Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Peraih Doktor Termuda di Jepang, Aktivis PCINU

Depok, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ada yang istimewa pada kuliah umum di STAI Al-Hamidiyah Depok, Senin (15/9) petang. Dua narasumber sangat kontras satu sama lain. Pertama, Menteri Agama Republik Indonesia ke-21, Lukman Hakim Saifuddin. Kedua, Emil Elestianto Dardak, PhD, peraih gelar doktor termuda pada usia 22 tahun dari Ritsumeikan Asia Pasific University Jepang. Usut punya usut, pria ini adalah mantan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jepang.

Emil, sapaan akrabnya, menceritakan saat dirinya mengambil S2 dan S3 di Jepang, sebuah negara kepulauan mirip Indonesia, belum ada organisasi sebagai wahana diskusi tentang keislaman dan kemajuan teknologi. Kemudian ia bersama kawan-kawannya mendirikan NU di Jepang.

Peraih Doktor Termuda di Jepang, Aktivis PCINU (Sumber Gambar : Nu Online)
Peraih Doktor Termuda di Jepang, Aktivis PCINU (Sumber Gambar : Nu Online)

Peraih Doktor Termuda di Jepang, Aktivis PCINU

?

“Kami mahasiswa Indonesia di Jepang saat itu butuh wahana silaturahim. Sayangnya, belum ada untuk sekedar tempat bicara dan diskusi tentang keislaman yang ramah. Maka, kami mendirikan NU di sana,” ujar suami artis Arumi Bachsin ini kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan usai berbicara sebagai narasumber pada kuliah umum di STAI Al-Hamidiyah, Senin (15/9).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dia menambahkan, saat itu Rais Syuriah pertama Pak Kharirie. Kemudian penerusnya Pak Agus Zainal Arifin (sekarang dekan di ITS). “Kalau saya mulai aktif sebagai salah satu ketua, yaitu bidang Hubungan Pemerintah, sejak 2005. Nah, ketua umum saat itu Indra Singawinata,” sebutnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dalam kepengurusannya, lanjut Emil, di PCINU pernah membuat program “Santri Nelayan” untuk membantu pesantren di daerah pesisir. Program tersebut berupa pembuatan soft ware Quran Digital, fasilitas teknologi informasi (IT), dan perangkat komputer untuk para santri agar mereka dapat beradaptasi dengan teknologi terkini. Hal tersebut dilakukan supaya proses belajar-mengajar di pesantren lebih efisien.

Menyinggung soal isu kemaritiman, Emil mengatakan belum lama ini koran Singapura The Street Time memuat pendapatnya mengenai poros maritim yang didengungkan Presiden terpilih Joko Widodo. Bagi dia, kunci terpenting poros maritim adalah mengaitkannya dengan kesatuan nasional. Isu ini sangat strategis di mana penduduk pesisir yang mayoritas warga Nahdliyin itu merupakan perekat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kita ini kan pulau-pulau besar. Satu pulau bisa melebihi satu negara. Tapi apa yang bisa merekatkan kita jadi satu? Lautan di negeri ini mestinya menjadi penyatu bukan pemisah. Jadi, penyatu Indonesia itu ya lautan. Oleh karena itu, perlu dibangun infrastruktur pelabuhan yang membuat ongkos membeli barang dalam negeri lebih murah daripada mengirim keluar. Sedangkan hari ini kebalikannya,” tutur dia.

?

Emil menekankan tidak berarti serta-merta ketika Indonesia berorientasi maritim lalu konektivitas di darat terlupakan. “Kita bikin pelabuhan tapi tidak tersambung ke mana-mana kan percuma. Justru harus ada konektivitas antara pelabuhan dengan pusat-pusat produksi. Jadi, logistik jadi terpadu. Itu yang penting,” tegasnya.

Emil bercerita, ia pernah meneliti tentang link and match. Kenapa di sebuah desa bisa tertinggal dari sisi SDM dan teknologi. Karena apa yang diajarkan di sekolah tidak dapat diaplikasikan di lingkungannya. “Harus ada satu keterpaduan di hilir dan di hulu. Misalnya, kita pengen nelayan menggunakan teknologi perkapalan atau penangkapan ikannya, ada demand di hilir. Di hulunya kita profit. Jadi, mindset mulai anak SD hingga SMA harus match,” paparnya.

Cucu KH Dardak asal Trenggalek Jawa Timur ini menambahkan, ilmu yang diperoleh sejalan dengan apa yang bisa dikaryakan di situ. Jadi kemampuan santri untuk mengoperasikan penangkapan ikan berbasis teknologi itu menjadi penting. Ia merasa, pesantren di mana-mana itu balance. Orang yang memiliki kondisi spiritual yang baik berada dalam kondisi belajar yang kondusif.

“Itu yang kami lihat. Dia bisa punya etos kerja. Jadi, harus dikaitkan ajaran Islam itu ke dalam etos belajar dan etos kerja yang baik. Karena sekarang ini SDM kita justru karakternya yang harus didorong, nggak cuma kemampuan teknis. Nah, format belajar yang menggunakan pendekatan pesantren itu diharapkan menjadi satu dobrakan ke arah sana,” pungkasnya. (Ali Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kajian Islam, Bahtsul Masail Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 25 Januari 2018

IKA-PMII: Dana Desa Harus Tepat Sasaran

Tulang Bawang Barat, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Tulang Bawang Barat meminta semua pihak untuk ikut serta mengawal penyaluran dana desa sehingga pemanfaatannya tepat sasaran bagi masyarakat. Jangan sampai timbul gejolak akibat melencengnya anggaran tersebut.

Demikian disampaikan Ketua IKA PMII Tulang Bawang Barat HM Azmi Ishaq melalui saluran selulernya, Jumat (13/7).

IKA-PMII: Dana Desa Harus Tepat Sasaran (Sumber Gambar : Nu Online)
IKA-PMII: Dana Desa Harus Tepat Sasaran (Sumber Gambar : Nu Online)

IKA-PMII: Dana Desa Harus Tepat Sasaran

Menurut Azmi, pihaknya percaya, keberadaan program dana desa yang didukung dengan dana prospek akan mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan desa/tiyuh.

"Hadirnya dana desa harus dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Jangan sampai disalahgunakan oleh oknum kades karena dengan adanya dana desa diharapkan desa tersebut dapat lebih maju dengan memberdayakan masyarakatnya sehingga ke depan desa/tiyuh akan menjadi mandiri," ujarnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Karena itu, pihaknya meminta agar masyarakat serta semua pihak dapat ikut mengawal sehingga pelaksanaan dana desa menjadi maksimal.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ia menuturkan dana ini cukup besar dan sangat signifikan. Artinya, bila dipergunakan dengan mekanisme yang benar dana ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat di desa/tiyuh.

Azmi juga mengingatkan, Pemkab Tulang Bawang Barat terutama Bagian Pemerintahan Desa agar dalam penjabaran aturan penggunaan Dana Desa (DD) tidak salah kepada 93 desa/tiyuh.

"Jangan salah penjabaran aturan penggunaan DD. Sebab, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi telah membentuk Satgas DD yang dipimpin mantan KPK. Jangan sampai terjadi carut marut penjabaran aturan penggunaan ADD maupun DD, karena akibat salah penjabaran dari dinas terkait yang jadi korban adalah Kepala Desa, dan pasti tersandung hukum di kemudian hari. Sebab, Kepala Desa itu sebagai pengguna anggaran karena dia yang melaksanakan ADD dan DD," ungkapnya.

Maka dengan pembentukan Satgas Dana Desa yang mengacu pada Keputusan Mendes PDTT Nomor 50 Tahun 2017 tentang Pembentukan Satuan Tugas Dana Desa, yang berfungsi membantu merumuskan kebijakan dan pengawasan pelaksanaan penggunaan dana desa, diharapkan tidak terjadi penyimpangan dana desa.

"Dengan telah terbentuknya Satgas Dana Desa yang berfungsi untuk membantu merumuskan kebijakan dan pengawasan pelaksanaan penggunaan dana desa, diharapkan tidak terjadi penyimpangan dana desa. Terkecuali ada perangkat desa yang mencoba bermain-main dengan dana tersebut, maka saya pastikan mendekam di terali besi," pungkasnya. (Gati Susanto-Imam Mukafi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Bahtsul Masail Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 19 Januari 2018

Di Tangan Mbah Sahal, Fikih Temukan Momentumnya

Sukaharjo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Muayyad Windan, KH Muhammad Dian Nafi, berpendapat bahwa Rais Aam PBNU KH Sahal Mahfudh (Mbah Sahal) menginspirasi banyak hal, terutama dalam perkembangan ilmu fiqih di Indonesia. Terutama paradigma fiqih sosial. ?

“Hal itu merupakan bukti utama keberhasilan Mbah Sahal,” katanya kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, belum lama ini Senin, (27/1).

Di Tangan Mbah Sahal, Fikih Temukan Momentumnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Tangan Mbah Sahal, Fikih Temukan Momentumnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Tangan Mbah Sahal, Fikih Temukan Momentumnya

Dalam merintis paradigma fikih sosial, kata Kiai Dian, Mbah Sahal menguatkan penerapannya bagi kehidupan masyarakat Indonesia, sehingga fikih menemukan momentumnya dengan kajian-kajian multidisipliner.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kiai Dian menambahkan, dengan fikih sosial ini, masyarakat semakin fasih mengembalikan pelbagai persoalan kepada acuan kemaslahatan, yaitu terjaganya agama, jiwa raga, akal, keturunan, dan harta.

“Dengan itu, pemikiran keagamaan Nahdliyin mudah masuk ke arus utama kaum intelektual nusantara dan bahkan mudah memandu kerangka evaluatif kebijakan publik sesuai kemaslahatan yang lima tadi,” ungkapnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Di sisi lain, menurutnya, Mbah Sahal juga menginspirasi rintisan-rintisan pemberdayaan masyarakat, seperti yang terlihat di Kajen Pati. Hal ini menjadikan kaderisasi intelektual Nahdiyyin semakin meluas.

Di akhir pembicaraan, Kiai yang pernah menjabat sebagai Ketua PCNU Solo tersebut juga berharap kepada generasi muda NU, untuk melanjutkan perjuangan dakwah dan pemikiran keagamaan yang telah dirintis Mbah Sahal. (Ajie-Rosyidi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Bahtsul Masail Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 21 Desember 2017

Karya Kiai Ma’shum Semarang Ini Dicetak di Mesir, Dikoleksi di Kanada

Ini adalah halaman muka dari naskah kitab Hasyiah Tasywiqul Khallan ‘ala Syarhil Ajurumiyyah karangan KH Muhammad Ma’shum ibn Salim al-Safuthani al-Samarani, seorang ulama Nusantara asal Seputon, Semarang (Jawa Tengah). Kitab ini dicetak dan diterbitkan oleh ‘Isa al-Babi al-Halabi di Mesir pada tahun 1303 H (1886 M). Naskah ini menjadi koleksi Robarts Library, University of Toronto, Kanada.



“Tasywiqul Khallan” merupakan hasyiah (komentar panjang) atas syarh (penjelasan) “Mukhtashar Jiddan” (karangan Syaikh Ahmad Zaini Dahlan, w. 1866 M) atas matan (teks) al-Ajurumiyyah, kitab monumental gramatika Arab (nahw) karangan Muhammad ibn Jurum al-Shanhaji, w. 1323 M.

Halaman muka kitab mengisyaratkan jika KH. Muhammad Ma’shum mengarang hasyiah ini saat ia masih berusia muda. Tertulis di sana: “Ta’lif al-syab an-najib wal-fadhil al-labib” (karangan seorang pemuda cendikia, pemilik keutamaan yang cerdas).

Karya Kiai Ma’shum Semarang Ini Dicetak di Mesir, Dikoleksi di Kanada (Sumber Gambar : Nu Online)
Karya Kiai Ma’shum Semarang Ini Dicetak di Mesir, Dikoleksi di Kanada (Sumber Gambar : Nu Online)

Karya Kiai Ma’shum Semarang Ini Dicetak di Mesir, Dikoleksi di Kanada

Dalam kata pengantarnya, KH. Muhammad Ma’shum mengatakan jika ia mengarang kitab ini karena permintaan beberapa koleganya yang hendak memahami kitab al-Ajurumiyyah dan syarh-nya, Mukhtashar Jiddan, secara lebih mendalam. Para kolega itu meminta KH Muhammad Ma’shum untuk menuliskan komentar dan penjelasan panjang atas dua kitab (matan dan syarh) tersebut, agar lebih mudah difahami.

KH Muhammad Ma’shum mulai menulis hasyiah ini di Mekkah saat ia pergi haji dan merampungkanya di Semarang. Dalam menulis hasyiah ini, KH. Muhammad Ma’shum merujuk pada beberapa referensi utama, yaitu (1) Hasyiah al-Sanwani ‘ala Syarh al-Syaikh Khalid al-Azhari ‘ala Matn al-Ajurumiyyah, (2) Syarh al-Astarabadi ‘ala Kafiyah Ibn al-Hajib, dan (3) Mughni al-Labib karangan Ibn Hisyam.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sayangnya, belum banyak informasi lebih terkait biografi KH. Muhammad Ma’shum beserta karya-karyanya. Dalam kata pengantarnya, beliau menyebutkan jika Syaikh Ahmad Zaini Dahlan adalah “syaikh syaikhi” (guru dari guruku).

Menimbang tahun kepengarangan kitab tersebut (1303 H/ 1886 M), maka bisa diperkirakan jika KH. Muhammad Ma’shum ini satu generasi dengan santri-santri Jawi yang belajar di Mekkah pada masa itu, seperti KH. Hasyim Asyari Jombang (w. 1366 H), KH. Mukhtar Atharid Betawi (w. 1349 H), KH. Abdul Karim ibn Ahmad Khatib Minang (w. 1357 H), KH. Abdul Rasyid Bugis (w. 1361 H), KH. Wahyuddin Abdul Ghani Palembang (w. 1360 H), KH. Jamaluddin Khaliq Patani (w. 1355 H), dan lain-lain.

Meski demikian, kitab Hasyiah Tasywiqul Khullan banyak dicetak ulang dan diterbitkan kembali oleh banyak penerbit, baik di Arab atau pun Nusantara, seperti Dar al-Kutub al-‘Arabiyyah al-Kubra (Kairo, 1326 H/ 1908 M), al-Maktabah al-‘Ilmiyyah (Kairo, 1358 H/ 1940 M), Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah (Beirut, 2003), dan Maktabah al-Hidayah (Surabaya).

Matn al-Ajurumiyyah terhitung sebagai kitab pegangan wajib bagi pelajaran gramatika Arab (nahw) tingkatan pemula di pesantren-pesantren tradisional (NU) di Indonesia. Matn (teks) tersebut sangat popuker dan banyak yang menulis pejelasan (syarh) atasnya, diantaranya adalah syarh yang ditulis oleh Syaikh Ahmad Zaini Dahlan, mufti madzhab Syafi’i di Makkah al-Mukarromah sekaligus mahaguru bagi para santri dan ulama asal Nusantara di akhir abad ke-19 M. Maka tidaklah mengherankan jika kitab-kitab karangan beliau banyak diaji dan dikaji di dunia pesantren hingga sekarang.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Syaikh Ahmad Zaini Dahlan sezaman dan sejawat dengan Syaikh Nawawi Banten, yang juga mahaguru para santri dan ulama Nusantara di Makkah. Jika Syaikh Zaini Dahlan menulis Syarh Mukhtashar Jiddan atas teks al-Ajurumiyyah, maka Syaikh Nawawi menulis Kasyf al-Maruthiyyah yang merupakan syarh atas teks yang sama.

Pada bulan Ramadhan tahun 1999 dulu, saya khatam mengaji kitab Syarh Mukhtashar Jiddan karangan Syaikh Ahmad Zaini Dahlan ini di pesantren HM Putra Lirboyo Kediri (Jawa Timur) dari bacaan (qira’ah) KH. Imam Yahya Mahrus. Di akhir pengajian, KH. Imam Yahya memberikan sanad (mata rantai keilmuan) kitab tersebut yang menyambung sampai pengarangnya: KH. Imam Yahya Mahrus, dari KH. Mahrus Ali, dari KH. Abdul Karim, dari KH. Kholil Bangkalan, dari Syaikh Nawawi al-Bantani, dari Syaikh Ahmad Zaini Dahlan. (A. Ginanjar Sya’ban)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Cerita, Tegal, Bahtsul Masail Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 15 Desember 2017

PBNU Penuhi Undangan Muslim Tiongkok

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj beserta beserta beberapa pengurus lainn berkunjung ke Tiongkok mulai Senin (18/4). Rencananya, rombongan tersebut akan berada di negara tirai bambu selama satu minggu ke depan.

Pada hari pertama, rombongan tersebut tiba di Provinsi Beijing dan langsung disambut hangat Kepala Direktori Urusan Agama Pemerintah Tiongkok, Wung Zuoan. ?

PBNU Penuhi Undangan Muslim Tiongkok (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Penuhi Undangan Muslim Tiongkok (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Penuhi Undangan Muslim Tiongkok

Sekretaris pribadi Kiai Said, Muhammad Sofwan menuturkan ihwal lawatan PBNU ke Tiongkok tersebut yaitu untuk memenuhi undangan dari komunitas muslim Tionghoa.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Agenda ini (kunjungan ke Tiongkok) dalam rangka memenuhi undangan dari komunitas Muslim Tionghoa,” jelas Sofwan.

Di dalam sambutannya, Kiai Said menjelaskan bahwa hubungan Islam Tiongkok dan Indonesia sudah terjalin sejak lama. Baginya, Tiongkok merupakan salah satu negara yang berhasil mewarnai dunia Islam di Indonesia.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kiai yang akrab disapa Kang Said mengatakan, kontak Islam Tiongkok dan Indonesia diawali saat panglima Cheng Ho datang ke Indonesia dan membawa pasukan muslim. “Kemudian Cheng Ho membangun kota Semarang (sebagai pusat peradaban Islam),” jelas Kang Said di hadapan komunitas Muslim Tiongkok Beijing.

Pengasuh Pesantren As-Tsaqofah tersebut menilai bahwa Muslim Tiongkok memiliki peran yang sangat penting terhadap penyebaran Islam di Indonesia. “(Muslim) China sangat penting perannya bagi Indonesia,” tegasnya.

Kang Said mengatakan bahwa antara Indonesia dan Tiongkok memiliki pandangan yang sama tentang Islam adalah agama yang damai dan ia mendorong agar Islam berkembang pesat di negara tersebut. “Model Islam seperti inilah yang harus kita jaga,” terangnya.

Munculnya ekstrimisme, imbuh Kang Said, harus terus diwaspadai meskipun jumlahnya kecil. Menurutnya, cara yang efektif untuk menghalang ideologi-ideologi radikal adalah dengan jalan pendidikan.? ?

Ia menyampaikan rasa duka cita terhadap konflik yang terjadi di negara-negara Timur Tengah yang tidak kunjung selesai. Maka dari itu, ia menilai bahwa saling bertukar pandangan antarsesama muslim adalah sesuatu yang penting untuk menyamakan persepsi dan mewujudkan Islam yang damai, moderat, dan toleran. ?

Turut serta dalam lawatan ke Tiongkok tersebut Nyai Hj. Nurhayati Said (istri Kang Said), H Bina Suhendra (Bendahara Umum PBNU), Eman Suryaman (Ketua PBNU), Muhammad Said Aqil (Wasekjen PBNU), dan Muhammad Sofwan (sekretaris pribadi Kang Said). (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Makam, Bahtsul Masail, Amalan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 13 Desember 2017

Dandim 0816: Isu Keagamaan Bisa Menjadi Pemicu Adu Domba

Sidoarjo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Upaya mengantisipasi radikalisme dan menjaga keutuhan NKRI, Kodim 0816 Sidoarjo menggelar silaturahim dan komunikasi sosial antarforum umat beragama dan tokoh masyarakat. Acara yang digelar di aula Makodim 0816 Sidoarjo ini dihadiri beberapa pengurus peondok pesantren, Pengurus PCNU Sidoarjo, MUI Sidoarjo dan Polres Sidoarjo.

Dandim 0816: Isu Keagamaan Bisa Menjadi Pemicu Adu Domba (Sumber Gambar : Nu Online)
Dandim 0816: Isu Keagamaan Bisa Menjadi Pemicu Adu Domba (Sumber Gambar : Nu Online)

Dandim 0816: Isu Keagamaan Bisa Menjadi Pemicu Adu Domba

Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Inf Andre Julian menyatakan, radikalisme itu sangat membahayakan negara. Selain teroris yang bisa mengancam keutuhan NKRI, ada beberapa persoalan yang bisa memicu perpecahan, perselisihan yakni bencana alam, lintas batas atas wilayah, separatis, wabah penyakit, narkoba dan pergaulan bebas.

"Untuk menangkap radikalisme yang mengancam keutuhan NKRI itu, maka perlu diadakan silaturahim dan komunikasi sosial antar? umat beragama. Melalui forum seperti ini, jangan sampai ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di Sidoarjo," kata Andre, Rabu (3/8).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Andre menambahkan, isu keagamaan, penistaan agama maupun terorisme yang mengatasnamakan agama, juga bisa menjadi pemicu adu domba. Seperti baru-baru ini yang terjadi di Tanjung Balai Sumut.

"Silaturahim ini akan dilanjutkan ke tingkat kecamatan. Karena menjaga silaturahim dan komunikasi dengan tokoh agama, masyarakat dan polisi itu sangat penting," tukasnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Salah satu pengurus MUI Sidoarjo, KH Abdul? Halim Makhsum mengapresiasi kegiatan yang diadakan oleh Kodim 0816 ini. Pihaknya berharap, kegiatan tersebut tak hanya dilkaukan sekali saja, namun bisa diadakan hingga ke tingkat bawah.

"Pelaksanaan ini sangat bagus dan akan ditindaklanjuti hingga ke tingkat desa. MUI dan forum komunikasi umat beragama sangat mengapresiasi. TNI, Polres, MUI dan tokoh agama harus bekerja sama untuk mengantisipasi adanya kenakalan remaja, narkoba dan lain sebagainya. Sehingga ke depan Sidoarjo menjadi kota yang aman dan nyaman," pungkasnya. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Bahtsul Masail, Meme Islam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 11 Desember 2017

Hukum Nikah dan Poligami

Pada dasarnya hukum nikah adalah sunnah bagi mereka yang dianggap telah membutuhkannya. Baik secara biologis maupun psikologis. Karena kebutuhan itu selalu mengundang ketamkan, maka seorang laki-laki hanya diperbolehkan menikahi masksimal empat orang istri. Demikian keterangan lengkapnya dalam fathul qarib.? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ?

Nikah disunnahkan bagi mereka yang membutuhkannya. Seorang laki-laki (merdeka/bukan budak) boleh memiliki empat orang istri.

Hal ini berdasar pada firman Allah dalam surat an-Nisa’ ayat 3:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Hukum Nikah dan Poligami (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Nikah dan Poligami (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Nikah dan Poligami

Maka kawinilah wanita-wanita lain yang kamu senangi dua, tiga, atau empat.

Tentang pembatasan jumlah empat orang istri bagi laki-laki muslim, hadits riwayat Abu Daud tentang cerita sahabat Wahbin al-Asady dapat dijadikan sebagai pelajaran. ? Wahbin al-Asady pernah sebercerita “saya masuk Islam, dan saat itu mempunyai istri delapan orang. Kemudian saya menceritakannya kepada Rasulillah saw. Lalu beliau bersabda: ? ? ?? ? pilihlah empat dari mereka”. (red. Ulil H)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Hadits, Bahtsul Masail Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 03 Desember 2017

Akbid Muslimat NU Kudus Didorong Tingkatkan Status

Kudus, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Setelah meluluskan 55 mahasiswi D-3, Akademi Kebidanan (Akbid) Muslimat NU Kudus didorong meningkatkan statusnya menjadi perguruan tinggi program S-1. Pada tahun 2015, Akbid Muslimat diharapkan sudah terwujud sebagai Sekolah Tinggi  bidang kebidanan.

"Oleh karena itu, pengelola Akbid segera mengajukan proposal S-1 sehingga cepat terproses. Untuk peningkatan, mudah-mudahan tidak ada moratorium," ujar Ketua PP Lajnah Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Noor Ahmad dalam acara wisuda perdana mahasiswi Akbid Muslimat NU di Gedung DPRD Kudus Sabtu,(29/9) .

Akbid Muslimat NU Kudus Didorong Tingkatkan Status (Sumber Gambar : Nu Online)
Akbid Muslimat NU Kudus Didorong Tingkatkan Status (Sumber Gambar : Nu Online)

Akbid Muslimat NU Kudus Didorong Tingkatkan Status

Noor Ahmad mengatakan, lembaganya siap mengawal proses peningkatan Akbid Muslimat menuju Perguruan Tinggi S-I. "Kalau nanti segera terwujud, akbid ini akan menjadi satu-satunya PT bidang Kebidanan yang ada di Jawa Tengah bahkan Indonesia," tandasnya di hadapan wisudawan dan ratusan tamu undangan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

NU, jelas mantan Rektor Unwahas Semarang ini,,telah memiliki 215 perguruan tinggi NU di seluruh indonesia. Hingga  kini masih ada  29 PTN dalam proses perijinan yang diantaranya sudah turun yakni  Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Halmahera, UNU Cirebon. UNU Jateng, UNU Palembang. Sumut, Sumbar, Kalsel dan kalimantan barat,

"Bila Sekolah tinggi Akbid Muslimat menyusul berdiri, khasanah intelektual NU semkin banyak yang disumbangkan melalui PTNU.Sebab, target hingga tahun 2015, berdirinya 10 UNU yang baru," terang Noor Ahmad.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Direktur Akbid Muslimat NU Kudus Darningsih menyatakan kesiapannya meningkatkan perguruan tinggi yang di bawah naungan Badan Pelaksana Pendidikan Muslimat Nahdlatul Ulama (BPMNU) Az-Zahra ini. Ia menegaskan Sekolah tinggi Kesehatan merupakan cita-cita yang harus diwujudkan. 

"Meski sudah mengalami kemajuan tetapi masih banyak cita-cita yang harus kami capai yang salah satunya Sekolah Tinggi Kesehatan," tegasnya.

Ia menjelaskan pihaknya juga akan melakukan penataan dan pengembangan pondok pesantren bagi mahasiswa. "Insya Allah, BPPMNU Az-Zahra akan membangun gedung pesantren senilai + 3 milyar yang digunakan untuk mahasiswa yang juga menjadi santriwati,"terangnya.

Prosesi Wisuda perdana Akbid Muslimat NU Kudus yang dimulai pukul 10.00 WIB ini berlangsung lancar dan sukses. Dalam acara yang dihadiri ratusan tamu undangan ini, menetapkan tiga besar  wisudawati terbaik yakni Dian Suryani (Putri HM. Sholikin) dengan IP 3,46, Yuty alhikmah (putri Ah.Zumri) IP 3,45 dan Ummi Sholichah (putri Nur Yadi) IPK 3,46.

Di antara tokoh yang hadir, Menakertrans Muhaimin Iskandar, Ketua PP LPTNU Noor Ahmad, Kopertais Jawa tengah, PW Muslimat Jateng, Bupati Kudus H.Musthofa, PW LP Maarif Jateng,Ketua PCNU Kudus KH.CHusnan dan tamu undangan lainnya.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Syariah, Pendidikan, Bahtsul Masail Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 29 November 2017

Ramadhan, Bulan Taqarrub kepada Allah dan Manusia

Macau, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Napas saya masih tersengal-sengal seusai berjalan sekitar 500 meter dari penginapan menuju Majelis Talim Indonesia Macau (MATIM). Perjalanan itu? masih harus ditambah dengan menaiki tangga sebanyak 4 lantai. Tidak ada lift di situ.

Saat pintu dibukakan, terlihat jamaah yang sedang membaca Al-Qur’an. Sebagian berdzikir. Ada juga sayup-sayup terdengar "Allahumma innaka afuwwun karim tuhibbul afwa fafu anna." Usai shalat sunnah, jamaah subuh pun melanjutkan mengikuti kuliah subuh.

Ramadhan, Bulan Taqarrub kepada Allah dan Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, Bulan Taqarrub kepada Allah dan Manusia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, Bulan Taqarrub kepada Allah dan Manusia

Pagi itu Ahad 11 Juni, saya menyampaikan, bulan Ramadhan ialah bulan taqarrub. Taqarrub berasal dari asal kata yang berarti dekat. Upaya momentum pendekatan ini dilakukan untuk mendekatkan diri pada Allah (taqarrub ila Allah). Dan sesungguhnya di saat yang sama, upaya itu perlu selaras dengan pendekatan kepada sesama manusia (taqarrub ila al-nas).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ini mengingatkan bahwa manusia (insan) berasal dari kata al-uns yang berarti harmoni dan lemah lembut. Dengan keharmonisan dan kelemahan lembutan manusia bisa saling berdekatan. Ini juga selaras dengan karakteristik ajaran Islam yang damai, ramah dan penuh kasih sayang. Bahkan Allah yang kita teladani bersifat Al-Latif, artinya Mang Maha Lembut.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Insan juga berasal dari kata nasiy yang berarti lupa. Oleh karenanya mendekatkan diri pada Allah dan sesama manusia menjadi penting karena niscayanya kealpaan dan kelupaan diri menyangkut pelaksanaan tugas manusia sebagai hamba Allah dan khalifah di muka bumi ini, serta sebagai makhluk sosial yang saling berhubungan dan terkait.

Mendekatkan diri kepada Allah dan? kepada manusia ialah satu kesatuan. Nabi bersabda "Siapa yang tak pandai bersyukur pada manusia, ia dinilai tak pandai bersyukur pada Allah Azza wa Jalla." (HR. Imam Ahmad dan Al-Turmudzi).

Saya amat bersyukur kepada MATIM yang secara bergantian mengirim makanan untuk berbuka dan sahur, semoga Allah balas dengan kebaikan yang berlimpah Amin ya Rabb al-alamin. Bahkan saya bisa request gado-gado.

"Ustadz mau gado-gado?" respon Bu Ana.

"Iya" jawab saya singkat.

Alhamdulillah keinginan saya mencicipi hidangan Nusantara itu terkabul, di sini sepanjang saya tengok tak ada orang Macau yang jual gado-gado.

Ramadhan ialah bulan untuk memperbanyak amal saleh. Ada yang berdimensi taqarrub ila Allah seperti bertobat, memperbanyak tilawah Al-Qur’an, shalat tarawih, itikaf. Namun di saat yang sama ada pula yang berdimensi taqarrub ila al-nas, misalnya ada kewajiban menunaikan zakat fitrah, anjuran memberi makan berbuka puasa, anjuran bersedekah.

Taqarrub ini bukan hanya terbatas pada bulan Ramadhan, karena ia bulan pendidikan (syahr al-tarbiyah). Maka bila selama Ramadhan kita dididik dengan berbagai nilai keislaman, kita harus menerapkan hasil didikan itu di luar bulan Ramadhan.

Masih banyak ajaran Islam yang bersentuhan dan dekat dengan sesama, seperti memberi salam kepada yang dikenal dan tak dikenal, membantu kerabat, memelihara anak yatim, menjenguk yang sakit, menghadiri undangan, memberi makanan pada tetangga.

Dalam Al-Shahihain, Allah berfirman dalam hadis Qudsi, "Apabila ia (seorang hamba) mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Apabila ia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku akan mendekat kepadanya sedepa. Apabila ia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari."

Inilah karakter ajaran Islam yang bukan hanya bersifat Rabbani (bersifat Ketuhanan) namun juga insani (bersifat kemanusiaan). Semoga kita bisa menjadi pribadi yang dekat dengan sesama dan mendekatkan diri pada-Nya Amin ya Rabb al-alamin. (Saepuloh, dai anggota Tim Inti Dakwah Internasional dan Media (TIDIM) LDNU yang ditugaskan ke Macau. Kegiatan ini bekerjasama dengan LAZISNU.

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Bahtsul Masail Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 24 November 2017

Tingkatkan Bantuan Sosial, LAZISNU Surabaya Siapkan Kader “NU Care”

Surabaya, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kota Surabaya merekrut dan melatih kader dari kalangan mahasiswa untuk menjadi petugas "NU Care LAZISNU". Langkah ini dilakukan? guna meningkatkan pengelolaan dana dan kegiatan bantuan sosial masyarakat kota Surabaya.

"Saat ini kami melatih sekitar 100 orang kader dari dari berbagai kalangan baik dari warga NU, remaja NU, dan kalangan kampus di Surabaya, seperti ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) dan Unair (Universitas Airlangga), yang diharapkan menjadi motor penggerak lembaga," ujar Ketua LAZISNU Kota Surabaya Yusuf Hidayat dalam kesempatan pelatihan Manajemen dan Pengaderan Amil di Hotel Pesona Surabaya, Sabtu (9/4).

Tingkatkan Bantuan Sosial, LAZISNU Surabaya Siapkan Kader “NU Care” (Sumber Gambar : Nu Online)
Tingkatkan Bantuan Sosial, LAZISNU Surabaya Siapkan Kader “NU Care” (Sumber Gambar : Nu Online)

Tingkatkan Bantuan Sosial, LAZISNU Surabaya Siapkan Kader “NU Care”

Ia mengatakan, kader tersebut diharapkan menjadi petugas profesional LAZISNU dan Program NU Care di Surabaya dalam pengoperasian dana zakat, nonzakat, infaq, dan shadaqah dari warga NU dan masyarakat untuk kegiatan bantuan sosial di bidang kesehatan, pendidikan, dan bantuan masyarakat yang kurang mampu, serta bantuan sosial lainnya. ?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Diharapkan mereka menjadi kader yang mampu bekerja secara profesional dalam pengelolaan dana guna memperluas jaringan dan meningkatkan kegiatan bantuan sosial NU Care seperti bantuan pendidikan dan kesehatan masyarakat Kota Surabaya,” tegasnya.

Dalam pelatihan ini, LAZISNU Surabaya mengajarkan peserta pembentukan kepribadian amil, dari aspek penampilan, perilaku profesional ketika menerima tamu, mendatangi muzakki (wajib zakat), serta cara menyapa mustahiq (penerima zakat). "Saya juga mengajak peserta pelatihan dan kader untuk serius bergiat di LAZISNU sebagai jalan untuk mengbdikan diri kepada masyarakat," ujarnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Pengurus Pusat LAZISNU Syamsul Huda. Ia berharap dengan pelatihan tersebut, para kader bisa melakukan pengelolaan dana dan memperbanyak kegiatan bantuan NU Care di Surabaya sehingga meningkatkan kepedulian NU terhadap pendidikan, kesehatan masyarakat, maupun mendukung kegiatan keagamaan NU Kota Surabaya.

Ia juga menambahkan bahwa pada tahun 2016 ini PBNU melalui LAZISNU lebih meningkatkan bantuan sosial melalui program NU Care sedangkan untuk urusan zakat LAZISNU tetap bekerja sama dengan Baznas.

"Untuk dana program NU Care dan kegiatan sosial sepenuhnya akan dilakukan oleh NU Cabang masing-masing dan laporan pengelolaan akan disampaikan secara transparan dan terbuka, laporan keuangannya harus bisa diakses siapa saja, kapan saja, dari mana saja," ujarnya.? ?

Sementara ituWakil Rais Syuriah NU Kota Surabaya KH Azhar Sofwan berpesan agar dalam meningkatkan dan mengembangkan manajemen operasional tetap mengedepankan aspek hukum yang sudah ditetapkan oleh Nahdlatul Ulama maupun regulasi dari pemerintah agar LAZISNU tetap menjadi pilihan dalam mengelolah zakat dari warga NU maupun masyarakat.

"Yang perlu diperhatikan oleh LAZISNU bahwa manajemen adalah untuk mempercepat dan mempermudah orang untuk berzakat tapi bukan mengabaikan aspek hukum, mudah-mudahan dengan prinsip ini semangat berzakat semakin tinggi," ujarnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Doa, Bahtsul Masail Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 23 November 2017

GP Ansor dan Banser NTT Kawal Pawai Paskah 2016

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Pimpinan Wilayah GP Ansor dan Banser NTT turut berpartisipasi dalam Pawai Paskah 2016, Senin (28/3). Satu pleton Banser diturunkan guna mengamanakan situasi pengamanan Paskah bersama Polisi maupun TNI. GP Ansor NTT dan GP Ansor Kota Kupang menurunkan satu unit mobil rombongan pawai paskah.

Demikian disampaikan Sekretaris PW Ansor NTT Ajhar Jowe di Kupang.

GP Ansor dan Banser NTT Kawal Pawai Paskah 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor dan Banser NTT Kawal Pawai Paskah 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor dan Banser NTT Kawal Pawai Paskah 2016

"PW Ansor dan Banser NTT ikut mengamankan Pawai Paskah demi menjaga keberlangsungan situasi Paskah serta menjaga keberagamaan umat beragama di NTT, pada momen hari-hari besar keagamaan," kata Ajhar.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pihaknya sementara ini melakukan persiapan partisipasi pawai paskah bersama rombongan menuju lokasi pawai di Jalan Eltari Kupang, Depan Rumah Jabatan Gubenrur NTT.

Pawai Paskah, kata Ajhar bagian dari agenda rutin tahunan GP Ansor NTT sebagai pengamanan hari besar keagamaan. Partsipasi dari GP Ansor beserta Banser dilakukan bukan saja momen hari besar agama Kristiani tetapi seluruh umat beragama yang ada di NTT.

Dari pantauan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, sejumlah pihak tengah mempersiapkan pawai paskah. Seluruh jajaran terkait menghiasi berbagai kendaraan dengan tema Paskah. Terlihat sepanjang jalan WJ Lalamentik, berbagai kendaraan tronton besar menuju lokasi pawai dengan berbagai hiasan menarik. (Red Alhafiz K)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Bahtsul Masail, Doa, RMI NU Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

IPNU Prihatin Publik Figur Terjerat Narkoba

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) prihatin kepada para publik figur yang tidak memberikan teladan kepada masyarakat. Terutama yang terjerat penyalahgunaan Narkoba dan sejenisnya.

Ketua Umum PP IPPNU Khairul Anam HS mengatakan, seharusnya mereka memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, apalagi publik figur yang sedang digandrungi anak muda, terutama kalangan pelajar.

IPNU Prihatin Publik Figur Terjerat Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Prihatin Publik Figur Terjerat Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Prihatin Publik Figur Terjerat Narkoba

“Khawatirnya, dan itu sangat mungkin, prilaku buruk publik figur ditiru fans-nya,” katanya di sekretariat PP IPNU, gedung PBNU, Jakarta, Rabu, (20/2).  

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ia juga menyoroti media massa yang memberitakan prilaku buruk publik figur tersebut. Meskipun tugas media massa demikian, tapi jika diberitakan terus-menerus, bisa menjadi hal yang lumrah.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Media seharusnya memberikan pesan moral dengan melakukan kanalisasi berita, supaya jangan tidak mempengaruhi prilaku fans-nya.”

Khairul Anam juga menyesalkan publik figur lain yang tidak memberikan contoh yang baik bagi kalangan pelajar seperti politikus, aktivis, agamawan dan lain-lain.

Sebagai  sebuah organisasi penyiapan kader penerus bangsa yang memusuhi Narkoba, IPNU membentuk relawan Satria Anti-Narkoba di Gumiarti Camp, Bogor, pada tanggal 20 Mei 2012 lalu. Angkatan pertama berasal dari Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Jawa Tengah.

Untuk memantapkan pemahaman dan seluk-beluk Narkoba, IPNU bekerjasama Badan Narkotika Nasional, mengumpulkan mereka di gedung PBNU, Jakarta, Rabu (20/2) dan Kamis (21/2). Mereka mendapat pengetahuan “Sosialisasi pencegahan dan penyalahgunaan Narkoba,” dan “Peran teman sebaya dalam pencegahan penyalahgunaan Narkoba”. Juga pengetahuan tes urine, strategi penyuluhan.

 

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Cerita, Bahtsul Masail, Doa Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 21 November 2017

Rezeki Seret, Istighfar Biar Banyak

Aliran rezeki mengenal seret. Jalan apapun kalau sudah seret begini, maka diperlukan dorongan atau pelicin. Demi ketertiban dan kelancaran rezeki, lafal istighfar yang bisa dibaca sambil apa saja tanpa syarat sangatlah menolong. Artinya, tidak perlu repot mencari tips aneh-aneh apalagi datang ke siapa.

Demikian Syekh Abdul Wahhab As-Sya’roni dalam kitab Al-Minahus Saniyyah mengutip hadis Rasulullah SAW. Berikut kutipannya.

Rezeki Seret, Istighfar Biar Banyak (Sumber Gambar : Nu Online)
Rezeki Seret, Istighfar Biar Banyak (Sumber Gambar : Nu Online)

Rezeki Seret, Istighfar Biar Banyak

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja mengekalkan bacaan istighfar, niscaya Allah jadikan baginya sebuah jalan keluar di tengah kesempitan dan sebuah kelonggaran di tengah kesumpekan; dan Allah kucurkan rezeki kepadanya dari jalan yang ia tidak perhitungkan.”

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Memang istighfar bukan untuk kelancaran rezeki semata. Permohonan ampunan Allah itu sangat dianjurkan ketika manusia dalam keadaan tidak berdosa dan terlebih lagi kalau melakukan dosa. Mohon ampun usai berdosa, ini mestinya agar azab Allah tidak turun seperti bunyi firman-Nya.

? ? ? ? ? ?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Dan Allah SWT tidak akan mengazab mereka selagi mereka memohon ampunan-Nya.”

Tetapi istighfar kalau tidak berdosa, lebih didasarkan pada tindakan yang dicontohkan Rasulullah. Kendati mendapat jaminan ampunan dosa masa lalu dan masa depan, Nabi Muhammad SAW tetap saja beristighfar paling kurang 70 kali sehari. 

Namun demikian, istighfar sangat dituntut di pagi hari, petang, permulaan malam, dan malam tua. Tentunya tanpa harus menimbang rezeki seret atau tidak, terpeleset dalam dosa atau pun tidak.

Selain itu, istighfar perlu dibaca untuk meredam tinggi hati seseorang tiap kali selesai beramal saleh. Masih menurut Syekh Abdul Wahhab As-Sya’roni.

?? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ?.

“Arifun menyepakati anjuran istighfar usai beramal saleh. Dalam riwayat, para sahabat bercerita bahwa Rasulullah SAW beristighfar 3 kali tiap selepas sembahyang wajib. Maksudnya, menetapkan syariat istighfar usai beramal bagi umatnya sekaligus mengingatkan akan ketidaksempurnaan ibadah mereka.” Wallahu A’lam.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Bahtsul Masail, Kajian Sunnah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 20 November 2017

Khofifah: Tradisi "Menulis dari Kanan" Sudah Jarang

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Derasnya penjajahan smartphone atau gadget terhadap anak-anak zaman sekarang berimplikasi pada jarangnya "tradisi menulis dari kanan". Mereka lebih asik mengaplikasikan apapun termasuk menulis melalui gadget ketimbang belajar menulis Al-Qur’an lewat ngaji langsung kepada kiai maupun ustadz.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU) Hj Khofifah Indar Parawansa, Kamis (20/10) ketika memberikan pengarahan dalam Workshop Penguatan Materi Dakwah dan Kurikulum TPQ yang digelar PP Muslimat NU di Hotel Bintang Jakarta Pusat.

Khofifah: Tradisi Menulis dari Kanan Sudah Jarang (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah: Tradisi Menulis dari Kanan Sudah Jarang (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah: Tradisi "Menulis dari Kanan" Sudah Jarang

Berkurangnya tradisi menulis dari kanan bagi anak-anak zaman sekarang menjadi keprihatinan Muslimat NU untuk kemudian merancang buku penguatan materi dakwah dan kurikulum TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an).

“Menulis (dari kanan) itu tradisi, kalau bukan Muslimat NU yang sadar dan prihatin, siapa lagi,” tukas Menteri Sosial RI ini.

Perempuan kelahiran Surabaya 51 tahun yang lalu ini memberikan perumpamaan ketika ada seorang perempuan yang ingin membaca Al-Qur’an. Jika benar-benar ngaji, maka dia akan segera mengambil air wudhu dan menutup kepala dengan kerudung.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Jika sudah membacanya lewat gadget, kapan saja dan di mana saja akan dia lakukan walau tak punya wudhu dan menutup aurat,” terangnya.?

Khofifah bermaksud ingin menunjukkan bahwa tradisi luhur keagamaan yang mampu membawa manusia pada syariat yang benar dan santun tereduksi oleh teknologi bernama gadget, baik membaca maupun menulis Al-Qur’an.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sehingga menurutnya, Muslimat NU harus menjadi garda depan peneguh tradisi ngaji lewat lembaga-lembaga di bawah naungan Muslimat yang memang selama ini sudah aktif bergerak di tengah masyarakat, terutama bidang pendidikan (Yayasan Pendidikan Muslimat NU) dan dakwah (Himpunan Daiyah Muslimat NU).

Kegiatan workhsop ini dihadiri oleh para pengurus PP Muslimat NU. Sebelumnya, kegiatan yang terselenggara atas kerja sama Muslimat dengan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama ini dibuka oleh Sekretaris Ditjen Bimas Islam, H Muhammadiyah Amin. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Amalan, Halaqoh, Bahtsul Masail Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 18 November 2017

Mbah Gombol, Penasihat Pangeran Diponegoro

Syahdan, setelah Pangeran Diponegoro ditangkap oleh Belanda, beberapa sisa pasukannya menyebar ke berbagai penjuru. Diantaranya ada yang mengungsi ke wilayah Holing (Bahasa Cina), dalam bahasa jawa disebut Keling-Kalong. Ratusan pasukan tersebut dipimpin oleh Ki Ageng Gombol.

“Mbah Gombol, nama aslinya KH Hambali,” terang Riza Baihaqi, salah satu warga setempat, Sabtu lalu (6/7).

Di papan besar yang dipasang di dekat makam, tertulis bahwa Mbah Gombol berasal dari Bagelan Purworejo. Dia adalah penasehat Pangeran Diponegoro dan ahli strategi perang gerilya. Bersama ratusan pasukannya ia berjuang melawan Belanda.

Ki Ageng Gombol yang dikejar oleh pasukan Kompeni Belanda, akhirnya sampai di wilayah Holing. Di tempat itu, mereka kemudian membuka sebuah padepokan. Daerah yang sebagian besar masih berupa rawa-rawa seluas + 2 hektar  itu kemudian dikeringkan.

Mbah Gombol, Penasihat Pangeran Diponegoro (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Gombol, Penasihat Pangeran Diponegoro (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Gombol, Penasihat Pangeran Diponegoro

Selang beberapa bulan kemudian, tanah yang sudah kering dapat digunakan untuk membangun rumah dan berladang. Kemudian oleh Ki Ageng Gombol, tempat yang semula bernama Penatus itu diganti dengan nama Pekajangan, dinamakan seperti itu karena di daerah tersebut banyak ditumbuhi Pohon Kajang. Daerah ini sampai sekarang masuk dalam wilayah Kelurahan Pekajangan, Kedungwuni, Kab. Pekalongan.

Padepokan itu kemudian digunakan untuk tempat ibadah lima waktu dan ilmu kaweruh (santapan rohani) yang dipimpin oleh beberapa orang guru ngaji. Diantaranya ada yang dikenal dengan nama Raden Sitojoyo (Sutojoyo), Raden Gondang Winangun dan juga Raden Suryo Mentaram. Begitu pula dengan kesenian wayang kulit yang juga di uri-uri, juga ilmu silat dan ilmu kanuragan.

Tahun 1840 Masehi bulan Dzulhijah, Ki Ageng Gombol wafat. Beliau dimakamkan di dekat padepokan. Makamnya sempat terlupakan, karena seiring bergantinya generasi. Namun, setahun silam makam tersebut ditemukan kembali oleh tim dari Pesantren Nurul Huda Sragen. Makamnya kemudian dipindahkan di dekat makam lama, bersama dua pengikutnya, yakni Kiai Ageng Basyari (Mbah Sor Pring) dan Raden Mas Suryomentaram.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Setiap malam Jum’at Kliwon, biasanya di makam diadakan pengajian dan banyak peziarah datang” ungkap Baihaqi, yang mengaku masih termasuk keturunan Mbah Gombol itu. (Ajie Najmuddin/Red:Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pendidikan, Bahtsul Masail, Makam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 16 November 2017

Akhir Desember, PWNU Jatim Bedah Buku Khazanah Aswaja

Surabaya, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur awal bulan Desember lalu menerbitkan buku berjudul Khazanah Aswaja. Buku ini akan menjadi pedoman warga NU. Sejak pertama terbit baru kali ini akan diadakan bedah buku oleh Aswaja NU Center PWNU Jatim pada 25 Desember 2016.

"Bedah buku nantinya akan dikonsep untuk umum dan gratis. Kami juga akan mengundang semua cabang Aswaja NU Center se-Jatim untuk rapat koordinasi setelah acara bedah buku," kata Ketua Panitia Bedah Buku Wahyu.

Akhir Desember, PWNU Jatim Bedah Buku Khazanah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhir Desember, PWNU Jatim Bedah Buku Khazanah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Akhir Desember, PWNU Jatim Bedah Buku Khazanah Aswaja

Acara akan dilaksanakan di ruang Kertoraharjo, Gedung PWNU Jatim di Jalan Masjid Al-Akbar Timur Nomor 9 Surabaya. Fasilitas yang diterima oleh peserta di antaranya snack dan soft drink. "Selain itu ada diskon khusus selama acara berlangsung," kata Wahyu saat ditemui setelah rapat koordinasi dengan seluruh panitia (20/12).

Buku ini menjelaskan secara lengkap ajaran Aswaja mulai dari Mafahim Aswaja, Aqidah Aswaja, fikih Aswaja, tasawuf Aswaja, dan kelompok aliran dalam sejarah umat Islam. "Buku kedua ini ditulis oleh tim yang diketuai KH Abdurrahman Navis," kata pria yang juga koordinator Uswah Aswaja Center PWNU Jatim ini.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Bedah buku ini dilaksanakan agar warga NU kembali menguatkan pemahaman Ahlussunnah wal Jamaah. "Pemahaman tentang ke-Aswajaan akan disampaikan oleh KH Abdurrahman Navis dan pembanding dari bedah buku adalah Ketua LP Maarif NU Jatim Prof Abdul Haris," jelas Wahyu.

Pendaftaran sudah dibuka hingga hari H. Pendaftaran bisa dilakukan melalui http://s.id/aswajanucenter atau bisa menghubungi nomer 081553001926 atau 085768154629 (Wahyu). (Rof Maulana/Alhafiz K)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Makam, Hikmah, Bahtsul Masail Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 07 November 2017

Saat Menag Sampaikan Pesan Jokowi di Kongres Pergunu

Mojokerto, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Agama RI membuka Kongres Kedua Persatuan Guru NU di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (27/10). Kehadiran Lukman mewakili Presiden Joko Widodo lantaran urung hadir karena padatnya jadwal kenegaraan.

Dalam sambutannya Lukman mengatakan, Presiden menyampaikan salam kepada para pendidik anak negeri dan terima kasih telah membantu pemerintah dalam mencerdaskan anak bangsa.

Saat Menag Sampaikan Pesan Jokowi di Kongres Pergunu (Sumber Gambar : Nu Online)
Saat Menag Sampaikan Pesan Jokowi di Kongres Pergunu (Sumber Gambar : Nu Online)

Saat Menag Sampaikan Pesan Jokowi di Kongres Pergunu

"Saat saya menerima tugas dari Mensesneg, saya tanya apakah ada teks dari Bapak yang bisa saya bacakan? Tidak ada," kata Lukman mengawali sambutannya. Tanpa menyerah putra KH Saifuddin Zuhri ini bertanya lagi apakah ada pesan khusus dari Presiden yang harus saya sampaikan?

"Presiden melalui Whatsapp mengatakan Bapak Menteri lebih tahu daripada saya," kata Lukman disambut tawa para hadirin.

Namun bukannya senang, menurut Lukman ini beban baginya karena harus menyampaikan atas nama Presiden. (Rof Maulana/Fathoni)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Bahtsul Masail Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 31 Oktober 2017

NU Sesungguhnya ada di Ranting

Cirebon, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. NU merupakan gerakan keumatan. Kekuatan NU dalam arti sesungguhnya tidak terletak di tingkat pengurus besar (PB) atau pengurus wilayah (PW), melainkan berada di ranting dan kelompok anak ranting (KAR).

Begitu pandangan Rais Syuriah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi dalam perbincangan dengan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan di Pesantren Kempek, Cirebon, Senin.

NU Sesungguhnya ada di Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Sesungguhnya ada di Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Sesungguhnya ada di Ranting

“Kita harus merubah cara pandang yang salah. Selama ini kita selalu menilai kekuatan NU berada di tingkat PB, PW hingga PC. Padahal kekuatan NU seungguhnya justru dari PC ke bawah, yakni mulai MWC, ranting hingga kelompok anak ranting,” papar Masdar.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Masdar mengatakan, struktur organisasi NU berbeda dengan negara. Pasalnya NU merupakan gerakan keumatan atau civil society, yang kekuatan dilihat secara langsung dalam kehidupan di tengah masyarakat. Karenanya, penggerak NU harus bersinggungan secara langsung dengan umat di bawah.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pada Muktamar ke-32 di Makassar 2010, lanjut Masdar Farid Mas’udi, NU telah mendefenisi ulang tentang struktur organisasi dengan memasukkan masjid sebagai bagian  integral dari jenjang kepengurusan mulai level kelompok anak ranting, ranting, majelis wakil cabang hingga level teratas.

“Gerakan keumatan NU harus berbasis masjid, karena masjid menjadi tempat berkumpul umat sepanjang waktu. Hanya dengan masjid kita bisa mengidentifikasi mana orang NU dan mana yang bukan NU,” kata Masdar.

Saat memberikan arahan kepada para peserta pertemuan alumni dan penggerak Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU Luar Negeri yang mengikuti Munas dan Konbes 2012 di Pesantren Kempek, Masdar menekankan betapa pentingnya posisi masjid sebagai pusat strategis gerakan keumatan NU.

“Saya mengajak kawan-kawan PCI NU untuk ambil bagian langsung dalam memperkuat gerakan keumatan NU dengan terjun langsung di tengah masyarakat. Kelompok anak ranting, ranting, dan majelis wakil cabang harus diisi kader-kader tangguh yang berkualitas,” ujarnya.

Dalam konteks itu, sambung Masdar, peran yang harus diperkuat oleh NU di level anak ranting, ranting, hingga majelis wakil cabang. “Mindsetnya jangan dibalik dengan mengedepankan PB, PW atau PC. Kalau itu yang dikedepankan, NU akan menjadi organisasi tanpa umat, sehingga setiap instruksi yang disampaikan tidak pernah didengar,” terangnya.

Masdar berkeyakinan, bila orientasi gerakan keumatan NU diperkuat di lapis terbawah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, keberadaan NU akan semakin kuat dan mengakar. NU akan memiliki barisan pengikut yang terstruktur dengan baik, solid dan kompak.

Kekuatan di tingkat akar rumput tersebut secara otomatis akan mempengaruhi peran dan posisi tawar NU pada kancah lokal maupun nasional. Dengan demikian, program apa pun yang digagas NU akan terlaksana dengan baik berkat kokohnya struktur organisasi mulai level terbawah hingga teratas.

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Ahmad Fahir

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan AlaSantri, Bahtsul Masail Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 28 Oktober 2017

Pengurus Majelis Syatariyah Kecamatan di Padangpariaman Dilantik

Padangpariaman, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pengurus Majelis Zikir Syatariah (MAZIS) untuk tingkat kecamatan dilantik di Nagari Toboh Gadang, kecamatan Sintuak Toboh Gadang, Padangpariaman, Sabtu (14/6). Pelantikan ini disaksikan langsung pengurus dan jamaah Syatariah di Padangpariaman.

Pengurus Majelis Syatariyah Kecamatan di Padangpariaman Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Majelis Syatariyah Kecamatan di Padangpariaman Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Majelis Syatariyah Kecamatan di Padangpariaman Dilantik

Pengurus MAZIS yang dilantik berasal dari kecamatan Sintuak Tobohgadang, Batang Anai, Ulakan Tapakih, Sungailimau, IV Koto Auamalintang  dan kecamatan V Koto Timur.

Tampak hadir dalam pelantikan Kepala Kemenag Padangpariaman Masrican, Ketua MUI Padangpariaman Zainal Tuanku Mudo, Anggota DPRD Padangpariaman Zulhelmi Tuanku Sidi, Muspika Kecamatan Sintuak, pengurus dan jamaah MAZIS di Padangpariaman.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Kami merasa bahagia dengan pelantikan pengurus kecamatan MAZIS ini. Karena akan makin bertambah kegiatan keagamaan Islam dengan berzikir yang diadakan MAZIS,” kata Masrican yang pernah menjadi Sekretaris PCNU Padangpariaman.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Masrican menambahkan, selama ini kegiatan zikir sudah berjalan namun tidak melalui organisasi sehingga kurang sukses. Dengan MAZIS, kegiatan zikir ke depan lebih terprogram dan terorganisir dengan baik untuk mewujudkan ketenangan diri dan batin umat.

“Dengan MAZIS  di kecamatan, pengurus yang sudah dilantik dapat bermusyawarah dan mengembangkan kegiatan zikir di nagari dan kecamatan masing-masing,” kata Masrican lagi.

Ketua MAZIS Padangpariaman Syafri Tuanku Imam Sutan Sari Alam menyebutkan, masuk MAZIS silakan dari mana saja. Kita tidak membatasi, silakan bergabung sejauh menyetujui anggaran dasar dan anggaran rumah tangga MAZIS.

“Melalui zikir ini, yang akan diisi adalah hati dan sekaligus mensyiarkan agama Islam,” kata Syafri Tuanku Imam yang juga Katib PCNU Padangpariaman ini.

Dikatakan Syafri Tuanku Imam, kegiatan MAZIS sudah dimulai tahun 2005. Kegiatan zikir diadakan di nagari dan di kecamatan. Pada 12 Maret 2012 MAZIS terdaftar di Kantor Kesbanglinmaspol Padangpariaman. Sehingga, keberadaan MAZIS secara legal formal sudah diakui di Padangpariaman. (Armaidi Tanjung/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Meme Islam, Bahtsul Masail, Lomba Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sambut Resolusi Jihad, NU Jatim Adakan Lomba Sastra

Surabaya, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Sejumlah lomba dalam rangkaian Hari Santri? sekaligus peringatan Resolusi Jihad pada 22 Oktober mendatang akan digelar oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur.

"Lomba yang dapat diikuti adalah cipta dan baca puisi, cipta dan baca pantun serta penulisan esai kebudayaan," kata Ketua Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia (Lesbumi) PWNU Jatim Nonot Sukrasmono, Rabu (12/10). Sedangkan tema besar lomba adalah "Merajut Kebhinnekaan, Menjaga Kedaulatan Indonesia".

Sambut Resolusi Jihad, NU Jatim Adakan Lomba Sastra (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Resolusi Jihad, NU Jatim Adakan Lomba Sastra (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Resolusi Jihad, NU Jatim Adakan Lomba Sastra

Dalam penjelasannya, lomba ini akan melewati sejumlah tahapan. "Tahap penyisihan dilaksanakan di 4 zona," terang Nonot, sapaan akrabnya. Zona 1 dipusatkan di PCNU Kabupaten Situbondo dengan tanggal pelaksanaan 13 Oktober.

"Untuk zona 2 akan dipusatkan di PCNU Kabupaten Malang dan dilaksanakan 16 Oktober," jelasnya. Sedangkan zona 3 akan dilaksanakan di PCNU Kota Kediri, bersamaan dengan pelaksanaan di zona 2. Dan untuk zona 4 dilaksanakan 20 Oktober di PCNU Kab Bangkalan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Nantinya, tiga peserta terbaik untuk setiap lomba dari masing-masing zona berhak mengikuti babak final yang akan digelar Sabtu, 22 Oktober 2016 di Kantor PWNU Jawa Timur," katanya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Lebih lanjut, Nonot menjelaskan bahwa para peminat lomba harus mengetahui aturan yang ditentukan panitia. "Yang pasti, seluruh karya yang diikutkan lomba adalah buatan sendiri bukan jiplakan," katanya.? Untuk pantun minimal 9 bait, dan puisi minimal 45 kata. Nantinya, pantun dan puisi dibuat dan dibaca sendiri, lanjutnya.

Untuk lomba esai, panjang tulisan antara 800 hingga 1000 karakter. "Sedangkan untuk lomba orasi kebangsaan, peserta harus? menyerahkan abstraksi pokok pikiran sebanyak 2 paragraf," jelasnya.

"Ini saatnya mengekspresikan kesantrian sekaligus membuktikan nasionalisme," katanya. Karenanya peserta dapat segera mendaftar melalui PCNU terdekat di wilayah Jatim. "Nantinya peserta akan memperebutkan hadiah menarik dari PWNU dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur," pungkasnya. Informasi lebih lengkap dapat menghubungi call center panitia, di nomor 0822 3202 0447. (Ibnu Nawawi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Jadwal Kajian, Bahtsul Masail Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock