Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

Setda Pemkab Kepulauan Sula Studi Banding ke NU Care-LAZISNU

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sebanyak 11 orang perwakilan dari Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula berkunjung, silaturahmi ke kantor NU Care-LAZISNU, di gedung PBNU Jakarta Pusat, Jumat (20/10) pagi. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka Studi Banding dan Bimbingan Teknis Manajemen ZIS (Zakat, Infak, Sedekah).

Kabag Kesejahteraan Rakyat Setda Pemkab Sula, Haryono Subiyanto menyampaikan maksud kedatangan ke NU Care-LAZISNU untuk mengembangkan potensi pemberdayaan umat di Kepulauan Sula. 

Setda Pemkab Kepulauan Sula Studi Banding ke NU Care-LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Setda Pemkab Kepulauan Sula Studi Banding ke NU Care-LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Setda Pemkab Kepulauan Sula Studi Banding ke NU Care-LAZISNU

“Kepulauan Sula, satu daerah yang masuk dalam kategori daerah terpencil, tertinggal, terletak di provinsi Maluku Utara, saya pikir harus mendapat perhatian khusus. Program-program pemberdayaan ekonomi, pemberdayaan umat sangat perlu kita laksanakan di sana,” ucap Haryono.

Haryono mengungkapkan, Pemkab bersama dengan PCNU Sula berkomitmen agar LAZISNU bisa hadir dan berkembang di tengah masyarakat Kabupaten Sula. Ia juga menjelaskan, masyarakat Sula mayoritas Nahdliyin.

“Lebih dari sembilan puluh persen masyarakat Sula adalah muslim. Dan secara amaliah, adalah amaliah Nahdlatul Ulama,” jelas Haryono, yang juga Sekretaris PCNU di Kabupaten Sula.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ia menegaskan, silaturahmin ke NU Care-LAZISNU sebagai langkah awal untuk membentuk, menghadirkan, dan mengembangkan LAZISNU di Sula.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Ini adalah langkah awal kita, dan kita berkomitmen setelah pulang dari sini kita akan langsung membentuk kepengurusan LAZISNU. Kita ingin bisa memaksimalkan potensi pemberdayaan Nahdliyin di sana. Harapannya, ke depan para mustahiq yang ada di Sula bisa menjadi muzaki,” pungkasnya.

Ketua NU Care-LAZISNU Syamsul Huda menyambut baik silaturahmi Setda Pemkab Sula dan berharap ada manfaat yang bisa diambil dari LAZISNU oleh peserta Studi Banding dan Bimtek Manajemen ZIS.

“Ini adalah awal. Ini tugas kita bersama untuk memberdayakan ekonomi Nahdliyin, termasuk di Kepulauan Sula. Semoga dari kunjungan ada manfaat yang bisa diambil dari LAZISNU,” tutur Syamsul.

Bimbingan Teknis Manajemen ZIS diisi oleh beberapa manajer NU Care-LAZISNU, antara lain Manajer Administrasi dan Umum, Ahyad Alfida’i; Manajer Fundraising, Nur Rohman; dan Manajer Penyaluran dan Pendayagunaan, dan Slamet Tuharie. (Wahyu Noerhadi/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Aswaja, Quote Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 30 Januari 2018

LKNU-LBMNU Bahas Peraturan Pemerintah tentang Pelegalan Aborsi

Jakarta,Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) dan Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU) membahas praktik aborsi yang dilegalkan pemerintah. Pembahasan tersebut berlangsung di lantai 5 Gedung PBNU Jakarta Rabu (1/10).

LKNU-LBMNU Bahas Peraturan Pemerintah tentang Pelegalan Aborsi (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU-LBMNU Bahas Peraturan Pemerintah tentang Pelegalan Aborsi (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU-LBMNU Bahas Peraturan Pemerintah tentang Pelegalan Aborsi

Pembahasan tersebut menelaah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 61 Tahun 2014 tentang Kesehatan Reproduksi yang di dalamnya terdapat bagian ada aborsi bagi korban perkosaan sebagai bagian dari darurat medis.

“Kegiatan ini diadakan salah satunya dalam rangka untuk menyatukan pandangan dari segi medis dan hukum fikih,” kata Ketua PP LKNU Imam Rosjidi, Rabu (01/10) di Lantai 5 Gedung PBNU Jakarta.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sementara Ustadz Mahbub Maafi dari PP LBMNU memaparkan bahwa peraturan pemerintah ini menurutnya masih prematur sehingga memerlukan kajian yang sangat mendalam sehingga tidak menjadi kontroversi di masyarakat.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Misal di Pasal 31 ayat 2 yang menyatakan bahwa tindakan aborsi akibat perkosaan hanya dapat dilakukan apabila usia kehamilan paling lama berusia 40 hari dihitung sejak hari pertama haid terakhir, hitungan 40 hari ini masih multitafsir,” terang Mahbub.

Sementara dari pihak Kementerian Kesehatan, Dwi Okta Amalia menuturkan, draft PP masih dalam proses pembahasan dan penyusunan. “Sebab itu masih butuh banyak masukan dari berbagai pihak,” terangnya.

Peraturan pemerintah ini, lanjutnya, benar-benar dibahas, disusun dan didiskusikan secara serius dan hati-hati sebelum positif dilahirkan.

Acara bertajuk “Bahtsul Masail Tentang Hukum Aborsi (Membedah PP 61/2014 Tentang Kesehatan Reproduksi) tersebut dihadiri Syuriah PBNU KH. Masdar Farid Masudi, Katib Syuriah PBNU KH. Afifuddin Muhajir dan dari PP RMI NU Ustadz Miftah Faqih. (Fathoni/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Fragmen, Quote, Pondok Pesantren Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 26 Januari 2018

Meriah, Pesantren Tremas Gelar Lomba Takbir Keliling

Pacitan, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar... Pekikan takbir berkumandang di halaman masjid Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan Jawa Timur. Para santri bersama masyarakat Desa Tremas meramaikan perayaan hari raya Idul Adha 1435 H dengan Lomba Takbir Keliling, Sabtu (4/10) malam.

Meriah, Pesantren Tremas Gelar Lomba Takbir Keliling (Sumber Gambar : Nu Online)
Meriah, Pesantren Tremas Gelar Lomba Takbir Keliling (Sumber Gambar : Nu Online)

Meriah, Pesantren Tremas Gelar Lomba Takbir Keliling

Seperti yang telah diperkirakan sebelumnya, lautan manusia memenuhi kompleks Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan. Mereka datang untuk mengikuti pawai lomba takbir keliling yang digelar oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) 2014.

Lomba takbir keliling dibuka secara resmi oleh ketua kegiatan, Ust.Agus Salim. Ia menyampaikan bahwa agenda tersebut merupakan wujud rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW serta dalam rangka mensyukuri karunia yang telah diberikan oleh Allah SWT.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Lomba takbir keliling mengambil start di halaman masjid Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan menuju arah kota Arjosari, Desa Semo, dan berakhir di kompleks Pondok Tremas. Urutan Lomba dimulai dari santri TPQ Se-Kecamatan Arjosari, disusul oleh Santri Putri, selanjutnya masyarakat Desa Tremas, lalu santri Putra Pondok Tremas.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari pantauan, sejauh 5 KM kemacetan lalu lintas terjadi? di sepanjang jalan yang dilalui peserta lomba, kendaraan yang masuk dari arah Ponorogo ataupun dari arah kota Pacitan terpaksa diberhentikan sementara oleh pihak keamanan dari Polsek Arjosari dan gabungan Polres Pacitan. Namun kemacetan dapat diurai berkat kedisiplinan para pengguna jalan.

Puluhan ribu orang dari penjuru pacitan tumpah ruah menyaksikan pawai takbir keliling tersebut, para peserta lomba malam tadi menampilkan beberapa kreasi seninya, diantarnya Replika hewan kurban, masjid, Kapal, mobil hias dll. Lomba takbir keliling yang digelar tiap tahun ini merupakan agenda rutin yang sangat ditunggu oleh seluruh masyarakat pacitan.

Lantunan suara takbir terus dikumandangkan oleh seluruh peserta lomba, yang sangat menarik adalah ikut sertanya masyarakat yang sudah berusia lanjut menjadikan acara lomba terasa sangat khidmat.

Selain santri Pondok Tremas, keluarga besar Pondok Pesantren Al Fattah Kikil Arjosari juga menggelar acara serupa dengan star di halaman pesantren setempat.

Tampak hadir dalam acara pembukaan dan pelepasan pawai takbir keliling, Pengasuh Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan KH. Luqman Harist, KH. Hammad Al Alim, KH. Muhammad Habib dan KH. Abdillah Nawawi. (red/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Quote Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 17 Januari 2018

LPBINU Sampang Kembali Terima Donasi untuk Muslim Rohingya

Sampang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan



Penderitaan umat Muslim Rohingya di Myanmar menggugah hati hati ibu-ibu Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dan para santri di Sampang, Madura, Jawa Timur. Mereka kemudian mengumpulkan uang secara serentak pada Rabu, (4/10). Mereka berhasil mengumpulkan uang sebesar 8 juta Rupiah.

LPBINU Sampang Kembali Terima Donasi untuk Muslim Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Sampang Kembali Terima Donasi untuk Muslim Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Sampang Kembali Terima Donasi untuk Muslim Rohingya

Kemudian uang itu diserahkan pengasuh Pondok Pesantren Al Ihsan, Desa Jrangoan, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, KH Mahrus Abdul Malik. Kiai Mahrus lalu menyerahkannya kepada Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Sampang, Mohammad Hasan Jailani.

"Muslimat Desa Jrengoan dan santri putri merasa peduli. Akhirnya dengan kesadaran sendiri para Muslimat dan santri putri mengumpulkan dana. Alhamdulillah terkumpul 8 juta 50 ribu. Ada yang ngasih 10 ribu, 5 ribu, pokoknya seadanya, seikhlasnya,” tuturnya.

Sumbangan ini, lanjut Kiai Mahrus, untuk meringankan beban penderitaan kaum muslim Rohingya yang teraniaya yang didzalimi. 

"Umat Islam itu kan satu jasad. Kalau disakiti satu, semua ikut sakit," tegas salah satu kiai berpengaruh di Madura ini, sembari mendoakan semoga penderitaan Muslim Rohingya segera berlalu.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sementara itu, ketua LPBINU Sampang, Mohammad Hasan Jailani menjelaskan, donasi yang diterimanya ini merupakan yang kedua, setelah sebelumnya donasi dari PC NU Sampang.

"Alhamdulilah respon meringankan duka muslim rohingnya semakin hari semakin bertambah. Kemarin dari keluarga besar PCNU Sampang. Hari ini keluarga besar santri dan Muslimat Pondok Pesantren Al Ihsan desa Jrangoan. Sesegera mungkin LPBINU Sampang uang itu kami kirimkan ke rekening LPBINU di Jakarta. Sekali lagi terima kasih kami sampaikan kepada KH Mahrus Abdul Malik atas kepeduliannya," ujar pria yang akrab dipanggil Mamak. 

Wakil Sekertaris PCNU setempat, Khoirur Roziqin berharap, sumbangan bagi Muslim Rohingya terus mengalir dari warga Nahdliyin.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Sumbangan bisa dikirim langsung ke LPBINU pusat dengan nomer rekening 7108 8816 44 bank Mandiri Syariah. Atau bisa melalui LPBINU Sampang," pungkasnya. (Hadji/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Quote Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 07 Januari 2018

Sentilan Umar bin Khattab untuk Penampilan Para Suami

Alkisah, Khalifah Umar bin Khattab radliyallahu ‘anhu kedatangan seorang perempuan yang mengadu padanya. Ia membawa serta suaminya yang tampak lusuh, kusut, bajunya acak-acakan, serta berpenampilan tidak menarik. Sangat tidak sedap dipandang.

Dalam aduan itu, sang perempuan itu berbisik kepada Khalifah Umar, “Wahai amirul mu’minin, ini suami saya...”

Umar bin Khattab merasa peka soal ini. Segera seorang staf kekhalifahan diminta olehnya untuk membawa suami sang perempuan untuk bercukur, mandi, memberi pakaian yang bagus dan wewangian. Sang perempuan pun diminta menunggu dahulu tidak jauh dari sana.

Sentilan Umar bin Khattab untuk Penampilan Para Suami (Sumber Gambar : Nu Online)
Sentilan Umar bin Khattab untuk Penampilan Para Suami (Sumber Gambar : Nu Online)

Sentilan Umar bin Khattab untuk Penampilan Para Suami

Suami perempuan itu sudah usai berbenah. Ia menjadi jauh lebih mendingan. Khalifah Umar bin Khattab memujinya, dan berkata, ”Sudah selesai. Bawalah istrimu pulang.”

Pria tadi keluar dengan percaya diri, di belakangnya Khalifah Umar mengikuti. Ia hampiri sang istri, lalu ia mengulurkan tangan kepada istrinya untuk mengajak pulang. Perempuan tadi merasa enggan. Siapa sih orang ini? Berani macam-macam sekali mengulurkan tangan padaku?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Lho, apakah kau hendak menunjukkan keenggananmu di hadapan amirul mu’minin, pemimpin umat Islam?”

Perempuan tadi terkejut. Suaranya ia kenal betul, pria yang mengajak pulang ini adalah benar suaminya. Ia pun tersenyum-senyum, lalu menggaet tangan suaminya dengan ceria. Sepasang suami istri ini berterima kasih kepada Khalifah Umar bin Khattab. Sebelum berpisah, Umar bin Khattab berkomentar:

“Beginilah semestinya seorang suami berlaku pada istrinya. Sungguh, para istri pasti senang melihat para suami berhias diri dan berpenampilan indah, sebagaimana juga para suami, pasti senang melihat istri mereka berdandan cantik dan berpenampilan menarik.”

Nah, para suami, masih meremehkan pentingnya penampilan di depan istri?

(Muhammad Iqbal Syauqi)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kisah disarikan dari buku “Yang Ringan Yang Jenaka” karya Prof. M. Quraish Shihab, dengan pengubahan seperlunya.

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Quote Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 06 Januari 2018

Peringati Hari Santri 2017, Sako Maarif Pringsewu Gelar Perkemahan

Pringsewu, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Satu Hati, Satu Janji Pramuka Maarif Terwujud Dalam Satya Dharma Bhakti. Inilah tema besar yang diangkat Satuan Komunitas (Sako) Pramuka Maarif Kabupaten Pringsewu dalam Kegiatan Perkemahan Maarif Cabang (Permacab) dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2017.

Ketua Sako Maarif Pringsewu Mustangin menjelaskan Permacab yang akan digelar ketiga kalinya ini akan digelar di Kompleks Gedung NU Pringsewu selama 3 hari mulai 20 sampai dengan 22 Oktober 2017.

Peringati Hari Santri 2017, Sako Maarif Pringsewu Gelar Perkemahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Hari Santri 2017, Sako Maarif Pringsewu Gelar Perkemahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Hari Santri 2017, Sako Maarif Pringsewu Gelar Perkemahan

"Permacab III akan diikuti oleh Pramuka Penggalang dan Penegak dari Madrasah dan Sekolah di Kabupaten Pringsewu dengan masing-masing mengirimkan 1 regu putera dan 1 regu puteri dengan setiap regu terdiri dari 8 orang," jelasnya setelah Rapat Panitia Kegiatan di Gedung NU, Ahad (8/10).

Selain memperingati HSN 2017, perkemahan ini diharapkan mampu meningkatkan apresiasi kaum muda terhadap gerakan pramuka. "Kita menginginkan Pramuka Sako Maarif mengembangkan nilai-nilai Sesosif yaitu spiritual, emosional, sosial, intelektual dan fisikal," harapnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dalam kegiatan tersebut tuturnya, akan digelar berbagai kegiatan dan lomba di antaranya lomba pionering, MTQ, tahlil, pidato, baris berbaris dan hadrah.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Puncak acara ini akan ditutup dalam upacara peringatan HSN yang akan dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Pringsewu sekaligus pengumuman pemenang perlombaan," jelasnya.

Permacab kali ini menurutnya juga merupakan ajang persiapan dan seleksi bagi pramuka Pringsewu untuk menghadapi Perkemahan Wirakarya Maarif Nasional (Perwimanas) 2018 yang akan dilaksanakan di Provinsi Lampung.

"Lampung akan menjadi tuan rumah Perwimanas 2018. Untuk dikabupaten mananya masih dalam proses penentuan. Kalaupun nantinya ditempatkan di Kabupaten Pringsewu, Insyaallah kami siap," tegasnya. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Quote Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Lajnah Falakiyah Rukyat Awal Rajab

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU) akan melaksanakan rukyatul hilal untuk menentukan awal bulan Rajab 1433 H. Rukyat dilaksanakan Senin (21/5) sore, bertepatan dengan 29 Jumadal Tsaniyah 1433 H.

Rukyatul hilal atau observasi bulan sabit akan dilaksanakan di sedikitnya 90 titik strategis di seluruh Indonesia.

Lajnah Falakiyah Rukyat Awal Rajab (Sumber Gambar : Nu Online)
Lajnah Falakiyah Rukyat Awal Rajab (Sumber Gambar : Nu Online)

Lajnah Falakiyah Rukyat Awal Rajab

“Dari sudut derajatnya sih sudah dapat dirukyat, nanti kita lihat hasil rukyatnya,” kata KH A. Ghazalie Masroeri, Ketua Pengurus Pusat LFNU dihubungi Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan di Jakarta, Senin (21/1).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Data hisab dalam almanak PBNU yang diterbitkan oleh LFNU menunjukkan, ijtima’ atau konjungsi telah terjadi pada hari ini, pukul 06.42 WIB. Untuk markaz Jakarta, hilal pada saat matahari terbenam nanti sudah berada di ketinggian 3,27 derajat dengan posisi miring ke utara, dan akan berada di ufuk selama 18 menit 20 detik.

Dengan pertimbangan waktu ijtima’ dan posisi hilal tersebut diperkirakan tanggal bulan tanggal 1 rajab 1433 akan jatuh pada hari Selasa 22 Mei 2012 besok, dan umat Islam sudah bisa menjalankan puasa sunnah Rajab. Namun ketentuan awal bulan Rajab masih menunggu hasil rukyat nanti sore.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Quote, Doa, Internasional Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

IPNU dan IPPNU diminta Jadi Organisasi Kader

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan
Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) diminta menjadi organisasi kader, tidak perlu menjadi organisasi massa apalagi menjadi organisasi politik praktis, cukup Ansor saja yang menjadi organisasi Massa.

Demikian diungkapkan Ketua Umum Tanfidiyah PBNU, KH. Hasyim Muzadi dalam ceramah pembukaan, "Launching Buku Pedoman Pengkaderan IPNU", Pelatihan untuk Pelatih tingkat Nasional? dan Diskusi Panel Dialog Tiga Generasi, di gedung PBNU, Jl. Kramat Raya 164 Jakarta, Senin (11/4). Hadir dalam kesempatan tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga, Adhyaksa Dault, SH, ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama, KH. Nuril Huda dan undangan dari beberapa Ormas pemuda.

Perlunya IPNU dan IPPNU sebagai organisasi kader, kata Hasyim untuk memfokuskan diri kepada pembentukan kader-kader di tingkat sekolah untuk membangun kualitas pemikiran, selain itu juga untuk mengurangi kecenderungan organisasi ini ke arah politik praktis. "Biarlah Ansor saja yang menjadi organisasi massa yang massanya banyak, dan IPNU dan IPPNU tetap menjadi organisai kader, karena organisasi massa itu hitung jumlah kepala, sedangkan organisasi kader itu menghitung isi kepala," ungkap mantan Cawapres PDIP ini.

Karena IPNU dan IPPNU, lanjut mantan Ketua PWNU Jatim ini adalah lembaga yang bertugas melakukan kaderisasi di tingkat pelajar, yang terdiri dari siswa dan santri. Pelajar adalah komponen penting bangsa yang harus mendapat pembinaan dan pemberdayaan yang optimal. Tidak adanya konsentrasi pada segmen ini -seperti yang terjadi pada waktu-waktu lalu- membuat organisasi pelajar NU ini tidak memiliki wadah. Implikasinya, banyak pelajar NU yang "membusuk". "Di sinilah IPNU berperan sebagai wadah yang tidak saja menghimpun, melainkan menjadi "rumah" bagi pengembangan kader pelajar NU," papar Hasyim.

Lalu hendak kemana kader IPNU dan IPPNU menuju ?, menjawab pertanyaan ini, Hasyim mengatakan IPNU dan IPPNU harus jadi orang Islam dulu.? "Saya minta IPNU jadi orang Islam dulu, jangan hanya Insya Allah Islam," katanya disambut tertawa puluhan peserta pelatihan yang terdiri dari pengurus wilayah dan cabang IPNU seluruh Indonesia yang selama empat hari kedepan akan mengadakan pelatihan di Puncak Bogor.

"Ini penting, karena pengamalan keagamaan bukan hanya sebagai tradisi rutinitas, yang tidak memiliki power dalam kehidupan keseharian tetapi nilai keagamaan yang sesuai dengan Ahlus sunnah wal jamaaah ini yang akan menjadi spirit dan ideologi perjuangan bagi setiap warga IPNU dalam pergaulan bermasyarakat dan berbangsa. Jadi komitmen terhadap nilai-nilai keagamaan harus tetap dipegang dan harus menjadi ciri khas perjuangan IPNU." ujar Hasyim.

Selain itu, papar Hasyim, IPNU dan IPPNU harus menjadi orang Indonesia, menjadi pemimpin bagi diri sendiri, lingkungan dan jenjangnya sesuai dengan kemampuan masing-masing, kemudian menjadi profesional yang berdasarkan dimensi keilmuan, etos kerja dan ahlakul karimah dan terakhir menjadi solusi terhadap masalah yang terkait pada dirinya, masyarakat dan bangsanya.

"Ini tahapan yang harus diperhatikan oleh para kader IPNU dan IPPNU untuk menggagas serta mengembangkan kaderisasinya ke arah profesional, inovatif dan tetap berspiritkan landasan keagamaan. Kalau hal ini dilakukan ke depan baik IPNU maupun IPPNU bisa bersaing dan menempatkan kader terbaiknya di setiap lini dalam konteks berbangsa dan bernegara," papar pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang ini. (cih)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Quote, Nahdlatul Ulama Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

IPNU dan IPPNU diminta Jadi Organisasi Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU dan IPPNU diminta Jadi Organisasi Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU dan IPPNU diminta Jadi Organisasi Kader

Jumat, 05 Januari 2018

Bekali Santri Kemampuan Membaca Perubahan Zaman

Sukoharjo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dalam sebuah hadis panjang berisi percakapan antara Nabi Muhammad dan Malaikat Jibril, dijelaskan beberapa hal tentang agama Islam, di antaranya rukun Islam, rukun iman, dan ihsan.

Tiga aspek tersebut selama ini diyakini sebagian besar kaum muslimin sebagai tiga pilar utama Islam. Padahal, dalam hadis yang sama disinggung pula soal tanda-tanda akhir zaman.?

Bekali Santri Kemampuan Membaca Perubahan Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Bekali Santri Kemampuan Membaca Perubahan Zaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Bekali Santri Kemampuan Membaca Perubahan Zaman

Untuk memberikan bekal kemampuan membaca realitas sosial dan tanda perubahan zaman yang ada di masyarakat, Pesantren Mahasiswa Al-Muayyad Cabang Windan Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah menggelar Kelas Analisis Sosial (Ansos), bertempat di aula pondok pada 26-28 Januari 2016 lalu.

Pengasuh Pondok Pesantren, KH M Dian Nafi’ mengemukakan alasan dilaksanakannya kelas ini.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Membaca tanda-tanda perubahan zaman merupakan pilar keempat Islam yang seharusnya dimiliki setiap muslim. Sebab, tanpa itu, umat Islam dapat terjebak pada kejumudan,” terang Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah itu.

Pelatihan Ansos yang terselenggara berkat kerja sama Yayasan Bina Desa dan Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Muayyad Cabang Windan tersebut menghadirkan Fajar Sudarwo dari Institute for Research and Empowerment (IRE Yogyakarta) sebagai narasumber utama.?

Salah satu materi penting yang disampaikan oleh pembicara adalah ihwal kesadaran. Menurut Fajar Sudarwo, kesadaran terbagi menjadi tiga jenis, antara lain kesadaran magis, naif, dan kritis.?

“Ketika seseorang sudah memiliki kesadaran kritis, ia akan berusaha untuk melakukan perubahan pada aspek sistem. Pada tingkatan ini, orang tersebut dapat membawa perubahan besar bagi masyarakat melalui advokasi ataupun cara-cara yang transformatif,” jelas pria yang akrab disapa Kang Jarwo ini.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Koordinator pelaksana kelas Ansos, Ahmad Asrof Fitri mengutarakan bahwa pelatihan semacam ini perlu digelar di berbagai pesantren.?

“Terutama di pesantren mahasiswa karena setelah lulus mereka akan terjun di tengah masyarakat dan melakukan pendampingan,” ujarnya. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Quote Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 04 Januari 2018

Menag: Beragama adalah untuk Memanusiakan Manusia

Pati, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbesar keempat sedunia dengan 245 juta jiwa. Dengan jumlah penduduk yang besar setelah China (1,4 miliar jiwa), India (700 juta jiwa), dan Amerika (350 juta jiwa), penduduk negara ini berpotensi menuai banyak perbedaan, utamanya dari berbagai sektor baik etnis, budaya, bahasa dan agama.

Sebab jumlah penduduk yang besar sama artinya menimbulkan intrik perbedaan yang tidak kalah kecil. Hal itu menjadi pokok perbincangan Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Agama RI dalam Suluk Maleman bertajuk Bhinneka Tunggale Ilang; Meruwat Perbedaan Merawat Nusantara di Rumah Adab Indonesia Mulia, Jalan Diponegoro 94 Pati, Sabtu (21/03/15) malam.

Perbedaan, katanya, adalah sunnatullah. “Kita harus pandai-pandai menyikapi perbedaan. Jangan sampai berobsesi untuk menyeragamkan perbedaan. Sebab itu melanggar sunnatullah,” jelasnya kepada ratusan hadirin.

Menag: Beragama adalah untuk Memanusiakan Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag: Beragama adalah untuk Memanusiakan Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag: Beragama adalah untuk Memanusiakan Manusia

Putra tokoh NU KH Saifuddin Zuhri ini menekankan perbedaan sudah jelas tercantum dalam nashsuuba waqabaila”, Tuhan menciptakan manusia bersuku dan berbangsa-bangsa.

Di ayat lain, Tuhan bisa saja menjadikan umat manusia, ummatan wahidah, makhluk homogen. Tetapi maksud mulia dari Allah ialah agar umat manusia fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebaikan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Wakil Ketua MPR RI 2009-2014 itu menambahkan, perbedaan perlu diunduh hikmahnya. “Agar satu sama lain mengisi, melengkapi, dan saling menyempurnakan,” lanjutnya.

Untuk menyikapi perbedaan ditempuh dengan kearifan dan kebijaksaan. Sebab perbedaan itu indah asal bisa mengambil sisi-sisi positif. “Salah satu cara merajut perbedaan yang dilakukan para pendahulu ialah dengan nilai-nilai agama,” imbuh lelaki 52 tahun ini.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dalam memahami nilai-nilai agama perlu ilmu pengetahuan dan wawasan luas. Dengan pengetahuan yang luas harapannya dalam memandang tidak mudah menyalahkan.

Politisi PPP itu menyontohkan angka 4 ialah hasil penambahan 2+2. Sehingga tak boleh menyalahkan orang yang bilang itu hasil dari 2 x 2, 10 - 6 maupun 100 - 96. Hal itu menurutnya sejalan dengan orang menjalani syariat dan tasawuf.

Orang setaraf syariat, sebut dia, dalam beribadah berorientasi pada pahala dan takut kepada neraka. Sehingga posisinya abid, hamba dan ma’bud, Tuhan berbeda. Sedangkan pelaku tasawuf antara manusia, asyiq dan masyhuq, Tuhan, setara.?

Kedua pelaku jalan menuju Tuhan itu mempunyai cara berbeda untuk menuju sang Khaliq namun dengan cara berbeda. Sehingga keduanya perlu disatukan agar mencapai kesempuraan.

Memanusiakan Manusia

Beragama, tegas Lukman, ialah untuk memanusiakan manusia. Karena tujuannya sama meski dengan jalan agama yang berbeda-beda: Islam, Kristen, Hindu dan Budha. Hal itu sejalan dengan Islam Rahmatan Lil Alamin.

Wali Songo, paparnya, dalam menebar Islam di Nusantara tidak dengan pertumpahan darah tetapi dengan kearifan tanpa mengubah tradisi yang berlangsung di Jawa.

Karenanya bangsa dengan penduduk besar juga berpotensi besar terpecah belah. “Solusinya dengan tetap menjaga persatuan dan kesatuan serta soliditas sebagai bangsa serta menghadapi beragam masalah dengan kearifan,” ungkap Lukman Hakim.

Kepada Anis Sholeh Baasyin, penggagas Suluk Maleman memberikan apresiasi sebab kegiatan merupakan upaya untuk mengedukasi generasi muda sebagai modal untuk menghadapi globalisasi agar keutuhan bangsa senantiasa terawat dengan baik. ?

Hadir juga dalam kesempatan itu Lily Wahid (Mantan Anggota DPR RI), Agus Sunyoto (sejarawan), KH Abdul Ghofur Maimoen (tokoh agama) serta Ilyas (akademisi). Juga dimeriahkan penampilan Sampak Gusuran pimpinan Anis Sholeh Baasyin. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

?

?

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Meme Islam, Sunnah, Quote Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 26 Desember 2017

PBNU Kecam Kekerasan atas Muslim Rohingya

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengecam tindakan kekerasan yang terjadi terhadap umat Muslim Rohingya yang menimbulkan korban jiwa di sejumlah titik di negara bagian Rakhine, Myanmar. Penegasan tersebut disampaikan melalui pernyataan sikap resmi PBNU.

"PBNU mengecam segala tindakan kekerasan yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan. Bahwa segala bentuk kekerasan sama sekali tidak dibenarkan," demikian Rais Aam PBNU, KH Maruf Amin, Selasa (22/11).

PBNU Kecam Kekerasan atas Muslim Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Kecam Kekerasan atas Muslim Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Kecam Kekerasan atas Muslim Rohingya

Ia menyampaikan, tidak ada satupun agama dan ideologi di dunia ini yang membenarkan cara-cara kekerasan dalam kehidupan. Umat Islam pada umumnya ikut merasakan kepedihan yang sangat luar biasa atas peristiwa yang menimpa saudara-saudara seiman yang berada di Myanmar.

"PBNU mengajak kepada seluruh kepala negara dan pemimpin negara di dunia untuk proaktif melawan segala bentuk kekerasan. Represi adalah musuh bersama dan harus dilawan sekuat tenaga guna menciptakan upaya perdamaian dan harmoni," tegasnya.

Rais Aam PBNU meminta seluruh umat manusia terus menggalang solidaritas kemanusiaan untuk menciptakan perdamaian bagi segala bangsa.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj pada kesempatan sama mendesak kepada komunitas internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk segera mengambil langkah-langkah atas peristiwa tersebut, dan mendesak ASEAN untuk meminta kepada pemerintah Myanmar mengakui status kewarganegaraan Muslim Rohingya.

"Pemerintah Indonesia harus mengambil tindakan diplomasi bagi terwujudnya penghormatan atas hak asasi manusia di Myanmar," tandasnya. (Tan Malika/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Quote, Meme Islam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 23 Desember 2017

Warga Pontianak Antusias Ikuti Pawai Isra Miraj dan Khataman Quran

Pontianak, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan



Ribuan peserta khatamal Al-Quran massal di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat, melakukan pawai dari Jalan Sutoyo menuju Masjid Raya Mujahidin Pontianak memeriahkan peringatan Isra Miraj di kota itu.

Warga Pontianak Antusias Ikuti Pawai Isra Miraj dan Khataman Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Pontianak Antusias Ikuti Pawai Isra Miraj dan Khataman Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Pontianak Antusias Ikuti Pawai Isra Miraj dan Khataman Quran

"Alhamdulillah antusias anak-anak untuk mengikuti pawai dan khataman Al-Quran secara massal ini sangat tinggi sehingga pesertanya cukup membludak," kata Wali Kota Pontianak, Sutarmidji di Pontianak, Ahad.

Ia menjelaskan, awalnya ada sekitar seribuan anak yang mendaftar untuk mengikuti khatamal Al-Quran secara massal ini, tetapi begitu pelaksanaannya, pesertanya membludak hingga seribuan lebih dari enam kecamatan yang ada di Pontianak.

Ribuan peserta pawai dan khataman Al-Quran secara massal tersebut memakai pakaian adat Melayu, yakni Telok Belanga dan pakaian Muslim dalam memeriahkan khataman Al-Quran tersebut.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dalam kesempatan itu, Sutarmidji menyatakan, khataman Al-Quran yang digelar secara massal dan melibatkan ribuan peserta ini merupakan pertama kalinya digelar di Kota Pontianak.

"Dengan khataman Al-Quran itu diharapkan masyarakat membudayakan membaca Al-Quran di rumah-rumah dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.

Mempertahankan tradisi khataman Al-Quran bertujuan agar tidak hilang dan terus dilestarikan. Selain itu, juga bisa menjadi penangkal bagi oknum yang berupaya menggerus nilai dari keagungan Al Quran, kata Sutarmidji.

"Khataman Al Quran mesti terus dilestarikan, agar bisa sebagai penangkal bagi segelintir orang yang berusaha menggerus nilai A -Quran," kata Sutarmidji. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kyai, Quote Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 17 Desember 2017

Pemerintah Belum Niat Berantas Korupsi

Semarang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Wakil Rais Aam PBNU KH A. Musthofa Bisri atau Gus Mus, menilai, pemerintah kepolisian, dan semua yang terkait dengan program pemberantasn korupsi, belum niat berantas korupsi.



Pemerintah Belum Niat Berantas Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Belum Niat Berantas Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah Belum Niat Berantas Korupsi

“Kejahatan korupsi jauh lebih dahsyat dari teror. Akibat yang ditimbulkan sangat mengerikan bagi kemanusiaan. Kalau niat, pemerintah pasti segera membentuk Densus 99 Anti Teror,” sindir Gus Mus, usai berbicara dalam seminar seminar ”Revitalisasi Peran Agama dan Budaya sebagai Asas Pembangunan Karakter Bangsa” di Semarang, baru-baru ini.

“Nama Densus 99 hanya usulan saya agar mirip Densus 88 Antiteror. Lagi pula itu angka keramat bagi Umat Islam karena angka al-asmaul husna,” jelasnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nilai strategis Densus tersebut, kata Gus Mus, untuk membuktikan kinerja Polri agar dipercaya masyarakat, juga mumpung Kapolrinya baru. Konsep dan aksinya tinggal meniru Densus 88 yang sukses.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

”Densus 99 tinggal meniru model Densus 88. Menangkap koruptor tanpa ampun. Jika perlu menembak di tempat seperti jika menggerebek terduga teroris. Masyarakat pasti akan mendukung Polri,” lanjutnya.

Jika ada yang mencibir Polri, atau meragukannya, kata Gus Mus, dibiarkan saja. Itu hal biasa yang pasti muncul setiap ada badan baru yang dibentuk Polri. Dulu ketika Densus 88 dibentuk, awalnya juga banyak yang mencibir. Tapi lama-lama orang percaya dan memuji.

Menurut kiai yang juga dikenal sebagai budayawan ini, persoalan korupsi sangat menggurita. Densus yang dia usulkan bertugas membantu KPK memerangi kejahatan yang tidak biasa tersebut. Menumpas hingga ke akar-akarnya. Agar Indonesia terbebas dari keburukan dan bencana nasional.

Usulan Kyai Musthofa nini sebenarnya telah mendapat dukungan Ketua Umum PP Muhamamdiyah Din Syamsudin. Agustus lalu di Jakarta, Din meminta Polri tegas terhadap koruptor sebagaimana terhadap teroris. (moi).Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Quote, Pahlawan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 09 Desember 2017

Kapan Nyusul?

Saat itu Bakar yang berumur 35 tahun sedang hadir dalam pernikahan tetangganya, ia hadir sebagai perwakilan pramusaji dari karang taruna.

Ketika menyajikan makanan, ia bertemu dengan tetangganya Mbah Wiro dan bertanya, “Kar kapan nyusul nikah?”

Bakar menjawab, “Segera mbah”.

Kapan Nyusul? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapan Nyusul? (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapan Nyusul?

Keesokan harinya Bakar mendapat undangan pernikahan di tetangga kampungnya, dan saat ia hadir lagi-lagi bertemu Mbah Wiro dan bertanya, “Kapan nyusul?”

Bakar  menjawab, “Besok mbah.”

Usai pulang dari hajatan, Bakar pun pergi ke masjid dan bertemu teman-temannya yang sudah punya anak istri semua. Usai sholat Ashar, ia pun sejenak melepas lelah dan berkelakar dengan temannya, salah satu temannya bilang kalau adiknya yang masih SMA hendak menikah, tiba-tiba mbah Wiro datang dan menyeletuk, “Kapan nyusul Kar”?

Bakar pun hanya tersenyum sinis sembari mengambil sandal dan berjalan pulang dengan hati kesal.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Tak beberapa lama, ada kabar duka bahwa Mbah Suryo tetangganya meninggal dunia, Bakar pun takziyah dan duduk disamping Mbah Wiro.

Bakar  yang kala itu masih kesal dengan Mbah Wiro berbisik pelan dan bertanya pada Mbah Wiro, “Mbah kapan nyusul?” (Ahmad Rosidi)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Quote, News Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 06 Desember 2017

Menpora Harap PMII Terus Lahirkan Kader Penjaga Indonesia

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Menteri Pemuda dan Olahraga H Imam Nahrawi berharap kepada kader-kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) supaya memanfaatkan dengan baik sarana kantor Graha Mahbub Djunaidi yang baru dibangun ini.

“Semoga dari kantor ini terus lahir kader-kader bangsa yang terus mewarnai dan terus menjaga Indonesia selamanya menjadi Indonesia dengan paham Ahlussunnah wal Jamaah,” ujarnya dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-57 PMII di Kantor PB PMII, Jalan Salemba Tengah, Jakarta Pusat, Senin (17/4).

Menpora Harap PMII Terus Lahirkan Kader Penjaga Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpora Harap PMII Terus Lahirkan Kader Penjaga Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Menpora Harap PMII Terus Lahirkan Kader Penjaga Indonesia

Di usia ke-57 ini, PMII juga diminta untuk semakin kokoh dan istiqomah, yaitu selalu membela dan mengawal kebenaran, kejujuran, dan terus menerus memberikan makna yang terbaik bagi kehidupan bangsa ini.?

Terutama, kata dia, PMII harus terus mengawal masyarakat agar bebas dari kemiskinan, korupsi, degradasi moral, dan lain sebagainya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Menteri kelahiran Bangkalan, Madura ini juga menyampaikan kepada kader PMII supaya mengawal komitmen Ketua Umum (Aminuddin Ma’ruf), yaitu menjaga masjid dan kampus.?

“Kalau masjid nggak dijaga oleh PMII, mungkin masjid akan hilang, tidak hanya caranya, tapi masjidnya pun akan hilang,” ujarnya.

Nampak hadir pada peringatan Harlah ini, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua DPP PPP Romahurmuzy, Pendiri PMII KH Nuril Huda, Ketua Majelis Pembina Nasional (Mabinas) PMII H Abdul Muhaimin Isandar, Ketua Umum Fatayat NU Anggia Ermarini dan beberapa jajaran pengurus PBNU. (Husni Sahal/Fathoni)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Quote, Sunnah, Sholawat Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 03 Desember 2017

Borong Juara, IPPNU Banyuwangi Pertahankan Prestasi

Banyuwangi, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Berbagai prestasi terus dicapai oleh IPPNU Banyuwangi. Hal itu diwujudkan dengan diraihnya gelar Juara Umum IPPNU Award, Juara Ketiga Lomba Qosidah, dan Juara Ketiga Lomba Mars IPPNU oleh IPPNU Banyuwangi.

Perlombaan ini diselenggarakan dalam rangka Konferensi Wilayah Ke-19 IPPNU Jawa Timur oleh IPPNU Jawa Timur pada bulan Agustus lalu di Kantor PWNU Jawa Timur.

Borong Juara, IPPNU Banyuwangi Pertahankan Prestasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Borong Juara, IPPNU Banyuwangi Pertahankan Prestasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Borong Juara, IPPNU Banyuwangi Pertahankan Prestasi

Penyerahan piala dan hadiah yang dilakukan pada Pra Konferwil Ke-19 IPPNU Jawa Timur di Aula SMP Negeri 1 Sidoarjo, Jumat (2/12). Dalam acara ini hadir Wakil Gubernur Jawa Timur H Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah, dan seluruh pengurus IPPNU se-Jawa Timur. Turut hadir juga Ketua Umum IPPNU Puti Hasni.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ketua IPPNU Banyuwangi Halimah menerima piala Juara Umum IPPNU Award yang diserahkan oleh Gus Ipul. Ia mengatakan, persiapan yang dilakukan dalam lomba ini sangat singkat karena keterbatasan waktu.

"Meskipun waktu untuk latihan mepet dan persiapan kurang begitu maksimal, alhamdulilah yang kami lakukan membuahkan hasil," kata Halimah saat diwawancari lewat ponsel

Halimah mengajak kadernya untuk mempertahankan dan menyempurnakan capaian prestasi ini dengan sebaik-baiknya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"IPPNU Banyuwangi harus bisa bersaing secara sehat dengan yang lain. Kita akan pertahankan prestasi itu dengan meningkatkan bakat para pelajar NU Banyuwangi. Dengan ini (prestasi), semoga dapat dicontoh oleh para pelajar NU Banyuwangi yang lainnya," harapnya.

Selain perolehan juara tersebut, IPPNU Banyuwangi juga meraih juara 6 dari 10 besar yang diraih oleh Risa Nurhayati, dalam Lomba Duta Pelajar Putri Jawa Timur. (M Sholeh Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan IMNU, Quote, AlaNu Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 20 November 2017

Kang Said Ajak Warga Jaga Kondusivitas usai Pencoblosan

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengajak masyarakat untuk mewujudkan Pilkada serentak tanpa konflik. Pilkada telah terlaksana, selanjutnya bersama-sama menjaga kondusivitas pascapencoblosan.

Kang Said Ajak Warga Jaga Kondusivitas usai Pencoblosan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Ajak Warga Jaga Kondusivitas usai Pencoblosan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Ajak Warga Jaga Kondusivitas usai Pencoblosan

"Ayo kita kawal bersama agar suasana rukun dan guyub ini terus terjaga," kata Kiai Said Aqil sesaat setelah keluar dari Tempat Pemungutan Suara di samping kediamannya di Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (15/2).

Kiai Said menuturkan, ketenangan masyarakat pascapencoblosan sangat ditentukan oleh statemen, sikap dan tindakan politisi. Karena itu semua pihak yang berkepentingan dengan pilkada harus mengendalikan diri.

"Yang kalah harus bersabar, yang menang tetaplah rendah hati," nasihat kiai pengasuh Pondok Pesantren al-Tsaqofah Ciganjur ini.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jika masyarakat mampu mempertahankan kondusivitas ini, bagi Kiai Said Aqil, merupakan kemajuan luar biasa. "Demokrasi makin matang dan tentu manfaatnya kembali ke masyarakat," ujar Kiai Said Aqil.?

Sebelumnya, ia mengeluarkan seruan agar warga bersikap bijak terhadap pilkada ini, termasuk dalam hal perbedaan pilihan politik. Menurutnya, perbedaan aspirasi harus disikapi secara wajar dan dianggap sebagai proses pendidikan politik warga.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Perbedaan pendapat itu yang membuat kita cerdas, kritis. Tapi tidak boleh kemudian saling menjatuhkan, apalagi fitnah,” ujarnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Quote Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Anak Muda, Ayo Ikuti Kompetisi Film Dokumenter

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ketua Panitia Muktamar ke-33 NU H Imam Azis kembali mengimbau kalangan anak muda untuk mengikuti kompetisi film pendek dokumenter. Kompetisi yang diluncurkan di PBNU Jakarta, (27/5) lalu tersebut, akan ditutup 10 Juli 2015 nanti.

Menurut salah seorang Ketua PBNU ini, film di NU bukanlah barang baru. Tokoh-tokoh film nasional merupakan aktivis Lesbumi NU seperti Djamaluddin Malik, Usmar Ismail, Asrul Sani, Misbach Yusa Biran. “Belakangan Ketua Badan Perfilman Indonesia (BPI), Alex Komang, juga dari NU,” katanya.

Anak Muda, Ayo Ikuti Kompetisi Film Dokumenter (Sumber Gambar : Nu Online)
Anak Muda, Ayo Ikuti Kompetisi Film Dokumenter (Sumber Gambar : Nu Online)

Anak Muda, Ayo Ikuti Kompetisi Film Dokumenter

Itu artinya, kata dia, NU sedari awal sangat sadar bahwa film adalah efektif untuk dakwah, untuk menyampaikan sesuatu, untuk sosialisasi paham Islam Nusantara yang menebarkan rahmat, bukan kekerasan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sayangnya, menurut dia, alat yang efektif untuk dakwah tersebut tidak diperhatikan dengan baik. NU tidak menciptakan generasi pelanjut dalam bidang itu. Kalaupun ada, tidak atas nama NU.

Oleh karena itu, kata dia, Panitia Muktamar mengharapkan supaya anak-anak muda NU di pesantren atau dimana saja untuk mengikuti kompetisi tersebut. (Abdullah Alawi)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Persyaratan mengikuti kompetisi tersebut:

Kompetisi terbuka  untuk warga  negara Indonesia. Usia sutradara dan penulis naskah minimal 15 tahun, maksimal 35 tahun. Bebas tahun produksi. Film tidak berupa profit lembaga/perusahaan, iklan layanan masyarakat, trailer film dan video musik. Film utuh tanpa disertai potongan jeda untuk iklan. Materi film (obyek, musik, stock shoot, dan lain—lain) tidak melanggar hak cipta. Pelanggaran dan gugatan atas hak cipta terhadap karya yang diikutkan dalam kompeflsi ada diluar tanggungjawab panifla. Format materi  karya yang dikirim berupa DVD Video  PAL atau dalam  bentuk sohcopy file minimal  120 x720 H264 (Bit rate minimum 6 Mbps). Durasi film maksimal 30 menit termasuk end credit title. Hak Cipta tetap dimiliki oleh peserta.

Ketentuan lebih lengkap bisa diunduh di sini



Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Quote Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 17 November 2017

Sistem Organisasi NU Perlu Ditata Ulang

Jember, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Muchith Muzadi berpendapat, sistem organisasi NU perlu ditata ulang. Menurutnya, penataan ulang yang meliputi struktur dan rentang kendali terhadap badan otonom, lajnah dan lembaga, sangat penting mengingat semakin kompleksnya persoalan yang dihadapi NU saat ini.

“Sekarang ini NU mengontrol (Gerakan Pemuda-Red) Ansor saja sudah kewalahan,” tandas Mbah Muchith—begitu panggilan akrabnya—kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan di kediamannya, di Jember, Sabtu (3/3) kemarin.

Hal lain yang juga perlu mendapat perhatian, menurut Mbah Muchith, adalah fenomena banyaknya kalangan muda yang mengaku intelektual NU, tapi pola pikirnya tidak sejalan dengan pola pikir NU. Bahkan, imbuhnya, ada yang sudah berani mempertanyakan kemurnian kitab suci Alquran.

Sistem Organisasi NU Perlu Ditata Ulang (Sumber Gambar : Nu Online)
Sistem Organisasi NU Perlu Ditata Ulang (Sumber Gambar : Nu Online)

Sistem Organisasi NU Perlu Ditata Ulang

“Kalau mereka sudah mempersoalkan keotentikan Alquran, ganti perlu kita persoalkan mereka, apa pikiran semacam itu sesuai dengan pemikiran NU?” gugat Mbah Muchith yang juga kakak kandung Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi.

Pemikiran yang menurut Mbah Muchith sangat ke-Barat-barat-an itu justru akan merusak NU dari dalam. Mereka menggerogoti sendi-sendi NU yang menjadi tumpuan kekuatan perjuangannya. “Ini perlu dipikir ulang, semua itu dianggap wajar, lalu dibiarkan saja berkembang semaunya, atau perlu dipikir ulang untuk dikembalikan pada garis-garis pemikiran NU yang sudah ada,” terangnya.

Sejak kelahirannya, kata Mbah Muchith, NU sudah membawa cita-cita ideologi, yaitu mempertahankan dan mengembangkan ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah ala Empat Mazhab. NU lahir membawa misi akidah, syariat, akhlak dan harakah (gerakan). “Jadi kelahiran NU itu sebuah gerakanb yang tak lepas dari misi akidah,” jelasnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Tokoh NU yang kini berusia 81 tahun itu menuturkan, dulu NU didirikan dengan sistem kepengurusan yang serba sederhana. Pengurus terdiri dari para kiai dibantu sebagian orang yang bukan kiai. Belum ada badan otonom, lajnah maupun lembaga. Namun struktur kendali NU sudah jelas.

Karena bidang garapan NU semakin banyak, dibentuklah bidang mabarot, dakwah, pendidikan dan ekonomi. Lalu muncullah pemikiran tentang kaderisasi. Gerakan Pemuda Ansor salah satu jawabannya yang berfungsi sebagai wadah kalangan muda NU.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Namun demikian, lanjutnya, semua kegiatan tetap bergantung sepenuhnya pada kebijakan pengurus cabang NU masing-masing. “Jadi mereka itu muncul di NU ketika NU sudah mempunyai tujuan, arah dan rentang kendali yang sudah jelas. Mereka hanya bagian dari NU,” kata Mbah Muchith.

Kalau saat ini mereka tidak sejalan dengan NU dan sulit dikendalikan, ia mengaku tidak mengerti. Dalam banyak kesempatan, ia menyebut GP Ansor sebagai ‘Anak Mbarep’ (anak pertama) NU. “Bukan tetangga NU, apalagi pesaing NU,” tandasnya.

Mengaca pada perkembangan terakhir yang terjadi, kiai yang satu generasi dengan KH Achmad Shidiq, KH Sullam Syamsun dan KH Munasir itu merasa ada sesuatu yang perlu dipikir ulang secara keseluruhan dari NU. Baik soal perkembangan struktur, tata kerja maupun tata pendapat di dalamnya.

Sekretaris pribadi KH Achmad Shidiq itu menjelaskan, NU lahir dipimpin para ulama dengan membawa misi yang jelas. Oleh karena itu, kalau ada orang yang merasa tidak cocok dengan NU, sebaiknya jangan ikut NU. NU, katanya, ibarat sebuah kereta api, yang masinis dan penumpangnya harus ikuti trayek yang sudah ditentukan. “Orangnya yang ikut NU, bukan NU yang ikut orang,” pungkasnya.

Mantan Komandan Kompi Hizbullah Bangilan itu mengakui, masa lalu memang tidak semuanya benar. Tapi masa sekarang, jelas lebih banyak yang tidak benar. Karenanya, ia berharap agar PBNU sebagai lembaga tertinggi, memikirkan masalah tersebut. (sbh)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Internasional, Quote, Ulama Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 04 November 2017

Tugas NU Hanya Mengajak Bukan Menjadikan

Jepara, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Tugas kita sebagai warga NU ialah mengajak amar makruf nahi munkar. Jika yang diajak tidak berkenan kita tidak boleh marah dan jangan bosan untuk mengajaknya kembali.

Pernyataan ini diuraikan KH Mustamir Wildan dalam halal bihalal keluarga Besar MWCNU Kalinyamatan berlangsung di gedung MWCNU Kalinyamatan, Jalan Raya Banyuputih desa Banyuputih, Kalinyamatan Jepara, Jum’at (31/7) siang.

Tugas NU Hanya Mengajak Bukan Menjadikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tugas NU Hanya Mengajak Bukan Menjadikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tugas NU Hanya Mengajak Bukan Menjadikan

Jika kita menemui orang yang tidak berpuasa, tugas kita hanya mengingatkan. “Kang, kok ora poso? Lha emang urusanmu opo?,” tutur ketua pondok pesantren Balekambang Jepara ini sembari menyontohkan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ingat, tugas kita hanya mengingatkan bukan marah-marah dan jangan pernah bosan. Misal lain, seorang yang kita ajak untuk mengikuti NU tetapi tidak direspon juga harus diterima dengan lapang dada. Serta jangan bosan-bosan untuk terus mengajak.

“Ayo kang melu kumpulan NU? Entuk opo melu kumpulan NU,” contohnya lagi.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Berkaitan dengan cerita ini, lanjut Kiai Mustamir dulu ada Ulama Mesir yang dirundung galau karena kitab suci orang Islam, Al-Qur’an dijadikan orang kafir untuk meratakan jembatan. Karena kejadian ini Ulama menjadi galau. Sebab kegalauannya itu ia mendapat petunjuk dari Allah SWT agar urusan itu dikembalikan kepada sang pencipta. Ulama ini, imbuhnya malah mendapat petunjuk agar mendoakan yang baik-baik kepada mereka. Meski berbuat keji sekali pun.  

Kegiatan yang dihadiri Ketua PCNU Jepara, KH Asyhari Syamsuri juga diramaikan ratusan Banom NU se-kecamatan Kalinyamatan. (Syaiful Mustaqim/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Quote Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock