Sabtu, 18 November 2017

Paham Kebangsaan Penting untuk Tangkal Radikalisme dan Intoleransi

Bandung, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Kurangnya paham kebangsaan bisa menimbulkan sikap intoleransi dan radikalisme. Hal ini dikatakan oleh Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jawa Barat Asep Irfan Mujahid di Sekretariat PW IPNU Jawa Barat di Jl Terusan Galunggung Bandung, Ahad (15/10).

Paham Kebangsaan Penting untuk Tangkal Radikalisme dan Intoleransi (Sumber Gambar : Nu Online)
Paham Kebangsaan Penting untuk Tangkal Radikalisme dan Intoleransi (Sumber Gambar : Nu Online)

Paham Kebangsaan Penting untuk Tangkal Radikalisme dan Intoleransi

Asep menerangkan, momentum hari Toleransi harus dijadikan titik tolak dimana pemahaman toleransi secara simultan bisa tersampaikan kepada semua pihak. Karena pentingnya nilai toleransi adalah jaminan keberlangsungan keberagaman yang merawat humanisme.

Pemuda Ciamis ini meneruskan, ada fenomena khusus yang terjadi sekarang ini karena rendahnya pemahaman nilai toleransi, yaitu merebaknya bibit gerakan radikal di kalangan pelajar. Ini menjadi keprihatinan kita bersama. Mengeliminir hal ini salah satunya dengan mendorong internalisasi nilai toleransi di kalangan pelajar.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Saat ini fakta bahwa anak muda sangat rentan dengan penetrasi radikalisme karena anak muda atau pelajar memiliki kecenderungan untuk menginternalisasi pandangan-pandangan radikalis yang di penetrasi oleh lingkungan terdekatnya,” jelasnya.

Temuan ini, tambahnya, tentu pada tingkat tertentu memerlukan penyikapan. Terlebih kesadaran keagamaan khususnya kesadaran keislaman yang tidak diimbangi dengan kesadaran kewarganegaraan yang memadai akan menjadi titik rawan bagi masuknya kelompok garis keras yang akan mentransformasikannya menjadi kekuatan Islam yang destruktif, intoleran dan membungkam keragaman.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Untuk itu, solusinya harus ada upaya kampanye toleransi dengan cara kreatif dengan melibatkan pelajar dan anak muda untuk menyampaikan toleransi dan pesan-pesan damai. Dan pesan toleransi ini dikemas dengan cara yang popular karena para pemuda itu suka yang agak popular,” terangnya. (Husni Mubarok/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Santri, RMI NU Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock