Sabtu, 19 Juli 2014

200 Dokter Spesialis Bersihkan 5000 Telinga Santri

Jombang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Menteri Kesehatan RI Nila F Moeloek mengunjungi Pesantren Tebuireng Jombang, Sabtu (11/3). Kunjungan ke pesantren yang dipimpin KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) tersebut dalam rangka pembukaan Bakti Kesehatan Nasional Telinga, Pendengaran dan Mata yang digagas Perhimpunan Dokter Spesialis THT Bedah Tenggorok Indonesia (Perhati KL).

Ketua Umum Pengurus Pusat Perhati KL Soekirman Soekin menuturkan, kegiatan itu melibatkan 200 dokter spesialis THT dan mata yang datang dari berbagai daerah. "Dalam tiga hari ke depan, tim kami akan melakukan kegiatan bersih-bersih telinga (BBT) bagi 5.000 santri," ujar Soekirman.

200 Dokter Spesialis Bersihkan 5000 Telinga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
200 Dokter Spesialis Bersihkan 5000 Telinga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

200 Dokter Spesialis Bersihkan 5000 Telinga Santri

Selain BBT, Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) juga akan melakukan operasi katarak bagi 30 pasien. "Kami berterima kasih atas dukungan kolega dari Perdami yang turut bergabung dan meramaikan bakti kesehatan nasional ini," imbuhnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dalam sambutannya, Menkes Nila Moeloek mengapresiasi kegiatan yang digelar Perhati KL. Pasalnya, selama ini banyak anak-anak yang mengalami gangguan pendengaran karena kotoran telinganya sudah mengeras. "Kotoran atau serumen tersebut bisa dikeluarkan dengan bantuan dokter THT," kata guru besar Universitas Indonesia tersebut.

Selain kotoran dan kebisingan, telinga anak-anak saat ini juga terancam gangguan akibat pemakaian gawai (gadget). "Saya tadi ke sini mengajak cucu saya, agar dia bisa lihat pesantren. Tapi, sepanjang jalan, kupingnya malah ditutup gadget untuk mendengarkan musik," tutur Nila.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Menkes juga mengingatkan potensi gangguan penglihatan yang dialami masyarakat Jawa Timur. "Angka kebutaan dan katarak di Jatim tertinggi di Indonesia, sekitar 4,4 persen. (Angka ini) tertinggi secara nasional," ungkap dokter spesialis mata ini.

Selain meresmikan bakti kesehatan nasional, Menkes Nila juga menyerahkan secara simbolik 2,5 ton makanan tambahan bagi 1.400 santri Tebuireng. Juga, bantuan 500 alat bantu dengar yang diberikan Starkey Foundation dan THT Promotif Kit dari BPJS Kesehatan.

Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Salahudin Wahid mengungkapkan peran pesantren dalam pembangunan bidang kesehatan, termasuk dalam kampanye keluarga berencana dan larangan merokok. "Pesantren Tebuireng juga telah lama memelopori larangan merokok di lingkungan pesantren," ungkap adik kandung Gus Dur ini.

Tampak hadir dalam kunjungan Menkes, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Kohar Hari Santoso, Wakil Bupati Jombang Mundjidah Wahab dan mantan Kepala Dokter Kepresidenan dr. Umar Wahid. Juga jajaran direksi BPJS Kesehatan dan Direktur RSUD Jombang Pudji Umbaran. (Muslim Abdurrahman/Abdullah Alawi)

?


Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Amalan, Halaqoh, Anti Hoax Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock