Jepara, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Tugas kita sebagai warga NU ialah mengajak amar makruf nahi munkar. Jika yang diajak tidak berkenan kita tidak boleh marah dan jangan bosan untuk mengajaknya kembali.
Pernyataan ini diuraikan KH Mustamir Wildan dalam halal bihalal keluarga Besar MWCNU Kalinyamatan berlangsung di gedung MWCNU Kalinyamatan, Jalan Raya Banyuputih desa Banyuputih, Kalinyamatan Jepara, Jum’at (31/7) siang.
| Tugas NU Hanya Mengajak Bukan Menjadikan (Sumber Gambar : Nu Online) |
Tugas NU Hanya Mengajak Bukan Menjadikan
Jika kita menemui orang yang tidak berpuasa, tugas kita hanya mengingatkan. “Kang, kok ora poso? Lha emang urusanmu opo?,” tutur ketua pondok pesantren Balekambang Jepara ini sembari menyontohkan.Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan
Ingat, tugas kita hanya mengingatkan bukan marah-marah dan jangan pernah bosan. Misal lain, seorang yang kita ajak untuk mengikuti NU tetapi tidak direspon juga harus diterima dengan lapang dada. Serta jangan bosan-bosan untuk terus mengajak.“Ayo kang melu kumpulan NU? Entuk opo melu kumpulan NU,” contohnya lagi.
Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan
Berkaitan dengan cerita ini, lanjut Kiai Mustamir dulu ada Ulama Mesir yang dirundung galau karena kitab suci orang Islam, Al-Qur’an dijadikan orang kafir untuk meratakan jembatan. Karena kejadian ini Ulama menjadi galau. Sebab kegalauannya itu ia mendapat petunjuk dari Allah SWT agar urusan itu dikembalikan kepada sang pencipta. Ulama ini, imbuhnya malah mendapat petunjuk agar mendoakan yang baik-baik kepada mereka. Meski berbuat keji sekali pun.Kegiatan yang dihadiri Ketua PCNU Jepara, KH Asyhari Syamsuri juga diramaikan ratusan Banom NU se-kecamatan Kalinyamatan. (Syaiful Mustaqim/Mukafi Niam)
Dari Nu Online: nu.or.id
Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Quote Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan
