Sabtu, 18 Februari 2012

Harapan Raih Seribu Bulan pada Malam Selikuran

Solo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar malam selikuran (21 Ramadhan) akhir pekan lalu. Acara diawali dengan kirab yang dimulai dari Keraton Solo menuju Masjid Agung Solo.

Usai kirab mereka membagikan 1000 tumpeng kepada warga, yang sebelumnya dibawa dalam acara kirab. Pembagian tumpeng untuk menyambut malam selikuran sudah menjadi tradisi Keraton yang digelar sejak masa kerajaan Demak, termasuk dilakukan oleh para wali.?

Harapan Raih Seribu Bulan pada Malam Selikuran (Sumber Gambar : Nu Online)
Harapan Raih Seribu Bulan pada Malam Selikuran (Sumber Gambar : Nu Online)

Harapan Raih Seribu Bulan pada Malam Selikuran

Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Surakarta, Kanjeng Pangeran (KP) Winarnokusumo mengatakan tradisi tersebut digelar untuk menyambut kedatangan malam lailatul qadar atau malam seribu bulan.

“Jumlah seribu tumpeng yang dikirab menggambarkan limpahan pahala setara seribu bulan bagi umat Islam yang beribadah pada malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadhan. Tumpeng berisi nasi berwarna putih menandakan kesucian seperti manusia yang baru lahir, yakni penuh kebaikan,” kata Winarno.

Ditambahkan Winarno, pada zaman dahulu Keraton mengadakan malam selikuran, dengan rute kirab dari keraton melalui Jalan Slamet Riyadi, dan berakhir di Sriwedari. Namun, karena sekarang banyak perubahan akhirnya hanya diadakan di Masjid Agung.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Dulu dilakukan di Sriwedari pada masa pemerintahan Paku Buwono ke-IX. Karena sekarang Sriwedari sudah tidak memiliki ruh Keraton Solo. Maka malam selikuran kita lakukan di Masjid Agung," ujarnya.

Sementara itu, KRT Muhtarom menambahkan 1000 tumpeng kecil yang dibagikan kepada para jamaah dan pengunjung di Masjid Agung Surakarta juga memiliki maksud untuk memberikan penghormatan kepada para jamaah yang beri’tikaf.

“Tujuan lain untuk menghormati mereka yang hendak beritikaf dan berzikir serta qiyamullail untuk mengharapkan mendapat keutamaan lailatul qadar,” terang Ketua MWCNU Pasar Kliwon itu. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Quote, Amalan, Ulama Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock