Sabtu, 05 April 2014

LTMNU Se-Bali Bertekad Tangkal Terorisme Lewat Masjid

Denpasar, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Salah satu butir kesepakatan Rapat Pimpinan Nasional Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Region VIII PWNU Bali, 9-10 Juli 2012 di Denpasar, adalah menyatakan kesiapan menjadikan masjid dan musala sebagai basis pencegahan terorisme.

Tekad ini menjadi tanggung jawab Pengurus Cabang, Majelis Wakil Cabang, Ranting dan Anak Ranting se-Provinsi Bali. Forum rapat pimpinan (Rapim) menyadari, ancaman terorisme dapat datang kapan saja. Di antara tempat yang efektif menangkal hal itu adalah masjid dan musala. 

LTMNU Se-Bali Bertekad Tangkal Terorisme Lewat Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU Se-Bali Bertekad Tangkal Terorisme Lewat Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU Se-Bali Bertekad Tangkal Terorisme Lewat Masjid

“Kalau masjid tidak kita selamatkan maka bisa menjadi pusat gerakan-gerakan ndak benar,” ujar Ketua Pengurus Pusat LTMNU KH Abdul Manan A Ghani.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Menurut Manan, kesepkatan ini merupakan upaya mewujudkann struktur LTMNU dari pusat sampai anak ranting sebagai garda terdepan dalam memakmurkan masjid Nahdlatul Ulama baik secara vertikal maupun horisontal.

Langkah-langkah pencerahan kepada jamaah mesti selalu digemakan. Penataan seputar pengurus dewan kemakmuran, materi khotbah dan kegiatan pengajian termasuk di antara yang harus diperhatikan.

Ratusan peserta Rapim juga menyepakati tentang pentingnya pemberdayaan masjid sebagai pusat pemecahan berbagai permasalahan. Tak hanya untuk urusan ritual ibadah, masjid atau musala juga dapat berperan di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Rapimnas resmi ditutup Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi, Selasa (10/7), dilanjutkan dengan pembacaan janji kesetiaan (baiat) peserta atas pelaksanaan 8 butir kesepakatan Rapim.

Dalam kesempatan itu, Masdar mengingatkan tentang peran vital masjid dalam strategi perjuangan NU. “Kalau saya gambatkan, ber-NU itu dapat diringkas menjadi memakmurka masjid,” tandasnya.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sejarah, Ulama, Tegal Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock