Kamis, 21 September 2017

Pencak Silat NU Humanis, Cocok Diajarkan di Sekolah

Demak, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ketua Panitia pendidikan dan latihan (diklat) pencak silat untuk guru olah raga madrasah dan sekolah, KH Fauzi, menilai apa yang diajarkan Pencak Silat NU Pagar Nusa menginspirasi Lembaga Pendidikan Maarif NU Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Pencak Silat NU Humanis, Cocok Diajarkan di Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pencak Silat NU Humanis, Cocok Diajarkan di Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pencak Silat NU Humanis, Cocok Diajarkan di Sekolah

Pada diklat yang berlangsung di kantor PCNU Kabupaten Demak 11 Maret lalu, Kiai Fauzi menyebutkan LP Maarif NU Kabupaten Demak bertekad akan mengembangkan Pencak Silat Pagar Nusa secara maksimal.

Menurut dia, diklat ini akan dilaksanakan dua tahap karena masih ada sebagian madrasah ataupun sekolah yang belum mengikuti kegiatan ini.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ia kemudian bercerita kesannya tentang ilmu bela diri yang dikembangkan di NU tersebut. Sebelumnya, ia mengaku berpikiran bahwa pencak silat itu menyeramkan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Ternyata dari diklat ini terlihat bahwa Pagar Nusa sangat humanis dan sangat cocok sekali untuk diajarkan sebagai pendidikan karakter anak-anak madarasah dan sekolah pada umumnya, dan di Kabupaten Demak,” katanya.

Pendidikan karakter

Ketua Pimpinan Wilayah Pagar Nusa Jawa Tengah Harun Heru Supriyanto mengatakan, diklat ini merupakan pengejawantahan dari amanat? Pimpinan Pusat LP Maarif NU. Amanat tersebut adalah pencak silat sebagai salah satu instrumen penting dalam pendidikan karakter bangsa, kususnya madrasah dan sekolah LP Ma’arif NU

Menurut Harun, diklat pencak silat akan terus dilanjutkan secara maraton. “Setelah dari Kabupaten Demak, di bulan ini segera minggu depan sudah ditunggu? Kabupaten? Kendal dan? Kudus,” ucapnya.

Sementara Ketua PCNU Demak KH Musyadad mengatakan, Pagar Nusa merupakan seni beladiri kekayaan budaya bangsa Indonesia. Belajar pencak silat berarti wujud cinta tanah air Indonesia karena melestarikan budaya bangsa Indonesia, bukan beladiri impor.

Pada kesempatan pembukaan diklat, ia mengaku siap memberikan ilmu-ilmu khusus yang pernah dipelajarinya dari para kiai-kiai sepuh yang berkaitan dengan ilmu-ilmu hikmah. (Ghufron/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Berita, Warta Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock