Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Rais syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi sangat mendukung jika muktamar ke-33 NU ke depan diselenggarakan di luar Jawa sebagai bagian dari menyapa basis NU yang selama ini lebih dikenal di Jawa.
| KH Masdar: Muktamar di Luar Jawa, Strategis, Penting dan Bermakna (Sumber Gambar : Nu Online) |
KH Masdar: Muktamar di Luar Jawa, Strategis, Penting dan Bermakna
“Saya kira ini strategis, penting dan bermakna. Apalagi kalau kita hitung, baru empat kali dari 32 kali penyelenggaraan muktamar NU di luar Jawa. Ini saya kira masih njomplang sekali,” tandasnya kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan baru-baru ini.?Sebagai gambaran, dari 32 kali muktamar, pulau Jawa masih sangat mendominasi, bahkan di Jawa Timur sudah diselenggarakan 11 kali muktamar. Terakhir, muktamar NU di gelar di Jawa Timur pada 1999 di pesantren Lirboyo Kediri.
Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan
Mengenai kesiapan daerah di luar Jawa untuk menyelenggarakan perhelatan akbar ini, Kiai Masdar menegaskan bahwa mereka harus didukung dan dibantu karena acara ini merupakan agenda PBNU.Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan
“Pasti mereka akan berkontribusi sesuai dengan kemampuannya. Pada dasarnya PBNU itu yang terpenting adalah menentukan keputusan politik penyelenggaraan muktamar di luar Jawa.” (mukafi niam)Dari Nu Online: nu.or.id
Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pesantren, Pendidikan, Daerah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan
