Kamis, 08 Maret 2018

Sebelum Wafat, KH Ali Mustafa Yaqub Menghasilkan Puluhan Karya Intelektual

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Mantan imam besar Masjid Istiqlal, yang juga Rais Syuriyah PBNU periode 2010-2015 ? KH Ali Mustafa Ya’qub meninggal dunia pagi ini,? di Rumah Sakit Hermina, Ciputat,? Kamis (28/4) pagi.

Pengasuh Pesantren Darussunnah, Ciputat, Tangerang Selatan ini selama hidupnya telah menghasilkan puluhan karya tulis, dan yang paling banyak adalah di bidang ilmu hadits sesuai dengan keahliannya. Berikut ini daftarnya:

1. Memahami Hakikat Hukum Islam (Alih Bahasa dari Prof. Dr. Muh. Abdul Fattah al-Bayanuni, 1986)

Sebelum Wafat, KH Ali Mustafa Yaqub Menghasilkan Puluhan Karya Intelektual (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebelum Wafat, KH Ali Mustafa Yaqub Menghasilkan Puluhan Karya Intelektual (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebelum Wafat, KH Ali Mustafa Yaqub Menghasilkan Puluhan Karya Intelektual

2. Nasihat Nabi kepada Para Pembaca dan Penghafal al-Quran (1990)

3. Imam al-Bukhari dan Metodologi Kritik dalam Ilmu Hadits (1991)

4. Hadits Nabawi dan Sejarah Kodifikasinya (Alih Bahasa dari Prof. Dr. Muhammad Mustafa Azami, 1994)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

5. Kritik Hadits (1995)

6. Bimbingan Islam untuk Pribadi dan Masyarakat (Alih Bahasa dari Muhammad Jamil Zainu,1418 H).

7. Sejarah dan Metode Dakwah Nabi (1997)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

8. Peran Ilmu Hadits dalam Pembinaan Hukum Islam (1999)

9. Kerukunan Umat dalam Perspektif al-Quran dan Hadits (2000)

10. Islam Masa Kini (2001)

11. (? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? (2010)

12. (? ? ? ? ? ? ? ? (2010?

13. Kemusyrikan Menurut Madzhab Syafi’I (Alih Bahasa, Prof. Dr. Abdurrahman al-Khumayis, 2001)

14. Aqidah Imam Empat Abu Hanifah, Malik, Syafi’i dan Ahmad (Alih Bahasa, Abdurrahman al-Khumayis, 2001)

15. Fatwa-fatwa Kontemporer (2002)

16. MM Azami Pembela Eksistensi Hadits (2002)

17. Pengajian Ramadhan Kiai Duladi (2003)

18. Hadits-hadits Bermasalah (2003)

19. Hadits-hadits Palsu Seputar Ramadhan (2003)

20. Nikah Beda Agama dalam Perspektif al-Quran dan Hadits (2005)

21. Imam Perempuan (2006)

22. Haji Pengabdi Setan (2006)

23. Fatwa Imam Besar Masjid Istiqlal (2007)

24. Ada Bawal Kok Pilih Tiram (2008)

25. Toleransi Antar Umat Beragama (Bahasa Arab–Indonesia 2008)

26. Islam di Amerika; Catatan Safari Ramadhan 1429 H Imam Besar Masjid Istiqlal (2009)

27. Kriteria Halal-Haram untuk Pangan, Obat dan Kosmetika Menurut al-Quran dan Hadits (2009)

28. Mewaspadai Provokator Haji ? (2009)

29. Islam Between War and Peace (Pustaka Darus-Sunnah 2009)

30. Kiblat; Antara Bangunan & Arah Ka’bah (Bahasa Arab-Indonesia 2010)

31. 25 Menit Bersama Obama (Masjid Istiqlal Jakarta 2010)

32. Kiblat Menurut al-Quran dan Hadits; Kritik Atas Fatwa MUI No.5/2010 (2011).

33. Ramadhan Bersama Ali Mustafa Yaqub (2011)

34. Cerita dari Maroko (2012)

35. Makan Tak Pernah Kenyang (2012).

36. Ijtihad, Terorisme dan Liberalisme (Bahasa Arab-Indonesia 2012)

37. Panduan Amar Ma’ruf Nahi Mungkar (Hisbah) (Bahasa Arab-Indonesia 2012)

(Red-Zunus Muhammad)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kajian, Humor Islam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

19 Grup Ramaikan Festival Hadrah Tingkat Provinsi DIY

Yogyakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Dalam rangka memperingati hari ulang tahun yang ke-17, Pondok Pesantren Luqmaniyah Yogyakarta menggelar acara Festival Hadrah Tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di halaman pesantren, Jumat (10/2).?

Festival hadrah se-DIY yang dimulai sejak pukul 14.00 WIB tersebut menghadirkan tiga dewan juri, yakni Ustadz Ahmad Roni juri vokal, Ustadz Anas Fahrudin juri adab, dan Ustadz Yazid Bustomi juri pakaian.?

19 Grup Ramaikan Festival Hadrah Tingkat Provinsi DIY (Sumber Gambar : Nu Online)
19 Grup Ramaikan Festival Hadrah Tingkat Provinsi DIY (Sumber Gambar : Nu Online)

19 Grup Ramaikan Festival Hadrah Tingkat Provinsi DIY

Pengasuh Pondok Pesantren Luqmaniyah Yogyakarta, KH Naimul Wain dalam sambutannya mengatakan bahwa festival tersebut diadakan untuk menjalin ukhuwah antar-pesantren.?

“Syukur-syukur, bukan hanya ukhuwah pesantren, bukan hanya saling kenal tapi juga bisa ada tindak lanjutnya. Awalnya kenal, tapi akhirnya ada tindak lanjutnya,” ujar Kiai Naim yang disambut sorak-sorai para santri putra dan putri.?

Selain itu, lanjut Kiai Naim, acara ini merupakan upaya kita untuk membangun muhibbin, cinta kepada Rasulullah SAW.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Semakin aktif kita menyelenggarakan acara seperti ini, akan bermunculan para pecinta-pecinta yang mengagungkan cinta kepada Allah SWT, dan Rasulullah SAW,” tegas Kiai Naim yang merupakan suami dari Nyai Hj Siti Chamnah.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Acara festival hadroh tersebut diramaikan oleh 19 grup hadroh dari berbagai pesantren, kampus, sekolah dan majelis taklim yang ada di DIY.?

19 grup hadroh yang ikut di antaranya adalah Ihwanul Qolbi, Azkiyya (Pesantren Nurul Ummah), Fi Hubbil Jalil (Majelis Ta’lim Al-Hidayah, Prambanan), Kasyiful Quroob (MAN 1 Yogyakarta), Al-Jauhar (Pesantren Al-Jauhar Gunung Kidul), Sunan Pandanaran Pi & Sunan Pandanaran Pa (MTs Sunan Pandanaran), al-Mahalli Junior & al-Mahalli Senior (Pesantren al-Mahalli, Bantul).

Taufiqurrahman, As-Sa’adah (Jamaah Masjid Anas bin Malik Sleman), Darul Muslihin (Pesantren Darul Muslihin, Bantul), El-Tsuroyya (Pesantren Muntasyirul Ulum), Darul Adzkiyya’ (MTsN 1 Yogyakarta), Nurani Insani (Pesantren Nurani Insani, Gamping), Tsamrotul Muna (Pesantren al-Munawwir Komplek Q), Syauqol Mujtaba (Pesantren an-Nur Ngrukem), Alba Nada (Pesantren al-Barakah), Al-Layyinah (UIN Sunan Kalijaga). (Nur Rokhim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Lomba, Cerita Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 06 Maret 2018

Selama Mudik Lebaran, Koordinasikan dengan Banser untuk Jaga Keamanan

Sidoarjo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ketua Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo, Jawa Timur, Slamet Budiono mengimbau kepada warga Nahdliyin yang ada di Sidoarjo khususnya dan Indonesia pada umumnya untuk senantiasa berkoordinasi dengan Banser dalam menjaga keamanan selama mudik lebaran.

"Warga Nahdlatul Ulama silahkan meminta bantuan atau kerjasama dengan Banser untuk menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan selama Hari Raya Idul Fitri 1437 H," himbau Slamet, Sabtu (2/7).

Selama Mudik Lebaran, Koordinasikan dengan Banser untuk Jaga Keamanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Selama Mudik Lebaran, Koordinasikan dengan Banser untuk Jaga Keamanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Selama Mudik Lebaran, Koordinasikan dengan Banser untuk Jaga Keamanan

Slamet mengemukakan, selama lebaran hingga H+3, Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo, Jawa Timur, mendirikan posko yang diberi nama posko Banser. Posko tersebut berada di setiap 18 PAC/Satkoryon se-Sidoarjo.

Tak hanya lebaran saja, sambung Slamet, posko tersebut sebetulnya sudah ada sejak bulan Ramadhan dan dibuka setelah sholat Tarawih hingga saat sahur.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Di dalam posko itu ada sekitar 50-100 personil yang bertugas secara bergantian. Selain di posko, anggota juga ikut patroli bersama Polisi dan Satpol PP ke tempat-tempat yang dianggap rawan," kata Slamet.

Sementara itu menurut Sekretaris PC GP Ansor Sidoarjo, H Riza Ali Faizin, selama melakukan mudik ke kampung halaman, warga Nahdliyin diminta untuk tetap berhati-hati.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Patuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada. Semoga selamat sampai ke tempat tujuan," pesan H Riza. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Internasional, Budaya Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Songsong Hari Kartini, Fatayat-IPPNU Tebar Inspirasi

Kudus, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Biasanya, menjelang hari Kartini sebagian organisasi wanita sudah sibuk merencanakan kegiatan khusus kaum wanita seperti lomba masak ataupun busana tokoh pejuang zaman dahulu tersebut. Tetapi,sedikit berbeda yang dilakukan oleh PC Fatayat NU dan PC IPPNU Kudus. 

Songsong Hari Kartini, Fatayat-IPPNU Tebar Inspirasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Songsong Hari Kartini, Fatayat-IPPNU Tebar Inspirasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Songsong Hari Kartini, Fatayat-IPPNU Tebar Inspirasi

Sejak Selasa (17/4) kemarin, kedua badan otonom perempuan NU itu memasang puluhan spanduk berisi pesan moral yang inspiratif  pada tempat-tempat strategis di kota kretek ini. Dari spanduk yang dipasang bertema hari Kartini dengan dua tulisan berbeda. 

Pertama, "Kartini masa kini ; Sholih,Cerdas membangun negeri." dan satunya lagi berbunyi  "Semangat Kartini Semangat Perempuan Indonesia ; Belajar,Berilmu,Bertakwa, Penuh Kasih Sayang."

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Menurut sekretaris PC Fatayat NU Kudus Silfia Alfiana, pemasangan spanduk dengan kata-kata inspiratif  ini dalam rangka memperingati hari Kartini 21 April dan Harlah Fatayat ke-62 yang jatuh pada 24 April mendatang. 

"Program ini kita namai tebar inspirasi hari Kartini  guna memberi warna dan pencerahan bagi kaum wanita," katanya kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, di Kantor PC Fatayat NU Kudus Jl. Pramuka 20, Rabu (17/4).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Tujuan program ini,jelas dia, untuk mengapresiasi pahlawan wanita Indonesia, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghargai jasa Pahlawannya.

"Kaum perempuan Indonesia mampu terinspirasi melanjutkan jejak perjuangan Kartini untuk membangun negeri ke arah yang lebih baik," tambah Silfia.

Dalam pandangannya, Kartini masa kini itu harus sholikhah, cerdas, selalu belajar, bertaqwa dan memiliki rasa penuh kasih saying antar sesama.

"Melalui pesan-pesan yang kita sampaikan, kaum wanita terutama kader Fatayat dan IPPNU mampu memaknai kembali Kartini masa kini yang sebenarnya," pungkasnya.

Redaktur      : Syaifullah Amin

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Internasional, Pertandingan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 03 Maret 2018

Ketua PBNU: Perlu Pemetaan Kaderisasi PMII

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ketua PBNU Juri Ardiantoro mengatakan, orientasi kaderisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) harus diperluas, tidak hanya sekadar menambah jumlah kader, tapi menambah bobot atau kualitas kader.?

“Bobot kader juga harus diperluas tidak hanya sekadar menghiasi dunia politik, tapi dunia profesional. PMII harus mulai menyiapkan kader-kader untuk mengambil peran di wilayah itu,” katanya selepas menghadiri peringatan Harlah ke-57 yang digelar Pengurus Besar PMII di Jakarta pada Senin malam (17/4).

Untuk tujuan itu, Juri mengusulkan agar PMII melakukan pemetaan potensi kader dan pemetaan berdasar keunikan kader di tiap-tiap daerah.?

Ketua PBNU: Perlu Pemetaan Kaderisasi PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PBNU: Perlu Pemetaan Kaderisasi PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PBNU: Perlu Pemetaan Kaderisasi PMII

“Jadi, kaderisasi tak harus mesti sama seluruh daerah di seluruh Indonesia. Pada hal-hal yang sangat prinsip seperti tata, nilai, ideologi memang harus sama. Tapi pada konteks pengembangan kader dan penyiapan kepemimpinan ya harus memperhatikan karkater atau keunikan daerah,” jelasnya.?

Sehingga, lanjut mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum Pusat itu, kader PMII di daerah tidak harus semua ke jakarta. “Itu PR PMII k depan,” tegasnya.

Ia menambahkan, untuk tujuan itu, selain pemetaan kader, PMII juga harus melakukan penguatan kelembagaan. (Abdullah Alawi)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pondok Pesantren, Daerah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 28 Februari 2018

Rais NU Jabar: Jangan Mengejek Kesalahan Orang Lain!

Garut, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Rais Syuriyah PWNU Jawa Barat KH M Nuh Addawami mengatakan, salah satu kunci kebahagiaan dunia dan akhirat adalah kasih sayang. Keselamatan manusia itu pun terletak pada rahmat (kasih sayang) Allah.

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Cisurupan Garut ini menekankan untuk tidak mudah memarahi kesalahan orang lain atau mengejek perbuatannya. Sebab, menurutnya, sikap demikian itu merupakan ciri orang yang tak memiliki kasih sayang.

Rais NU Jabar: Jangan Mengejek Kesalahan Orang Lain! (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais NU Jabar: Jangan Mengejek Kesalahan Orang Lain! (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais NU Jabar: Jangan Mengejek Kesalahan Orang Lain!

"Orang yang memiliki kasih sayang adalah menyapa orang berbuat jelek dan mengajak pada hal baik,” ujar Kiai Nuh pada acara puncak Haul Pendiri dan Milad YPI al-Hikmah, Sabtu (18/2), di Garut, Jabar. Ia menyebut perilaku arif ini sebagai akhlak tawassuth alias tidak berlebihan.

Berdakwah itu mesti dilakukan dengan tidak membuat mereka takut. “Dakwah orang NU harus wasathan (berimbang), yang membuat jamaah bahagia, jika salah akan sedih mengikuti arahan. Cara berpikir dan bertindaknya Alhussunnah wal Jamaah yang menjadi dasar aqidahnya Nahdlatul Ulama dalam segala tindakannya thawassuth," tambahnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kiai Nuh lantas mengutip Surat Al An’am 108 agar tak seenaknya menghina kelompok lain meski berseberangan secara akidah. "Janganlah kalian menghina berhala atau sembahan orang (kafir), karena (jika begitu) mereka akan menghina sembahanmu (Allah), sehingga kalian jadi penyebab menghinanya mereka pada Allah," pungkasnya.

Acara yang dilaksanakan di komplek yayasan ini dihadiri sekitar seribu jamaah antara lain dari Muslimat NU, GP Ansor, Fathayat NU, IPNU, IPPNU, guru-guru dan siswa madrasah, perwakilan pemerintah serta warga masyarakat sekitar. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Syariah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 27 Februari 2018

24 Santri Jateng-Yogya Ikuti Pelatihan Mekanik Sepeda Motor

Semarang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan 



Pengurus Pusat Rabithah Maahid Islamiyyah  Nahdlatul Ulama (RMINU) bekerja sama dengan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) mengadakan pelatihan, pendampingan, dan magang mekanik sepeda motor untuk santri Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. 

24 Santri Jateng-Yogya Ikuti Pelatihan Mekanik Sepeda Motor (Sumber Gambar : Nu Online)
24 Santri Jateng-Yogya Ikuti Pelatihan Mekanik Sepeda Motor (Sumber Gambar : Nu Online)

24 Santri Jateng-Yogya Ikuti Pelatihan Mekanik Sepeda Motor

Sebanyak 24 santri mengikuti pelatihan itu selama kurang lebih 4 bulan ke depan. Mereka akan berlatih di dalam kelas dan praktik langsung di lapangan. 

Pelatihan ini memberikan pengetahuan pada santri agar mampu memperbaiki dan mengetahui perkembangan sepeda motor. Kebutuhan akan sepeda motor di pesantren tak kalah pentingnya dengan alat transportasi lain. 

Dengan adanya kemampuan baru ini, pesantren diharapkan memiliki tenaga ahli yang paham sepeda motor. YDBA sudah 37 tahun mendampingi masyarakat untuk berkontribusi.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selain itu, ada Astra Motor dan Yayasan Astra Honda Motor (YAHM) yang ikut mendukung pelatihan ini. 

Ahmad Muhibbudin selaku wakil ketua YAHM menyatakan, perlu adanya transfer pengetahuan (knowledge) pada masyarakat luas, termasuk santri. Setelah mengikuti pelatihan ini; peluang untuk mengerjakan bidang terkait perbengkelan terbuka lebar. 

Sudah banyak pelatihan seperti ini yang memberikan manfaat pada peserta. Banyak dari mereka menjadi wirausahawan dengan membuka bengkel sendiri atau bekerja di jaringan perusahaan Astra.

"Setelah lulus untuk bisa menjadi wirausahawan," papar Rahmad Handoyo selaku mentor YDBA pada pembukaan pelatihan di kantor Astra Motor Center, Semarang, Selasa, (5/12).

Khoironi, perwakilan PP RMINU memotivasi peserta. Ia mengatakan bahwa pelatihan kali ini bisa jadi menjadi ilmu baru bagi santri. Untuk pesantren salaf; ini hal baru yang harus ditekuni agar mampu menguasainya. 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Abu Choir, tim pelaksana dari PW RMINU Jateng menambahkan bahwa pelatihan ini ke depan harus ditingkatkan tak hanya dalam pelatihan saja. Perlu adanya pendampingan untuk membuka bengkel di pesantren dengan supervisi dari Astra. (Zulfa/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sejarah, Nasional, Halaqoh Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock