Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2018

19 Grup Ramaikan Festival Hadrah Tingkat Provinsi DIY

Yogyakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Dalam rangka memperingati hari ulang tahun yang ke-17, Pondok Pesantren Luqmaniyah Yogyakarta menggelar acara Festival Hadrah Tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di halaman pesantren, Jumat (10/2).?

Festival hadrah se-DIY yang dimulai sejak pukul 14.00 WIB tersebut menghadirkan tiga dewan juri, yakni Ustadz Ahmad Roni juri vokal, Ustadz Anas Fahrudin juri adab, dan Ustadz Yazid Bustomi juri pakaian.?

19 Grup Ramaikan Festival Hadrah Tingkat Provinsi DIY (Sumber Gambar : Nu Online)
19 Grup Ramaikan Festival Hadrah Tingkat Provinsi DIY (Sumber Gambar : Nu Online)

19 Grup Ramaikan Festival Hadrah Tingkat Provinsi DIY

Pengasuh Pondok Pesantren Luqmaniyah Yogyakarta, KH Naimul Wain dalam sambutannya mengatakan bahwa festival tersebut diadakan untuk menjalin ukhuwah antar-pesantren.?

“Syukur-syukur, bukan hanya ukhuwah pesantren, bukan hanya saling kenal tapi juga bisa ada tindak lanjutnya. Awalnya kenal, tapi akhirnya ada tindak lanjutnya,” ujar Kiai Naim yang disambut sorak-sorai para santri putra dan putri.?

Selain itu, lanjut Kiai Naim, acara ini merupakan upaya kita untuk membangun muhibbin, cinta kepada Rasulullah SAW.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Semakin aktif kita menyelenggarakan acara seperti ini, akan bermunculan para pecinta-pecinta yang mengagungkan cinta kepada Allah SWT, dan Rasulullah SAW,” tegas Kiai Naim yang merupakan suami dari Nyai Hj Siti Chamnah.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Acara festival hadroh tersebut diramaikan oleh 19 grup hadroh dari berbagai pesantren, kampus, sekolah dan majelis taklim yang ada di DIY.?

19 grup hadroh yang ikut di antaranya adalah Ihwanul Qolbi, Azkiyya (Pesantren Nurul Ummah), Fi Hubbil Jalil (Majelis Ta’lim Al-Hidayah, Prambanan), Kasyiful Quroob (MAN 1 Yogyakarta), Al-Jauhar (Pesantren Al-Jauhar Gunung Kidul), Sunan Pandanaran Pi & Sunan Pandanaran Pa (MTs Sunan Pandanaran), al-Mahalli Junior & al-Mahalli Senior (Pesantren al-Mahalli, Bantul).

Taufiqurrahman, As-Sa’adah (Jamaah Masjid Anas bin Malik Sleman), Darul Muslihin (Pesantren Darul Muslihin, Bantul), El-Tsuroyya (Pesantren Muntasyirul Ulum), Darul Adzkiyya’ (MTsN 1 Yogyakarta), Nurani Insani (Pesantren Nurani Insani, Gamping), Tsamrotul Muna (Pesantren al-Munawwir Komplek Q), Syauqol Mujtaba (Pesantren an-Nur Ngrukem), Alba Nada (Pesantren al-Barakah), Al-Layyinah (UIN Sunan Kalijaga). (Nur Rokhim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Lomba, Cerita Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 26 Januari 2018

KH Hasyim: Saya Diperintah Guru Ngajari Anak Sekolahan

Depok, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pendirian Pesantren Mahasiswa Al Hikam II yang lokasinya berdampingan dengan Kampus UI Depok kini tinggal selangkah lagi. Masjid sebagai pusat kegiatan sebentar lagi akan dipakai dan rumah miliki KH Hasyim Muzadi telah ditempati dengan menggelar syukuran bersama tetangga sekitar, Minggu (15/4).

Kiai Hasyim dalam sambutannya mengungkapkan mengapa dirinya ingin mendirikan pesantren mahasiswa? Karena memang pernah diminta oleh salah satu kiainya untuk mendidik anak sekolahan atau para mahasiswa yang pintar tapi kurang memahami agama.

KH Hasyim: Saya Diperintah Guru Ngajari Anak Sekolahan (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Hasyim: Saya Diperintah Guru Ngajari Anak Sekolahan (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Hasyim: Saya Diperintah Guru Ngajari Anak Sekolahan

“Dulu saya diberi tahu sama kiai saya, kamu besok ngatur anak-anak sekolah saja.  Karena tidak semua kiai sabar ngajar anak mahasiswa yang nakal-nakal. Kalau kamu kan pengalaman nakal sehingga tahu bagaimana liku-liku kenakalan itu,” tuturnya

Dijelaskannya sangat penting untuk membuka wawasan keagamaan bagi kaum intelektual yang cerdas, tapi kurang tahu masalah ketuhanan. “Bagaimana yang wawasannya luas tapi tidak ngerti tuhan itu diajari tentang tuhan. Orang dulu banyak yang bener sekalipun tidak pinter, kalau sekarang banyak yang pinter tetapi tidak bener,” tuturnya.

Sebelumnya ia telah mendirikan Pesantren Mahasiswa Al Hikam I di Malang pada tahun 1991. Saat ini terdapat sekitar 200 mahasiswa dari berbagai universitas di Malang yang nyantri. Kini pesantren ini juga telah memiliki Ma’had Aly yang dimaksudkan untuk mencetak para kiai.

“Kalau itu diperuntukkan bagi lulusan pesantren yang mau jadi kiai. Supaya tidak nanggung, sebab kalau orang hampir kiai, itu berbahaya, nantinya marah-marah terus dan kalahan,” katanya menjelaskan tentang program Ma’had Aly.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kepindahannya ke Jakarta pada tahun 1999 karena terpilih sebagai ketua umum PBNU membuatnya harus bolak-balik Malang-Jakarta tiap minggu. Pada hari Senin sampai Kamis ia akan berada di Jakarta dan Jum’at sampai Minggu di Malang untuk mengajar ngaji. Kondisi ini menginspirasinya untuk membuat pesantren serupa di Jakarta.

Akhirnya, ia bertemu dengan Ibu Meilani, penganut Katolik yang bersedia menjual tanahnya di samping kampus UI dengan hanya sangat murah, hanya 225 ribu rupiah per meter persegi dan boleh dicicil. Kini harga tanah dilokasi itu berkisar 1.5 jutaan

Tanah yang dibeli seluas 1.7 hektar di area tersebut akan dibuat masjid, asrama santri, 5 rumah bagi para ustadz dan lapangan olah raga. Kompleks bangunan masjid yang kini hampir jadi juga dilengkapi dengan poliklinik, supermarket, dan perpustakaan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Semenatar itu untuk rumah pribadinya, ia membeli tanah seluas 1100 meter persegi. Sebelumnya, saat berada di Jakarta, Ia selalu menginap di penginapan di gedung PBNU. “Rumah saya dibikin cukup luas agar bisa dipakai untuk pengajian ibu-ibu. Mengapa pengajian tidak, karena karena tidak semua mereka suci,” paparnya.

Masjidnya sendiri akan difungsikan sebulan lagi setelah bagian dalam dicat dan dipasang sound system. “Saya kan mengajar di masjid situ. Nanti kalau orang sudah ngumpul banyak baru bicara bagaimana pesantren ini didirikan,” tandasnya.

Dikatakannya pesantren merupakan bayang-bayang masjid, bukan masjid yang bayang-bayang pesantren. “Dimulai dari ibadah, munuju ke ilmu kemudian ke dunia, kemudian berputar ke dunia lagi yang selanjutnya kembali ke Allah,” tambahnya.

Dijelaskannya Pesantren didirikan pelan-pelan setelah masjidnya jalan karena pesantren harus ada orangnya dulu baru bangunannya. Ini berbeda dengan sekolahan atau real esteate yang dibangun dulu semua fasilitasnya.

“Kalau pesantren dibangun dulu baru cari santri, nantinya malah tak ada santrinya karena pesantren itu membangun perguruan, bukan hanya membangun keilmuan. yang paling sukar bukan mengajar ilmu, tetapi membangun akhlak. Kalau ilmu pasti pinter kalau diajari, tapi membangun karakter kehidupan seseorang itu tidak mungkin tanpa hidayah Allah,” jelasnya.

Kiai Hasyim tak lupa meminta dukungan dari masyarakat sekitar terhadap keberadaan pesantren dan masjid tersebut. “Saya tidak bisa menyulapnya sendiri. kehadiran pesantren harus bisa memberi manfaat kepada masyarakat dan agama,” katanya.

Beberapa fasilitas seperti lapangan olah raga, supermarket dan klinik nantinya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sebagai bentuk hubungan kemanfaatan dan kerohanian. “Kalau ada sesautu yang perlu dibantu, sepanjang saya bisa, insyaallah saya akan membantu,” katanya. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Lomba, Doa Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 21 Januari 2018

Demo 2 Desember Sarat Kepentingan Politik

Surabaya, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Seluruh elemen bangsa hendaknya dapat menahan diri terhadap permasalahan di negeri ini. Jangan sampai ada pihak yang ingin menekan aparat dengan maksud terselubung. Termasuk rencana demo yang akan dilakukan 2 Desember 2016 mendatang.

Demo 2 Desember Sarat Kepentingan Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
Demo 2 Desember Sarat Kepentingan Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

Demo 2 Desember Sarat Kepentingan Politik

Penegasan ini disampaikan Sekretaris PW GP Ansor Jawa Timur, H Ahmad Tamim setelah mendapatkan informasi yang menyebutkan akan ada rencana demo oleh beberapa elemen di Jakarta, Jumat (2/12) mendatang. "Semua elemen bangsa semestinya tidak mempertaruhkan nilai-nilai dasar kebhinekaan Indonesia hanya dengan tujuan yang tidak beralasan," katanya, Sabtu (19/11).

Mantan Ketua PC GP Ansor Blitar ini berpendapat bahwa tuntutan sebagian umat Islam yang menuntut penanganan kasus yang diduga menistakan agama oleh Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) telah ditindak lanjuti pemerintah.?

"Polisi telah melakukan tindakan hukum, bahkan terlihat melakukan langkah yang sangat cepat dalam penanganan kasus ini," ungkap Gus Tamim, sapaan akrabnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Umat Islam dianggap sudah tidak relevan lagi menekan polisi untuk melakukan tindakan hukum sebagaimana yang diinginkan. "Polisi terlihat cukup serius dan tidak main-main dalam penanganan kasus ini, bahkan telah berjanji untuk secepatnya membawa kasus ke pengadilan," sergah anggota DPRD Jatim tersebut.

Dalam pandangan Gus Tamim, yang disampaikan oleh Kapolri sangat jelas. "Masyarakat semestinya harus sabar menunggu, apalagi umat Islam juga sudah diwakili beberapa pihak dan ikut dalam gelar perkara," terangnya. Hal tersebut, lanjutnya, tentu saja memperjelas substansi masalah untuk dikaji dan dianalisis hingga dapat dijadikan rujukan oleh anggota tim penyelidik kepolisian.

Justru Gus Tamim curiga bahwa aksi 2 Desember mendatang sudah tidak murni lagi sebagai gerakan dalam dimensi membela Islam, tetapi sudah mulai ditunggangi kepentingan lain (politis, red). "Ya, karena sudah hilang relevansi tuntututannya," tandasnya.

Terhadap rencana tersebut, negara harus berani tegas dan tidak didikte kepentingan segelintir orang. "Semua anggota masyarakat harus membela tindakan negara bila ada sekelompok orang yang sudah mulai mengancam keselamatan, terutama dalam eksistensi pengakuan kebhinekaan," tegasnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sebagai bagian tidak terpisahkan dari bangsa ini, jutaan anggota Ansor Jawa Timur akan siap membela bila negara diganggu dan diancam kepentingan yang merusak. "Ansor akan menjadi garda terdepan membela kebhinekaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Lomba Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 19 Januari 2018

Ramadhan Ini, NU Bantu Pengungsi Rohingnya

Langsa, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pengurus Pusat Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) melakukan aksi kemanusiaan di camp pengungsi Rohinya di Aceh sejak Senin 23 Juni 2015. Aksi bertema "Rohingya Emergency Relief, Ramadhan 2015" ini dilakukan dengan memberikan paket buka puasa disertai doa bersama dengan 500 pengungsi Rohingya di Kota Langsa.

LPBI NU menggandeng Islamic Help, LSM internasional asal Inggris yang pernah melakukan aksi kemanusiaan bersama NU? dalam Tsunami Aceh dan Gempa Yogyakarta di masa lalu. Aksi kemanusiaan ini juga melibatkan PW LPBI NU Aceh, PCNU Kota Langsa dan Dayah (Pesantren) di Kota Langsa.

Ramadhan Ini, NU Bantu Pengungsi Rohingnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan Ini, NU Bantu Pengungsi Rohingnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan Ini, NU Bantu Pengungsi Rohingnya

Ketua PP LPBI NU, Avianto Muhtadi mengatakan bahwa saat ini kondisi pengungsi cukup terjamin. Ini berkat masyarakat Aceh yang sangat membantu dan ikhlas. Namun, tambah Avianto, saat menyiapkan paket buka puasa selalu saja ada yang kurang padahal paket dibuat lebih.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari pengamatannya langsung dengan para pengungsi, Avianto menilai ada potensi kericuhan, apalagi mereka berbeda etnis, akibat tak meratannya bantuan yang diterima pengungsi. Sebagian pengungsi mengambil jatah lebih banyak dari yang lain.

“Di camp, pemenuhan kebutuhan terpenuhi dengan baik namun menuai kecemburuan sosial dan kesenjangan antara penduduk setempat dengan mereka yang mendapat bantuan berlimpah,” imbuhnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Bagi Avianto, bantuan yang diberikan oleh berbagai pihak perlu dikelola dalam satu koordinasi agar tidak berdampak pada benturan kepentingan, di samping agar jelas akuntabilitas dan transparasinya. Ia juga berpendapat, Pemerintah perlu mendesak PBB agar melakukan mengambil alih bila negara asal pengungsi tidak menerima mereka kembali. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Berita, Lomba, Warta Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selasa, 02 Januari 2018

PBNU: TKI di Negara non-Muslim Lebih Dihargai

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj, turut menyikapi terjadinya penembakan terhadap Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Terjadi ironi dalam kejadian tersebut, dimana TKI di negara non-Muslim dinilainya mendapatkan perlakuan yang lebih baik dibandingkan negara berpenduduk mayoritas Islam.

PBNU: TKI di Negara non-Muslim Lebih Dihargai (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: TKI di Negara non-Muslim Lebih Dihargai (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: TKI di Negara non-Muslim Lebih Dihargai

"Dengan berat hati saya sampaikan, bahwa TKI kita di negara non-Muslim justru mendapatkan perlakuan yang lebih baik. TKI di Hongkong dan Taiwan tidak pernah ada cerita ditembaki atau diperjualbelikan organ tubuhnya," ungkap Kiai Said di Jakarta, Selasa (24/4). 

Aksi penembakan terhadap TKI yang dilakukan polisi Diraja Malaysia juga dinilai oleh Kiai Said sebagai tindakan yang biadab, apapun latar belakang yang mendasarinya. 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Kalaupun salah janganlah ditembaki. Salah memang harus ada hukumannya, tapi tidak harus ditembaki," tegas Kiai Said. 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dikemukakan juga oleh Kiai Said, PBNU mendesak polisi Diraja Malaysia untuk menindak tegas anggotanya yang melakukan penembakan tersebut. Tindakan tegas berupa   hukuman wajib diberikan tidak hanya untuk menjaga hubungan baik dengan Indonesia, melainkan menjaga kredibilitas institusi kepolisian Malaysia tersebut. 

"Harus dihukum pelakunya. Ini bukan hanya untuk menjaga hubungan baik dengan Indonesia, tapi juga untuk nama baik Malaysia sendiri di forum internasional,"  tandas Kiai bergelar doktor lulusan Universitas Ummur Qura Mekkah tersebut. 

PBNU juga mendesak pemerintah Indonesia menyampaikan protes keras terhadap Malaysia, untuk menekan kemungkinan terulangnya kejadian yang sama di waktu mendatang. 

Penulis: Emha Nabil Haroen

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Lomba Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 01 Januari 2018

PP Muslimat NU Hadiahkan Hewan Kurban untuk Para Pendiri

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU) ternyata tidak hanya memberikan hewan kurban kepada yang masih hidup, tetapi juga menghadiahkan hewan tersebut kepada para pendiri Muslimat NU yang telah wafat. Inisiatif ini dilakukan setiap tahun pada momen Idul Adha.

PP Muslimat NU Hadiahkan Hewan Kurban untuk Para Pendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
PP Muslimat NU Hadiahkan Hewan Kurban untuk Para Pendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

PP Muslimat NU Hadiahkan Hewan Kurban untuk Para Pendiri

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua II PP Muslimat NU Hj Nurhayati Said Aqil Siroj saat melakukan kegiatan pemotongan hewan kurban, Ahad (3/9) di Kantor PP Muslimat NU Pengadegan, Jakarta Selatan.?

“Setiap tahun, kami meng-idhohiq-kan atau menghadiahkan hewan kurban kepada para pendiri Muslimat NU,” jelas Nurhayati.

Menurut istri Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj ini, dengan melakukan inisiatif menghadiahkan hewan kurban kepada yang sudah meninggal menunjukkan bahwa kegiatan berkurban tidak hanya menjadi sarana silaturrahim para pengurus yang masih hidup, tetapi juga dengan yang sudah meninggal.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Kegiatan kurban Muslimat NU mempunyai tiga tujuan, pertama silatul ‘amal, kedua silaturrahim para pengurus, ketiga silaturruh dengan para pendiri Muslimat yang sudah meninggal dunia,” terangnya.

Ia menjelaskan, silaturrahim bermuwajahah sesama pengurus. Silatul amal, persamaan persepsi atau kerja sama yang baik. Sedangkan silaturruh hubungan batin antara pengurus Muslimat NU yang masih hidup dengan yang sudah wafat.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Idul Adha 1438 H tahun 2017 ini, PP Muslimat NU berkurban 16 ekor sapi dan 2 ekor kambing. Jumlah sapi dan kambing tersebut terkumpul atas kontribusi sejumlah pihak.

Nurhayati menerangkan, sapi dan kambing tersebut berasal dari keluarga Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa, keluarga Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, keluarga Anna Muawanah, keluarga Bapak Tasrif, ibu-ibu Muslimat NU, dan keluarga besar Kementerian Sosial RI.

Ia berharap, semoga hewan kurban di tahun depan makin bertambah banyak sehingga akan lebih banyak lagi masyarakat yang merasakan manfaatnya.

“Melalui ribuan kupon, kami membagikan daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama warga di sekitar Kantor Muslimat,” ujar Nurhayati.

Kegiatan pemotongan hewan dan pembagian daging kurban ini dihadiri oleh seluruh Pengurus Muslimat NU di tingkat pimpinan pusat dengan melibatkan sejumlah pemotong hewan. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Lomba Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 31 Desember 2017

Santri Mitra Kamtibmas di Tegal Rebut Rekor Muri

Tegal, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ribuan santri dari berbagai daerah di Kabupaten Tegal berkumpul di halaman Pendopo Amangkurat, Jumat (18/12). Mereka menghadiri deklarasi "Santri Mitra Kamtibmas". Deklarasi ini berhasil memecahkan rekor Muri.

Santri Mitra Kamtibmas di Tegal Rebut Rekor Muri (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Mitra Kamtibmas di Tegal Rebut Rekor Muri (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Mitra Kamtibmas di Tegal Rebut Rekor Muri

Deklarasi yang digagas oleh Polres Tegal, Pemkab Tegal, dan GP Ansor Tegal ini diikuti santri yang mayoritas adalah pelajar dan pemuda Tegal. Mereka datang berjalan kaki, menggunakan sepeda, sepeda motor, dan truk sejak pukul 06.00.

Acara  dihadiri Kapolda, Bupati, Kapolres, Dandim dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Tegal. Acara ini dikawal ratusan personel TNI dan Polri lengkap dengan kendaraan taktisnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Deklarasi ini penting untuk membantu ketenteraman dan ketertiban di Tegal," kata Bupati Tegal Ki Enthus Susmono.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Berdasarkan pantuan di lapangan ribuan santri dan ratusan petugas kepolisian yang memadati halaman pendopo Amangkurat ini terlihat menikmati hiburan hadroh yang ditampilkan.

Dengan memakai busana muslim lengkap dengan peci, mereka tampak antusias dan mengikuti lantunan dan gerakan dari lagu yang dinyanyikan oleh anggota grup musik hadroh. (Abdul Wahab/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Lomba, Pondok Pesantren Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 30 Desember 2017

Dikukuhkan, PCNU Sorong Selatan Komit Hidupkan NU di Papua

Sorong Selatan, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sorong Selatan masa khidmah 2015-2020 secara resmi dilantik, Sabtu (13/6), di gedung putih Teminabuan, Papua Barat. Pengukuhan ini menandai tekad pengurus baru untuk lebih aktif menggerakkan NU di Tanah Papua.

Ketua PCNU Sorong Selatan H Muhammad Tawakkal menilai, NU di daerahnya yang berdiri sejak 2005 mengalami kevakuman. “Di tahun ini NU akan kembali berkiprah dalam membawa misi aqidah Aswaja,” ujarnya.

Dikukuhkan, PCNU Sorong Selatan Komit Hidupkan NU di Papua (Sumber Gambar : Nu Online)
Dikukuhkan, PCNU Sorong Selatan Komit Hidupkan NU di Papua (Sumber Gambar : Nu Online)

Dikukuhkan, PCNU Sorong Selatan Komit Hidupkan NU di Papua

Menurut Tawakkal, NU dengan memegang prinsip tawasuth, itidal, tawazun, taawun dalam menjalankan amanah organisasi dan bentuk pelayanan kepada masyarakat. "Tugas NU mengajak, merangkul, ulama maupun dai NU di wilayah Sorsel dalam menghadapi paham radikalisme, seperti pergerakan ISIS, semoga tidak sampai ke negara Indonesia,” tuturnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dalam kesempatan itu, pengurus terlantik di antaranya Muh Khaerul Aziz (Rais Syuriyah), H. Abdul Hakim (Katib), H. Hasan (A’wan), HM. A. Tawakkal (Ketua Tanfidhiyah), Muhammad Latif (Sekretaris), dan Sukandar (Bendahara).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selain penduduk pribumi, sebagian pengurus merupakan warga transmigran. NU didirikan 10 tahun lalu oleh H Abdul Fattah, warga NU asal Maros, Sulawesi Selatan. Prosesi pelantikan disaksikan oleh Sekretaris Lembaga Dakwah PBNU KH Nurul Yakin, Bupati Sorsel Drs Otto Ihalauw, dan Ketua Majelis Kehormatan DPRD Sorsel.

Nurul Yakin menjelaskan, sejak berdiri 1926 NU terus berkomitmen tegak dalam landasan ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesame muslim), ukhuwah wathaniyah (persaudaraan sesame bangsa), ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama manusia).

"Keberadaan NU sendiri merupakan organisasi sosial keagamaan yang bertujuan memberikan manfaat dan berkhidmat kepada masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Pemerintah Daerah setempat menyatakan siap bekerja sama dengan NU dalam rangka mewujudkan pembangunan pemerintahan Sorsel. (Zaenal Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Warta, Lomba Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 29 Desember 2017

Sambut Pilkada, GP Ansor dan Polres Mataram Jaga Keharmonisan Sosial

Mataram, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - GP Ansor bersama Kapolres Kota Mataram AKBP Muhammad menggelar doa bersama di Aula Kantor PWNU NTB Jalan Pendidikan nomor 6 Kota Mataram, Selasa (02/5) malam. Mereka berharap Kota Mataram ke depan terjaga terlebih lagi menghadapi pilkada Kota Mataram (2018).

Ketua GP Ansor Mataram Hasan Basri mengatakan, GP Ansor memiliki investasi dan modal besar terhadap bangsa dan Negara Indonesia. Karena itu tidak salah bila Ansor mendoakan bangsa ini. Di tengah kondisi bangsa yang carut-marut baik masalah sosial, keagamaan, politik, dan lainnya, GP Ansor mengambil cara lain, yaitu mendoakan bangsa.

Sambut Pilkada, GP Ansor dan Polres Mataram Jaga Keharmonisan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Pilkada, GP Ansor dan Polres Mataram Jaga Keharmonisan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Pilkada, GP Ansor dan Polres Mataram Jaga Keharmonisan Sosial

"Cara ini adalah cara kritik kami terhadap pemerintah. Karena dengan cara aksi massa sudah pernah namun kurang direspon," katanya.

Sementara Kapolres Kota Mataram AKBP Muhammad mengajak Ansor dan pemuda yang hadir untuk menjaga persatuan dan kesatuan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Tugas kita adalah menumbukan persaudaaran sesama umat Islam dan antarumat manusia lainnya. Jangan menghina orang lain, apa lagi terkait isu pilkada khususnya pilkada Kota Mataram yang sudah di depan mata. Dan hidup yang marhamah, saling menyayangi,” kata Kapolresta Mataram Muhammad.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ketua GP Ansor NTB H Zamroni Aziz menyampaikan, GP Ansor akan selalu siap bersama Polri dan TNI menjaga stabilitas dan keamanan di tengah-tengah masyarakat. "Siapapun yang ganggu negara, maka akan berhadapan dengan Ansor," jelasnya.

Pertemuan yang dipandu oleh Sekretaris GP Ansor Mataram Fadil Adli dihadiri oleh Wakil Rais Syuriyah PWNU NTB TGH Sahimun Faesal, Abdul Hamid Faesal, Ketua PCNU Kota Mataram Ustadz Fairuz Abadi, Suryadi utusan Persatuan Serikat Muslim Tionghoa (PSMTI) NTB. Pimpinan IPNU-IPPNU NTB, PMII Mataram, PMKRI NTB, dan puluhan anak muda NU NTB. (Hadi/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Lomba, Halaqoh, Hadits Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 24 Desember 2017

Pawai Ta’aruf dengan Beragam Seni dan Budaya Sambut MTQ Nasional di NTB

Mataram, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXVI Tingkat Nasional tahun 2016 di Kota Mataram, NTB dimulai dengan Pawai Taaruf yang diikuti peserta dari 24 provinsi di Indonesia. Beragam penampilan dan pertunjukan seni dan budaya bernuansa peradaban Islam tampil pesona mengundang takjub ribuan penonton yang menyambut di sepanjang jalan rute yang dilalui para peserta pawai.

Pawai Ta’aruf dengan Beragam Seni dan Budaya Sambut MTQ Nasional di NTB (Sumber Gambar : Nu Online)
Pawai Ta’aruf dengan Beragam Seni dan Budaya Sambut MTQ Nasional di NTB (Sumber Gambar : Nu Online)

Pawai Ta’aruf dengan Beragam Seni dan Budaya Sambut MTQ Nasional di NTB

Pawai Taaruf terbagi dalam dua jenis, yaitu pawai kendaraan hias dan pawai jalan kaki yang dilepas oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat HM Zainul Majdi, Wakil Gubernur HM Amin, Walikota Mataram H Ahyar Abduh, dan Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, H Machasin di ruas Jalan Pejanggik tepat di depan Pendopo Walikota Mataram, Jumat (29/7) siang.

Sebelum mengibarkan bendera tanda pelepasan peserta Pawai Taaruf, Gubernur NTB Zainul Majdi yang hadir bersama istri menyampaikan bahwa Pawai Taaruf yang menjadi satu tradisi menjelang pelaksanaan MTQ yang menampilkan keanekaragaman seni dan budaya tersebut digelar sebagai bagian dari rasa syukur masyarakat NTB dalam menyambut kafilah MTQ dari seluruh Indonesia.?

"Pawai ini merupakan bagian dari kesyukuran kita,” ujarnya untuk kemudian melepas peserta pawai secara resmi.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pawai Taaruf diawali dengan kendaraan hias dari Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD), menyusul dari provinsi-provinsi lain peserta MTQ secara berurutan. Salah satu hal yang menarik adalah atraksi debus yang ditampilkan oleh kafilah asal Provinsi Banten. Dihadapan panggung utama, beberapa orang perwakilan dari Provinsi Banten menggelar atraksi khas masyarakatnya yang cukup memukau. Sedangkan kendaraan hias yang mewakili Kota Mataram juga tampil tidak kalah meriah.?

Dari atas kendaraan hias, perwakilan dari Kota Mataram mengusung seperangkat alat musik yang memainkan musik ala padang pasir secara langsung oleh grup musik Samrah yang diawaki oleh para pegawai pemerintah lingkup Kota Mataram. Pawai Taaruf diikuti oleh setidaknya 44 kendaraan hias, baik dari 34 perwakilan Provinsi dari seluruh Indonesia maupun oleh perwakilan kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Barat.

Pawai ini juga menempuh rute dari lapangan umum Kota Mataram sampai ke Mayura Cakranegara. Sedangkan peserta pawai pejalan kaki yang diikuti oleh puluhan ribu peserta, menempuh rute lebih pendek sampai dengan perempatan Karang Jangkong Mataram. ? Para penonton tampak tidak kalah bersemangat menyaksikan jalannya pawai. Sepanjang jalan, masyarakat Kota Mataram berbondong-bondong memenuhi ruas jalan yang dilalui para peserta pawai. (Hadi/Fathoni)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Meme Islam, Lomba Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Minggu, 17 Desember 2017

Anjuran untuk Saling Berkunjung dan Bersalaman

Inilah salah satu tradisi umat muslim Indonesia yang searah dengan sunnah Rasulullah saw, yaitu bersilaturrahim mengunjungi orang tua, famili, keluarga dan teman serta bersalam-salaman ketika berjumpa. Hal ini sebagai penguat kesucian setelah bulan puasa. Jika bulan Ramadhan telah difungsikan sebagai mesin pencuci hati dan jiwa seorang muslim dengan banyak meminta ampun kepada Allah swt, maka segeralah dilengkapi dengan saling memaafkan sesama manusia. Itulah haqqul adami yang harus diselesaikan. Sehingga tidak ada lagi ganjalan baik dijalur hablum minallah maupun hablum minannass.

Oleh karena itulah tidak ada salahnya jika tradisi ini kemudian berkembang dan dilembagakan dengan istilah halal bi halal yang mungkin istilah ini sebagai tafaul optimisme adanya saling memaafkan atau saling menghalalkan segala kesalahan.

Banyak sekali hadits Rasulullah saw yang menganjurkan bersilaturrahim diantaranya:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Anjuran untuk Saling Berkunjung dan Bersalaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Anjuran untuk Saling Berkunjung dan Bersalaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Anjuran untuk Saling Berkunjung dan Bersalaman

Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah bersilaturrahim.

Hadits ini membuktikan pentingnya silaturrahim antar sesama sehingga digantungkan dengan satu hal besar yaitu iman kepada Allah dan hari akhir. Begitu pula yang diriwayatkan dari Aisyah:

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Rasulullah saw bersabda “kebaikan yang pahalanya paling cepat didapat adalah berbuat baik kepada orang tua dan silaturrahim. Sedangkan kejelekan yang cepat siksanya adalah berbuat keji dan memutus tali persaudaraan.

Itulah ancaman yang menguatkan akan pentingnya bersilaturrahim. Karena memang dipandang dari kaca mata sosial silaturrahim memiliki efek positif yang sangat kuat. Karena dari silaturrahim itulah tersebar informasi dan jejerang yang memperkuat hubungan sesama muslim.

Hendaknya dalam silaturrahim ini diisi dengan berbagai hal yang bermanfaat, minimal adalah dengan saling mengakui kesalahan dan memohon maaf sekligus juga bersalaman. Seperti kata Rasulullah saw.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Tiadalah dari dua orang Islam yang berjumpa lalu saling bersalaman, melainkan keduanya diampuni dosanya sebelum berpisah.

Dan dalam hadits lain dikatakan:

? ? ? ? ?

Hendaklah kalian berjabat tangan agar lenyap rasa dendam yang ada dalam hati-hatimu semua.

Hadits singkat ini haruslah direnungkan dengan mendalam. karena bisa saja dendam dan kebencian yang turun-temurun diwariskan oleh orang tua bisa saja lenyap hanya dengan bersalaman. (red. Ulil H)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Halaqoh, Fragmen, Lomba Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 15 Desember 2017

Konferensi Pemuda Lintas Agama 2012 digelar di Bali

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. International Interfaith Youth Summit atau konferensi pemuda lintas agama internasional 2012 akan digelar di Bali, 5--7 Oktober 2012.

Konferensi yang digelar oleh Indonesia Youth Forum (IYF) bekerja sama dengan Global Peace Festival Indonesia Foundation (GPFIF) tersebut mengangkat tema "New Interfaith Paradigm for The 21st Century".

Konferensi Pemuda Lintas Agama 2012 digelar di Bali (Sumber Gambar : Nu Online)
Konferensi Pemuda Lintas Agama 2012 digelar di Bali (Sumber Gambar : Nu Online)

Konferensi Pemuda Lintas Agama 2012 digelar di Bali

"Tujuan acara ini adalah untuk membangun pemahaman bersama akan pentingnya kerukunan umat beragama dan ikut mengambil peran nyata dalam pembangunan perdamaian," kata Direktur Eksekutif IYF Achmad Syamsuddin dalam siaran pers yang dikirim ke media, Jumat.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ketua GPFIF Chandra Setiawan mengatakan bahwa acara seperti itu patut didukung karena selain mengampanyekan kerukunan antarumat beragama, penggagasnya justru anak-anak muda. 

"Kami dari GPFIF menilai bahwa acara seperti ini sangatlah penting karena anak-anak muda terlibat aktif memikirkan perdamaian dunia. Saat ini saja mereka sudah mau untuk memberikan kontribusi nyata, bagaimana kelak ketika mereka akan menjadi pemimpin dunia, tentunya mereka akan senantiasa mengusung semangat mulia ini," kata Chandra.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rencananya, kurang lebih 200 orang pemimpin muda dunia dari berbagai negara akan hadir, diantaranya dari Pakistan, Philipina, Kamboja, Amerika Serikat, Korea Selatan, China, Malaysia, Timor Leste, Inggris, Bangladesh, Bosnia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, Myanmar, Uzbekistan, India, Bangladesh, Vietnam, Madagaskar, Gambia, Mesir, Zimbabwe, Laos, Somalia, dan Indonesia.

Direktur Program IY Muhammad Abdul Idris menjelaskan bahwa konferensi pemuda lintas agama kali ini adalah konferensi keempat yang digelar IYF.

"Ini adalah tahun keempat kami mengundang pemuda dari berbagai negara untuk duduk bersama membangun dialog saling pemahaman, menjunjung tinggi hak asasi manusia. Kegiatan ini sangat penting sebagai upaya ikut ambil bagian dalam perdamaian dunia," kata Idris yang juga Wakil Sekretaris Jenderal PP IPNU.

Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang mendukung terselenggaranya konferensi tersebut, terutama pemerintah Indonesia dan perwakilan negara-negara sahabat yang ada di Jakarta.

"Juga ucapan terima kasih kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia yang ada di luar negeri, yang membantu kelancaran proses kedatangan teman-teman dari berbagai belahan dunia ini," demikian Idris. 

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Cerita, Fragmen, Lomba Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 14 Desember 2017

Gus Sholah: Jangan Bebani Santri dengan Biaya Tinggi

Jombang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Film “Sang Kiai” dipandang sebagai tontonan yang memiliki banyak pesan moral kepada semua kalangan. Salah satu pesan utama yang ingin disampaikan film ini adalah tentang kemandirian pesantren. 

Demikian disampaikan KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan di kediamannya, dalem kasepuhan Pesantren Tebuireng Jombang, Kamis (13/6).

Gus Sholah: Jangan Bebani Santri dengan Biaya Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah: Jangan Bebani Santri dengan Biaya Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah: Jangan Bebani Santri dengan Biaya Tinggi

“Kita sepakat bahwa jangan sampai pesantren di tanah air membebani biaya terlalu tinggi kepada para santri,” terang Gus Solah.

Namun demikian untuk jaman seperti ini, beban biaya yang harus ditanggung orang tua atau wali santri sangatlah relatif. “Bisa saja ada yang menganggap biaya pondok terlalu tinggi, atau dapat juga jumlah tersebut diangap sebagai sebuah hal yang wajar,” tandasnya. 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Karena dalam kesehariannya, para santri harus makan dengan menu yang memenuhi standar kesehatan. Demikian juga mereka harus dibimbing masalah agama oleh pengurus asrama, keperluan listrik, air, kebersihan lingkungan, keperluan kesehatan dan sejenisnya.

“Pesantren mampu menyediakan kebutuhan dasar para santri dengan biaya yang relatif terjangkau,” ungkap ayah tiga anak ini.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pesan yang juga sangat penting dari film ini adalah soal jihad. “Bahwa jihad tidaklah sedangkal yang dipersepsikan sebagian kalangan dengan melakukan pengerusakan dan penghilangan nyawa,” terangnya.

Bagi alumnus ITB ini, jihad dapat dilakukan dengan diplomasi. “Bagaimana menghadapi penjajah Jepang dengan tanpa menanggalkan aqidah seperti pada film, sungguh sangat elegan,” ungkapnya. Karena itu, Gus Solah sangat sepakat dengan Presiden SBY usai menonton film ini yang menyatakan bahwa Mbah Hasyim adalah sosok yang kaya strategi. 

Karena demikian dalam pesan dari film ini, maka Gus Solah mengajak untuk berbondong-bondong menonoton. Karena bila biaya pembuatan film “Sang Kiai” bisa balik modal, maka sudah akan dibuatkan episode yang lebih panjang dan mendalam. 

“Sang sutradara sudah mempersiapkan bagaimana kisah awal pendirian Nahdlatul Ulama,“ katanya. Demikian juga Gus Solah sudah mendengarkan rencana pembuatan film kiprah para pendiri bangsa ini saat awal kemerdekaan.

“Ini film penting untuk mendekatkan generasi muda dengan para pahlawan besar di jamannya,” katanya. Karena itu, hal mendesak yang harus dilakukan adalah menonton film ini secara berjamaah sehingga akan muncul film selanjutnya dengan tema yang lebih fokus dan mendalam. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Lomba, Kajian Sunnah, Hadits Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Jumat, 24 November 2017

3000 Lebih Mahasiswa Baru UIN Sunan Kalijaga Gemakan Ya Lal Wathan

Yogyakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Dalam rangka menerima mahasiswa baru UIN Sunan Kalijaga melaksanakan PBAK (Pengenalan Budaya akademik dan kemahasiswaan), Kamis-Sabtu, 24-26 Agustus 2017 yang diikuti 3000 lebih mahasiswa baru dari berbagai daerah seluruh nusantara.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Prof Dr Amin Abdullah ini UIN Sunan Kalijaga ini mengangkat tema Membangkitkan Nilai Nasionalisme dan Keislaman

3000 Lebih Mahasiswa Baru UIN Sunan Kalijaga Gemakan Ya Lal Wathan (Sumber Gambar : Nu Online)
3000 Lebih Mahasiswa Baru UIN Sunan Kalijaga Gemakan Ya Lal Wathan (Sumber Gambar : Nu Online)

3000 Lebih Mahasiswa Baru UIN Sunan Kalijaga Gemakan Ya Lal Wathan

Dalam Sambutan Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof Yudian Wahyudi, Ph.D mengingatkan agar mahasiswa baru bisa mencintai Indonesia sebagai bangsa yang majemuk tanpa menghilangkan nilai-nilai keislaman dan agar memiliki jiwa nasionalisme.

Yudian juga mengingatkan agar mahasiswa baru UIN Sunan Kalijaga tidak bergabung dengan oraganisasi yang anti-NKRI. Sebab itu dalam kesempatan ini, Alumni Pondok Pesantren Termas Pacitan itu mengajak para mahasiswa baru menyanyikan lagu Ya Lal Wathan. 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Hal itu juga dipersiapkan oleh Panitia Pelaksana PBAK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai cara pembangkit semangat nasionalisme dan cinta NKRI. Suara padu menggema dari mahasiswa baru sembari mengepalkan tangan.

 

Salah seorang panitia, Ahmad Ainul Fahruri menjelaskan, perlu diketahui bahwa pencipta Mars Subhanul Wathon adalah KH Abdul Wahab Chasbullah, penggerak dan perintis awal berdirinya Nahdlatul Ulama, dengan tujuan agar membangkitkan semangat perjuangan  para santri dalam mengusir penjajah. 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Lumrah saja ketika mahasiswa UIN Sunan Kalijaga mempunyai semangat mencintai bangsa,” ujar Mahasiswa Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam ini. 

Menyanyikan lagu Ya Lal Wathan juga diinisiasi panitia untuk menanamkan cinta tanah air kepada mahasiswa baru agar ketika berproses menjadi mahasiswa tidak salah langkah dalam berorganisasi. (Fahri/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan AlaNu, Lomba, Nasional Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rabu, 22 November 2017

LTMNU Kudus Siap Berdayakan Masjid

Kudus, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Lembaga Ta’mir Masjid Nadlatul Ulama (LTMNU) se-Kabupaten Kudus menyatakan siap mengembangkan fungsi masjid. Kemakmuran masjid diperjuangkan akan meluas kepada kemakmuran masyarakat di sekelilingnya.

LTMNU Kudus Siap Berdayakan Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU Kudus Siap Berdayakan Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU Kudus Siap Berdayakan Masjid

Komitmen ini muncul dalam rapat pimpinan daerah (Rapimda) LTMNU yang digelar Pengurus Cabang NU (PCNU), Sabtu (9/3), di aula PCNU setempat, Kudus, Jawa Tengah. Forum ini dikikuti sedikitnya 300 peserta dari unsur pengurus NU tingkat cabang, majelis wakil cabang, dan ranting.

Secara resmi acara bertema ”Wujudkan Masjid Sebagai Pusat Pemberdayaan Umat ini dibuka Kepala kementerian Agama Kebupaten Kudus H Hambali. Hadir pula dalam kesempatan ini, Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi, Ketua Pengurus Pusat LTMNU H Abdul Manan A Ghani, dan Ketua PCNU Kabupaten Kudus H Chusnan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kiai Masdar mengajak seluruh peserta untuk serius mengelola masjid. Menurut dia, gerakan melalui masjid termasuk langkah strategis tak hanya untuk menguatkan NU sebagai organisasi, tapi juga memberi manfaat bagi jamaahnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

”Kami dari PBNU datang ke daerah-daerah, mengetuk kesadaran terdalam untuk mengingatkan aset Nahdlatul Ulama yang sangat mahal harganya namun kurang diperhatikan,” ujarnya.

Kiai alumni Pesantren Krapyak ini juga menjelaskan, guna menyongsong peringatan satu abad mendatang, NU harus mulai bergerak dari sekarang. Dan salah satu sarana yang paling bisa diandalkan adalah melalui tempat ibadah, yakni masjid.

Kegiatan LTMNU kali ini bekerja sama dengan larutan penyegar cap Badak produksi PT Sinde Budi Sentosa.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Lomba Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Syeikh Yusuf al-Qaradhawi: Saya ini “Anak” NU

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ulama terkemuka asal Mesir Syeikh Yusuf al-Qaradhawi Kamis (11/1) siang mengunjungi kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat. Sang Syekh yang datang bersama Menteri Agama RI Maftuh Basyuni disambut hangat oleh para pengurus NU, antara lain, KH Hasyim Muzadi, KH Ma’ruf Amin, KH. Said Aqil Siradj, KH Maghfur Utsman, dan KH Nazaruddin Umar.

Kiai Ma’ruf Amin saat memberikan sambutan pengantar atas nama PBNU berseloroh bahwa di Indonesia nama Syeikh Yusuf Qaradhawi dipanggil secara salah kaprah, Yusuf Qordhawi. “Padahal kalau dibahahasa-Indonesia-kan artinya itu tukang kritik. Jadi yang benar Qaradhawi,” kata Kiai Ma’ruf Amin disambut tawa Sang Syeikh dan hadirin.

Tidak kalah, Sang Syekh menimpali, dirinya kebetulan lahir pada tahun kelahiran organisasi Nahdlatul Ulama, tahun 1926. “Berarti saya ini anak NU,” katanya bergurau. Dirinya mengaku pertama kali mengenal NU saat salah seorang ketua NU KH. Idham Kholid berkunjung ke Universitas Al-Azhar Mesir.

Syeikh Yusuf al-Qaradhawi: Saya ini “Anak” NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Syeikh Yusuf al-Qaradhawi: Saya ini “Anak” NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Syeikh Yusuf al-Qaradhawi: Saya ini “Anak” NU

Syeikh Yusuf Qaradhawi mengajukan pesan, tugas NU saat ini adalah menjadi dinamo bagi kebangkitan umat Islam di Indonesia dan dunia. Menurutnya Indonesia sebagai negeri Muslim terbesar di dunia mempunyai kekayaan alam dan sumber daya manusia yang sangat potensial untuk “memenangkan” umat Islam  dari tekanan dunia internasional.

“Tapi tanpa mesin pengerak semua itu tidak akan bias jalan. Ada satu kekuatan lagi yang lebih besar dimiliki oleh NU yakni kekuatan rohani,” kata Syeik Qaradhawi.

Dirinya mengaku bangga dengan model Islam moderat yang dipaktikkan oleh NU. Sistem pengambilan hukum Islam dalam NU yang mengambil salah satu dari empat Mazhab Fikih dan sistem berteologi dengan mengikuti dua mazhab besar yang diterapkan secara longgar memberikan ruang untuk saling bertoleransi dengan kelompok Islam mana pun.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Dengan toleransi kita akan bisa bersatu dan memperkecil perbedaan. Dengan toleransi kita akan bisa menyatukan barisan untuk membantu umat Islam di Palestina dan Irak. Saya juga sepakat dengan Kiai Ma’ruf Amin bahwa umat Islam adalah umat yang mengambil jalan tengah,” kata Syeik Qaradhawi.

Rais Syuriah PBNU KH Maghfur Utsman yang menjadi pemandu acara berseloroh lagi. “Kalau Syeikh Qaradlawi lahir di Indonesia pasti menjadi warga NU. Dan beliau kayaknya punya bakat untuk menjadi rais syuriah,” katanya diikuti tawa hadlirin.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ketua Umum PBNU KH. Muzadi saat memberikan kata penutup mengatakan, Nahdlatul Ulama saat ini sedang melakukan upaya-upaya untuk melerai konflik antara Sunni dan Syiah yang terjadi di Irak dan Negara-negara di Timur Tengah umumnya. NU telah menyatukan langkah dengan organisasi Islam yang lain yang seperti Muhamammdiyah dan Majelis Ulama Indonesia. “Dalam waktu dekat saya juga akan bertemu dengan Ayatullah At-Tazkiri di Iran untuk membahas masalah itu,” katanya. (nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Aswaja, Lomba, Kajian Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Senin, 20 November 2017

“Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” Jangan Jadi Alasan Kekurangperhatian

Bandung, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Guru merupakan sebuah profesi yang mulia yang dikenal dengan istilah pahlawan tanpa tanda jasa. Akan tetapi slogan pahlawan tanpa tanda jasa jangan dijadikan sebagai alasan kurang perhatian dan penghargaan terhadap guru baik dari pemerintah maupun masyarakat.

Hal itu disampaikan oleh H Saepuloh, MPd, Sekretaris Pergunu Jawa Barat di sela-sela acara Talk Show dengan tema ‘Guru Mulia Karena Karya’ di Studio Kompas TV Jawa Barat, Jl Riau No. 46, Bandung, Kamis (26/11).

“Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” Jangan Jadi Alasan Kekurangperhatian (Sumber Gambar : Nu Online)
“Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” Jangan Jadi Alasan Kekurangperhatian (Sumber Gambar : Nu Online)

“Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” Jangan Jadi Alasan Kekurangperhatian

Guru semestinya menjadi profesi yang dihormati dan dihargai oleh semua pihak. Kesejahteraan guru harus diperhatikan, pada kenyataannya masih ada guru yang mempunyai penghasilan di bawah UMR sekitar Rp 250.000,- per bulan. Bahkan guru honorer dibawah Kemenag pada tahun ini ada yang 7 bulan bahkan lebih belum mendapatkan gaji karena keterlabatan pencairan dana BOS.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Guru yang sudah mendapatkan tunjangan profesipun pada tahun ini ada keterlambatan pencairan hampir 9 bulan,” ungkap Saepuloh.

Sementara itu, menurutnya, guru pada era globalisasi saat ini menghadapi tantangan yang sangat berat. Oleh karena itu, guru jangan berhenti untuk belajar dan terus berkarya ditengah keterpurukan kondisi ekonominya.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pada kesempatan itu, Saepuloh mengatakan, sebagian besar guru belum melaksanakan kewajibannya berupa penulisan karya tulis ilmiah. Oleh karena itu, Pergunu Jawa Barat bekerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk meningkatkan kemampuan guru dalam penulisan karya tulis ilmiah.?

"Guru-guru kita terdahulu besar karena karya tulisnya, bahkan karya tulisnya menjadi rujukan utama pada saat ini,” tuturnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Nahdlatul, AlaNu, Lomba Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kamis, 16 November 2017

Ansor NTB Siapkan Sejumlah Kegiatan Pra-Konferwil

Mataram, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Nusa Tenggara Barat (NTB) tengah mempersiapkan beberapa agenda menjelang diselenggarakannya Konfrensi Wilayah (Konferwil) VIII di Pulau Lombok, 10-20 April mendatang.

Ansor NTB Siapkan Sejumlah Kegiatan Pra-Konferwil (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor NTB Siapkan Sejumlah Kegiatan Pra-Konferwil (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor NTB Siapkan Sejumlah Kegiatan Pra-Konferwil

“Konfrensi kali ini dikemas dengan beberapa agenda penting yang menyakut tentang keberadaan organisasi dan mamfaat bagi masyarkat umum,” kata ketua panitia, Ismul Basar, usai rapat panitia, Jumat (13/3), di Mataram.

Agenda-agenda tersebut antara lain “Gerakan Pesantren Hijau” dan “Pengobatan Gratis” yang akan dipusatkan di Kabupaten Lombok Utara dan Kabupaten Lombok timur.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Selain itu, kaderisasi juga sedang digencarkan, di antaranya Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) yang akan berpusat di Kabupaten Lombok Utara dan Pelatihan Kepemimpinan Lanjut (PKL) di Pondok Pesantren Abhariah Jerneng Kabupaten Lombok Barat.

PW GP Ansor NTB menjadwalkan pula acara diskusi publik bertajuk “Talk Show Teologi Islam dan Peluralisme”. Konferwil VIII GP Ansor NTB rencananya berlangsung di Kota Mataram, ibu kota NTB. (Hadi/Mahbib)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Lomba, Ahlussunnah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 28 Oktober 2017

Pengurus Majelis Syatariyah Kecamatan di Padangpariaman Dilantik

Padangpariaman, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pengurus Majelis Zikir Syatariah (MAZIS) untuk tingkat kecamatan dilantik di Nagari Toboh Gadang, kecamatan Sintuak Toboh Gadang, Padangpariaman, Sabtu (14/6). Pelantikan ini disaksikan langsung pengurus dan jamaah Syatariah di Padangpariaman.

Pengurus Majelis Syatariyah Kecamatan di Padangpariaman Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Majelis Syatariyah Kecamatan di Padangpariaman Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Majelis Syatariyah Kecamatan di Padangpariaman Dilantik

Pengurus MAZIS yang dilantik berasal dari kecamatan Sintuak Tobohgadang, Batang Anai, Ulakan Tapakih, Sungailimau, IV Koto Auamalintang  dan kecamatan V Koto Timur.

Tampak hadir dalam pelantikan Kepala Kemenag Padangpariaman Masrican, Ketua MUI Padangpariaman Zainal Tuanku Mudo, Anggota DPRD Padangpariaman Zulhelmi Tuanku Sidi, Muspika Kecamatan Sintuak, pengurus dan jamaah MAZIS di Padangpariaman.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Kami merasa bahagia dengan pelantikan pengurus kecamatan MAZIS ini. Karena akan makin bertambah kegiatan keagamaan Islam dengan berzikir yang diadakan MAZIS,” kata Masrican yang pernah menjadi Sekretaris PCNU Padangpariaman.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Masrican menambahkan, selama ini kegiatan zikir sudah berjalan namun tidak melalui organisasi sehingga kurang sukses. Dengan MAZIS, kegiatan zikir ke depan lebih terprogram dan terorganisir dengan baik untuk mewujudkan ketenangan diri dan batin umat.

“Dengan MAZIS  di kecamatan, pengurus yang sudah dilantik dapat bermusyawarah dan mengembangkan kegiatan zikir di nagari dan kecamatan masing-masing,” kata Masrican lagi.

Ketua MAZIS Padangpariaman Syafri Tuanku Imam Sutan Sari Alam menyebutkan, masuk MAZIS silakan dari mana saja. Kita tidak membatasi, silakan bergabung sejauh menyetujui anggaran dasar dan anggaran rumah tangga MAZIS.

“Melalui zikir ini, yang akan diisi adalah hati dan sekaligus mensyiarkan agama Islam,” kata Syafri Tuanku Imam yang juga Katib PCNU Padangpariaman ini.

Dikatakan Syafri Tuanku Imam, kegiatan MAZIS sudah dimulai tahun 2005. Kegiatan zikir diadakan di nagari dan di kecamatan. Pada 12 Maret 2012 MAZIS terdaftar di Kantor Kesbanglinmaspol Padangpariaman. Sehingga, keberadaan MAZIS secara legal formal sudah diakui di Padangpariaman. (Armaidi Tanjung/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Meme Islam, Bahtsul Masail, Lomba Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sabtu, 14 Oktober 2017

Kiai Said: Puncak Tujuan Berpuasa adalah Allah Semata

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan?



Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan, orang yang melaksanakan ibadah puasa bisa dibagi ke dalam tiga golongan. Pertama, adalah puasa yang dilakukan orang awam.

Kiai Said: Puncak Tujuan Berpuasa adalah Allah Semata (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Puncak Tujuan Berpuasa adalah Allah Semata (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Puncak Tujuan Berpuasa adalah Allah Semata

“Puasa orang awam seperti kita-kita ini adalah lita’abud. Kalau tak puasa takut neraka, kalau puasa ingin surga. Ini puasa ta’abud,” katanya pada ceramah buka puasa bersama digelar di gedung PBNU, Jakarta, Kamis (15/6).?

Kiai yang pernah nyantri di Kempek, Lirboyo, dan Krapyak ini mengibaratkan puasa lita’abudi seperti kuli, yaitu melakukannya karena ingin mendapatkan bayaran dari majikan. Meski demikian, puasa tetap wajib karena itu perintah Allah.?

“Tidak sekali-kali manusia dan jin diciptakan, kecuali untuk beribadah kepada Allah,” katanya mengutip salah satu ayat Al-Qur’an. “Tidak ada pengabdian yang total, kecuali kepada Allah,” tambahnya.

Puasa jenis kedua adalah litaqarrub, mendekatkan diri kepada Allah. Bagi orang yang berpuasa pada tahap taqarrub, surga dan bidadiari bukan apa-apa, imbalan bukan tujuannya. Karena bagi dia tujuan utamanya adalah dekat dengan Allah.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ketiga, lanjut pengasuh Pondok Pesantren Al-Tsaqofah Ciganjur tersebut adalah puasa untuk litahaquq, mencari hakikat. Puasa jenis ini adalah ketika orang mencari kebenaran agar berada pada pihak yang benar.?

“Kalau tidak bisa benar, orang tersebut ingin menjadi orang benar. Kalau belum bisa, jangan menghalang-halangi teman yang sudah benar. Masya Allah, jangan sampai ketika ada teman tidak korupsi, jangan dikata-katain kampungan, ndeso, kesempatan tidak terulang,” katanya. ?

Menurut dia, puasa litahaqquq tersebut adalah puasa maksimal yang puncaknya adalah allah. Karena, tujuan puasa yang paling utama adalah Allah semata. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Aswaja, Lomba Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock