malik dan dua sahabat lainnya yang tidak ikut perang tersebut diminta untuk tidak mendekati istri-istri mereka. Tak terasa, hukuman itu terjadi sampai lima puluh hari. Pada hari kelima puluh itu, Kaab bin Malik melakukan salat sebelum fajar, lantas mengadukan masalahnya kepada Allah.

“Kaab!” Terdengar suara Nabi memanggil. Kaab bin Malik terkejut.

“Sungguh, ampunan Allah sudah tiba untuk kalian bertiga!” terang Rasulullah berseri-seri. Kemudian Rasulullah menyebutkan tiga ayat dari surat At Taubah, yaitu ayat 117 sampai 119 yang menjelaskan tentang ampunan Allah untuk mereka bertiga.

Kaab merasakah bahagia, yang dalam riwayat disebutkan bahwa ia tak pernah sebahagia itu sejak dilahirkan ibunya. Kejujurannya berbuah manis, meski ia harus menanggung konsekuensi atas alasan yang ia sampaikan akibat keterlambatannya mengikuti perang. Dan memang diriwayatkan bahwa alasan keteledoran mereka itu, bukanlah bermaksud untuk berpaling dari kewajiban perang, sehingga Allah mengampuni mereka bertiga. Setiap kejujuran memang sering berimbas pahit, namun bagaimanapun, ia adalah sikap berani mempertanggungjawabkan kesalahan, sebagaimana dicontohkan Kaab bin Malik dan dua sahabat itu. (Iqbal Syauqi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Anti Hoax, Khutbah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 27 Februari 2018

Dayah, Sebutan Legendaris Pesantren di Aceh

Bireuen, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Sebagai wilayah pertama di Asia Tenggara yang menerima kehadiran Islam sejak abad pertama hijriyah, Aceh merupakan kawasan yang masyarakatnya memiliki karakteristik yang unik. Keunikan karakteristik ini disebabkan kuatnya pengaruh Islam dalam proses pembentukan rakyat Aceh. Bahkan, Islam menjadi asas pembinaan budaya itu sendiri.

“Benteng yang paling berjasa dalam proses pertahanan budaya masyarakat Aceh adalah lembaga pendidikan yang disebut Dayah,” ujar Teungku Haji Hasanoel Bashri HG, salah satu ulama kenamaan asal Samalanga Bireuen, saat ditemui belum lama ini.

Dayah, Sebutan Legendaris Pesantren di Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
Dayah, Sebutan Legendaris Pesantren di Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

Dayah, Sebutan Legendaris Pesantren di Aceh

Menurut tokoh yang akrab disapa Abu MUDI ini, kata “Dayah” merupakan kutipan dari bahasa Arab “Zawiyah” yang berarti majelis pengajian. Kata itu kemudian berubah sesuai dengan dialek bahasa Aceh menjadi dayah. Dalam perkembangan selanjutnya, lanjut Abu MUDI, dayah dalam terminologi orang Aceh menjelma sebuah lembaga pendidikan Islam yang berperan aktif membina keteguhan keimanan, akhlak, dan keilmuan masyarakat.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Selain sebagai pusat pendidikan Islam, Dayah juga tempat para ulama menetap, di mana dalam masyarakat aceh ulama merupakan tempat bertanya dan meminta kepastian hukum agama yang merupakan sendi-sendi kehidupan masyarakat,” ujar Abu MUDI.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pengasuh Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Ma’hadal Ulum Diniyyah Islamiyyah Mesjid Raya (MUDI Mesra) ini bercerita, di masa kejayaan Kerajaan Islam Aceh Darussalam, saat kesultanan dijabat Sultan Iskandar Muda, dayah menjadi lembaga pendidikan resmi yang mencetak aparatur pemerintahan kerajaan. Fakta ini terus berlanjut hingga masa invasi kolonial Belanda.

“Ulama lalu menjadikan dayah sebagai basis perjuangan melancarkan gerakan jihad melawan penjajah. Pada masa itu, peran ulama meluas hingga ranah politik. Masa-masa kolonial Belanda di Aceh merupakan masa berperan penuhnya ulama terutama setelah tertawannya sultan. Ulama tidak hanya berperan sebagai pemimpin agama, tapi juga pemimpin politik dan militer sekaligus,” tuturnya.

Setelah kemerdekaan, tambah Abu MUDI, peran dayah diganti oleh sekolah-sekolah yang didirikan pemerintah sesuai dengan perkembangan masa dan kebutuhan. Dalam kondisi ini, dayah sebagai lembaga pendidikan tertua tetap mampu eksis di bawah asuhan ulama. “Sistem pendidikan dayah yang tidak memungut biaya pendidikan menjadikannya lebih akrab dengan masyarakat kelas bawah,” ujarnya bangga.

Kini, dayah dihadapkan kepada tantangan modernisasi dan globalisasi yang sejak zaman penjajahan hingga sekarang tidak dapat dihindari. Fenomena ini,  bagi Abu MUDI, telah mengikis budaya islami masyarakat, terutama generasi muda. “Di sinilah peran dayah terbukti mampu memberikan basis moral islami yang kuat bagi generasi muda sehingga mereka memiliki filter dalam menghadapi arus modernisasi,” ujarnya.

Abu MUDI menyebut, kesadaran masyarakat akan fakta tersebut telah menguatkan komitmen para ulama untuk terus melestarikan eksistensi lembaga dayah. Komitmen tersebut diikuti masyarakat dengan menitipkan anak mereka agar turut mengecap pendidikan dayah. “Saya yakin, dayah sebagai satu warisan kebudayaan Islam yang melegenda di masa silam, terus berkembang pada masa kini hingga yang akan datang,” tegasnya. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Anti Hoax, Kyai Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 19 Februari 2018

IPPNU Fokus pada Transformasi Menuju Organisasi Pelajar

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Secara formal, Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) telah berubah dari organisasi pemuda menjadi organisasi pelajar sejak tahun 2003, akan tetapi upaya mengembalikan ruh yang sebenarnya butuh waktu yang cukup panjang.



IPPNU Fokus pada Transformasi Menuju Organisasi Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Fokus pada Transformasi Menuju Organisasi Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Fokus pada Transformasi Menuju Organisasi Pelajar

Awalnya, IPPNU memang organisasi pelajar yang masuk ke sekolah, madrasah dan pesantren, tetapi kebijakan Orde Baru yang hanya mengizinkan OSIS di sekolah-sekolah telah menyebabkan IPPNU merubah dirinya menjadi organisasi pemuda.

Perubahan juga meluaskan lingkup cakupan garapan sampai pada tingkat mahasiswi, bahkan segmen pelajar tidak tersentuh. Segmen pemuda menjadikan usia juga meluas menjadi 12-30 tahun. Struktur baru yang diakibatkan oleh kebijakan Orde Baru ini tidak bisa dengan gampang dirubah, diantarnya usia para pengurus yang umumnya bukan lagi para pelajar, banyak diantaranya yang sudah bergelar S2.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ketua IPPNU Margareth Aliyatul Maemunah menuturkan, sejumlah upaya dilakukan sebagai tahapan untuk menjadi organisasi pelajar yang sebenarnya.

“Kita tak kepingin terbelenggu seperti dalam pola lama terus. Setiap kegiatan sekarang segementasi kita ya pelajar. Ngadain kemah ya dengan pelajar, sahur on the road juga pelajar. Pra rapimnas sekarang, kita ngadain debat berbahasa Inggris untuk pelajar, lomba karya tulis ilmiah dan penulisan novel untuk pelajar dan santri,” terangnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Upaya lain adalah penurunan usia para pengurus yang terus dilakukan secara bertahap. Jika pada periode lalu, usia maksimal dibatasi 30 tahun, maka pada Rakernas IPPNU beberapa waktu lalu, disepakati usia maksimal 27 tahun. Ia menjelaskan, PBNU sendiri bahkan telah mendesak usia diturunkan menjadi 25 tahun, tetapi untuk itu dibutuhkan waktu untuk mempersiapkan para kadernya.

“Menyiapkan orang tak semudah yang dibayangkan, yang jelas kita sudah sepakat usia maksimal 27 tahun,” jelasnya.

Beberapa kegiatan yang mengambil segmen pelajar yang sedang digarap diantaranya Lembaga Korps Kepanduan Putri, Pecinta Alam, Palang Merah Ramaja, pendirian lembaga konseling bagi remaja putri dan lainnya.

Ia mengakui, ada diantara segmen-segmen lembaga untuk menangani para pelajar yang dibentuk tersebut yang belum berjalan maksimal karena minimnya sumberdaya, tetapi ia yakin, ini merupakan sebuah proses transformasi yang harus dijalani.

Dalam Rapimnas yang akan digelar Desember mendatang, ia juga akan menggandeng Maarif NU dan Rabithah Maahid Islamiyah untuk bersinergi dengan IPPNU dalam membentuk pelajar yang memiliki akidah ahlusunnah wal jamaah ala NU. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Anti Hoax, Ahlussunnah, Nusantara Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

LDNU Kraksaan Luncurkan “Dakwatun Nahdliyin”

Probolinggo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kota Kraksaan, Ahad (6/9) malam meluncurkan pengajian rutin Majelis Dzikir dan Sholawat “Dakwatun Nahdliyin” di Masjid Agung Ar-Raudlah Kota Kraksaan. Kegiatan ini diikuti oleh 1.800 nahdliyin se-PCNU Kota Kraksaan.

LDNU Kraksaan Luncurkan “Dakwatun Nahdliyin” (Sumber Gambar : Nu Online)
LDNU Kraksaan Luncurkan “Dakwatun Nahdliyin” (Sumber Gambar : Nu Online)

LDNU Kraksaan Luncurkan “Dakwatun Nahdliyin”

Pembukaan perdana ini dihadiri oleh Rais Syuriyah PCNU Kota Kraksaan KH Munir Kholili, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah A Suja’i beserta segenap pengurus NU mulai dari tingkat cabang, wakil cabang, dan ranting se-PCNU Kota Kraksaan.

Ketua PC LDNU Kota Kraksaan KH Masrur Robitullah mengungkapkan, majelis dzikir dan sholawat dakwatun nahdliyin ini dibentuk dengan maksud sebagai mediasi antara nahdliyin dengan pengurus NU baik tingkat cabang, wakil cabang maupun ranting supaya tidak ada miss komunikasi.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Selain itu, sebagai pembinaan Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah) ke daerah-daerah untuk membina dan memantapkan pemahaman Aswaja kepada masyarakat. Sebab dalam kegiatan ini, LDNU menjelaskan tentang Aswaja, praktik sholat dan penyampaian sejarah NU,” ungkapnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sedangkan Rais Syuriyah PCNU Kota Kraksaan KH Munir Kholili mengaku sangat senang dan bangga atas terbentuknya majelis dzikir dan sholawat dakwatun nahdliyin oleh PC LDNU Kota Kraksaan.?

“Mudah-mudahan dengan adanya wadah ini, PCNU Kota Kraksaan bisa mewarnai dan membangun karakter masyarakat Kota Kraksaan yang berakhlak mulia. Saya kagum dengan Kiai Masrur yang semangat mengembangkan program PC LDNU Kota Kraksaan. Semoga programnya bisa berjalan dengan baik,” harapnya.?

Majelis dzikir dan sholawat Dakwatun Nahdliyin ini akan dilakukan di tiap-tiap MWC (Majelis Wakil Cabang) NU pada minggu pertama setiap bulannya. Kegiatan tersebut akan diisi dengan sholat Isya’ berjamaah, sholat tobat, sholat hajat, dzikir Asmaul Husnah, dzikir istighotsah, sholawat nabi, santunan anak yatim dan diakhiri dengan ceramah agama. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Anti Hoax Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 04 Februari 2018

Ansor Sulteng Doakan Korban Heli TNI AD

Palu, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Tengah, Adha Nadjemuddin meminta kepada seluruh kader organisasi badan otonom Nahdlatul Ulama di wilayahnya untuk membacakan doa tahlil kepada para korban jatuhnya helikopter TNI Angkatan Darat di Poso, Ahad petang.

"Saya meminta kepada Ansor di kabupaten/kota melaksanakan tahlil bersama. Mari kita doakan mereka," kata Adha Nadjemuddin di Palu, Ahad malam, menanggapi tragedi jatuhnya helikopter jenis Helly Bell 412 EP dengan nomor penerbangan HA-5171 yang menewaskan 13 prajurit TNI tersebut.

Ansor Sulteng Doakan Korban Heli TNI AD (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Sulteng Doakan Korban Heli TNI AD (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Sulteng Doakan Korban Heli TNI AD

Menurut Adha, mereka yang tewas dalam kecelakaan helikopter tersebut adalah pahlawan yang gugur demi NKRI.?

"Kita pantas mendoakan mereka," katanya.?

Adha mengatakan bahwa TNI adalah barisan terdepan pertahanan negara yang harus diberikan penghargaan dan penghormatan, apalagi para korban sedang melaksanakan tugas negara dalam menumpas kelompok sipil bersenjata di Poso.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Mereka telah berjuang secara fisik untuk NKRI. Sementara Ansor berjuang melalui penguatan ideologi. Tujuan kita sama-sama untuk penguatan NKRI," katanya jurnalis LKBN Antara itu.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Adha mengatakan GP Ansor bersama organisasi semi otonomnya Banser sebelumnya telah berencana berdialog dengan Danrem 132/Tadulako Kolonel Inf Saiful Anwar tentang penguatan NKRI bersama Banser, namun karena Saiful Anwar lebih banyak berkantor di Poso sehingga dialog tersebut tidak kunjung dilaksanakan.

"TNI dan Polri adalah mitra dari Banser. Mereka banyak membantu pelatihan dan pendidikan kepada Banser," katanya.

Menurut Adha, institusi TNI, Polri dan Banser adalah institusi yang masuk dalam daftar sasaran kelompok sipil bersenjata, teroris.

Adha mengatakan dirinya bertemu terakhir kali bersama Danrem 132 Tadulako saat apel siaga kedatangan Wakil Presiden ke Palu dalam rangka gerhana matahari total.

"Di situ saya bangga dengan beliau, karena tidak kompromi dengan kelompok yang mencoba mengacaukan NKRI," katanya.

Danrem 132/Tadulako Kol Inf Saiful Anwar gugur dalam tragedi jatuhnya heli yang ia tumpangi dari Napu menuju Poso usai memantau Operasi Tinombala menumpas teroris di daerah itu. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Anti Hoax, Cerita Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 01 Februari 2018

Rapat Koordinasi Nasional LPPNU di Samarinda

Samarinda, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Hotel Bumi Senyiur Samarinda tampak ramai, Jumat (13/04) siang. Di dalamnya penuh dengan para aktivis NU dari berbagai daerah di Indonesia, berkisar 200-an orang. Mereka sedang mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan Rembuk Nasional tentang Sumber Daya Alam yang ditangani oleh Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU). Acara tersebut juga melibatkan para pengurus Lajnah Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) dan Lembaga Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LBNNU) se-Indonesia.

Rapat Koordinasi Nasional LPPNU di Samarinda (Sumber Gambar : Nu Online)
Rapat Koordinasi Nasional LPPNU di Samarinda (Sumber Gambar : Nu Online)

Rapat Koordinasi Nasional LPPNU di Samarinda

Pantauan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, pertemuan tersebut dimulai dengan pra-acara, yaitu penampilan Grup Habsyi Labaika Samarinda Sebrang. Puluhan Muslimat Samarinda tersebut mampu mencairkan suasana, melantunkan shalawat nabi dengan nada yang amat merdu. Tak sedikit hadirin yang tersihir olehnya, bahkan hadirin menyempatkan diri memotret sekaligus mengabadikan penampilan Grup Habsyi melalui video klip.

Penampilan Grup Habsyi cukup lama, berkisar sejam. Ketika jam menunjukkan pukul 14.30, MC membacakan susunan acara. Bersamaan dengan itu, ketua umum PBNU KH Said Aqil Siroj telah hadir di tengah-tengah hadirin. Tampak mendampingi kang Said beberapa pengurus PBNU, seperti Prof Maksum, H Marsudi Syuhud, dan ketua PWNU Kalsel HM Rasyid.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Redaktur     : Mukafi Niam



Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Anti Hoax, News, Sholawat Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pascasarjana Islam Nusantara STAINU Jakarta Gelar Pemantapan Kurikulum

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Para dosen Pascasarjana Program Magister (PPM) Islam Nusantara Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta menggelar diskusi pemantapan kurikulum tahun akademik 2015/2016 di ruang Media Center lantai 5 Gedung PBNU Jakarta, Rabu (7/10) sebelum proses perkuliahaan perdana dimulai.

Pascasarjana Islam Nusantara STAINU Jakarta Gelar Pemantapan Kurikulum (Sumber Gambar : Nu Online)
Pascasarjana Islam Nusantara STAINU Jakarta Gelar Pemantapan Kurikulum (Sumber Gambar : Nu Online)

Pascasarjana Islam Nusantara STAINU Jakarta Gelar Pemantapan Kurikulum

“Rapat dan diskusi ini digelar guna mengevaluasi proses perkuliahaan yang telah lalu sehingga bisa memperbarui kualitas kurikulum dan proses perkuliahaan ke arah yang lebih baik,” ujar Asisten Direktur Pascasarjana, Dr Muhammad Ulinnuha Husnan, MA.

Dari dinamika diskusi berdasarkan beberapa semester lalu yang sudah berjalan, para dosen sepakat untuk memasukkan matrikulasi bahasa. Antara lain bahasa Belanda, Arab, dan Jawa.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Alasannya jelas, karena literatur-literatur terkait sejarah Islam di Nusantara sangat banyak yang masih berbahasa Belanda dan Jawa selain Arab dan Arab pegon,” terang Ulin.

Diskusi ini dihadiri oleh narasumber diantaranya, Prof Dr M Dien Madjid, Dr Rumadi, Dr Mastuki Hs, dan Hamdani, PhD. Serta para staf akademik, Muhammad Afifi, MH, Ayatullah, MFil, dan Muhammad Idris Masudi, Lc, SThI.

Angkatan pertama, PPM Islam Nusantara STAINU Jakarta berhasil mencetak magister pertama sebanyak 45 orang dengan mengkaji tesis mengenai khazanah Islam Nusantara dari berbagai daerah di Indonesia.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Tahun akademik 2015/2016 ini, pascasarjana menerima sebanyak 90 mahasiswa dari berbagai program beasiswa. Program beasiswa Kemenag untuk guru sebanyak 20 orang, beasiswa program pendidikan kader ulama (PKU) sebanyak 25 orang, program beasiswa 1 tahun STAINU Jakarta 30 orang, dan 25 orang lagi dari program beasiswa Yayasan Said Aqil Siroj. Perkuliahaan perdana akan dilaksanakan mulai Jumat, 9 Oktober 2015 besok. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Amalan, Anti Hoax Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 29 Desember 2017

NU: Obat-obatan Harus Jadi Obyek Sertifikasi Halal

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menolak keras wacana penghapusan obat-obatan sebagai obyek sertfikasi halal dalam Undang-Undang tentang Jaminan Produk Halal (JPH). Sebagai penduduk mayoritas, umat Islam Indonesia harus dilindungi dari segala bentuk produk haram.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Pengurus Pusat Lembaga Bahtsul Masail NU (LBMNU) KH Arwani Faisal saat menanggapi Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang JPH yang tengah digodok di DPR, Selasa (9/4), di kantor PBNU, Jakarta Pusat.

NU: Obat-obatan Harus Jadi Obyek Sertifikasi Halal (Sumber Gambar : Nu Online)
NU: Obat-obatan Harus Jadi Obyek Sertifikasi Halal (Sumber Gambar : Nu Online)

NU: Obat-obatan Harus Jadi Obyek Sertifikasi Halal

“Ada keinginan pihak-pihak tertentu bahwa obat-obatan tidak termasuk yang disertifikasi halal,” katanya. Kiai Arwani Faisal menerima informasi bahwa ada kalangan pengusaha farmasi dan importir bahan baku yang sedang berjuang menghindari kewajiban sertifikasi.

Padahal, sambungnya, sebagai barang yang dikonsumsi, obat-obatan harus steril dari najis dan unsur haram. Dengan demikian, produk ini seperti makanan dan minuman mesti melewati uji halal. “Bahkan kosmetik pun kita hindarkan dari hal-hal yang haram,” imbuh Kiai Arwani.

Menurut dia, mengingat penduduk muslim di Tanah Air adalah terbesar, RUU JPH harus memasukkan sudut pandang keislaman sebagai dasar pertimbangan. DPR mesti lebih teliti dan memperhatikan kepentingan ini.

?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Penulis: Mahbib Khoiron

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Anti Hoax, Halaqoh Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 28 Desember 2017

Program CEPAT Sukses, LKNU Ingatkan untuk Terus Tingkatkan Capaian

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan 

Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Hisyam Said Budairy mengaku senang terhadap capaian dari pelaksanaan program Cepat-LKNU selama lima tahun.

Program CEPAT Sukses, LKNU Ingatkan untuk Terus Tingkatkan Capaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Program CEPAT Sukses, LKNU Ingatkan untuk Terus Tingkatkan Capaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Program CEPAT Sukses, LKNU Ingatkan untuk Terus Tingkatkan Capaian

"Capaiannya, menurut pendapat saya sangat luar biasa karena ini program pertama kali berbasis komunitas," katanya pada acara Serah Terima Program CEPAT-LKNU & Peluncuran Program Peningkatan Kesadaran Masyarakat Terhadap Diabetes Mellitus di lantai delapan, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (2/11). 

Namun begitu, ia berharap, ke depan NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia bisa menindaklanjuti capaian ini serta mampu meningkatkan model-model komunitas yang telah dilakukan untuk menanggulangi penyakit Tuberkolosis (TB). 

Hal tersebut dikarenakan, penyakit TB tidak ada matinya, malah sampai saat ini tingkat kejadiannya masih sangat tinggi. "Bahkan di Indonesia kalau melihat statistik cukup tinggi," katanya prihatin. 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selama lima tahun terakhir dalam mensukseskan program ini, LKNU menggandeng From The American People (USAID), dan beberapa mitra seperti Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU), Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, World Diabetes Foundation, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Forum Stop TB Partnership Indonesia. 

Hadir pada acara bertema Peran Nahdlatul Ulama dalam Kesehatan ini, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama)(PBNU) KH Said Aqil Siroj, Direktur Helt USAID Jonathan Roos, Chief of Party Esty Febriani, dan lain-lain. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Anti Hoax, Pendidikan, AlaNu Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 23 Desember 2017

Ini Bacaan Doa di Antara Takbir Shalat Id

Kita dianjurkan bertakbir sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama sembahyang Id setelah takbiratul ihram dan doa iftitah, sebelum membaca Surat Al-Fatihah. Sementara pada rakaat kedua kita dianjurkan bertakbir sebanyak lima kali.

Adapun jeda di antara satu ke lain takbir kita dianjurkan untuk membaca zikir berikut ini.

Ini Bacaan Doa di Antara Takbir Shalat Id (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Bacaan Doa di Antara Takbir Shalat Id (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Bacaan Doa di Antara Takbir Shalat Id

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Subhânallâh, walhamdulillâh, walâ ilâha illallâh, wallâhu akbar, wa lâ haula walâ quwwata illâ billâhil ‘aliyyil azhîm.

Artinya, “Mahasuci Allah, segala puji bagi-Nya, tiada tuhan selain Dia, Allah mahabesar, dan tiada daya serta upaya selain berkat pertolongan Allah yang mahatinggi lagi mahaagung.”

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Bacaan ini disarikan dari Busyral Karim halaman 355 karya Syekh Sa‘id bin Muhammad Ba‘asyin. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Anti Hoax, Kajian Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 18 November 2017

Cara KH Asep Saifuddin Chalim Tanamkan Cinta Tanah Air kepada Santri

Mojokerto, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Hari keempat kegiatan Anjangsana Islam Nusantara STAINU Jakarta, Kamis (26/1), rombongan diterima langsung oleh Pengasuh Pesantren Amanatul Ummah Pacet, Mojokerto, Jawa Timur KH Asep Saifuddin Chalim di komplek pesantren tersebut.

Obrolan dibuka oleh Dr Zastrouw Ngatawi. Dia mengemukakan tujuan rombongan yang berusaha memperkuat sanad keilmuan dan wawasan kebangsaan mengingat Kiai Asep begitu kuat menanamkan Aswaja kepada para santrinya selain berhasil mencetak para lulusan berkualitas global.

Cara KH Asep Saifuddin Chalim Tanamkan Cinta Tanah Air kepada Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara KH Asep Saifuddin Chalim Tanamkan Cinta Tanah Air kepada Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara KH Asep Saifuddin Chalim Tanamkan Cinta Tanah Air kepada Santri

Obrolan bersama Kiai Asep berlangsung dalam suasana akrab. Setelah memaparkan beberapa pemikirannya, Kiai Asep mempersilakan kepada rombongan untuk berdiskusi dan saling bertukar pikiran. Pertanyaan kepada Kiai Asep di antaranya datang dari Mahrus el-Mawa, Muhammad Ulinnuha, Ali M. Abdillah, Deni Hamdani, Ahmad Ginanjar Syaban, dan Ayatullah.

“Setiap jamaah sholat subuh, saya tidak berhenti menyampaikan kepada para santri agar tetap menjadi dan mencintai Indonesia dengan menampakkan wajah Islam yang sejuk dan ramah,” ujar Kiai Asep yang mengemukakan bahwa setiap jamaah sholat subuh diikuti sekitar 4500 santri.

Pernyataan Kiai Asep tersebut untuk menanggapi pertanyaan dari Mahrus el-Mawa menyikapi fenomena orang Indonesia yang kuliah atau belajar di luar negeri, namun belum mempunyai pondasi keislaman yang kuat sehingga kerap kali hilang identitas keislaman dan kebangsaannya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Hal ini sepenuhnya Kiai Asep sadari karena tidak sedikit lulusan Pesantren Amanatul Ummah yang berhasil diterima kuliah di luar negeri, di antaranya di dataran Eropa, Asia, dan Timur Tengah.?

Kiai Asep tidak memungkiri, kemajuan zaman, teknologi digital, dan hiruk-pikuk perang pemikiran (ghazwatul fikr) yang seolah difasilitasi media sosial menjadi tantangan pesantren dan Nahdlatul Ulama. Ia mendorong agar seluruh pesantren dan lembaga NU meningkatkan kualitas di segala lini agar Indonesia tetap utuh dan kuat.

“Warga NU dan santri harus menjaga Indonesia di mana pun berada. Masa depan Islam adalah model kalian (santri, warga NU, red) Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah,” tegas kiai yang kini memiliki keseluruhan santri sebanyak 7600 orang tersebut. Jumlah itu terdiri dari 5600 di Pacet Mojokerto, dan 2000 di Amanatul Ummah cabang Surabaya.

Kepada rombongan Anjangsana Islam Nusantara, Kiai Asep juga memberikan penegasan bahwa pesantren sebagai ruh NU harus terus dikembangkan kualitasnya sesuai zaman.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ketua Umum PP Pergunu tersebut memaparkan tentang pengembangan pesantren dari sisi metode pembelajaran, peningkatan fasilitas, pengembangan aset, kemandirian dalam hal anggaran, kebersihan, kedisiplinan, penguatan keterampilan IT dan bahasa kepada santri, dan lain-lain. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Anti Hoax, AlaNu Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 15 November 2017

Hukum Berikan Uang Belanja Lebih Kepada Istri di Bulan Ramadhan

Assalamu’alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan yang terhormat. Sudah dua kali bulan puasa ini saya dan istri mengalami sedikit ketegangan. Pasalnya setiap bulan puasa istri saya meminta uang belanja ditambahi alasan yang dikemukakan adalah kebutuhan kalau bulan Ramdhan itu meningkat. Padahal semestinya di bulan Ramadhan berhermat, bukan malah bersikap boros dan kadang membeli hal-hal yang tidak penting.

Yang ingin saya tanyakan di sini adalah apakah hukum memberikan uang belanja lebih pada saat bulan Ramadhan? Mohon tanggapan dan jawabannya. Terima kasih. Wassalamu’alaikum wr. wb. (Ali Ihsan/Bandung).

Hukum Berikan Uang Belanja Lebih Kepada Istri di Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Berikan Uang Belanja Lebih Kepada Istri di Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Berikan Uang Belanja Lebih Kepada Istri di Bulan Ramadhan

Jawaban

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. Sebagaimana yang telah kita bersama bahwa tanggung jawab seorang suami kepada keluarganya adalah memberikan nafkah. Termasuk di dalamnya adalah memberikan uang belanja untuk memenuhi kebutuhannya. Antara satu keluarga dengan yang lainnya tentu berbeda-beda kebutuhannya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Namun pada bulan puasa Ramadhan yang merupakan bulan penuh kemulian ini memang ada anjuran untuk memberikan lebih dari biasanya. Inilah yang kami pahami dari pernyataan Al-Mawardi sebagaimana dikemukakan Muhyiddin Syaraf An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ Syarhul Muhadzddzab berikut ini;

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Al-Mawardi berpendapat bahwa dianjurkan bagi seorang suami untuk memberikan lebih dalam menyuplai kebutuhan keluarganya pada bulan Ramadhan, berbuat kebajikan kepada sanak-famili, dan tetangganya, terlebih pada sepuluh akhir bulan Ramadhan,” (Lihat Muhyiddin Syaraf An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, Kairo-Darul Hadits, 1421 H/2010 M, juz VII, halaman 576).

Dari apa yang dikemukakan Al-Mawardi ini kita dapat memahami bahwa sebagai suami yang notabenenya adalah keluarga dianjurkan untuk untuk memberikan lebih dalam hal pemenuhan kebutuhan keluarganya di bulan Ramadhan.

Dari sini kemudian kita bisa memahami bahwa memang dianjurkan bagi suami untuk memberikan uang belanja lebih kepada keluarganya pada bulan Ramadlan. Bahkan juga berbuat kebajikan kepada kerabat dekat dan tetangga terlebih pada sepuluh akhir bulan Ramadhan.

Pemberian lebih, berbuat kebajikan kepada kerabat dan tetangga dalam pemahaman kami adalah termasuk kategori sedekah. Hal ini didasarkan kepada hadits yang menyatakan bahwa sedekah pada bulan Ramadhan itu lebih utama.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (? ?)

Artinya, “Dari Anas ra ia berkata, bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya apakah sedekah yang paling utama? Beliau SAW pun menjawab, ‘Sedekah yang paling utama adalah sedekah pada bulan Ramadhan,’” (HR Al-Baihaqi).

Demikian jawaban singkat ini. Semoga bisa dipahami dengan baik. Bagi para istri yang di bulan Ramadhan ini jika menerima uang belanja lebih dari suaminya sudah semestinya tidak menggunakan untuk hal-hal yang tidak perlu atau mubadzir karena bertentangan dengan semangat puasa itu sendiri. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Mahbub Ma’afi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kyai, Meme Islam, Anti Hoax Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 08 November 2017

Menag Usulkan KH Abdul Wahab Chasbullah Bapak Cinta Tanah Air

Jombang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan?



Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menghadiri Haul ke-46 salah seorang pendiri NU, KH Abdul Wahab Chasbullah, di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Jumat (4/8) malam. Pada kesempatan tersebut Menag menyampaikan 3 kesan atas sosok KH Abdul Wahab Hasbullah, walau tidak menapikan masih banyak kesan-kesan lain dalam melihat kiprahnya, sebab Kiai Wahab adalah orang besar anak negeri ini.

Pertama, KH Abdul Wahab Chasbullah adalah kiai yang berwawasan sangat luas, sangat memegang tradisi, memiliki kelenturan cara berpikir, sehingga kita banyak menemukan terobosan-terobosan baru pemikirannya. Menag mencontohkan, munculnya tradisi halal bihalal.

Menag Usulkan KH Abdul Wahab Chasbullah Bapak Cinta Tanah Air (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Usulkan KH Abdul Wahab Chasbullah Bapak Cinta Tanah Air (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Usulkan KH Abdul Wahab Chasbullah Bapak Cinta Tanah Air

“Itu ide besar beliau, dimana ketika itu negeri ini sangat genting, untuk meredam kegentingan saat itu, KH Abdul Wahab Chasbullah mengusulkan acara halal bihalal, dengan memanfaatkan hari raya Idul Fitri, semua orang saling menghalalkan, saling memaafkan, dan hingga kini masih kita lakukan,” ujar Menag sebabgaimana dilaporkan kemenag.go.id.

Selain itu, terkait ilmu kurban, ketika seekor sapi itu diperuntukkan kepada 7 orang, KH Abdul Wahab Chasbullah memiliki pemikiran dan gagasan, dengan menambah 1 ekor kambing untuk tambahan kurban 1 orang anak lagi.

“Itu pemikiran yang sangat luas, ini kreatif, tidak kaku, tidak monoton, tapi out of the box”, kata Menag.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selain itu, bagi Menag, KH Abdul Wahab Chasbullah juga merupakan sosok politisi ulung. Saat itu, Nasakom (nasionalis, agamis, komunis), tidak mungkin dapat disatukan, tapi Mbah Wahab dengan wawasannya yang luas, justru memiliki pemikiran bahwa di sinilah agama ikut membentengi negara (pemerintah).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kesan kedua, KH Abdul Wahab Chasbullah adalah kiai yang berkemampuan mengorganisir para ulama, dengan menyatukan kekuatan dalam bentuk organisasi. KH Abdul Wahab Chasbullah banyak mendirikan organisasi-organisasi seperti mendirikan Hubbul Wathan, Subbanul Wathan, dan NU serta masih banyak lagi.

"Itu semua dilakukan almarhum agar organisasi dapat bersatu, dan bersinergi dengan baik," ucap Menag.

Kesan ketiga, cintanya kepada tanah air. Kita bisa lihat rekam jejak almarhum. Benang hijau dan intinya adalah semua kiprah almarhum porosnya karena cinta kepada tanah air sangat luar biasa. Komite Hijaz yang dibentuk beliau, dan lahirnya NU, tidak semata membentengi Ahlusunnah wal-Jama’ah, tapi karena cintanya kepada tanah air.

“Nilai-nilai agama hanya bisa membumi, ketika menyatu dengan tradisi, itu juga yang dilakukan wali songo,” ujar Menag.

Menag dalam kesempatan mengusulkan almarhum KH Abdul Wahab Chasbullah selain sebagai pahlawan nasional, kiranya bisa disebut sebagai bapak pencinta tanah air.

“Dengan segala kerendah hatian, saya ingin mengusulkan bagi Mbah Wahab selain sebagai pahlawan nasional beliau adalah bapak pencinta tanah air,” kata Menag Lukman.

Hadri mendampingi Menag, Kepala Biro Humas dan Data Informasi Mastuki, Karo Umum Syafrizal, Staff Khusus Hadi Rahman dan Gugus Waskito, Kakanwil Jatim Syamsul Bahri. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Anti Hoax Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 18 Oktober 2017

Manfaat Berpuasa dan Tips Tetap Bugar Saat Melakukannya

Pringsewu, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Selama Bulan Ramadhan, kegiatan Ngaji Ahad (Jihad) Pagi di Gedung NU Kabupaten Pringsewu diganti menjadi Jihad Sore. Kegiatan tersebut diakhiri dengan buka puasa bersama. Materi pada kegiatan pekan perdana, Ahad (12/6) mengangkat tema Manfaat Puasa bagi Kesehatan dan Tips Puasa Tetap bugar.

Manfaat Berpuasa dan Tips Tetap Bugar Saat Melakukannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Manfaat Berpuasa dan Tips Tetap Bugar Saat Melakukannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Manfaat Berpuasa dan Tips Tetap Bugar Saat Melakukannya

Materi tersebut disampaikan oleh seorang dokter muda yang juga Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Pringsewu dr. Ulinnoha. Mengawali pemaparannya, dokter yang juga alumni Pondok Pesantren Futuhiyah Mranggen Jawa Tengah ini membacakan ayat Al-Quran yang menjadi dasar ibadah puasa yaitu Surat Al-Baqarah ayat 183.

Menurutnya, selain mendapatkan predikat taqwa dari sisi ibadah, ternyata puasa memiliki manfaat yang luar biasa dari sisi kesehatan. "Beberapa penelitian yang telah dilakukan oleh para pakar kesehatan menunjukkan bahwa puasa memiliki pengaruh positif bagi kesehatan," katanya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dr. Ulin menjelaskan bahwa puasa ternyata baik bagi jantung, ginjal dan pembuluh darah. "Secara psikologis orang yang berpuasa juga cenderung stabil, tenang dan memiliki pola pikir yang tajam," tambahnya. Manfaat lain yang bisa diambil dari puasa menurutnya adalah meningkatnya daya tahan tubuh dan kesuburan, mencegah diabetes dan kelebihan nutrisi serta dapat meredakan radang sendi.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selain itu, saat orang berpuasa tubuh akan secara otomatis menggunakan cadangan energi yang ada didalam tubuhnya untuk menyeimbangkan metabolisme tubuh. "Energi cadangan atau bongkaran yang dihasilkan dari hati dan organ organ tubuh lainnya ini memiliki kekuatan 10 kali lipat dari energi biasanya," jelasnya.

Menurutnya inilah kemungkinan salah satu rahasia yang menjadi sebab mengapa kekuatan energi kaum muslimin bertambah ketika melakukan peperangan dibulan puasa pada zaman Rasulullah SAW.

Pada Jihad Sore yang dihadiri Bupati Pringsewu H. Sujadi ini, dr. Ulin juga memberikan beberapa tips agar puasa tetap bugar. Hal yang perlu diperhatikan adalah pola makan ketika sahur dan berbuka puasa.

"Saat sahur perbanyak makanan berserat, makanan yang banyak mengandung protein, perbanyak asupan cairan dan batasi konsumsi garam. Dan saat berbuk dahulukan makanan yang manis, cukupi karbohidrat dan hindari banyak makanan berminyak," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Hikmah, Anti Hoax, News Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 25 September 2017

Politik Isi

Oleh M. Kholid Syeirazi



Saya sebenarnya lebih suka membicarakan politik dari segi isinya, bukan wadahnya. Merdeka lebih dari 70 tahun, semestinya kita sudah bergerak jauh meninggalkan polemik tentang politik bungkus, tetapi mempertajam diskursus politik isi. Negara-bangsa atau Khilafah itu bungkusnya, isinya adalah kesejahteraan lahir batin sebagaimana dilukiskan Al-Qur’an sebagai ? ? ? ? ?. Bungkus itu hanya wadah untuk mengantarkan isi. Bungkus bisa dinamai apa saja, dicat warna apa saja, yang penting isinya.

Politik Isi (Sumber Gambar : Nu Online)
Politik Isi (Sumber Gambar : Nu Online)

Politik Isi

KH Wahab Chasbullah, pendiri dan penggerak NU, pernah bilang, “jika disuruh memilih, kita lebih memilih minyak samin cap babi daripada minyak babi cap onta.” Sekarang kenyataannya kita masih belum beranjak ke mana-mana. Kita masih sibuk melayani narasi politik bungkus. Karena penganut politik bungkusmakin banyak, terpaksa kita harus bergerak mundur sedikit ke belakang. Kita terpaksa memperkuat argumen tentang perlunya mengedepankan politik isi ketimbang politik bungkus.

Apa isi politik itu? Perjuangan untuk mewujudkan kebajikan umum! Bahasa Arabnya: ? ?.? Kebajikan umum banyak disuarakan dalam teori politik Barat dan Islam. Saya hanya ingin menyebutkan dua indikator saja dari kebajikan umum. Indikator itu saya ambil dari al-Qur’an, Surat Quraisy (105: 4). Kekuasaan apa pun yang mampu mewujudkan ini, dalam pandangan saya, sudah Qur’ani.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dalam QS. Quraisy, Allah menyebut aktivitas safari dagang orang Quraisy di musim panas dan dingin. Secara tersirat, Allah mengingatkan mereka untuk bersyukur karena diberi rizeki oleh Allah melalui kegiatan niaga dan melindungi aktivitas mereka dari ancaman bahaya. Dalam ayat terakhir Surat Quraisy, Allah memerintahkan mereka untuk menyembah Dzat yang memberi mereka makan dan membebaskan mereka dari rasa lapar (? ? ?) serta melindungi mereka dari rasa takut (? ? ?). Konsep pertama (? ? ?) adalah narasi ekonomi, konsep kedua (? ? ?) adalah narasi politik, pertahanan, dan keamanan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Manusia diturunkan ke muka bumi sebagai abdullâh dan khalîfatullâh. Dalam peran pertama, manusia disuruh tunduk, mematuhi Allah dengan semangat kepasrahan total, tanpa tanya. Disuruh shalat dan puasa, misalnya, kita jalani dengan semangat ta’abbud, tanpa tanya apa gunanya untuk kita. Ranah ini disebut sebagai ibâdah mahdhah. Sifatnya tetap dan universal (tsâbit kully). Dalam peran kedua, manusia disuruh mematuhi Allah dengan semangat kreatif. Di dalam ranah ini ada ruang inovasi dan improvisasi. Kita disuruh Allah ‘mewakili’ beroperasinya sunnatullâh melalui campur tangan dan kreativitas manusia. Ranah ini disebut dengan ibâdah mu’âmalah. Politik, dalam hemat saya, masuk ranah kedua ini. Bentuk politik adalah wilayah ijtihad yang berubah dan bersifat temporal-partikular (mutaghayyir juz’i). Sifatnya tidak baku. Yang dipentingkan adalah tujuannya (ghâyah), bukan instrumennya (wasîlah).

Ghâyah dari politik Qur’ani, menurut QS. Quraisy, sudah tertampung dalam tujuan nasional sebagaimana termaktub dalam Mukaddimah UUD 1945 yaitu memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan berimpitan dengan kesejahteraan. Orang terdidik punya kemampuan mamartabatkan dirinya, termasuk dalam ekonomi. Dua tujuan ini tercakup dalam kualifikasi ? ? ?. Tujuan berikutnya adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. Dalam dunia global, keamanan suatu negara terhubung dengan negara lain, karena itu partisipasi dalam upaya perdamaian dunia merupakan tujuan lain negara. Dua tujuan ini dapat dikelompokkkan dalam kualifikasi ? ? ?. Konsep keamanan ‘transnasional’ dalam istilah sekarang, juga diisyaratkan al-Qur’an:? Allah melindungi Quraisy dalam jalur perniagaan ke Suriah di musim panas dan Yaman di musim dingin.

Kekuasaan politik yang sanggup menyejahterakan rakyat sebesar-sebesarnya, mendistibusikan kue ekonomi secara adil dan merata serta melindungi warga negara dari ancaman rasa takut, baik yang bersumber dari dalam maupun luar negeri, sudah merupakan kekuasaan Qur’ani yang harus didukung dan dibela.

Sekarang mari kita lihat faktanya. Negara mana yang paling sejahtera dan bahagia? Apakah negara-negara Islam di Timur Tengah, Afrika, atau Asia? Penelitian yang dilakukan oleh dua orang Guru Besar George Washington University, Scheherazade S. Rehman dan Hossein Askari, berkata lain. Riset yang kemudian dimuat dalam GlobalEconomyJournal, Vol. 10, Issue 3, 2010 menunjukkan, tidak ada negara-negara Islam dengan kualifikasi berpopulasi Muslim dalam jumlah besar, dipimpin seorang Muslim, atau secara formal menegaskan diri sebagai negara Islam yang menempati pertingkat 30 besar. Dengan menggunakan 113 variabel, Top 10 negara-negara dengan pembangunan? ekonomi yang paling Islami justru ditempati oleh “negara-negara kafir,” berturut-turut adalah Irlandia, Denmark, Luxemburg, Swedia, UK, New Zealand, Singapore, Finlandia, Norwegia, dan Belgia.

Peringkat tertinggi ‘negara Islam’ yang paling Islami dalam pembangunan ekonominya hanya Malaysia, ranking 33. Arab Saudi, yang Rajanya baru berkunjung ke Indonesia, menempati peringkat ke-91. Turki, yang Presidennya mulai banyak penggemar di Indonesia, menempati ranking ke-71. Indonesia, negeri populasi Muslim terbesar dengan pendukung ‘politik bungkus’ yang makin meningkat, berada di urutan ke-104. Data bisa diunduh di: http://hossein-askari.com/wordpress/wp-content/uploads/islamicity-index.pdf.

Dari tolok ukur keamanan, negara mana yang paling aman? Apakah negara-negara Timur Tengah, Afrika, dan Asia Barat yang mayoritas Muslim? Mari kita lihat faktanya. Sejak meletus Arab Spring di Tunisia dan menjalar ke negara-negara Arab, Timur Tengah dan Afrika poranda. Sejak 2011-2015, di Yaman ada 5,6 juta nyawa melayang oleh konflik berdarah sesama ahlul qiblat, di Libya ada 4,3 juta, di Iraq 3,2 juta, di Mesir 1,7 juta, di Suriah 320 ribu nyawa musnah, dan ribuan lainnya di negeri-negeri rumpun Arab. Sejak 2011, ada sekitar 4,3 juta penduduk Suriah yang mengungsi dan minta suaka ke negara-negara lain, terutama ke Turki dan Eropa. Begitu juga arus keluar terus berlangsung dari Libya, Irak, dan Yaman ke sejumlah negara yang lebih aman. Mereka mencari kehidupan baru karena di negeri asalnya, jarak kehidupan dengan kematian seukuran senti. Di negara-negara ini, pekik takbir bergema di antara desingan senjata. ISIS ingin menegakkan Khilafah, dengan menumpahkan banyak darah.

Apakah kita rela memperjuangkan bungkus kekuasaan dengan harga kematian? Saya rasa tidak! Jihad kita adalah mengisi NKRI agar semakin bersemangat Qur’ani, yaitu meningkatnya kesejahteraan umum dan terjaminnya ketenteraman publik. Kekuasaan apa saja, pada pokoknya isinya hanya dua hal itu. Siapa sanggup mewujudkannya, dia akan menjadi baldah thayyibah. Di negeri Muslim, plus wa rabbun ghafûr.

Penulis adalah Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama



Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Anti Hoax, Cerita, Pemurnian Aqidah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 12 September 2017

IPPNU Demak Lombakan Tulis Artikel dan Puisi

Demak,Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Demak Jawa Tengah mengadakan lomba menulis artikel dan puisi. Lomba tersebut untuk aggota IPPNU dan pelajar MA/SMA/SMK se-Demak. Naskah bisa dikirim mulai 23 September sampai 17 Oktober 2014.

Ketua PC IPPNU Demak Fitriyah mengatakan lomba menulis pelajar NU ini dalam rangka mengakhiri masa khidmat kepengurusan sebagai rangkaian kegiatan pra-Konferensi Cabang.

IPPNU Demak Lombakan Tulis Artikel dan Puisi (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Demak Lombakan Tulis Artikel dan Puisi (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Demak Lombakan Tulis Artikel dan Puisi

Ia menyebut lomba tersebut sebagai sarana untuk menumbuhkan semangat menulis sehingga kemampuan kader IPPNU di bidang  kepenulisan atau jurnalistik semakin meningkat.

"Melalui lomba ini diharapkan muncul kader IPPNU yang menjadi penulis-penulis muda yang bisa mampu ikut mengisi dan mewarnai media massa serta berkembang di wadah IPPNU," katanya kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan via telepon, Jumat (26/9).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Mengenai persyaratan lomba, Ia menjelaskan peserta adalah anggota IPPNU dan siswi MA/SMA/SMK s-Demak dengan usia maksimal 20  tahun. Tema artikel "Pelajar, Generasi Harapan Bangsa", sementara puisi bertema " Pelajar dalam Bingkai Belajar, Berjuang dan Bertaqwa".

"Peserta boleh mengikuti kedua lomba atau salah satu dengan syarat hanya diperbolehkan mengirimkan 1 naskah artikel atau puisi dan harus asli karya sendiri serta belum pernah dipublikasikan," terang Fitri.

Pengiriman naskah artikel dan puisi paling lambat tanggal 17 Oktober 2014 pukul 16.00 WiB ke alamat email: pc_ippnu_demak@yahoo.co.id. Pendaftaran lomba yang tidak dipungut biaya tersebut bisa melalui Group facebook "lomba menulis PC IPPNU Demak".

"Kami menyediakan hadiah berupa sertifikat, uang pembinaan dan hadiah menarik lainnya bagi para pemenang,"imbuh Fitri seraya menyatakan informasi jelasnya bisa dilihat pada pamflet selebaran. (Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Anti Hoax, AlaSantri Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 04 September 2017

PWNU Lampung: Tanah Wakaf Masjid Banyak Beralih Fungsi

Pringsewu, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Salah seorang pengurus PWNU Lampung Muhamad Reza Berawi menyayangkan peralihan fungsi tanah wakaf masjid yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Ia mendorong pengurus NU di Lampung untuk segera mengurus pendataan aset dan sertifikasi tanah wakaf masjid.

Demikian disampaikan M Reza dalam sebuah seminar yang diselenggarakan oleh PCNU Pringsewu dalam peluncuran Kegiatan Pra Harlah Ke-93 NU di Gedung PCNU Pringsewu, Ahad (21/2).

PWNU Lampung: Tanah Wakaf Masjid Banyak Beralih Fungsi (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Lampung: Tanah Wakaf Masjid Banyak Beralih Fungsi (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Lampung: Tanah Wakaf Masjid Banyak Beralih Fungsi

Seminar ini dibuka oleh Mustasyar PCNU Pringsewu KH Sujadi Sadat. Tampak seluruh Pengurus PCNU, MWCNU, ranting NU dan banom NU di semua tingkatan di Pringsewu.

H Reza menginginkan agar pengurus memiliki komitmen untuk mendata dan menyertifikasi aset Nahdlatul Ulama (NU) agar di kemudian hari tidak timbul masalah yang berkaitan dengan perwakafan dan pertanahan. Pihaknya dan tim akan membantu semaksimal mungkin memfasilitasi sampai selesai.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Kami prihatin sekarang ini tanah wakaf masjid banyak beralih fungsi tidak sesuai dengan peruntukannya. Kalau kita biarkan, dikhawatirkan tidak hanya warga NU yang akan kehilangan aset, tetapi umat Islam yang telah mewakafkan akan terputus amalnya karena pengelola wakaf tidak amanah dengan mengalihkan fungsi yang tidak sesuai dengan semestinya," imbuhnya.

Terlihat? antuasias peserta seminar menerima penyampaian materi. Sampai akhir materi disampaikan, ternyata peserta bertubi-tubi menyampaikan pertanyaan dan harapan seputar perwakafan.

Sebagaimana yang dilontarkan Ketua MWCNU Pardasuka Muhibun tentang sulitnya memberikan pemahaman terhadap ahli waris agar bisa menerima wakaf yang disampaikan orangtuanya.

Dengan fonemena ini Muhibun berharap pengurus PCNU melakukan sosialisasi wakaf ini sampai tingkat ranting. (Mustangin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Anti Hoax, IMNU, Hikmah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 30 Agustus 2017

Tumbuhkan Jiwa Wirausaha di Pesantren

Garut, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan . Seminar pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren menjadi pembuka acara haul dan temui alumni Pesantren Al- Munwwarah Ciloa- Limbangan Kabupaten Garut.

Pimpinan Pesantren Al-Munawwarah KH R Agus Muhammad Sholeh, yang juga ketua PCNU Kabupaten Garut, dalam sambutan pembukaan seminar mengungkapkan dibukanya haul kali ini diharapkan mampu memberikan cakrawala dan mampu membangkitkan pengembangan ekonomi di lingkungan pesantren.

Tumbuhkan Jiwa Wirausaha di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Tumbuhkan Jiwa Wirausaha di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Tumbuhkan Jiwa Wirausaha di Pesantren

"Seminar pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren kali ini diharapkan  bisa membangkitkan pengembangan ekonomi di kalangan alumni dan pesantren," paparnya Ahad (3/3/2013).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ekonomi dan pendidikan merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dalam sebuah perjalanan di tiap sendi kehidupan umat manusia baik secara pribadi maupun berorganisai bahkan dalam berbangsa dan bernegara tak terkecuali organisasi sebesar NU dimana dalam perjalanannya selalu berkhidmat untuk kepentingan umat

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Jika  umat Islam ingin maju dan bisa berkembang harus bisa menguasai pendidikan baik umum maupun pendidikan agama dan ekonomi,” ungkapnya.

Kebangkitan NU dan  pesantren di Nusantara diawali dengan kebangkitan perekonomian (Nahdlatut Tujjar).  

"Dulu, para ulama sebelum mendirikan NU terlebih dahulu mendirikan organisasi bernanma Nahdlatut Tujjar," paparnya. 

Ketua Ikatan Alumni Pesantren Al- Munawwarah Ciloa (IKAP) Kiai Gun-Gun Gunawan Al- Buhori mengungkapan, temu alumi ini diselenggarakan setiap satu tahun sekali, biasanya dibuka dengan bahtsul masail terkait isu yang tengah berkembang, namun untuk temu alumi kali ini segaja diadakan seminar ekonomi dengan mendatangkan pelaku wirausaha yang telah sukses.

"Hal itu, kami lakukan supaya memotivasi para alumi maupun santri untuk mampuh mengembangkan ekonomi di lingkungannya masing," ungkapnya.

Besar harapan, selain membuka cakrawala keekonomian dikalangan pesantren, juga dengan kegiatan ini  diharapkan mampu membangun jejaring ekonomi di lingkungan para alumni.

Haul kali ini juga di buka bazar yang sudah di gelar sejak dua hari yang lalu.

 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Zaenal Mutaqin 

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Anti Hoax, Hadits Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 26 Agustus 2017

Khofifah: Gus Dur Energi Penggerak

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Gus Dur adalah sebuah energi penggerak emosi, pikiran, dan kekuatan, baik yang pro maupun yang kontra. Kepada yang pro, Gus Dur tidak memuji dan menganakemaskan. Kepada yang kontra, ia tidak menyakiti atau membenci.  

Khofifah mengungkapkan, kepada pihak yang memurtadkan dirinya pun, Gus Dur tak pernah sekalipun menyerang atau memurtadkan balik. Gus Dur memilih diam. “Suatu saat kebenaran akan terungkap,” kata Khofifah menirukan Gus Dur di Jakarta, Senin (30/12).

Khofifah: Gus Dur Energi Penggerak (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah: Gus Dur Energi Penggerak (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah: Gus Dur Energi Penggerak

Gus Dur sendiri, lanjut Khofifah, selalu berpesan agar selain menjadi diri sendiri tetapi kita juga perlu melakukan sesuatu yang terbaik buat publik. Artinya, Gus Dur ingin semua orang punya jati diri, bukan menjadi diri orang lain.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Termasuk tidak ingin kita menjadi seorang Gus Dur, karena itu memang tidak mungkin,” tegas Khofifah.

Bagi Gus Dur, Indonesia akan menjadi bangsa besar, mandiri, dan kuat, jika jati diri bangsa dijaga dan dikuatkan melalui kedaulatan politik, kedaulatan ekonomi, kedaulatan budaya, dan lebih terpenting lagi adalah kedaulatan pikiran, tambah “Ibu”, sapaan hangat Khofifah di kalangan Muslimat NU.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Gus, sebagai anak bangsa kami akan terus memperjuangkan cita-cita republik ini, sehingga bangsa ini menjadi bangsa besar seperti yang engkau pesankan,” pungkas Khofifah. (Ahmad Millah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Halaqoh, Anti Hoax Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 24 Agustus 2017

Zakat Harus Dikembangkan dengan Berbasis Komunitas

Pati, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Barang siapa menguasai komunitas, maka dia menguasai pasar. Demikian paparan Djoko Adhi Saputro, Kepala Perwakilan Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Jawa Tengah dalam Seminar Strategi Jitu Fundraising Zakat di kampus IPMAFA Pati, Senin, (28/11) hasil kerjasama Prodi Zakat Wakaf IPMAFA, IZI Jateng, MES Pati, USB, dan Arta Mas Syariah.?

Dikatakannya, lembaga zakat harus membentuk atau masuk dalam komunitas dan fokus merawat komunitas tersebut sebagai mitra efektif dalam menggalakkan dana zakat. IZI Jateng misalnya, menargetkan komunitas majlis pengajian sebagai mitra IZI dalam menggalakkan zakat.?

Zakat Harus Dikembangkan dengan Berbasis Komunitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Zakat Harus Dikembangkan dengan Berbasis Komunitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Zakat Harus Dikembangkan dengan Berbasis Komunitas

Dijelaskannya, selama ini, IZI sudah menjalin kerjasama dengan komunitas hijab dan ternyata hal ini sangat efektif karena menyimpan potensi zakat yang besar. Hal serupa menjadi tantangan bagi lembaga amil zakat lainnya dalam menggalakkan penggalian dana.

Kaprodi Manajemen Zakat Wakaf IPMAFA yang juga Wakil Ketua PCNU Pati Dr Jamal Mamur Asmani dalam acara tersebut menjelaskan, potensi zakat di Indonesia sangat besar, yaitu 217 triliun sedangkan di Jawa Tengah mencapai sekitar 17 triliun. Untuk di Pati sekitar 20 milyar untuk zakat individu (bukan perusahaan). Namun, realitasnya masih jauh, yaitu 4,3 triliun secara nasional, sekitar 100 milyar se-Jawa Tengah, dan 1,5 miliar di Pati. Hal ini disebabkan banyak faktor. Pertama, kesadaran masyarakat yang masih rendah. Hal ini berbeda dengan haji yang sangat tinggi kesadaran masyarakat. Kedua, belum banyak lembaga zakat yang kredibel dan profesional dalam mengelola zakat sehingga masyarakat tidak punya kepercayaan untuk menyalurkan zakatnya lewat lembaga. Ketiga, sanksi pemerintah yang tidak tegas kepada orang yang tidak membayar zakat. Hal ini membutuhkan usaha serius dari seluruh elemen, khususnya ulama dan cendekiawan dalam mengoptimalkan sosialisasi sadar zakat.?

Pemerintah juga harus tegas memberikan sanksi kepada orang-orang yang wajib berzakat tapi tidak melakukannya. Lembaga juga harus meningkatkan ketrampilan dan kompetensi profesionalitasnya dalam menggalakkan zakat supaya lahir kepercayaan masyarakat dalam menyalurkan zakatnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ketua MES Pati, H Mumu Mubarak mengatakan, lembaga amil zakat harus bangun dari tidurnya dengan bergegas meningkatkan kompetensi penggalian dana zakat karena masyarakat menanti gebrakan lembaga zakat. Jangan sampai umat Islam malas berzakat karena lemahnya lembaga amil zakat dalam pengelolaan zakat.?

Sedangkan ? sekretaris Baznas Pati KH Muslihan mengatakan, Baznas Pati akan mengoptimalkan penggalangan zakat sampai ke pelosok untuk optimalisasi penghimpunan zakat yang manfaatnya kembali kepada umat. Baznas Pati akan membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di setiap kecamatan supaya tergali potensi zakat yang besar.?

Langkah ini diharapkan mampu menggalakkan fundraising zakat yang bertujuan menggapai kemaslahatan umat, khususnya kemandirian ekonomi di masa depan. (Jamal Manur/Mukafi Niam)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Santri, Anti Hoax Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock