Jumat, 19 Februari 2010

PP IPNU Perkuat Persatuan Bangsa dengan Membumikan Islam Nusantara

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menggandeng Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) dalam menyosialisasikan 4 pilar kebangsaan. Kegiatan bertajuk “Perspektif Islam Nusantara dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara” ini bertujuan menguatkan wawasan kebangsaan di kalangan pelajar dalam bingkai Aswaja NU.

PP IPNU Perkuat Persatuan Bangsa dengan Membumikan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
PP IPNU Perkuat Persatuan Bangsa dengan Membumikan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

PP IPNU Perkuat Persatuan Bangsa dengan Membumikan Islam Nusantara

"Kegiatan ini bermaksud untuk memperkuat wawasan kabangsaan bagi pelajar NU. Kemarin kita gelar capacity building kaderisasi dan MPR menangkap ide kami untuk menggelar penguatan kebhinekaan dalam perspektif Islam Nusantara," kata Ketua Umum IPNU H Khairul Anam Haritsah saat sambutan di Jakarta, Senin (6/7).

Menurut Anam, Islam Nusantara merupakan cara pandang beragama Islam dalam Bhineka Tunggal Ika. Artinya, memandang perbedaan sebagai sebuah kekayaan dan rahmat Tuhan bukan menuding, menyalahkan, menyesatkan, bahkan mengafirkan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Islam Nusantara itu merangkul bukan memukul, menasehati bukan menyakiti, dan mengajak bukan mengejek. IPNU akan mendukung kehidupan berbangsa agenda MPR dengan membumikan Islam Nusantara. Indonesia kaya akan budaya, suku, ras dan agama," kata Anam.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Indonesia dengan segala kekayaannya, Anam menambahkan, sebenarnya membuat iri bangsa lain. Tidak sedikit pihak yang ingin membuat perpecahan di Indonesia seperti terjadi di beberapa negara Timur Tengah.

Sementara saat ini banyak ulama Timur Tengah dari Irak, Afghanistan, dan Yaman menaruh perhatian terhadap relasi agama-negara ala Pancasila di Indonesia yang mampu menyeimbangkan sikap nasionalisme dan agama Islam.

"Kita harus sadari ada ancaman perpecahan, terutama kalangan ideologi radikal takfiri. Di Timur Tengah ada ribuan ulama, tiap bulan ratusan kitab diterbitkan. Tetapi karena tidak punya sikap kuat cinta tanah air (nasionalisme), perbedaan dalam paham agama, sekte, dan mazhab membuatnya terjebak dalam perang saudara bertahun-tahun. Ratusan ribu nyawa hilang. Kejadian seperti itu jangan sampai terjadi di Indonesia," tandas Anam.

Tampak hadir sebagai narasumber anggota MPR RI Fraksi PPP Zainut Tauhid Saadi dan Endin Sofihara. Sementara peserta terdiri atas ratusan pelajar NU se-Jabodetabek. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Santri, Nahdlatul Ulama, Pesantren Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock