Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan

Jumat, 26 Januari 2018

Dosa Pelaku Bunuh Diri, Apakah Kekal di Neraka? (1)

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Di beberapa media, baik cetak maupun elektronik kita beberapa kali menemukan berita tentang orang-orang yang melakukan bunuh diri. Mereka melakukan bunuh diri karena biasanya ada masalah yang dirasa berat. Tindakan bunuh jelas merupakan perbuatan yang keliru dan termasuk dosa besar. Yang ingin kami tanyakan pertama adalah apakah pelaku bunuh diri kekal di neraka? Pertanyaan yang kedua, apakah orang yang mati karena bunuh diri tidak dishalati? Demikian pertanyaan yang kami ajukan, atas jawabannya kami ucapkan terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Ardan/Jakarta)

Dosa Pelaku Bunuh Diri, Apakah Kekal di Neraka? (1) (Sumber Gambar : Nu Online)
Dosa Pelaku Bunuh Diri, Apakah Kekal di Neraka? (1) (Sumber Gambar : Nu Online)

Dosa Pelaku Bunuh Diri, Apakah Kekal di Neraka? (1)

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. Ada dua pertanyaan diajukan kepada kami yang terkait dengan soal bunuh diri. Pertama mengenai apakah orang yang mati karena bunuh diri kelak di neraka apa tidak. Sedang yang kedua, apakah ia dishalati apa tidak.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dalam kesempatan ini kami akan mencoba untuk menjawab pertanyaan pertama terlebih dahulu. Sedang untuk pertanyaan kedua, insya Allah akan kami jawab dalam kesempatan lain.

Setiap orang yang hidup di dunia sudah barang tentu akan mengalami masalah dalam kehidupannya. Ada yang ringan ada pula yang berat. Yang menjadi persoalan adalah ketika manusia menghadapi suatu masalah yang dianggapnya berat sehingga acapkali merasa tidak kuat memikul beban tersebut. Akhirnya mengambil tindakan keliru dengan cara bunuh diri karena menganggap bunuh diri sebagai solusi terbaik untuk melepaskan impitan masalah yang menimpanya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Tindakan bunuh diri jelas tidak dengan serta merta menyelesaikan masalah. Dalam pandangan Islam tindakan tersebut adalah tindakan yang diharamkan dan masuk kategori dosa besar.

Logika sederhana pelarangan ini adalah bahwa nyawa adalah milik Allah sehingga kita tidak memiliki hak apapun atas nyawa kita. Sedangkan dosa orang yang melakukan bunuh diri lebih besar dibandingkan membunuh orang lain, sebagaimana yang kami pahami dari keterangan yang terdapat dalam kitab Al-Mawsu’atul Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Sungguh orang yang melakukan bunuh diri dosanya lebih besar dibanding orang yang membunuh orang lain,” (Lihat Al-Mawsu’atul Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah, Kuwait-Darus Salasil, juz III, halaman 239).

Lantas jika dosa membunuh orang lain dikategorikan sebagai dosa besar, sedangkan dosa membunuh diri sendiri dianggap lebih besar lagi, apakah orang yang mati bunuh diri akan kekal di neraka? Untuk menjawab pertanyaan ini maka kami akan menyuguhkan salah satu hadits Nabi saw riwayat Muslim berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Barangsiapa yang bunuh diri dengan besi, maka besi yang tergenggam di tangannya akan selalu ia arahkan untuk menikam perutnya dalam neraka Jahanam secara terus-menerus dan ia kekal di dalamnya. Barangsiapa yang bunuh diri dengan cara meminum racun maka ia akan selalu menghirupnya di neraka Jahannam dan ia kekal di dalamnya. Barangsiapa yang bunuh diri dengan cara terjun dari atas gunung, maka ia akan selalu terjun ke neraka Jahanam dan dia kekal di dalamnya,” (HR Muslim).

Secara tekstualis hadits di atas jelas menyatakan bahwa orang yang mati karena melakukan bunuh diri akan masuk neraka dan kekal di dalamnya. Hal ini sebagai balasan atas tindakan bodohnya. Tetapi apakah maksud hadits ini sesuai dengan makna tersuratnya atau tekstualisnya?

Muhyiddin Syaraf An-Nawawi dalam kitab Syarah Muslim-nya menghadirkan beberapa pandangan yang mencoba untuk menjelasakan maksud dari sabda Rasulullah SAW tentang kekekalan di neraka bagi orang mati karena bunuh diri.

Pertama, bahwa maksud dari ia (orang yang mati karena bunuh diri) kekal di dalam neraka adalah apabila ia menganggap bahwa melakukan tindakan bunuh diri tersebut adalah halal padahal ia tahu bahwa bunuh diri itu adalah haram. Karena itu maka tindakan menganggap halal bunuh diri menyebabkan ia menjadi kafir.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Adapun sabda Rasulullah SAW; ‘maka ia kekal selama-lamanya di dalam neraka Jahanam’, maka dalam hal ini dikatakan ada beberapa pandangan. Pertama, sabda ini mesti dipahami dalam konteks orang yang mati karena bunuh diri dan menganggap bahwa tindakan bunuh diri adalah halal padahal ia tahu bahwa bunuh diri itu haram. Maka hal ini menjadikannya kafir dan kekal di dalam neraka sebagai siksaan baginya (karena melakukan tindakan bunuh diri, pent),” (Lihat Muhyiddin Syaraf An-Nawawi, Al-Minhaj Syarhu Shahih Muslim bin al-Hajjaj, Beirut, Daru Ihya`it Turats Al-‘Arabiy, cet ke-2, 1392, juz II, halaman 125).

Kedua, menyatakan bahwa yang dimaksud dengan kekal di dalam neraka adalah ia menghuni neraka dalam waktu yang cukup lama dan panjang. Pandangan ini mengandaikan bahwa ia kekal di neraka bukan diartikan secara hakiki sebagai kekal selamanya di neraka, tetapi dalam pengertian yang bersifat majazi. Hal ini seperti pernyataan, ‘khalladallahu mulkas sulthan’, (Semoga Allah kekalkan kekuasaan sultan).

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Kedua, apa yang dimaksud dengan kekal di dalam neraka adalah durasi waktu menetap di dalam neraka, bukan kekal dalam arti sesungguhnya, sebagaimana dikatakan ‘khalladallahu mulkas sulthan’ (Semoga Allah kekalkan kekuasaan sultan),” (Lihat Muhyiddin Syaraf Nawawi, Al-Minhaj Syarhu Shahih Muslim bin al-Hajjaj, juz II, halaman 125).

Ketiga, menyatakan bahwa kekekalan di dalam neraka adalah sebagai balasan bagi orang yang mati karena bunuh diri, tetapi Allah SWT bermurah hati sehingga kemudian memberi tahu bahwa orang yang mati dalam keadaan sebagai Muslim tidak kekal di dalam neraka.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Ketiga, bahwa kekekalan di dalam neraka adalah balasan atas perbuatannya, akan tetapi Allah SWT bermurah hati sehingga kemudian Dia mengabarkan bahwa sesungguhnya orang yang mati dalam keadaan sebagai Muslim tidak kekal di dalam neraka,” (Lihat Muhyiddin Syaraf An-Nawawi, Al-Minhaj Syarhu Shahih Muslim bin Al-Hajjaj, juz II, halaman 125).

Dari ketiga pandangan tersebut, maka kesimpulan kami adalah selama orang yang bunuh diri tersebut masih sebagai orang Muslim maka ia tidak kekal di neraka, tetapi kendati demikian ia akan mendekam dalam neraka dalam waktu yang sangat panjang.

Lain halnya, apabila ia melakukan bunuh dirinya karena mengalalkannya padahal ia tahu bahwa hal itu diharamkan maka ia kekal di dalam neraka. Sebab, konsekuensi dari menghalalkan yang haram (bunuh diri) menyebabkan ia menjadi kafir sebagaimana yang kami pahami dari pandangan pertama yang dihadirkan oleh An-Nawawi di atas.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu alaikum wr. wb.


(Mahbub Maafi Ramdlan)Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan IMNU, AlaNu Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 25 Januari 2018

Kiai FKPM Bahas Penyempurnaan PMA Pesantren

Pacitan, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Para kiai pengasuh pesantren yang tergabung dalam wadah FKPM (Forum Komunikasi Pesantren Muadalah) mengadakan acara silaturahmi dan rapat di Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan Jawa Timur, Jum’at (25/10) malam.

Mereka membahas tentang penyempurnaan formula PMA (Peraturan Menteri Agama) tentang penyetaraan (Mu’adalah) jenjang pendidikan pondok pesantren Salafiyah (Salaf) dan Ashriyah (Modren).

Kiai FKPM Bahas Penyempurnaan PMA Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai FKPM Bahas Penyempurnaan PMA Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai FKPM Bahas Penyempurnaan PMA Pesantren

Ketua FKPM KH Amal Fathullah Zarkasyi berharap agar formula yang dibahas pada rapat kali ini bisa diperbaharui sehingga menjadi bahan utama untuk diajukan kembali ke Kementerian Agama RI dan Departemen Pendidikan Nasional.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pembahasan pada rapat FKPM terkait dengan kurikulum Salafiyah dan Ashriyah, fungsi pesantren, status, jenis, syarat pendirian serta kelulusan, dan ijazah. Harapan besarnya, pembaharuan itu bisa menyetarakan status pondok pesantren Salafiyah dan Ashriyah termasuk alumni-alumninya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Tremas KH Luqman Harist Dimyathi menyampaikan, masih ada beberapa alumni pesantren yang tidak bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi karena ? ijazah mereka belum diakui pemerintah.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Karena itu, kata KH Luqman, FKPM berencana akan mengadakan MoU dengan para Gubernur dan para Rektor Se-Indonesia untuk menyosialisasikan status lulusan pesantren mu’adalah yang telah diakui Pemerintah sejak tahun 2006 silam.

Peserta PMA ialah para kiai perwakilan 30 pondok-pondok pesantren Salafiyah dan Ashriyah terkemuka di Indonesia. Di antaranya adalah Pondok Tremas Pacitan, Pondok Modren Gontor, Pesantren Tebuireng Jombang, Pesantren Langitan Tuban, Pesantren Mathali’ul Falah Kajen, Pati, Pesantren API Tegalrejo Magelang, Pesantren Al Amien Prenduan, Pesantren Lirboyo Kediri, Pesantren Ploso Kediri, Pesantren Al-Ikhlas Kuningan, Pesantren Darunnajah Jakarta, Pesantren Ta’mirul Islam Solo, dan Pesantren Al Munawwir Krapyak Yogyakarta. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan AlaNu Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 19 Januari 2018

Ikuti, Pelatihan Gratis IT Aswaja di Solo!

Solo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Aswaja IT Developer (www.AswajaCenter.com) di bawah bimbingan Habib Naufal bin Muhammad Alaydrus akan menggelar pelatihan Audio Video Streaming pada Ahad, 15 September 2013, pukul 09.00 WIB-selesai.

Dalam acara yang akan diselenggarakan di markas Majelis Ilmu dan Dzikir Ar-Raudhoh tersebut, peserta akan dilatih cara menyiarkan majelis atau kajian Aswaja melalui radio atau tv internet.

Ikuti, Pelatihan Gratis IT Aswaja di Solo! (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikuti, Pelatihan Gratis IT Aswaja di Solo! (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikuti, Pelatihan Gratis IT Aswaja di Solo!

Untuk mengikuti pelatihan IT (information and Technology) ini, calon peserta tidak dipungut biaya. Calon peserta cukup mendaftarkan diri kepada panitia. Setelah mendaftar dan mendapatkan konfirmasi dari panitia, peserta dapat langsung menuju lokasi acara, 15 September nanti, di di Jalan Dewutan, No. 112 Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sebagaimana tertera dalam selebaran undangan terbuka, demi kelancaran pelatihan, panitia mengharapkan peserta membawa sejumlah perlengkapan sendiri, seperti alat tulis, laptop dan modem sehingga materi pelatihan dapat langsung diaplikasikan.

Untuk registrasi, calon peserta dapat menghubungi Mas Ozzy di 0881275799 atau Mas Seto di 081904546299. (Pekik Nursasongko/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan AlaNu Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 13 Januari 2018

Wawancara dengan Ketua Umum PBNU KH. Hasyim Muzadi tentang Amandemen UUD

Amendemen UUD 1945 yang diketok palu MPR pada 2002 lalu menimbulkan sejumlah persoalan krusial. Bukan saja pada kenyataan bahwa UUD kita dengan mudahnya dirubah untuk memenuhi keinginan segelintir orang pintar, namun berbagai tata politik-ekonomi juga ikut berubah secara radikal. Satu sisi perubahan itu adalah bagian dari perjalanan bernegara Indonesia menuju sebuah kemakmuran sejati, namun perlu diperiksa ulang bukankah justru perubahan itu malah menyebabkan keterpurukan bangsa Indonesia semakin meradang saja. Berikut wawancara Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan Ketua Umum PBNU KH. Hasyim Muzadi di Lt. 3 Kantor. PBNU, Jakarta, pada tanggal 3 dan 5 Agustus 2006 lalu.

NAHDLATUL ULAMA membuat Maklumat dalam Munas dan Konbes di Surabaya yang isinya bahwa NU meneguhkan kembali komitmen kebangsaannya untuk mempertahankan dan mengembangkan Pancasila dan UUD 1945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). UUD 45 yang mana?

UUD 45 yang dimaksud adalah yang setelah amandemen.Tapi perlu direview apakah amandemen itu memang kebutuhan yang mendesak dan tidak terelakkan apakah baru merupakan kemauan-kemauan yang diakomodasi karena di setiap negera pasti dalam kurun tertentu ada perubahan, tapi sebatas kebutuhan yang mendesak, nah perlu direview apakah kebutuan mendesak atau lebih dri itu. Misalnya, UUD 45 dianggap terlalu ketat sehingga kekuasan utama berada berada di bawah eksekutif dimana yang lain-lain itu menjadi di bawah eksekutif kemudian menjadikan pemerintahan yang sentralistik, kemudian UUD 45 dikritisi.

Namun (amandemen itu) perlu direview sebenarnya kesalahan terletak pada UUD atau aturan per UU-an sebagai pelaksana dari UU. Sekarang contohnya begini, mengapa Pak Harto terpilih selama 6 kali itu apakah kerena UUD atau UU politiknya itu, dimana ketika itu DPR plus daerah adalah MPR, lembaga tertinggi, dimana terkooptasi oleh kekuatan eksekutif dengan masuknya tentara dan tentara ini kemudian bikin Golkar, nah kemudian bersatu dengan PNS (Korpri) baru masyarakat sebagai alat legalisasi.

Wawancara dengan Ketua Umum PBNU KH. Hasyim Muzadi tentang Amandemen UUD (Sumber Gambar : Nu Online)
Wawancara dengan Ketua Umum PBNU KH. Hasyim Muzadi tentang Amandemen UUD (Sumber Gambar : Nu Online)

Wawancara dengan Ketua Umum PBNU KH. Hasyim Muzadi tentang Amandemen UUD

Nah dalam kondisi semacam itu pasti deh presiden bisa semaunya sendiri, nah ini dulu sentralisme itu disebabkan karena UU atau UUD, karena dulu waktu Bung Karno ya tetep UUD 45 tapi jadinya revolusi, ada nasakom, lalu ganti pak harto yang menerapkan UUD secara murni dan konsekuen jadinya sentralisasi militerisasi dan sebagainya, ini sebenarnya kesalahannya dimana.

Itu mengenai masalah pemerintahan. Mengenai masalah HAM apakah ham ini kesalahan dari UUD ataukah aturan per-uu-an, kalau hanya aturan per-uu-an sebenarnya bisa dibuat oleh DPR.

Mungkin yang harus diamandemen adalah lembaga tertinggi, ini memang tencantum di dalam UUD 45 jadi bahwa lembaga tertinggi memilih presiden, masalahnya presiden bisa nggak mengkooptasi lembaga tertinggi, itu sangat tergantung pada UU pemilu dan UU politik. Itu kalau bicara tentang UUD 45 dan amandemen. Jadi kita tidak apriori menolak amandemen, tapi juga tidak apriori menyetujui semuanya. Jadi istilah saya perlu perenuangan kembali.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kuncinya dimana?

Apakah dengan amandemen itu sistem UU kita sekarang menjamin persatuan dan produktifiatas, kuncinya di situ. Apa tambah ruwet? Karena banyak lembaga ini anu; komisi ini komisi itu, sehingga tidak jelas. Kalau itu yang terjadi, sistem kita mengunci, sehingga kalau ada apa-apa tidak jelas siapa yang bertanggung jawab.

Nah negara yang sedang berkembang tidak cocok dengan stelsel semacam itu. Yang simpel mudah tapi punya leadership yang jujur, nah yang jujur itu tidak ada, karena yang tidak jujur lahirkan produk-produk peuuan yang hanya lahirkan justifikasi kekuasaaan. Yang saya ceritakan ini masa orba. Nah sekarang kakuasaan itu dibagi sekian banyak sehingga tidak jelas pintu mana penguasa itu sebetulnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sekarang sesuatu sudah diputuskan oleh DPR masih bisa direview oleh Mahkamah Konstitusi (MK), lalu ada Komisi Yudisial (KY, nah sementara ada KPK, nah posisi ini dilihat dari struktur koordinatif dengan Polri dengan Jaksa bagaimana, sekarang ada KPK yang menangkap orang tetapi tidak memutusi orang itu, yang memutisi adalah pengadilan, padahal dalam struktur pengadilan yang belum bersih tidak bisa untuk membawa misi KPK itu, sementara ini sudah terpisah dengan eksekutif, jadi ada pemisahan-pemisahan yang tidak bisa dikoordinasikan sekarang.

Nah pertanyaan selanjutnya yang dimaksud di sini perenungan kembali adalah apakah dengan sistim ini menjamin 1)persatuan bangsa, 2)kwalitas bangsa 3)produktifitas bangsa. Apakah kita akan mubazir terus dalam keterombang-ambingan.

Itu tadi yang sistem, nah kemudian sistem ini melahirkan kepemimpinan, nah kepemimpinan tentu tidak bisa pede jug

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pertandingan, Ulama, AlaNu Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 12 Januari 2018

Kotak Amal Gus Dur untuk Bantu Daerah Kekeringan

Jombang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Infaq shodakoh dari kotak amal Gus Dur tidak hanya dinikmati warga sekitar PP Tebuireng Diwek. Kotak amal yang dikelola Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) mengalir hingga Desa Banyuasin Ngusikan.

Banyuasin merupakan daerah di Utara Brantas Jombang, kini sedang dilanda kekeringan dan kesulitan air bersih untuk kebutuhan minum dan mandi.

Kotak Amal Gus Dur untuk Bantu Daerah Kekeringan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kotak Amal Gus Dur untuk Bantu Daerah Kekeringan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kotak Amal Gus Dur untuk Bantu Daerah Kekeringan

Dari kotak amal yang berada di areal makam Gus Dur ini, Rabu (26/9) kemarin LSPT mengirimkan sebanyak 4 tangki air bersih serta sekitar 1000 air mineral, untuk warga membantu kebutuhan warga.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Kita juga menyalurkan bantuan uang sebesar Rp 5 juta dari donator LSPT untuk biaya pengeboran di sana. Karena mereka memang sangat membutuhkan, selama ini mengalamai kekeringan dan butuh air bersih," ujar Lukman Hakim Panitia Peringatan 1000 hari Wafatnya Gus Dur mengatakan.

Kegiatan pengiriman air bersih dan bantuan modal pengeboran ini merupakan rentetan kegiatan acara Peringatan 1000 hari wafatnya Gus Dur yang digelar PP Tebuireng Jombang. disamping pengajian yang menghadirkan KH Maimun Zubair, KH Tholhah Hasan, KH Nizam pelantun dan pencipta Syiir Tanpo Waton. Kegiatan lain yakni parade Barongsai dan bedah pemikiran Gus Dur.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Warga yang mengetahui, ada bantuan air bersih langsung menyerbu berebut. Terlihat dengan berbekal timba dan jirigen perempuan, laki laki bahkan anak kecil berebut kiriman air dari tebuireng ini.?

"Alhamdulillah ada kiriman lagi, ini sangat membantu warga sini untuk kebutuhan masak dan minum," ujar supini yang mengaku sudah 3 bulan kondisi kekeringan dialami warga Banyuasin.

Tini warga Banyuasin Ngusikan mengatakan warga terpaksa berebut air bersih kiriman dari PP Tebuireng Jombang, khawatir tidak kebagian. Karena air bersih sangat dibutuhkan warga untuk memenuhi kebutuhan konsumsi makan dan minum mandi.?

”Khawatir tidak kebagian, terpaksa harus berebut,” ujarnya mengatakan.

Selama ini, warga setempat mengandalkan sumber air sungai yang melintas di desanya. Namun sejak kemarau panjang, sumber air sungai sudah tidak layak lagi digunakan.?

”Mau bagaimana lagi, memang airnya kering, kita kekurangan air bersih terutama untuk minum dan masak,” tandas perempuan paruh baya ini mengatakan.

Sementara Camat Ngusikan, Muhdlor mengakui bahwa daerah Banyuasin memang mengalami kesulitan air bersih. Karena sumber air yang biasa digunakan telah mongering. ”Tepatnya di Dusun Kromong Desa Banyuasin, penduduknya sekitar 300 KK,” ujarnya dihubungi melalui telpon.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan AlaNu Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 09 Januari 2018

IPNU Kota Surabaya Genjot Data Potensi Kader

Surabaya, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan -

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama atau PC IPNU Kota Surabaya terus mengintensifkan kunjungan ke kepengurusan di bawahnya. Sabtu (23/12) ini, mereka menyapa Pimpinan Anak Cabang (PAC) di kawasan Simokerto.

Kegiatan yang bertajuk Kader Care bertujuan mendiskusikan secara langsung kondisi kader IPNU yang ada di wilayah tersebut. Acara dilangsungkan di Aula Masjid Cungkup dan merupakan kegiatan kelima setelah acara serupa yang menyapa kawasan kampus serta PAC Gunung Anyar.

IPNU Kota Surabaya Genjot Data Potensi Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Kota Surabaya Genjot Data Potensi Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Kota Surabaya Genjot Data Potensi Kader

Ketua IPNU Kota Surabaya, Achnaf al-Ashbahani mengemukakan aktifitas ini sebagai sarana melihat langsung kondisi terkini para kader yang ada di kecamatan. “Selanjutnya bisa didata secara langsung melalui database online yang telah dibuat,” katanya. 

Setelah ada kepastian terkait data anggota dan pengurus sekaligus potensi yang dimiliki, nantinya akan digunakan untuk berbagai kegiatan yang mendukung data tersebut. “Ketika ada kegiatan entah itu di tingkat provinsi atau nasional, kita punya bukti kongkrit,” katanya di hadapan peserta.

Pendapat lain disampaikan Amirul Mukminin sebagai penanggungjawab bidang kaderisasi. "Saya dipasrahi bidang pengembangan organisasi untuk juga membahas tentang kondisi organisaai,” katanya. Diharapkan nantinya semua kader IPNU bisa beraktivitas di masjid sehingga secara perlahan bisa menggaet kader dari para remaja di sana, lanjutnya.

Menurutnya, kondisi di kawasan ini sangat potensial untuk dimasuki kader dan nahdliyin. Hal tersebut sangat penting dalam upaya kian memperkokoh akidah Aswaja di kalangan aktifis dan keluarga besar masjid. 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Ketua IPNU Kota Surabaya, Achnaf Al Ashbahani, Wakil Ketua II, Amirul Mukminin, bendahara yakni Abdul Mujib, serta wakil bendahara M Ichwanul Arifin. Selain itu hadir pula para kader PAC IPNU dan IPPNU Kecamatan Simokerto serta kader dari kepengurusan Ranting.

Kader care yang dimulai dengan pembacaan shalawat Nabi tersebut diakhiri diskusi dan perbincangan secara santai.  (Hisam Malik/Ibnu Nawawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan AlaNu Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 04 Januari 2018

Gus Dur-Kiai Faqih Kumpulkan Kiai di Tempat Berbeda

Surabaya, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ketua Umum Dewan Syuro DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan ulama sepuh/senior KH Abdullah Faqih (pengasuh Pesantren Langitan, Tuban), mengumpulkan kiai di tempat yang berbeda.

"Gus Dur akan bertemu sekitar 17.000 ribu lebih kiai/ulama dan tokoh masyarakat dalam Majelis Silaturrahmi Ulama Rakyat (MaSURa) di Masjid Ampel Surabaya pada 1 April," ujar koordinator panitia MaSURa Jatim, M Mas’ud Adnan, di Surabaya, Jumat.

Sementara itu, kiai Faqih bersama 16 ulama/kiai sepuh lainnya, akan mendeklarasikan kelahiran Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) di Pesantren Langitan, Tuban, pada 31 Maret.

Gus Dur-Kiai Faqih Kumpulkan Kiai di Tempat Berbeda (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur-Kiai Faqih Kumpulkan Kiai di Tempat Berbeda (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur-Kiai Faqih Kumpulkan Kiai di Tempat Berbeda

Menurut Mas’ud Adnan yang juga Wakil Ketua DPW PKB Jatim itu, pertemuan MaSURa itu akan bersifat sakral untuk mendoakan bangsa dan negara, terkait dengan bencana alam yang akhir-akhir melanda. Karena itu, acaranya diisi dengan sholat taubat, diba’ (pujian kepada Nabi Muhammad SAW), dan istighotsah.

"MaSURa akan dihadiri belasan ribu orang yang terdiri atas kiai pesantren, pengurus langgar/musholla, takmir masjid, ibu nyai, serta para simpatisan dan undangan. Ulama yang hadir antara lain KH Nawawi Pasuruan, KH Chotib Umar Jember, dan KH Miftahul Akhyar (Wakil Rois Syuriah PWNU Jatim)," paparnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Lain halnya dengan Ketua Panitia Nasional (Pannas) Deklarasi PKNU Chudry Sitompul SH MH. "Kami akan mengundang presiden, duta besar dari negara sahabat, tokoh nasional, dan tokoh partai politik (Parpol) untuk menghadiri deklarasi, termasuk Gus Dur (Ketua Dewan Syuro DPP PKB pro-Muktamar Semarang)," tegasnya.

Ke-17 ulama yang akan menjadi deklarator PKNU adalah;

01. KH Abdullah Faqih (Langitan, Tuban),

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

02. KH Ma`ruf Amin (Tanara, Banten),

03. KH Abdurrohman Chudlori (Magelang, Jateng),

04. KHA Sufyan Miftahul Arifin (Situbondo, Jatim),

05. KH Idris Marzuqi (Lirboyo, Kediri, Jatim),

06. KHA Warson Munawwir (Krapyak, Jogjakarta),

07. KH Muhaiminan Gunardo (Temanggung, Jateng),

08. KH Abdullah Schaal (Bangkalan, Jatim),

09. KH Sholeh Qosim (Sidoarjo, Jatim),

10. KH Nurul Huda Djazuli (Ploso, Kediri, Jatim),

11. KH Chasbullah Badawi (Cilacap, Jateng),

12. KHA Adzim Abdullah Suhaimi MA (Mampang Prapatan, Jakarta),

13. KH Mas Muhammad Subadar (Pasuruan, Jatim),

14. KHA Humaidi Dahlan Lc (Banjarmasin, Kalsel),

15. KHM Thahir Syarkawi (Pinrang, Sulsel),

16. Habib Hamid bin Hud Al-Atthos (Cililitan, Jakarta),

17. KH Aniq Muhammadun (Pati, Jateng).

"Deklarasi digelar di Tuban, karena dalam situasi bangsa yang akhir-akhir ini dilanda bencana, rasanya tidak elok bila ada acara politik di Jakarta," ucapnya. (ant/eko)



Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan AlaNu Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 03 Januari 2018

Santri PBSB Kemenag RI Muspimnas di Bandung

Bandung, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Para santri yang mengikuti Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Kementerian Agama RI yang dihimpun dalam Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs (CSS MORA) mengadakan Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) di Pesantren Darut Tauhid, Lembang, Bandung.

CSS MORA Nasional periode 2014, Ahmad Maulana, mengatakan, kegiatan yang berlangsung pada tanggal 17-18 Mei merupakan agenda tahunan untuk merumuskan, mensosialisasikan program kerja dan kebijakan-kebijakan yang ditetapkan untuk semua santri PBSB.

Santri PBSB Kemenag RI Muspimnas di Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri PBSB Kemenag RI Muspimnas di Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri PBSB Kemenag RI Muspimnas di Bandung

Juga, kata dia, untuk menjalin silaturrahim dan kerja sama antar-pengurus CSS MORA Perguruan Tinggi. ”Mempertegas eksistensi CSS MORA karena selama ini kurang kejelasan fungsi, tujuan, wewenang, arah kerja agar tidak salah memahami CSS MORA Nasional,” ujarnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Lebih lanjut, menurutnya, melalui kegiatan tersebut akan tercipta sinkronisasi program kerja CSS MORA Nasional dan CSS MORA perguruan tinggi sesuai dengan visi, yakni terciptanya anggota berorientasi pada keilmuan, pengembangan dan pemberdayaan pesantren serta pengabdian masyarakat. (Muhammad Zidni Nafi’/Abdullah Alawi)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Jadwal Kajian, AlaNu Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 02 Januari 2018

Dies Natalis Ke-13, STAINU Jakarta Angkat Tema Islam Nusantara

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta akan menggelar peringatan hari lahir atau Dies Natalis yang ke-13 pada Ahad, (3/5) di Kampus Jl Taman Amir Hamzah No 5 Jakarta Pusat dengan mengangkat tema ‘Kita adalah Islam Nusantara’.

Dies Natalis Ke-13, STAINU Jakarta Angkat Tema Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Dies Natalis Ke-13, STAINU Jakarta Angkat Tema Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Dies Natalis Ke-13, STAINU Jakarta Angkat Tema Islam Nusantara

“Dengan tema ini, STAINU Jakarta ingin menegaskan komitmennya sebagai kampus yang istiqomah memperjuangkan dan menegakkan nilai-nilai Islam Nusantara,” tegas Pembantu Ketua (Puka) IV STAINU Jakarta, Aris Adi Leksono, MMPd saat dihubungi Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, Selasa (28/4) di Jakarta.

Aris menambahkan, untuk itulah STAINU Jakarta ke depan akan membuka program studi dengan ciri khas Islam Nusantara seperti Tasawuf, Ilmu Falak, Pariwisata Haji dan Umroh, dan lain-lain.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Sebelumnya, STAINU Jakarta juga konsisten dengan mata kuliah khas NU dan Islam Nusantara, yakni Arummanis (Aurod, Rawatib, Mawalid, Manaqib, dan Istighotsah),” imbuhnya.

Menurut keterangannya, acara puncak pada Ahad besok, akan digelar orasi ilmiah oleh Ketum PBNU Prof Dr KH Said Aqil Siroj dan Budayawan, Dr Radhar Panca Dahana tentang Islam dan Budaya Nusantara. Selain itu, rangkaian acara sebelumnya akan diadakan pembacaan manaqib, tahlil, shalawat, dan selayang pandang dari para pendiri STAINU Jakarta.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kemudian, tambah Aris, STAINU Jakarta juga mengadakan rangkaian kegiatan seperti FGD Islam Nusantara, tanam 1300 pohon, Festival Islam Nusantara, Training Leader Campus, ToT Kerajinan Tangan, Baksos, dan Pengobatan gratis.

“STAINU juga akan meluncurkan kedai kopi Nusantara yang akan dipadukan dengan Taman Baca Masyarakat di sekitar Kampus,” pungkas Aris. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan AlaNu, Halaqoh, Nahdlatul Ulama Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

99 Kiai Banten Hadiri Haul KH TB. Maani Rusjdi

Pandeglang,Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pondok pesantren Mathlaul Anwar Li Nahdlotil Ulama (MALNU) Menes, Banten menggelar haul ke IV KH TB. Maani Rusjdi dan 100 hari wafatnya KH Zidni Maani Rusjdi pada Sabtu (10/1). Kegiatan tersebut dihadiri 99 kiai dari berbagai wilayah di Banten pimpinan KH Moch. Ishak.

99 Kiai Banten Hadiri Haul KH TB. Maani Rusjdi (Sumber Gambar : Nu Online)
99 Kiai Banten Hadiri Haul KH TB. Maani Rusjdi (Sumber Gambar : Nu Online)

99 Kiai Banten Hadiri Haul KH TB. Maani Rusjdi

KH TB. Maani adalah sosok ulama yang telah memberikan sumbangsih besar terhadap dunia pendidikan pesantren yang ada di daerah Banten.

"Peringatan haul yang ke IV ini diadakan karena adanya tujuan yang penting yaitu mengenang jasa dan hasil perjuangan beliau terhadap syiar agama serta peran dan kepedulian beliau terhadap dunia pendidikan pesantren di Banten," ungkap Ervi Zidni Maani cucu pertama KH Maani Rusjdi.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Lebih jauh, Ervi mengatakan, pesantren adalah lembaga pendidikan genuin dan original. Keberadaan ulama dan pesantren adalah kekuatan sosial dan pilar peradaban, itulah kenapa pesantren dikatakan sebagai pendidikan asli Indonesia, pendidikan yang benar-benar membidik anak-anak bangsa dalam menciptakan tata peradaban negara.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sementara TB. Ahmad Shofi Azzaki yang juga salah satu pengasuh Ponpes MALNU menjelaskan, haul kali ini di hadiri kurang lebih 5.000 undangan yang terdiri dari alumni wilayah Jabodetabek, Lampung, Palembang dan sebagian wilayah Indonesia Timur.

Rangkaian haul yang juga memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut dimulai sejak Kamis-Sabtu, 8-10 Januari 2015 dengan mengkhatamkan Al Quran sebanyak 99 kali, Targhiban Santri-santri MALNU, serta kegiatan-kegiatan sosial lain.

Di akhir rangkaian acara, panitia mengadakan diskusi panel dengan tema "Membedah Ketokohan KH. TB. Maani Rusjdi Sebagai Sumber Inspirasi Yang Tidak Pernah Berhenti" dengan narasumber Dr. Soegiri tokoh pendidikan dari IAIN Banten, pungkasnya. (Nashr Fanie/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan AlaNu, Pesantren Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 31 Desember 2017

Prabowo Puji Sikap NU Terkait WTO

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Letnan Jenderal (Purn) Prabowo Subianto dalam kesempatan silaturrahim ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta, Selasa (17/12) kemarin memberikan apresiasi  terkait sikap NU atas pelaksanaan Konferensi Tingkat Menteri World Trade Organization (KTM WTO) ke-9 di Bali awal bulan kemarin.

Ketua Umum Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu memuji sikap tegas PBNU untuk meminta pemerintah mempertimbangkan kembali keanggotaan Indonesia WTO karena dinilai merugikan kaum petani dan nelayan. “Saya kira NU satu-satunya ormas yang sangat tegas dalam membela kepentingan petani dan nelayan,” tuturnya.

Prabowo Puji Sikap NU Terkait WTO (Sumber Gambar : Nu Online)
Prabowo Puji Sikap NU Terkait WTO (Sumber Gambar : Nu Online)

Prabowo Puji Sikap NU Terkait WTO

Seperti diwartakan, PBNU memberikan teguran kepada pemerintah, dalam hal ini Menteri Perdagangan Gita Wiryawan yang tidak mendukung sikap India dalam membela kepentingan petaninya. Pemerintah Indonesia bahkan dijadikan alat untuk melobi India agar menyepakati rancangan kesepakatan yang menguntungkan negara-negara maju.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

PBNU dalam siaran pers yang disampaikan KH Abbas Mu’in lebih jauh bahkan menilai keanggotaan Indonesia di WTO selama ini lebih menguntungkan negara-negara dengan suprastruktur pertanian, teknologi dan jaringan yang kuat, dan merugikan negara berkembang seperti Indonesia. Karena itu PBNU meminta pemerintah RI mempertimbangkan keluar dari keanggotaan WTO.

Dalam forum itu Prabowo meyakinkan PBNU bahwa KTM WTO ke-9 di Bali tidak menghasilkan keputusan yang merugikan Indonesia. “Sehingga opsi NU agar Indonesia keluar dari WTO tidak perlu dipilih. Tapi saya memuji sikap NU dalam hal ini,” katanya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Lebih lanjut, disampaikan Prabowo, partai yang dipimpinnya berkepentingan untuk berkonsultasi berkonsultasi dengan PBNU terkait berbagai persoalan bangsa.

“Sudah menjadi tradisi bagi partai Gerindra untuk melakukan konsultasi kepada ormas-ormas, termasuk NU. Apalagi sejumlah gagasan NU terkait persoalan bangsa sangat menginspirasi kami,” katanya didampingi para fungsionaris DPP Partai Gerindra.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam kesempatan itu menegaskan, warga Nahdliyin mendukung pemimpin yang tegas, pro petani, nelayan, dan bersih. “Siapapun dia,” katanya singkat. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Budaya, AlaNu Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 28 Desember 2017

Program CEPAT Sukses, LKNU Ingatkan untuk Terus Tingkatkan Capaian

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan 

Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Hisyam Said Budairy mengaku senang terhadap capaian dari pelaksanaan program Cepat-LKNU selama lima tahun.

Program CEPAT Sukses, LKNU Ingatkan untuk Terus Tingkatkan Capaian (Sumber Gambar : Nu Online)
Program CEPAT Sukses, LKNU Ingatkan untuk Terus Tingkatkan Capaian (Sumber Gambar : Nu Online)

Program CEPAT Sukses, LKNU Ingatkan untuk Terus Tingkatkan Capaian

"Capaiannya, menurut pendapat saya sangat luar biasa karena ini program pertama kali berbasis komunitas," katanya pada acara Serah Terima Program CEPAT-LKNU & Peluncuran Program Peningkatan Kesadaran Masyarakat Terhadap Diabetes Mellitus di lantai delapan, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Kamis (2/11). 

Namun begitu, ia berharap, ke depan NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia bisa menindaklanjuti capaian ini serta mampu meningkatkan model-model komunitas yang telah dilakukan untuk menanggulangi penyakit Tuberkolosis (TB). 

Hal tersebut dikarenakan, penyakit TB tidak ada matinya, malah sampai saat ini tingkat kejadiannya masih sangat tinggi. "Bahkan di Indonesia kalau melihat statistik cukup tinggi," katanya prihatin. 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selama lima tahun terakhir dalam mensukseskan program ini, LKNU menggandeng From The American People (USAID), dan beberapa mitra seperti Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU), Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, World Diabetes Foundation, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Forum Stop TB Partnership Indonesia. 

Hadir pada acara bertema Peran Nahdlatul Ulama dalam Kesehatan ini, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama)(PBNU) KH Said Aqil Siroj, Direktur Helt USAID Jonathan Roos, Chief of Party Esty Febriani, dan lain-lain. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Anti Hoax, Pendidikan, AlaNu Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 13 Desember 2017

NU Demak Selenggarakan Pendidikan Da’i Densus 26

Demak, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Nahdlatul Ulama sebagai penerus da’wah Walisongo dan para ulama terdahulu telah meletakkan dasar dasar kehidupan agama yang kuat dan menyatu dengan budaya masyarakat sekitar.

NU Demak Selenggarakan Pendidikan Da’i Densus 26 (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Demak Selenggarakan Pendidikan Da’i Densus 26 (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Demak Selenggarakan Pendidikan Da’i Densus 26

Dengan cara seperti inilah Islam bisa berkembang secara massif dan menjadi agama yang dipeluk oleh mayoritas warga Indonesia. Sayangnya, di awal abad 20 Wahabi masuk di Indonesia dengan dalih modernisasi Islam mulai mengusik dengan membid’ahkan, tahayyul, dan khurofat terhadap amaliah Aswaja yang pada waktu itu dianut masyarakat.

“Wahabi masuk ke Indonesia dengan dalih modernisasi Islam berani mengusik dan mengganggu amaliah ahlussunnah wal jamaah yang selama ini sudah mengakar dan berjalan ratusan tahun dengan kedamaian dan dinamika keislaman dan kebangsaan,” demikian disampaikan pengurus pusat LAZISNU H Fathan Subchi pada acara Pendidikan Khusus Da’i Ahlussunnah wal Jama’ah 26 (Densus 26) Sabtu 27/4 di gedung IHM NU Demunggalan Demak yang diselenggarakan oleh PCNU Demak dengan PP LAZISNU.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Fathan menjelaskan pelaksanaan pendidikan ini menghadirkan narasumber yang sudah ditunjuk oleh PBNU sekaligus kitab yang dijadikan rujukan yaitu Al-Muqtathafat li Ahli Bidayaat.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Kita menghadirkan KH Marzuki Mustamar karena beliau yang ditunjuk oleh PBNU dengan kitab karangannya Al-Muqtathafat li Ahli Bidayaat,” jelas Fathan.

Dalam pengarahannya dihadapan 400-an kiai, pengurus NU Cabang hingga Ranting serta santri ketua PCNU Demak KH Musyadad Syarif mengatakan pelaksanaan Densus 26 dengan cara ngaji bareng tersebut dimaksudkan untuk menjelaskan amaliah-amaliah Aswaja yang menjadi jantungnya NU dikarenakan menjadi keprihatinan dimana besarnya jumlah warga NU, namun sedikit dalam pemahaman ajaran NU itu sendiri. 

“Ngaji Aswaja ini untuk memahami jantungnya NU, dikarenakan banyak orang NU tapi sedikit sekali yang memahami inti ajaran NU itu sendiri.”

Lebih lanjut ketua NU tersebut menambahkan NU didirikan untuk menguatkan Aswaja yang terkait dalam sistem kenegaraan dikarenakan selama ini selalu merujuk pada Piagam Madinah, yaitu konsep yang termaktub dalam hidup kebersamaan dengan penuh toleransi, menghormati antar sesama. 

“Piagam Madinah itu kan rahmatan lil alamin. Jika ini terjadi dan berjalan terus maka akan terjadi negara yang kokoh dikarenakan ideologi faham aswaja,” tambah Musyadad 

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor : A.Shiddiq Sugiarto

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pondok Pesantren, AlaNu Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 09 Desember 2017

NU Perlu Bentengi Diri dari Dampak Negatif Teknologi

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan 

Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Wasekjen PBNU) KH Masduki Baidlowi mengatakan bahwa kita sedang menghadapi generasi yang berubah disebabkan perubahan teknologi yang tak bisa dihindari. 

Demikian dikatakan Masduki Baedowi pada kegiatan Training of Trainer yang diselenggarakan atas kerja sama PBNU dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) di lantai delapan, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (13/11).

Ia pun menyebut istilah baru sebagai dampak dari perubahan teknologi, yakni disruption. Disruption ialah gangguan akibat perubahan-perubahan yang diciptakan oleh teknologi. 

NU Perlu Bentengi Diri dari Dampak Negatif Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Perlu Bentengi Diri dari Dampak Negatif Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Perlu Bentengi Diri dari Dampak Negatif Teknologi

Ia mencontohkan berbagai perusahaan besar di tanah air yang terganggu dengan perkembangan teknologi. 

"Jadi banyak orang yang gagal dan gagap menyesuaikan dengan perubahan-perubahan teknologi," katanya. 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Belajar dari beberapa perusahaan besar yang terganggu dari perubahan teknologi, ia berharap agar NU dan warganya tidak menjadi korban dari disruption ini.

 "Jangan sampai kita menjadi korban disruption," jelasnya. 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

NU merupakan organisasi yang berlatar belakang budaya komunal dan berbasis di perdesaan, sementara kecenderungan Indonesia menjadi masyarakat urban. 

Ia pun melemparkan tantangan kondisi Indonesia tersebut dalam membawa NU ke depan. "Bagaimana agar kita ber-NU di dalam Masyarakat urban," katanya. 

Karena menurutnya, dari berbagai penelitian, urbanisasi akan terjadi secara masif antara lima, sepuluh, atau dua puluh tahun ke depan. 

Hadir pada acara tersebut Ketua PBNU KH M. Sulton Fatoni, Ketua Pimpinan Pusat Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (PP Lakpesdam NU) H Rumadi Ahmad, Sekretaris Lakpesdam PBNU H Marzuki Wahid, Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM NU) KH Abdul Moqsith Ghozali, Wasekjen PBNU H Andi Najmi Fuadi, dan lain-lain. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Internasional, AlaNu, Nahdlatul Ulama Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 07 Desember 2017

Haul, Tradisi Baik yang Harus Dijaga

Cipete, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menghadiri peringatan Isra Miraj sekaligus Haul Habib Syekh Abu Bakar ? Salim dan Haul Masyayikh (ulama) yang diselenggarakan oleh Majelis Taklim Raudhotul Jannah, Cipete, Sabtu (14/05) malam.?

Haul, Tradisi Baik yang Harus Dijaga (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul, Tradisi Baik yang Harus Dijaga (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul, Tradisi Baik yang Harus Dijaga

Menurutnya, haul adalah satu dari sekian banyak tradisi warisan para pendahulu, ulama, kiai, umara, dan pendiri bangsa yang harus dijaga dan dirawat oleh generasi sekarang dengan baik.

“Kita dituntut untuk menjaga dan merawat warisan pendahulu yang baik-baik. Bahkan (kita) seharusnya memberikan kreasi, inovasi yang baru sesuai kondisi masyarakat,” kata Menag seperti dilansir oleh laman kemenag.go.id.?

Peringatan Isra Miraj dan Haul ini dihadiri oleh ratusan umat Muslim di wilayah Cipete dan sekitarnya. Haul merupakan tradisi peringatan tahunan atas wafatnya seorang tokoh. Selain Habib Syekh, para masyayikh yang peringati haulnya adalah ? KH Muhammad Naim, KH Halim, KH Idris Kamali, KH Kholid, KH Saifuddin Zuhri, KH Raisin, KH Adris Kaisar, KH Abdurrahman Said, KH Ahmad Falaq Ibrahim, KH Mukri Azhari, KH M Thohir, KH Muhiddin Naim, KH Musyaffa, Hb Muchsin Mohdar BSA, dan KH Halwani Hasbulloh.

Menag yang hadir berseragam putih menyampaikan, tradisi haul selain mendoakan guru, ulama, kiai, dan para pendahulu, juga untuk mengambil teladan yang mereka tinggalkan. Menurutnya, masyarakat Indonesia patut bersyukur, karena telah mendapat waris pemahaman keislaman yang menjunjung tinggi para leluhur dan warisan lainnya yang sangat baik.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Menag berharap warisan itu menjadikan bekal dalam menghadapi tantangan hidup yang semakin kompleks dan keras. Saat ini, ? tekanan hidup semakin tinggi, beban hidup semakin kompleks, hingga menjadikan orang mudah stres. Ruang gerak semakin sempit, menjadikan kompetisi semakin keras, bukan hanya sesama kampung, tapi antar negara. Akibatnya, ? orang semakin sensitif dan reaktif dalam kehidupannya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kalau dulu ? masyarakat Indonesia dikenal lembut, ? pemaaf, penyabar, dan santun, belakangan sebagian menjadi ? reaktif, ? emosional, dan mudah tersulut emosinya. Tindak kriminal meningkat, praktek miras, pornografi dan pornoaksi, serta penyalahgunaan narkoba kerap terjadi.?

“Ini tantangan kekinian kita, yang tidak dialami pedahulu kita, sekarang kita mengalami yang lebih kompleks,” tandas Menag.

Menag menegaskan, bahwa Kementerian Agama sudah merancang program pembinaan, penguatan dan pengawasan, dari unit komunitas terkecil, yakni kelurga.?

“Persoalan di masyarakat bisa dikendalikan jika ketahanan keluarga berjalan dengan baik,” katanya.

Untuk itu, Menag mengimbau jamaah Majlis Taklim Raudhotul Jannah dapat berperan aktif meningkatkan faham keagamaan keluarga dan ? anak-anak.?

“Mari kita jaga tradisi haul yang baik ini, untuk baiknya bangsa Indonesia ke depan,” ajak Menag.

Sebelumnya, Habib Jindan Bin Noufal yang dinobatkan sebagai penceramah menyampaikan bahwa orang-orang yang berilmu itu selayaknya menyampaikan pengetahuannya kepada masyarakat. Sebab, ilmu yang sejalan dengan pengamalan, dipraktekkan, lalu disampaikan kepada masyarakat diharapkan akan menambah kemaslahatan ummat. Red Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan AlaNu Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 06 Desember 2017

Piala Bergilir Liga Santri Nusantara Kembali ke Jawa Timur

Bandung, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan 



Piala bergilir Liga Santri Nusantara akhirnya kembali bisa dibawa ke Jawa Timur oleh Pondok Pesantren Darul Huda Mayak, Ponorogo setelah pada grand final memenangkan pertandingan degan skor 1-0 atas Darul Hikmah Kabupaten Cirebon di stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung Ahad malam (29/10). 

Piala Bergilir Liga Santri Nusantara Kembali ke Jawa Timur (Sumber Gambar : Nu Online)
Piala Bergilir Liga Santri Nusantara Kembali ke Jawa Timur (Sumber Gambar : Nu Online)

Piala Bergilir Liga Santri Nusantara Kembali ke Jawa Timur

Pertama kali bergulir, Liga Santri Nusantara diadakan Kementerian Pemuda dan Olahraga pada 2015. Pada musim tahun itu, piala bergilir digondol Pondok Pesantren Nurul Islam Jember. 

Pada 2016, Jawa Timur tak berhasil mempertahankan piala itu. Bahkan tak ada satu pun wakil region mereka yang lolos ke babak semifinal. Tahun itu, piala digondol Nur Iman, Yogyakarta.

Hal ini mematahkan tradisi juara Liga Santri Nusantara yang biasanya disabet perwakilan tuan rumah. Tahun pertama, ketika grand final diselenggarakan di Jawa Timur, tuan rumah sebagai juara. Tahun kedua, ketika hal serupa dilaksanakan di Yogyakarta, tuan rumah pula yang menjadi juara. 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Bagi Darul Huda Ponorogo sendiri, piala bergilir itu menjadi hadiah manis hari lahir pesantren mereka yang ke-50. Semakin lengkap, pemain terbaik dan regional terbaik, digondolnya pula. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pendidikan, AlaNu Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 05 Desember 2017

Al-Hidayah Wonoboyo Miliki Mapel NU dan Rifaiyah

Temanggung, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Madrasah Tsnawiyah Al-Hidayah Wonoboyo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah berkomitmen terus menanamkan nilai-nilai ajaran Ahlussunah wal-Jama’ah kepada peserta didiknya. Hal itu dibuktikan dengan tetap mempertahankan mata pelajaran ke-NU-an dan kerifaiyahan.

Al-Hidayah Wonoboyo Miliki Mapel NU dan Rifaiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Al-Hidayah Wonoboyo Miliki Mapel NU dan Rifaiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Al-Hidayah Wonoboyo Miliki Mapel NU dan Rifaiyah

Rifaiyah adalah nama organisasi keagamaan di beberapa wilayah Jawa Tengah yang terbentuknya dilatarbelakangi solidaritas keislaman dari santri-santri KH Ahmad Rifai, salah seorang ulama pengarang puluhan kitab berbahasa Jawa tulisan pegon. Ia pahlawan nasional kelahiran Kaliwungu, Kendal yang wafat di Ambon, Maluku zaman penjajahan Belanda.

Secara akidah, jam’iyah Rifaiyah bepaham Aswaja, syariahnya juga menganut salah satu madzhab empat.

"Baik mapel ke-NU-an maupun ke-Rifaiyahan dalam KBM-nya yang ditekankan memang sebatas sisi historis atau aspek kesejarahannya. Hal itu lantaran materi syariah dan akidah baik dari NU maupun Rifaiyah kebanyakan sudah diajarkan di madrasah diniyah tiap-tiap desa di mana murid berasal," kata Kepala MTs Al-Hidayah Wonoboyo Supriyanto kepada NU online Selasa (26/1).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Supriyanto menambahkan, walaupun? MTS Al-Hidayah Wonoboyo Temanggung secara institusi atau yayasan tidak lagi bernaung di bawah LP Maarif NU, tetapi kegiatan belajar mengajar serta penyelenggaraan pendidikannya masih terus menjalin kerja sama dengan LP Ma’arif Temanggung, di antaranya soal-soal untuk mid semester dan semester. "Hanya saja seperti SK guru dan karyawan sudah mandiri, tidak lagi terikat dengan LP Ma’arif," imbuh Supriyanto.

Banyak program kegiatan telah dibuka untuk menjaga dinamisasi dan relevansi pembelajaran di MTs al-Hidayah untuk tetap menarik minat para siswa. Untuk itu, kata Supriyanto, kegitan kepramukaan selalu diintensifkan. Juga ekstrakulikuler seperti drum band, pembelajaran seni baca Al-Quran, dan pelatihan komputer.

Madrasah tingkat menengah pertama yang berdiri sejak 1983 ini terletak di jalan Candiroro-Wonoboyo dan merupakan satu-satunya MTs yang berada di kecamatan Wonoboyo kabupaten Temanggung. Sejak 2013 MTs ini sudan berakreditasi B. (M. Haromain/Abdullah Alawi)? ? ?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan AlaNu Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 03 Desember 2017

Borong Juara, IPPNU Banyuwangi Pertahankan Prestasi

Banyuwangi, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Berbagai prestasi terus dicapai oleh IPPNU Banyuwangi. Hal itu diwujudkan dengan diraihnya gelar Juara Umum IPPNU Award, Juara Ketiga Lomba Qosidah, dan Juara Ketiga Lomba Mars IPPNU oleh IPPNU Banyuwangi.

Perlombaan ini diselenggarakan dalam rangka Konferensi Wilayah Ke-19 IPPNU Jawa Timur oleh IPPNU Jawa Timur pada bulan Agustus lalu di Kantor PWNU Jawa Timur.

Borong Juara, IPPNU Banyuwangi Pertahankan Prestasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Borong Juara, IPPNU Banyuwangi Pertahankan Prestasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Borong Juara, IPPNU Banyuwangi Pertahankan Prestasi

Penyerahan piala dan hadiah yang dilakukan pada Pra Konferwil Ke-19 IPPNU Jawa Timur di Aula SMP Negeri 1 Sidoarjo, Jumat (2/12). Dalam acara ini hadir Wakil Gubernur Jawa Timur H Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah, dan seluruh pengurus IPPNU se-Jawa Timur. Turut hadir juga Ketua Umum IPPNU Puti Hasni.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ketua IPPNU Banyuwangi Halimah menerima piala Juara Umum IPPNU Award yang diserahkan oleh Gus Ipul. Ia mengatakan, persiapan yang dilakukan dalam lomba ini sangat singkat karena keterbatasan waktu.

"Meskipun waktu untuk latihan mepet dan persiapan kurang begitu maksimal, alhamdulilah yang kami lakukan membuahkan hasil," kata Halimah saat diwawancari lewat ponsel

Halimah mengajak kadernya untuk mempertahankan dan menyempurnakan capaian prestasi ini dengan sebaik-baiknya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"IPPNU Banyuwangi harus bisa bersaing secara sehat dengan yang lain. Kita akan pertahankan prestasi itu dengan meningkatkan bakat para pelajar NU Banyuwangi. Dengan ini (prestasi), semoga dapat dicontoh oleh para pelajar NU Banyuwangi yang lainnya," harapnya.

Selain perolehan juara tersebut, IPPNU Banyuwangi juga meraih juara 6 dari 10 besar yang diraih oleh Risa Nurhayati, dalam Lomba Duta Pelajar Putri Jawa Timur. (M Sholeh Kurniawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan IMNU, Quote, AlaNu Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 30 November 2017

Pasukan Sapu Jagat Jadikan Aksi Tolak FDS di Solo Bersih dari Sampah

Solo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Sampah yang bertebaran menjadi salah satu masalah klasik yang tersisa usai kegiatan demonstrasi dan lain sejenisnya. Terlebih bila jumlah peserta aksi mencapai sepuluh ribu orang lebih, semakin memperbesar tebaran sampah yang ada.

Namun, tidak demikian yang terjadi pada aksi damai tolak Full Day School (FDS) yang dilakukan warga Nahdliyin di Kota Solo, Kamis (24/8) lalu.?

Pasukan Sapu Jagat Jadikan Aksi Tolak FDS di Solo Bersih dari Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasukan Sapu Jagat Jadikan Aksi Tolak FDS di Solo Bersih dari Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasukan Sapu Jagat Jadikan Aksi Tolak FDS di Solo Bersih dari Sampah

Meski jumlah peserta aksi mencapai 25.000 lebih, namun selama perjalanan menyusuri Jl Slamet Riyadi, hampir tak ada sisa sampah yang terlihat.

Keberhasilan aksi yang bebas dari sampah ini rupanya tak lepas dari peran tim relawan “Sapu Jagat” yang dikoordinir IPNU-IPPNU se-Soloraya dan Pagar Nusa.

Mereka saling bekerjasama untuk memunguti sampah-sampah yang ada, baik ditinggalkan para peserta aksi maupun pengunjung lainnya, mulai dari Sriwedari hingga ke Masjid Agung.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Sejak awal sudah kami siapkan 150 plastik besar untuk wadah sampah yang dipungut. Cara kerjanya cukup sederhana, kita berjalan paling belakang. Jadi ya sembari ikut aksi kita punguti sampah,” ungkap Ketua IPNU Klaten Muhtar.

Ditambahkan Muhtar, aksi dari pasukan “Sapu Jagat” ini merupakan salah satu bentuk kepedulian mereka agar kawasan yang dilewati untuk aksi tetap terjaga kebersihannya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Ya meskipun Pemkot Solo sudah ada Dinas Kebersihan, tapi ini kan acara kita, ya kita juga mesti punya insiiatif untuk ikut membersihkannya,” papar dia.

Ia juga berharap melalui aksi peduli bersih sampah ini dapat menjadi citra kaum Nahdliyin sebagai kaum yang senantiasa menjaga kebersihan. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kajian, AlaNu Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 28 November 2017

Ketika Nabi Menunda Orang Masuk Islam

Satu lagi peristiwa mencengangkan ditunjukkan Rasulullah pada saat penaklukan kota Makkah. Kota Suci dikuasai umat Islam. Lawan perang benar-benar tak berkutik. Tapi, Nabi Muhammad memang punya cara-cara tersendiri dalam menghadapi mantan musuh-musuhnya.

Tak ada darah menetes di dalam ataupun sekitar Masjidil Haram. Penghancuran patung berhala di sekeliling Ka’bah pun dilakukan atas permintaan penduduk Makkah. Sejak awal, Nabi mewanti-wanti berbagai bentuk kekerasan dan perusakan karena musuh tidak lagi menyerang.

Ketika Nabi Menunda Orang Masuk Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Nabi Menunda Orang Masuk Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Nabi Menunda Orang Masuk Islam

Sikap anti-pemaksaan justru mengantarakan peristiwa Fathul Makkah pada kemenangan yang kian gemilang. Musyrikin Quraisy berbondong-bondong memeluk Islam, terutama setelah pemimpin tertinggi mereka, Abu Sofyan berikut keluarganya secara suka rela mengucapkan dua kalimat syahadat.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Hanya saja, kesadaran tauhid tidak selalu berlangsung segera. Seorang panglima Quraisy bernama Shofwan bin Umayyah sempat berketetapan masuk Islam tapi urung. Dia membutuhkan beberapa waktu untuk membulatkan niatnya itu.

“Berilah saya waktu seminggu untuk berpikir, apakah saya harus masuk Islam atau tidak,” kata Shofwan kepada Nabi.

“Jangan seminggu,” sergah Nabi.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Shofwan kaget dan bertanya, “Apakah itu terlalu lama?”

“Tidak,” Rasulullah menyahut, “Terlalu singkat. Kuberi kau waktu selama dua bulan. Apakah akan mengucapkan syahadat atau tidak. Pikirkanlah masak-masak sebab Islam adalah agama bagi orang-orang berakal dan menggunakan akalnya untuk berpikir. Tiada agama bagi orang yang tak memiliki akal.” (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan AlaNu, Fragmen Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock