Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Februari 2018

Belajar Kerukunan dari Masjid dan Gereja di Surakarta

Oleh Muhammad Ishom

Di kota Surakarta terdapat dua tempat ibadah beda agama yang letaknya bersebelahan persis. Kedua tempat tersebut adalah Gereja Kristen Jawa (GKJ) Joyodiningratan dan Masjid Al-Hikmah. Keduanya bahkan berbagi alamat sama persis. Sejak gereja dan masjid itu didirikan puluhan tahun lalu, keduanya selalu rukun, saling menjaga dan hormat-menghormati.

Belajar Kerukunan dari Masjid dan Gereja di Surakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Kerukunan dari Masjid dan Gereja di Surakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Kerukunan dari Masjid dan Gereja di Surakarta

Gereja dan masjid tersebut kini sangat penting khususnya bagi warga Surakarta, sebagai salah satu monumen kerukunan antarumat beragama. Mantan Walikota Solo, yang kini Presiden RI, Joko Widodo, dulu sering menyebut keduanya sebagai salah satu kebanggaan Kota Solo. Beberapa pihak menyebutnya sebagai ikon kerukunan antarumat beragama yang layak untuk dipromosikan sebagai objek wisata religi.

GKJ Joyodiningratan dibangun pada masa penjajahan Belanda, yakni pada tahun 1939. Masjid Al-Hikmah dibangun setelah kemerdekaan pada tahun 1947. Umat kedua tempat ibadah ini tidak pernah mengalami konflik berarti sejak awal berdirinya. Setiap kali ada permasalahan, seperti Idul Fitri jatuh pada hari Minggu, kedua belah pihak dapat merundingkannya dengan baik.  

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Di antara hasil perundingan itu, misalnya, kebaktian di gereja diundur agak siang karena jamaah shalat Idul Fitri di Masjid Al-Hikmah yang berlangsung di pagi hari meluber ke lahan parkir depan gereja. Sebaliknya pada hari Natal, pihak Masjid tidak keberatan lahan di depan masjid dipakai anggota jemaat GKJ untuk parkir mobil. Pihak Masjid juga tidak keberatan memindahkan arah loud speaker ke arah yang dirasa nyaman oleh gereja.

Kerukunan antara   GKJ Joyodiningratan dan Masjid Al-Hikmah diturunkan dari generasi ke generasi. Tugu lilin setinggi kira-kira 1,5 meter yang berdiri tegak antara kedua tempat ini, menjadi pengingat dan pendorong bagi kedua belah untuk selalu mengupayakan kerukunan dan kerja sama yang baik. Contoh kerja sama, misalnya, jika ada surat untuk gereja atau jemaatnya yang oleh petugas pos disampaikan ke masjid, pengurus masjid akan meneruskannya ke gereja. Demikian juga sebaliknya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Peristiwa seperti itu kadang-kadang terjadi karena keduanya memang memiliki alamat sama persis, yakni Jl Gatot Soebroto No 222. Keduanya hanya dipisahkan oleh tembok yang digunakan secara bersama. Sebelah kanan tembok merupakan ruang masjid yang digunakan untuk shalat sedang di sebelah kirinya digunakan untuk kantor gereja.



Milik Dunia


Keberadaan GKJ Joyodingratan dan Masjid Al-Hikmah yang unik ini menarik banyak pihak termasuk tokoh-tokoh dari manca negara seperti Syekh Ibrahim Mogra. Pada tahun 2008  ulama asal Leicester Kerajaan Inggris tersebut mengunjungi Masjid Al-Hikmah.  Ketua Dewan Ulama Kerajaan Inggris tersebut melaksanakan shalat Jumat di masjid ini dan kemudian  berdialog dengan sang imam dan para jamaah.

Dari masjid, Syekh Ibrahim mengunjungi gereja dan berdialog dengan pendeta dan para  jemaat GKJ Joyodiningratan. Seusai dialog, Syekh Ibrahim mengungkapkan kekagumannya atas keunikan kedua tempat ibadah ini. ”Monumen ini milik dunia,” ungkapnya. Di Inggris juga ada masjid yang bersebelahan dengan gereja tetapi antara keduanya masih dipisahkan oleh jalan. GKJ Joyodiningratan dan Masjid Al-Hikmah benar-benar unik, imbuhnya.

Pagi ini, penulis menyempatkan diri shalat Idul Adha di Masjid Al-Hikmah untuk melihat dari dekat kerukunannya dengan GKJ Joyodingratan. Penulis sangat mengapresiasi pihak gereja tidak keberatan hewan-hewan kurban milik jamaah Masjid Al-Hikmah yang jumlahnya puluhan itu ditempatkan di lahan parkir umum persis di depan GKJ Joyodiningratan. Sementara lahan parkir dan jalan depan masjid penuh sesak dengan jamaah shalat Idul Adha.

Bisa dibayangkan betapa menyengatnya bau kotoran hewan-hewan itu yang terdiri dari  puluhan sapi dan kambing. Bahkan ada dua  kambing yang karena kurangnya lahan, maka diikat di depan pintu gerbang gereja. Ini semua menunjukkan betapa kuatnya kerukunan, kerja sama, saling menjaga dan memahami, serta hormat menghormati antara GKJ Joyodingratan dan Masjid Al-Hikmah yang telah berlangsung selama lebih dari tujuh puluh tahun itu.

Toleransi tingkat tinggi seperti itu dimungkinkan sebab di masjid ini, doa qunut diberlakukan. Bacaan basmalah dikeraskan. Puji-pujian sebelum jamaah shalat diperdengarkan secara live. Tarhim menjelang sahur di bulan Ramadhan juga diperdengarkan secara live. Adzan Jumat dilakukan dua kali. Artinya mereka adalah minna dan bukan minhum. Jadi inilah rahasia kerukunan dan toleransi  itu di pihak masjid. Di pihak gereja, GKJ memang termasuk moderat.



Penulis adalah dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta


Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kiai, AlaSantri, Hikmah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 06 Februari 2018

Anggota DPRD Kota Banjar Motivasi PMII Profesional di Segela Bidang

Banjar, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Anggota DPRD Kota Banjar, Jawa Barat, Gun Gun Gunawan Abdul Jawad berharap besar kader Pergerakan Mahasiswa Isam Indonesia (PMII) menjadi manusia yang profesional dalam segala bidang. Menurutnya, sehebat apapun pemikiran kader PMII ketika tidak diimbangi profesionalitas, maka lunturlah apa yang diharapkan.

“Kata kunci menjadi kader yang profesional adalah disiplin dalam berbagai kondisi apapun. Saya yakin, kader yang berhasil tidak lepas dari profesionalitas serta kedisiplinan dalam menekuni bidang yang ditekuni. Sang pendekar pena, Mahbub Djunaidi, contoh inspiratif yang perlu dipelajari seutuhnya oleh kader PMII, beliau mengubah bangsa lewat pena,” ujar mantan aktivis PMII ini.

Anggota DPRD Kota Banjar Motivasi PMII Profesional di Segela Bidang (Sumber Gambar : Nu Online)
Anggota DPRD Kota Banjar Motivasi PMII Profesional di Segela Bidang (Sumber Gambar : Nu Online)

Anggota DPRD Kota Banjar Motivasi PMII Profesional di Segela Bidang

Gun Gun Gunawan menyampaikan hal itu seiring usia PMII yang menginjak ke-56 tahun dalam acara peringatan hari lahir PMII yang digelar Pengurus Komisariat PMII Sangkuriang Sekolah Tinggi Agama Islam Mifatahul Huda Al Azhar (STAIMA) Kota Banjar.

Peringatan harlah yang digelar di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Pataruman Kota Banjar, Ahad (24/4) tersebut diisi berbagai kreasi seni tari dan unjuk kebolehan bahasa Inggris. Kegiatan betajuk “Membuka Kembali Sejarah PMII Kota Banjar dan Memperkokoh Organisasi” itu berlangsung meriah dengan kehadiran para alumni dan pendiri PMII Kota Banjar.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ketua PK PMII Sangkuriang STAIMA Kota Banjar Sirojul Muntaha menuturkan, kegiatan harlah kali ini merupakan ajang kader PMII merefleksikan kreativitasnya. Selain membuka kembali sejarah pergulatan PMII dari masa ke masa baik ditingkat nasional maupun di lokal Kota Banjar, juga membuka ruang kader menatap arah PMII ke depan.

“Kaderisasi tetap harus menjadi prioritas utama sebagai senjata dalam organisasi PMII. Adapun kreativitas yang berasal dari minat dan bakat kader perlu diwadahi dalam setiap kegiatan PMII maupun di luar sebagai wujud pengabdian kader PMII terhadap masyarakat. Misalnya penggunaan bahasa inggris adalah rutinan kader setiap minggunya, kita aplikasikan dalam sebuah acara,” ungkapnya kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan di sela-sela kegiatan harlah. (Muhafid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Habib, Olahraga, AlaSantri Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 22 Januari 2018

Gus Dur Islamkan Tradisi Ziarah Kelompok Abangan

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Selalu terdapat strategi unik dalam berdakwah, tetapi seringkali orang tidak paham apa yang sebenarnya dilakukan, bahkan ditentang habis-habisan karena dianggap menyalahi pakem yang sudah berlaku umum. Gus Dur seringkali mengalami hal ini.



Gus Dur Islamkan Tradisi Ziarah Kelompok Abangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Islamkan Tradisi Ziarah Kelompok Abangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Islamkan Tradisi Ziarah Kelompok Abangan

Salah satu amalan Gus Dur adalah berziarah ke makam-makan pendahulu yang dianggap berjasa dalam menyebarkan Islam di Indonesia. Tapi ada kalanya mantan ketua umum PBNU ini memiliki maksud lain dalam berziarah.

Di Kroya Jawa Tengah, terdapat sebuah makam yang dikenal sebagai jujukan ziarah kelompok abangan. Tentu saja, di sana mereka bukan membaca tahlil atau yasin, tetapi tradisi tersendiri di luar nilai-nilai keislaman.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ketika terdapat kesempatan, Gus Dur menziarahi makam tersebut. Kontan saja, para kiai di Kroya protes, mengapa berziarah ke tempat itu yang sudah terkenal menjadi “sarangnya” kelompok abangan dalam menjalankan ritual.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Apa Gus Dur tidak tahu ini. Mengapa harus menziarahi makam itu, yang sudah jelas-jelas tokoh abangan” kata sejumlah kiai kepada Gus Dur sebagaimana disampaikan ke sekjen PBNU H Marsudi Syuhud.

Bukan Gus Dur namanya kalau berpikir konvensional. Ia pun menjelaskan “Saya ke sana kan dalam rangka tahlilan, bukan yang lain“

Pelan tapi pasti, setelah diziarahi Gus Dur, makam tersebut semakin ramai, tetapi ada yang berbeda, mereka yang berziarah merubah ritual-ritualnya dengan tahlil dan amalan Islam lain sampai akhirnya tradisi non Islamnya berganti tanpa ada pemaksaan atau klaim bid’ah, sesat dan sejenisnya yang ujung-ujungnya malah menimbulkan perlawanan. ?

Gus Dur juga menziarahi makam Kiai Mahfud, tokoh Angkatan Umat Islam (AUI) dari pesantren Semolangu Kebuman yang tertembak di Gunung Srandil yang ikut membela perjuangan melawan penjajah Belanda, tetapi dituduh memberontak.

“Beliau ingin meluruskan bahwa banyak jasa yang telah ditorehkan Kiai Mahfud dalam membela tahan air,“ ujar Marsudi.

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan AlaSantri, Hikmah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kiai Hasyim: Kebaikan Harus Ikhlas Tanpa Mengingat-ingatnya

Sidoarjo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Rais Syuriyah PBNU, KH Hasyim Muzadi menegaskan, berbuat amal kebaikan kepada orang lain hendaknya diniati dengan ikhlas, tanpa mengingat-ingat kembali kebaikan tersebut. Sebab, jika seseorang berbuat baik kepada orang lain dengan ikhlas, tanpa pamrih serta tanpa mengharapkan imbalan apapun, maka perbuatan orang tersebut akan dibalas Allah lebih baik lagi.

"Kalau kita dapat pertolongan dari orang lain, perbuatan itu mari kita ingat. Tapi kalau kita berbuat baik kepada orang jangan diingat-ingat. Sebab, orang kalau beramal tidak akan dihilangkan amalnya oleh Allah," kata KH Hasyim Muzadi saat memberikan tausiah pada acara Haul para ulama pendiri masjid jami Al-Abror di kelurahan Kauman Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur, Rabu (20/5) malam.

Kiai Hasyim: Kebaikan Harus Ikhlas Tanpa Mengingat-ingatnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Hasyim: Kebaikan Harus Ikhlas Tanpa Mengingat-ingatnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Hasyim: Kebaikan Harus Ikhlas Tanpa Mengingat-ingatnya

Kiai Hasyim juga menerangkan, bahwa jangan takut amal hilang, karena Allah tidak akan menghilangkan amal manusia.?

“Maka jangan takut pula orang lain menghilangkan amal kita. Amal itu bisa hilang kalau manusianya sendiri yang menghilangkan, bukan Allah," imbuhnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dirinya menegaskan, jika seseorang menolong orang lain, jangan dipikirkan apa yang sudah dilakukannya itu. "Kalau sudah menolong di lepas saja. Tidak usah mikir atau diatur. Itu sudah kuasanya Allah," jelasnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan AlaSantri, Sholawat Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 17 Januari 2018

Harlah NU di Tahun 1966

Peringatan hari ulang tahun organisasi menjadi marak baik sebagai bentuk konsolidasi maupun unjuk kekuatan dan sebagainya. Menariknya kemudian masing-masing membakukan istilah sendiri-sendiri NU misalnya menggunakan istilah peringatan Hari Lahir disingkat Harlah.

Istilah Harlah ini menjadi trade mark dan identitas ? NU serta segenap organisasi turunannya, Muslimat, Ansor, IPNU, PMII Fatayat dan sebagainya.

Kemudian PNI menggunakan Istilah Ultah, istilah ini digunakan oleh organisasi onderbow serta tokohnya seperti Ultah Bung Karno, Ultah PDI dan sebagainya. PKI menggunakan istilah HUT. Sementara Masyumi, organisasi Islam modernis serta organisasi organisasi turunannya atau berorientasi sama seperti GPI, HMI termasuk Muhammadiyah dengan segala variannya ? menggunakan istilah Milad.

Harlah NU di Tahun 1966 (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah NU di Tahun 1966 (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah NU di Tahun 1966

Harlah NU yang sangat fenomenal adalah Harlah ke-40 yang diselenggarakan pada 31 Januari 1966 di Gelora Bung Karno yang dihadiri oleh ratusan ribu warga nahdliyin dari seluruh Indonesia. Walaupun stadion tidak muat sehingga hadirin tumpah-ruah di jalanan, tetapi ? suasana tetap tertib.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Padahal saat setelah peristiwa G30S-PKI, tidak ada lagi kekuatan besar yang mampu mengomando rakyat, tetapi NU bisa. Saat itu NU menjadi stabilisator keamanan negara paling utama, bersama tentara, karena PKI sudah tidak berdaya, PNI sudah tercerai berai, sementara Masyumi sudah lama mati.

Harlah ini diketuai oleh seniman besar H Djamaluddin Malik dan H. Usmar Ismail, sehingga suasana dramatis dan teatrikal tercipta, sehingga melahirkan asa baru di tengah keputusasaan sosial politik akibat tragedi yang dipicu PKI. Saat itulah NU mengusulkan pembubaran PKI sebagai dalang bencana.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Hanya NU yang masih mampu mengkomando rakyat dan menjaga ketertiban. Sebagai presiden yang lagi goyah, Bung Karno sangat terkesan oleh kekuatan NU dalam menjaga keamanan Negara. Arena ucapan terima kasih disampaikan kepada Rois Aam NU KH Wahab Chasbullah.

Sebagai rasa terimakasihnya itu ketika KH Saifuddin Zuhri minta tanah, maka Bung Karno memberikan tanah seluas delapan hektar di Tomang Slipi yang hendak digunakan sebagai Islamic Centre-nya NU. Dengan kekuatannya itu pula ketika terjadi pergantian rezim, NU tetap terlibat dalam mengelola negara.

Pelaksanaan Harlah NU dengan menggunakan kalender masihiyah dengan tonggak 31 Januari 1926 sekaligus dikukuhkan dalam istilah "Khittah NU 1926" itu telah diijma’i oleh para muassis NU yang masih hidup saat itu, antara lain KH Wahab Chasbullah, KH Bisri Sansoeri, KH Asnawi Kudus, KH Maksum Lasem dan lain sebagainya.

Karena bagi mereka menjadi NU adalah menjadi Indonesia, maka tidak masalah menggunakan penanggalan yang sudah mentradisi dalam masyarakat Indonesia, dengan tanpa menghilangkan rasa ? hormat pada ? kalender Hijriyah. Terbukti seluruh peringatan hari besar Islam tetap menggunakan kalender Hijriyah dan kalangan NU lah yang paling aktif dalam menyemarakkan hari-hari besar Islam tersebut. (Abdul Mun’im DZ)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Santri, AlaSantri Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 16 Januari 2018

Sukses di Bidang Agama, NU Jangan Abaikan Ekonomi

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan
Gerakan NU yang dimulai pada tahun 1926 telah berhasil mengembangkan dakwah dalam bidang keagamaan, mendirikan berbagai pesantren yang telah menyebar ke seluruh Indonesia. NU juga pernah menjadi partai politik dan mendirikan partai politik, namun NU masih harus berjuang dalam mengembangkan ekonomi ummat.

“Nahdlatut Tujjar yang merupakan bagian cari cikal bakal berdirinya NU merupakan gerakan ekonomi. Karena itu, NU harus kembali ke semangat awalnya ini,” tandas sekretaris Lakepesdam Yahya Maksum (6/6).

Basis NU sebagian besar terdiri dari petani dan nelayan yang hidup di pedesaan Jawa Timur dan Jawa Tengah dan daerah pantai pesisir utara, Cirebon dan lainnya. Jika mereka tidak berdayakan NU akan tetap terpinggirkan.

Yahya berpendapat dalam hal ini, lembaga-lembaga NU yang membidaninya seperti Lembaga Pengembangan Pertanian NU (LP2NU), Lembaga Perekonomian NU dan lembaga terkait lainnya yang harus proaktif. “Mereka dapat membangun jaringan dan melakukan advokasi kepada masyarakat, membangun koperasi dan lainnya,” tandasnya.

Untuk saat ini yang melakukan hal tersebut LSM-LSM yang banyak dikelola oleh anak muda NU sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat sipil.

Saat ini wacana pengembangan ekonomi selalu mengemuka dalam berbagai acara NU. Namun implementasinya masih belum banyak berhasil. Yahya mengungkapkan bahwa memang hal tersebut tak cukup sekedar wacana, tetapi juga harus menjadi ideologi dan dioperasionalkan sehingga dapat menjadi gerakan besar di NU.(mkf)

 

 

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Daerah, Ubudiyah, AlaSantri Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sukses di Bidang Agama, NU Jangan Abaikan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Sukses di Bidang Agama, NU Jangan Abaikan Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Sukses di Bidang Agama, NU Jangan Abaikan Ekonomi

Senin, 15 Januari 2018

Pramuka Maarif NU Keputran Borong 5 Piala di STKIP Muhammadiyah

Pringsewu, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Madrasah Aliyah Maarif NU Keputran Kecamatan Sukoharjo, Pringsewu, Lampung kembali menorehkan prestasi. Kali ini keberhasilan disumbangkan oleh kontingen Gudep 091-092 Madrasah tersebut setelah berhasil mengharumkan nama Madrasah dibidang kepramukaan melalui lomba yang mereka ikuti, Ahad (19/3).

Pramuka Maarif NU Keputran Borong 5 Piala di STKIP Muhammadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pramuka Maarif NU Keputran Borong 5 Piala di STKIP Muhammadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pramuka Maarif NU Keputran Borong 5 Piala di STKIP Muhammadiyah

Pada ajang Lomba level Provinsi Lampung yang digelar di Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Pringsewu, MA Maarif NU Keputran mampu menggondol 5 piala pada 5 lomba yang dipertandingkan. Lomba pramuka ini diperuntukkan untuk Pramuka penegak se-Kwarda Lampung yang diikuti oleh Siswa SLTA dan MA se-Provinsi Lampung.

Tangkai lomba yang diperlombakan meliputi Lomba Ketangkasan Baris Berbaris, Miniatur Pionering, Stand Up Comedy, Musabaqah Tilawatil Quran dan Joged Komando.

"Alhamdulillah, MA Maarif Keputran Menyabet 5 Penghargaan dalam Gelar Kreativitas Panca Lomba Pramuka Tingkat Penegak se-Kwarda Lampung di STKIP Muhammadiyah Pringsewu 2017," ujar Pendamping Lomba yang juga Pembina OSIS Madrasah tersebut, Zulian Tri Muhardi sesaat setelah pengumuman dan pembagian hadiah.

Lima trofi piala yang sekaligus menambah koleksi prestasi MA Maarif NU Keputran tersebut disumbangkan dari raihan Juara 1 Miniatur Pionering Putra, Juara 2 Miniatur Pionering Putri, Juara 2 Stand Up Comedy, Juara 3 Musabaqah Tilawatil Quran dan Juara 5 Lomba Joged Komando.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Zulian berharap Prestasi tersebut dapat menambah semangat siswa dan siswi untuk belajar, berkarya , bekerja keras dan disertai rasa tanggung jawab.

Zulian menambahkan bahwa prestasi yang diraih ini merupakan hasil kerja keras para anggota pramuka MA Maarif NU Keputran yang dengan maksimal ? menunjukkan kemampuan terbaik. Latihan intensif dan Soliditas Kontingen juga menjadi salah satu faktor diraihnya prestasi membanggakan ini.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ucapan selamatpun mengalir dari Keluarga Besar MA Maarif NU teutama dari para dewan Guru. "Alhamdulilah, luar biasa untuk Pembina Pak Zulian khususnya, untuk anak luar biasa sekali, kerja keras dan pengorbanan terbayar sudah, sekali lagi selamat God Job," kata salah seorang Guru Wawan Krisdiyanto. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pesantren, AlaSantri, Olahraga Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 14 Januari 2018

Saifullah Yusuf: Saya Serahkan ke Presiden

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Menteri Negara Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal Syaifullah Yusuf, yang akrab dipanggil Gus Ipul mengaku pasrah atas kembali mencuatnya isu perombakan kabinet (reshuffle) dan mengarah pada pergantian dirinya.

"Sekarang, saya serahkan ke pada Presiden. Biarkan Presiden yang menentukannya," kata Gus Ipul, seusai menghadiri acara peluncuran buku Ketua Mahkamah Konstitusi, Jimly Asshiddiqie berjudul "Pokok-Pokok Hukum Tata Negara Indonesia Pasca Reformasi", di Hotel Santika Jakarta, Selasa malam.

Gus Ipul mengaku, selama ini dirinya telah bekerja dengan baik dan maksimal. Namun, karena alasan kementeriannya tidak terkenal seperti kementerian yang lain, maka dirinya menyadari hal tersebut.

Saifullah Yusuf: Saya Serahkan ke Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)
Saifullah Yusuf: Saya Serahkan ke Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)

Saifullah Yusuf: Saya Serahkan ke Presiden

Akibat belum familiarnya nama kementeriannya, menjadi salah satu faktor kinerja tidak banyak diketahui oleh masyarakat luas. "Tapi sampai sekarang, Presiden belum mengatakan soal reshuffle kepada saya," katanya.

Sementara itu, dalam kesempatan sama, Komisi VI DPR dari Fraksi Kebangkitan Bangsa Cecep Syarifuddin mengatakan, reshuffle harus dilakukan. Namun, hal itu, kembali kepada hak prerogatif Presiden. Cecep menegaskan, PKB tidak akan mengusung menteri untuk ikut masuk dalam kancah isu reshuffle.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Disinggung mengenai nasib Gus Ipul, Cecep hanya mengatakan, hal itu yang menentukan adalah Presiden. "Presiden yang mempunyai penilaian mengenai hal itu," demikian Cecep.

Sebelumnya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, mencopot Saifullah Yusuf dari Kabinet Indonesia Bersatu (KIB), karena Saifullah Yusuf yang diakrab disapa Gus Ipul tersebut, sudah resmi duduk dalam struktur kepengurusan PPP sebagai wakil ketua Majelis Pertimbangan Partai.

Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar mengatakan, permintaan itu sudah menjadi sikap resmi PKB dan sudah disampaikan kepada Presiden. (ant/mad)



Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Aswaja, AlaSantri, Olahraga Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

MTs Aswaja Pontianak Aktifkan PKS dan UKS

Pontianak, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Dua program kerja madrasah bergulir di MTs Aswaja Pontianak, Kalimantan Barat, dalam rangka pembinaan potensi siswa. Jika sebelumnya para pelajar di madrasah tsanawiyah ini dikenalkan dengan kegiatan ekstrakurikuler Pramuka, Club Puisi, Ekstra Tari dan Qasidah, maka untuk semester ini dua aktivitas ekstra lain melengkapinya, yakni PKS dan UKS.

MTs Aswaja Pontianak Aktifkan PKS dan UKS (Sumber Gambar : Nu Online)
MTs Aswaja Pontianak Aktifkan PKS dan UKS (Sumber Gambar : Nu Online)

MTs Aswaja Pontianak Aktifkan PKS dan UKS

PKS dalam hal ini adalah singkatan dari Patroli Keamanan Sekolah, sedangkan UKS merupakan kependekan dari Usaha Kesehatan Sekolah. Kedua kegiatan ekstrakurikuler tersebut telah berjalan sejak Januari 2015 dan terus mematangkan diri.

PKS aktif di bawah bimbingan Waka Kesiswaan MTs Aswaja Dasta Hariansyah. Sesuai dengan kepanjangannya, PKS bertugas membantu keamanan lalu lintas siswa MTs Aswaja dan pengguna jalan lainnya saat jam masuk sekolah di depan madrasah setempat. Kegiatan serupa juga dilaksanakan pada jam shalat dhuhur dan pulang sekolah.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Siswa yang tergabung dalam PKS ini adalah beberapa siswa yang pernah mengikuti kegiatan Polmas (Polisi Masyarakat) Pelajar yang diadakan Poltabes Kota Pontianak beberapa waktu lalu.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sementara untuk UKS, di bawah koordinator Amriana beberapa kali mengadakan kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Pontianak, dalam hal ini Puskesmas Pal Lima. Di antara kegiatan yang dilakukan dalam kerja sama ini adalah pengukuran tinggi badan, pengecekan kesehatan gigi, penyuluhan dan sebagainya.

“PKS dan UKS ini sangat besar artinya dalam proses pembelajaran warga madrasah. Dan tentunya memberikan pengalaman tersendiri bagi siswa. Dan yang pasti adalah adanya ekskul ini akan semakin memperkuat database sebagai penilaian madrasah atau akreditasi ke depan. Jaya PKS, Jaya UKS, Jaya Aswaja,” ujar Kepala MTs Aswaja, Sholihin HZ, Kamis (26/2). (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan AlaSantri, Aswaja, Kiai Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 02 Januari 2018

Banser Bantu Amankan Malam Tahun Baru di Jalur Pantura

Subang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Puluhan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Subang diterjunkan dalam puncak perayaan malam tahun baru 2017 di jalur Pantai Utara (Pantura), Pamanukan, Subang, Jawa Barat, Sabtu (31/12).

Banser Bantu Amankan Malam Tahun Baru di Jalur Pantura (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Bantu Amankan Malam Tahun Baru di Jalur Pantura (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Bantu Amankan Malam Tahun Baru di Jalur Pantura

Ketua PC GP Ansor Subang Asep Alamsyah Heridinata, melalui Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Banser Subang, Nasihul Umam mengatakan, upaya pengamanan malam tahun baru difokuskan di sejumlah titik rawan yang ada di Pamanukan.

"Karena kawasan Pamanukan salah satu jalur yang paling ramai, jalur macet, terutama di kawasan fly over Pamanukan. Untuk itu, kita terjunkan anggota Banser dari PAC Ansor Pamanukan," ujar Nasihul Umam saat dihubungi Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, Ahad (1/1/2017).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Bersama aparat Kepolisian Sektor Pamanukan, Puluhan Banser tersebut berjibaku mengurai kemacetan yang terjadi di Jalan Veteran, Jalan Ion Martasasmita menuju Kota Subang dan jalur menuju Objek Wisata Pantai Pondok Bali.

"Termasuk jalur nasional Pantura, baik dari arah Cirebon maupun Jakarta, kita siagakan anggota Banser di sana," kata Umam.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pihaknya juga mengapresiasi kepada masyarakat yang telah melewati perayaan malam tahun baru 2017 itu berjalan dengan aman, tertib dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

"Termasuk dalam puncak perayaan hari raya Natal tanggal 29 kemarin, Alhamdulillah berjalan dengan lancar dan kondusif. Sebagai masyarakat, tentu menjadi keinginan bersama untuk menciptakan suasana yang aman dan damai," pungkasnya. (Ade Mahmudin/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan AlaSantri Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 20 Desember 2017

PMII Jombang Ingatkan Kader Komit dengan Jalan Pemikiran Aswaja

Jombang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan?

Sebagai basis kaderisasi Nahdhatul Ulama (NU) di tingkatan mahasiswa, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) konsisten menjadikan Aswaja sebagai manhajul fikr (metode berpikir) dalam gerakannya.

PMII Jombang Ingatkan Kader Komit dengan Jalan Pemikiran Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Jombang Ingatkan Kader Komit dengan Jalan Pemikiran Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Jombang Ingatkan Kader Komit dengan Jalan Pemikiran Aswaja

Ketua Umum Pengurus Cabang (PC) PMII Jombang, Aziz Dwi Prasetyo saat acara pelantikan pengurus rayon (PR) PMII Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Komisariar Umar Tamim Unipdu Jombang masa khidmat 2016-2017, menegaskan bahwa Aswaja sebagai metode berpikir dan sejumlah ajaran lain di PMII adalah pola aktivis PMII mengabdi kepada bangsa dan negara.

"Dengan senantiasa berpegang teguh pada ajaran Islam Ahlussunah Waljamaah, Nilai Dasar Pergerakan, AD/ART, nilai-nilai, norma-norma, dan produk hukum PMII lainnya serta cinta tanah air dan bangsa, adalah cara aktivis PMII mencintai agama dan bangsa," ujarnya di hadapan seluruh tamu undangan yang memadati Balai Desa Peterongan, Jumat (13/01/2017) siang.

Dijelaskan, Aswaja sebagai manhajul fikr ini yang membedakan PMII sebagai mahasiswa NU yang tidak hanya meyakini dan melalukan (manhajul qaul), namun tetap adanya proses berpikir yang identik dengan kemahasiswaanya. Hal itu juga menjadi pembedahan antar organisasi PMII dengan organisasi lainnya.

Di saat yang sama, Aziz juga berpesan kepada seluruh jajaran pengurus rayon yang baru saja dilantik agar amanah dalam mengemban tanggung jawab organisasi.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Semoga Pengurus Rayon PMII FIK Umar Tamim Unipdu Jombang mampu mengemban amanah organisasi selama satu periode ke depan dengan baik dan benar," terangnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sementara Ketua Rayon FIK, Qiky Kai Khumaira mengajak seluruh anggota PMII khususnya yang baru dilantik itu untuk komitmen dalam berorganisasi. "Komitmen dan kebersamaan adalah kunci untuk aktif dalam menggerakkan anggota dan kader Fakultas Ilmu Kesehatan yang akademis dan organisatoris," tegas Kiki, sapaan akrabnya.

Acara ini juga dihadiri sekretaris umum PC PMII Jombang, sahabat Irham Ali, Komisariat dan Rayon se-Jombang, juga Pengurus Cabang Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang baru saja terpilih beberapa hari yang lalu. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan AlaSantri, Makam, Berita Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 19 Desember 2017

Dukung Mustolih, PBNU Minta Alfamart Transparan Dana Sumbangan

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan?

PBNU mendukung Mustolih Siradj yang meminta Alfamart untuk melaporkan donasi yang diberikan para pelanggan yang mendonasikan uang kembalian belanja. Dukungan itu disampaikan langsung dalam bentuk surat yang ditandatangani Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Sekretaris Jenderal PBNU H. A. Helmy Faishal Zaini.?

Menurut Kiai Said perlu adanya keterbukaan dan akuntabilitas penyelenggaraa sumbangan yang diberikan masyarakat (konsumen) yang selama ini memberikan donasi uang kembalian ke gerai Alfamart.?

Dukung Mustolih, PBNU Minta Alfamart Transparan Dana Sumbangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dukung Mustolih, PBNU Minta Alfamart Transparan Dana Sumbangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dukung Mustolih, PBNU Minta Alfamart Transparan Dana Sumbangan

“Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendukung penuh upaya dan ikhtiar Saudara Mustolih Siradj, santri yang juga konsumen dan donator Alfamart, untuk mendesak transparansi penyelenggaraan donasi yang dilakukan Alfamart (PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk),” katanya ketika ditemui Mustolih di gedung PBNU, Jakarta Kamis (16/2).?

Transparansi dan akuntabilitas, kata Kiai Said, sangat penting agar penyelenggara sumbangan bertanggung jawab, amanah, akuntable, tepat sasaran, dan tidak merugikan masyarakat.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Menurut Mustolih, pada pertemuan yang berlangsung 30 menit tersebut, perkaranya tersebut didukung juga Lembaga Bantuan Hukum PBNU serta Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor.?

Sekadar diketahui, pada November 2015 Mustolih menyurati Direktur Utama PT Sumber Alfarian Trijaya TBk (Alfamart). Isinya meminta trasnparansi dana donasi. Surat tersebut dijawab. Intinya data yang diminta tidak bisa dipenuhi. Mustolih tidak puas dengan jawaban tersebut. Ia kembali mengirimi surat kepada pihak yang sama. Namun, tidak dibalas.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Oleh karena itu, Mustolih membawa persoalan tersebut ke Komisi Informasi Pusat (KIP). Pada Oktober tahun 2016, proses persidangan tersebut dimulai. Pada 16 Desember 2016, KIP memutuskan bahwa Alfamart harus memberikan data-data yang diminta Mustolih. ? Pada 9 Februari 2017 Mustolih mendapat panggilan dari Pengadilan Negeri Tangerang. Ia bersama KIP digugat Alfamart.





Soal permintaan transparanasi dana sumbangan dari masyarakat tersebut yang masuk ke ranah hukum, menurut Kiai Said, itu proses yang harus dijalani. "Tapi gerakan transparansi harus didukung," pungkasnya.? (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan AlaSantri Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 18 Desember 2017

Pemda Subang dan GP Ansor Kompak Lakukan Apel Kebhinnekaan

Subang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Subang mengikuti Apel Kebhinekaan yang digelar oleh Pemerintah Daerah di lapangan alun-alun Subang, Selasa (15/11).

Pemda Subang dan GP Ansor Kompak Lakukan Apel Kebhinnekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemda Subang dan GP Ansor Kompak Lakukan Apel Kebhinnekaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemda Subang dan GP Ansor Kompak Lakukan Apel Kebhinnekaan

Puncak acara ditandai dengan pembacaan ikrar kebhinekaan yang dibacakan perwakilan masing-masing organisasi masyarakat di hadapan Plt Bupati Subang, Imas Aryumningsih selaku pimpinan apel.

Kegiatan tersebut mengambil tema "Melalui Hikmah Hari Pahlawan ke-71 Tahun 2016 Kita Tingkatkan Kesadaran dan Partisipasi Masyarakat Guna Mewujudkan Persatuan dan Kesatuan NKRI yang Kokoh di Wilayah Kabupaten Subang".

Ketua GP Ansor Kabupaten Subang, Asep Alamsyah Heridinata menegaskan, sebagai bangsa yang memiliki keberagaman yang sangat tinggi, Indonesia sangat berpotensi jika dihadapkan dengan isu-isu sensitif yang mengancam persatuan dan kesatuan.

"Untuk itulah kita bersama jajaran Pimpinan Daerah bertekad bulat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa sehingga kita terhindar dari upaya pecah belah," ujar Asep usai apel.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Hal senada diungkapkan Plt. Bupati Subang, Imas Aryumningsih. Menurutnya, potensi disintegrasi bangsa memang ada karena merupakan konsekuensi dari negara besar yang memiliki sedikitnya 1.128 suku bangsa.

"Bukan hanya dari aspek suku bangsa tingkat keberagaman yang di tunjukkan oleh banyaknya agama maupun aliran kepercayaan, namun sekarang tren yang muncul akhir-akhir ini di sejumlah wilayah kecenderungan sebaliknya mulai dari elevasi konflik sosial di berbagai daerah terutama masalah kerukunan antar umat beragama," ujar Imas.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Oleh karena itu, kata Imas, melalui apel besar ini untuk mengingatkan kembali bahwa Kebesaran Bangsa Indonesia dibangun oleh kemajemukan yang telah melalui perjuangan penjajahan selama ratusan tahun.

"Dengan kemajemukan inilah kemudian harus menjadi modal besar dalam pembangunan menciptakan kemajuan bangsa," katanya.

Turut hadir dalam apel besar ini jajaran Musyawarah Pimpinan Daerah(Muspida) diantaranya Ketua DPRD Subang, Beni Rudiono, Kapolres Subang AKBP Yudhi Sulistianto Wahid, Perwakilan Danlanud Suryadarma, Kolonel Pnb Agus, Danskadik Letkol Tek Nanang, Danskwadron Letkol Pnb Tarmuji, Kepala Pengadilan Yuli SH. MH, Kajari Subang, Candra Yahya Welo, Kemenag Subang, H A Sukandar, Dansub Denpom III/3-2, Kapten Cpm Sarn, para kepala Dinas SKPD, para Camat dan tokoh masyarakat.

Dalam acara tersebut ditampilkan keberagamanan Indonesia salah satunya penampilan seni tari oleh seniman Subang. (Ade Mahmudin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Warta, AlaSantri Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Melalui Sanlat, GP Ansor Ajak Pelajar NU Way Kanan Berjihad

Way Kanan, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pesantren Kilat (Sanlat) atau Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) merupakan jihad yang dilakukan badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ikhtiar kuat untuk melanjutkan pendidikan juga terbilang jihad di jalan Allah.

Melalui Sanlat, GP Ansor Ajak Pelajar NU Way Kanan Berjihad (Sumber Gambar : Nu Online)
Melalui Sanlat, GP Ansor Ajak Pelajar NU Way Kanan Berjihad (Sumber Gambar : Nu Online)

Melalui Sanlat, GP Ansor Ajak Pelajar NU Way Kanan Berjihad

Demikian disampaikan Ketua GP Ansor Way Kanan Lampung Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Ahad (17/1).

Jihad menurut syariat Islam adalah berjuang dengan sungguh-sungguh, berdakwah segaris perjuangan Rasul SAW, memberikan pengajaran kepada umat dan mendidik manusia agar sesuai dengan tujuan penciptaan mereka yaitu menjadi khalifah Allah di bumi dengan damai dan saling mengasihi. Islam juga melarang pemaksaan dan kekerasan dalam berjihad.

"Pendidikan, kepemimpinan dan keberagamaan yang ramah merupakan tiga garis besar disampaikan dalam Sanlat BPUN. NU hingga hari ini tidak memicingkan mata untuk kemaslahatan bangsa. Apakah mendorong generasi bangsa tidak mampu untuk berpendidikan lebih tinggi bukan suatu jihad? Apakah menghargai perbedaan bukan hal yang diajarkan Nabi Muhammad SAW? Apakah mengajak orang berubah lebih baik, lebih mumpuni bukan jihad?" ujar Gatot lagi.

Sanlat BPUN di Way Kanan dihelat pertama kali pada tahun 2015. Pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan itu menuturkan, awalnya ada kegamangan mengingat program tersebut ditawarkan Yayasan Mata Air sekitar April 2015. Dibandingkan dengan GP Ansor atau badan otonom NU lain di Indonesia yang sudah menjalankan program ini, tentu tengat waktu untuk GP Ansor Way Kanan sangat terbatas. Belum ada pemahaman juga pengalaman hingga menyangkut bagaimana pendanaannya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Namun harus dicoba. Alhamdulillah ada jalan serta hasil positif. Lima dari empat belas peserta lolos Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SBMPTN. Itulah jihad, GP Ansor didukung sejumlah pihak telah mengajak para peserta Sanlat BPUN untuk berjihad demi masa depan mereka. Apakah jika para alumni menjadi pribadi yang baik, menjadi orang-orang yang sejahtera bukan suatu jihad demi bangsa?" ujarnya.

Alumni Susbanpim PP GP Ansor itu menegaskan, Sanlat BPUN ialah jihad kreatif, jihad humanis, jihad yang damai, jihad yang berorientasi pada perubahan untuk perbaikan.

"Itulah jihad yang layak dilakukan, kalau teror, menebar ketakutan bahkan membunuh, itu bukan jihad, tapi jahat," tegasnya lagi.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Mata Air didirikan kyai, budayawan Gus Mus bersama sejumlah kyai, intelektual dan professional seperti Al Habib Luthfi bin Yahya, Dr. KH. Asad Said Ali, KH Masdar F. Masudi, KH Muadz Thohir, KH Thantowi Jauhari Musaddad dan (Alm) KH. Masykur Maskub. Salah satu misi program Sanlat BPUN adalah membekali calon mahasiswa dengan nilai dan karakter kebangsaan, keberagaman yang inklusif, dan nilai-nilai kepemimpinan, sehingga ketika masuk PTN tidak terseret arus gerakan radikal atau ekstremis.

Sanlat BPUN 2016 di Way Kanan, akan digelar di Gedung PCNU, jalan lintas Sumatera, Kampung Tiuh Balak I Kecamatan Baradatu. Untuk dapat mengikuti program tersebut, ada beberapa syarat harus dipenuhi calon peserta, yaitu siswa baru lulus SMA/MA/SMK, lulus tes seleksi diadakan oleh panitia dan benar-benar memunyai keinginan untuk melanjutkan kuliah, menyerahkan foto kopi rapor kelas 10, 11 dan 12 lalu dikirimkan ke sekretariat pendaftaran jalan Jenderal Sudirman km 1 nomor 83, Kelurahan dan Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan paling lambat 31 Januari 2016. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi panitia pada nomor 085382008080.

"GP Ansor Way Kanan mengajak generasi muda muslim di bumi Ramik Ragom ini untuk berjihad demi masa depan mereka melalui Sanlat BPUN," pungkas Gatot. (Disisi Saidi Fatah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan AlaSantri, Halaqoh, Hikmah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 15 Desember 2017

Wahbah Zuhaili Paparkan Peta Politik Timur Tengah

Purwokerto, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Guru besar dari Universitas Damaskus, Prof Dr Wahbah Az Zuhayli asal Suriah, memuji diselenggarakannya seminar internasional Islam dan Perubahan Sosial di auditorium STAIN Purwokerto.?

"Seminar seperti ini sangat bagus dan positif dan perlu dikembangkan. Karena tidak semua negara bisa melakukannya (selain Indonesia)," kata Syeikh Wahbah sebagaimana dikutip Dr KH Hasyim Muzadi, Kamis (21/9) malam.?

Wahbah Zuhaili Paparkan Peta Politik Timur Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)
Wahbah Zuhaili Paparkan Peta Politik Timur Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)

Wahbah Zuhaili Paparkan Peta Politik Timur Tengah

Seperti diketahui, seminar sendiri merupakan kerjasama STAIN Purwokerto dengan Internasional Conference of Islamic Scholars (ICIS). Dalam sesi utama tersebut, selain Syeikh Wahbah dan Hasyim Muzadi, hadir juga Prof Atho Mudzhar guru besar dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Syeikh Wahbah banyak memaparkan peta politik khususnya Islam dan Timur Tengah. Dia sesekali juga mengkritik banyak aksi revolusi atas nama demokrasi tetapi ditumpangi dengan kekerasan dan kepentingan tertentu. Sayangnya, Syeikh Wahbah tidak berkenan semua pernyataannya dalam seminar dipublikasikan.?

"Syeikh Wahbah meminta pernyataan yang beliau sampaikan tidak dipublikasikan, karena terlalu sensitif," ? kata penerjemah bahasa usai Syeikh Wahbah memberi peringatan dalam Bahasa Arab.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sementara Hasyim Muzadi terkait Islam dan Perubahan Sosial memaparkan sulitnya meletakkan negara sesuci agama. "Negara tidak bisa diletakkan sesuci agama. Kalau agama sudah jelas, mana halal-haram. Kalau Negara, pasti akan ada perdebatan-perdebatan di dalamnya," katanya.

Gelombang revolusi di Timur Tengah, kata Hasyim, awalnya memang semangat aspirasi perubahan. Tetapi, lanjutnya, tidak jarang niat dengan semangat demokrasi itu ditumpangi oleh kepentingan-kepentingan tertentu sehingga melahirkan anarkisme.?

"Apa yang melanda negara-negara Timur Tengah, bisa jadi juga mengancam Indonesia. karena jumlah umat Islam di Indonesia itu sama banyak dengan total muslim yang ada di negara-negara Timur Tengah," kata Pengasuh Pesantren Al Hikam tersebut.?

Disambut Hangat

Kehadiran Syeikh Wahbah sendiri diambut hangat ulama di Banyumas Raya. Terlihat misalnya KH Suada (Rois Syuriah PCNU Cilacap) dari Kroya, KH Thoha Alawiy (Pesantren Ath Thohiriyyah, Purwokerto), juga ada KH Zuhrul Anam Hisyam atau Gus Anam, Pengasuh Pesantren At Taujieh Al Islamiy dan banyak lainnya.?

Ketua STAIN Purwokerto, Dr Luthfi Hamidi mengaku puas. Mengingat, sebelumnya kehadiran Syeikh Wahbah dikhawatirkan karena tengah terjadi gejolak politik di Negeri asalnya, Suriah (Syiria). "Kebetulan Syeikh Wahbah termasuk populer dan jadi panutan di kalangan ulama Banyumas khususnya NU," katanya.?

Ketua Panitia, Agus Sunaryo menambahkan, agenda seminar Internasional berakhir Sabtu (22/9). Setelah seminar dan mendengarkan studium general, acara diakhiri dengan penandatangaan nota kesepahaman (MoU) dengan tiga Universitas di Mesir dan Sudan. Terdapat sekitar 10 perguruan tinggi dan pesantren yang bekerjasama.

Redaktur ? : Mukafi Niam

Kontributor: Roedjito eL Fateh

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan AlaSantri Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 14 Desember 2017

Indonesia Harus Daulat Pangan, Tolak Impor Beras

Semarang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Indonesia harus berdaulat di? bidang pangan. Harus swasembada beras sebagai bahan makanan pokok. Tidak boleh ada impor beras, bawang atau produk pertanian lain yang bisa dicukupi di dalam negeri.? Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi penyangga pangan nasional menolak impor beras dan mendorong revitalisasi pertanian.

Demikian saripati pembahasan dalam Seminar Nasional Pemanfaatan Dana Desa, di Kampus Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) baru-baru ini.

Indonesia Harus Daulat Pangan, Tolak Impor Beras (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Harus Daulat Pangan, Tolak Impor Beras (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Harus Daulat Pangan, Tolak Impor Beras

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Ahmad Muqowwam yang menjadi pembicara dalam seminar tersebut mengatakan, pemerintah harus mengubah kalimat “ketahanan pangan” menjadi “kedaulatan pangan”. Menurutnya, kalau hanya ketahanan pangan, itu asal sudah ada bahan makanan, berarti sudah tahan, tiada kelaparan. Namun itu masih memungkinkan cara impor.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Yang benar adalah kedaulatan pangan. Berdaulat itu bermakna kekuatan sendiri. Tidak ada impor,” terang senator asal Jateng ini.

Secara khusus ia menyoroti anggaran desa yang saat ini besar sekali. Yaitu Rp128 triliun untuk 72.944 desa di Indonesia. Dana itu cukup untuk menata pertanian dan mengembangkan ekonomi desa agar tercapai kedaulatan pangan tersebut.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Menurut mantan anggota DPR dari Partai Persatuan Pembangunan ini, dana yang jika dibagi per desa bernilai hingga Rp 2 miliar itu sangat patut untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Melalui dana ini akan bisa diperbaiki sarana prasarana, pertumbuhan ekonomi, dan pemerataan hasil-hasil pembangunan.

Selanjutnya, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapermades) Provinsi Jateng Tavip Supriyanto menyatakan, Pemprov Jateng tegas menolak impor beras. Juga tidak setuju adanya impor bawang merah.

Ia menerangkan, Gubernur Jateng bertekad melindungi para petani bawang di Brebes dan petani padi di Jateng yang telah menjadi andalan pangan nasional. Dengan adanya impor, kata dia, akan merugikan petani dan merusak ekonomi pedesaan.

“Kita butuh revitalitasi pertanian. Jateng menolak impor beras,” ujarnya yang datang mewakili Gubernur Jateng.

Terkait dana desa, Tavip menyebutkan, di tahun 2015 ada kendala pemanfaatannya. Yaitu mayoritas masih fokus pada pembangunan fisik alias infrastruktur umum seperti jalan lingkungan dan sarana air bersih. Yang mestinya prioritas dibangun, kata dia, adalah infrastuktur yang mendukung produktivitas ekonomi desa. Seperti irigasi, pasar desa, layanan kesehatan, dan pendidikan.

Hadir pula dalam seminar tersebut? Guru Besar Fakultas Pertanian UNS Prof Dr Suprapti Supardi dan kurang lebih 500 peserta yang mayoritas dari perguruan tinggi di Semarang.

Suprapti dalam paparannya menyoroti Nilai Tukar Petani (NTP) yang rendah.? Hal itu menurutnya disebabkan sempitnya lahan pertanian, rendahnya produksi, dan anjloknya harga saat panen.

Kucuran dana desa diharapkan mampu mendongkrak potensi desa yang jumlahnya mencapai puluhan ribu,” ujarnya. (Ichwan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan AlaSantri, Internasional, Cerita Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Bentengi Pelajar, IPNU-IPPNU Wonoasih Gelar Kajian Aswaja

Probolinggo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo menyadari bahwa perkembangan zaman yang cukup pesat akan berpengaruh kepada masa depan pelajar.

Oleh karena itu dibutuhkan upaya nyata agar pelajar tetap berpegang teguh kepada aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Menyadari hal tersebut, PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Wonoasih menggelar kajian Aswaja bagi seluruh pengurus hingga pelajar se-Kecamatan Wonoasih.

Bentengi Pelajar, IPNU-IPPNU Wonoasih Gelar Kajian Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Bentengi Pelajar, IPNU-IPPNU Wonoasih Gelar Kajian Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Bentengi Pelajar, IPNU-IPPNU Wonoasih Gelar Kajian Aswaja

Ketua PAC IPNU Kecamatan Wonoasih Hijjul Baiti Manis Tatok mengungkapkan kajian Aswaja ini dilakukan untuk semakin mempererat tali silaturahim diantara sesama pelajar NU. Disamping untuk semakin menguatkan pemahaman Aswaja.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Kajian Aswaja ini sangat penting diberikan kepada para pelajar. Pasalnya, masih banyak pelajar NU yang belum mengenal dan bahkan belum memahami aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Jika tidak diberikan pemahaman maka dikhawatirkan pelajar mudah terpengaruh paham-paham lain di luar NU,” ungkapnya, Ahad (30/11).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Hijjul mengharapkan melalui kajian Aswaja ini para pengurus IPNU-IPPNU dan pelajar NU menyadari bahwasanya sebagai warga NU harus paham dengan Aswaja yang merupakan ruh dari perjuangan ulama-ulama NU.

”Kajian Aswaja ini bertujuan supaya kader IPNU-IPPNU dapat memperkuat dan memperbaiki pemahaman tentang Aswaja sehingga mampu menghadapi paham-paham lain yang bertentangan dengan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja),” jelasnya.

Dalam kajian Aswaja ini ada beberapa hal yang menjadi topik pembahasan. Meliputi masalah aqidah, fiqih dan tasawuf. Sehingga para pengurus IPNU-IPPNU serta pelajar NU memahami paham Aswaja.

“Mudah-mudahan pemahaman pelajar terhadap aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) semakin kuat sehingga tidak mudah terpengaruh paham lain di luar NU. Agar pemahamannya lebih mendalam, kajian Aswaja ini akan kami gelar secara istiqomah,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan AlaSantri, Nahdlatul Ulama Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 01 Desember 2017

Aklamasi, Abdul Aziz Pimpin GP Ansor Kabupaten Sikka

Sikka, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Konferensi Cabang (Konfercab) Perdana Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sikka Masa Khidmat 2015-2019 berlangsung, Rabu (30/9) di Gedung FKUB Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam musyawarah tersebut, terpilih Abdul Aziz, cucu KH Arsyad Daud sebagai Ketua GP Ansor Sikka secara aklamasi. 

Aklamasi, Abdul Aziz Pimpin GP Ansor Kabupaten Sikka (Sumber Gambar : Nu Online)
Aklamasi, Abdul Aziz Pimpin GP Ansor Kabupaten Sikka (Sumber Gambar : Nu Online)

Aklamasi, Abdul Aziz Pimpin GP Ansor Kabupaten Sikka

Abdul Aziz terpiih secara aklamasi yang dihadiri 6 (Enam) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Alok Timur, PAC Kecamatan Alok, PAC Alok Barat, PAC Kangae, PAC Kewa Pante dan PAC Paga. Serta dihadiri Pimpinan Pusat, Pimpinan wilayah GP Ansor dan Ketua PCNU Kabupaten Sikka Rabu (30/9) malam.

“Saya siap lahir batin demi memajukan Ansor Sikka,” kata Aziz. 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dengan berbagai langkah demi memajukan GP Ansor Sikka, dirinya akan berjanji melakukan koordinasi dengan berbagai OKP dan pemerintah dengan misi membangun daerah Sikka yang lebih baik.

“Selain membangun komunikasi dan gerakan berbagai organisasi pemuda lintas agama, lebih mepertajam sistim pengkaderan agar kualitas kader PC Ansor bersinergi.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pimpinan Pusat GP Ansor Mas’ud Sholeh berharap, langkah pemilihan yang dilakukan secara musyawarah ini bagian dari mengembalikan khittah sistim pemilihan yang dilakukan oleh para tokoh dan para Ulama-ulama dulu dalam mengambil sebuah keputusan. 

“Kita tidak hilangkan ruang demokrasi tetapi kita mengendepan musyawarah untuk memilih pemimpin,”jelasnya. (Ajhar Jowe/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Daerah, Ubudiyah, AlaSantri Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 30 November 2017

Keunikan Kultur dan Struktur NU Menjadi Kekuatan Jamiyyah

Pringsewu, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Nahdlatul Ulama memang organisasi yang unik. Organisasi yang didirikan oleh para ulama ini tidak melulu bertumpu pada sistem dan struktur dan hirarki yang kaku. Hal ini karena kultur yang menopang NU justru lebih kuat daripada struktur yang ada.

Keunikan Kultur dan Struktur NU Menjadi Kekuatan Jamiyyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Keunikan Kultur dan Struktur NU Menjadi Kekuatan Jamiyyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Keunikan Kultur dan Struktur NU Menjadi Kekuatan Jamiyyah

Pernyataan tersebut disampaikan Mustasyar PCNU Pringsewu KH. Sujadi saat ditemui di kediamannya, Komplek Pondok Pesantren Nurul Ummah Pagelaran Lampung, Rabu (1/11).

"NU itu unik. Sampai-sampai, walaupun tidak ada pengurusnya pun kegiatan NU masih tetap bisa berjalan," kata ulama yang juga Bupati Pringsewu ini.

Kekuatan kultur inilah yang menjadi kekuatan tersendiri dalam jamiyyah NU. Tidak seperti organisasi lain yang bertopang kepada struktur organisasi, NU justru ditopang dengan kekuatan kultur jamiyyah yang tumbuh di tengah-tengah masyarakat.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Struktur dan kultur saling melengkapi sehingga menjadikan NU kuat dan mengakar sampai ke bawah," lanjut alumni Pondok Pesantren Kalibeber Wonosobo Jawa Tengah ini.

Katib Syuriyah PCNU Pringsewu KH. Munawir mengamini pernyataan tersebut. Kiai Munawir menegaskan sosok ulama dalam Jamiyyah NU juga merupakan kekuatan tersendiri dalam roda organisasi.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Para kiai ataupun pengasuh pondok pesantren yang memiliki kharisma dan pengaruh kepada jamaah sering membuat lumer dan lentur kekuatan struktural NU," katanya.

Ini juga tidak terlepas dari sejarah bahwa pesantren bukan hanya memiliki kekuatan otonom dalam struktur NU, namun para kiai kharismatik pondok pesantrenlah yang menjadi motor penggerak sekaligus menjadi pencetus berdirinya NU pada 1926.

Eksistensi struktur dan kultur yang ada dalam Jamiyyah Diniyyah terbesar di dunia inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para peneliti dan menjadi bahan diskusi menarik bagi para pemerhati organisasi.

"Apalagi menjelang satu dekade pada 2026 mendatang NU memasuki usia satu abad, NU akan menjadi organisasi yang akan terus menjadi perbincangan. Kira-kira bagaimana wajah NU kedepan dan masihkan ada tokoh kharismatik yang berpengaruh dalam struktur organisasi walaupun secara struktur tidak di dalamnya?" tanyanya mengajak merenung.

Oleh karenanya ia menilai diperlukan formula untuk menemukan hubungan antara kekuatan kultural dan struktural dalam NU.

"Yang penting juga kita bisa membuat format organisasi yang mengkombinasikan antara kekuatan modern yang terus bergulir dengan nilai-nilai tradisional yang sangat kental pada warga NU," katanya. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan AlaSantri Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 27 November 2017

Syech Sholeh: Tenda Peneduh Hari Kiamat itu Syukur

Brebes, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pengasuh Pondok pesantren Darussalam Jatibarang Brebes KH Syeh Sholeh Basalamah  menuturkan di hari kiamat nanti ada tenda peneduh. Tenda tersebut, ternyata hanya diperuntukan bagi orang yang pandai bersyukur.

Syech Sholeh: Tenda Peneduh Hari Kiamat itu Syukur (Sumber Gambar : Nu Online)
Syech Sholeh: Tenda Peneduh Hari Kiamat itu Syukur (Sumber Gambar : Nu Online)

Syech Sholeh: Tenda Peneduh Hari Kiamat itu Syukur

“Di hari kiamat nanti, ada tenda sejuk yang ternyata diperuntukan bagi orang-orang yang pandai bersyukur,” katanya saat mengisi pengajian Brebes Bersholawat bersama Habib Syeh bin Assegaf di Islamic Centre, Jalan Yos Sudarso Brebes, Kamis malam (9/4).

Wujud syukur, kata Syeh Sholeh, yakni dengan mendirikan shalat lima waktu sehari semalam. “Ternyata di dalam shalat itu mengandung i’tibar syukur dalam ucapan, hati, dan gerak,” ungkapnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ada jaminan dari Allah SWT, kalau kita bersyukur akan ditambah nikmatnya. Namun bila kufur, akan mendapat siksa yang pedih. Para Nabi dan Rosul sebagai manusia mulia perbuatan rutinnya adalah bersyukur. “Ikutilah langkah mereka untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang Dia limpahkan,” tandas Syeh Sholeh.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Brebes bersholawat” yang dikunjungi lebih dari 20 ribu orang tersebut menghadirkan Habib Syeh Assegaf dari Solo. Pengunjung yang mayoritas Syekhermania dari berbagai daerah itu memadati kawasan Islamic Center. Ada yang dari Cirebon, Tegal, Pekalongan, Purwokerto, bahkan dari Surabaya. Mereka memadati Islamic Center sejak bada Ashar. Ratusan polisi dan Banser ikut berjaga-jaga di berbagai sudut.

Mengawali konsernya, Habib Syech mendendangkan “Rindu Rosul”, terus “Ahlan wa sahlan bin Nabi”, “Kisah arrosul”, “Allahu alloh”, “Qod kaffani” dan lain-lain hingga mencapai 15 shalawat.

Tampak di luar area, pedagang dadakan dengan menjajakan poster, peci, lampu dan jajanan. Begitupun ribuan motor dan mobil memadati Islamic Center sehingga banyak bermunculan tukang parkir dadakan pula.

Acara yang digelar sejak pukul 20.30 hingga 23.00 tersebut berlangsung meriah dan damai. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Berita, Doa, AlaSantri Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock