Bondowoso, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Robiatul Adawiyah (23) kini masih mengemban amanah sebagai Ketua PC Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Bondowoso masa khidmah 2014-2016. Ia memunyai kesukaan membatik (batik tulis). Setiap hari tidak dilaluinya tanpa membatik.
Robiatul yang biasa disapa Robik berprofesi sebagai guru tetap yayasan (GTY) di salah satu sekolah swasta di Bondowoso. Menurutnya, batik adalah budaya Indonesia yang harus dilestarikan dan dijaga kelestrianya.
| Ketua IPPNU Bondowoso, Tiada Hari Tanpa Membatik (Sumber Gambar : Nu Online) |
Ketua IPPNU Bondowoso, Tiada Hari Tanpa Membatik
“Tentunya lebih baik jika kita belajar dan bisa ngebatik sendiri.”Selama ini ia tidak terganggu dengan aktivitas mengajarnya. Ia mulai membatik sepulang dari mengajar sampai jam 22:00 WIB malam selagi tidak ada kegiatan di organisasi. “Kalau capek saya beberapa kali juga istirahat sholat, makan, dan tidur siang sebentar," kata Robik saat dihubungi Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, Jumat (1/4) pagi.
Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan
Ia juga menambahkan, "Saya ngebatik ketika ada orderan. Kalau lagi tidak ada orderan saya tentunya tetap terus ngebatik. Itu untuk koleksi pribadi sama untuk keluarga.”Sekarang ini sudah hampir sebulan ia membatik karena ada orderan dari temen dari Banyuwangi? dan Pasuruan sebanyak enam meteran. Hasil setiap penjualan bisa mencapai Rp. 40.000, Rp.60.000, Rp. 80.000 hingga Rp. 100.000.
Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan
“Proses mengerjakannya bisa empat sampai enam (4-6) hari tergantung kerumitan motif dan warna," imbuhnya.Ia menyampaikan modal pembutaannya bahwa selama ini ia bermodalkan uang pribadi karena modal batik tulis tidak terlalu banyak. “Yang banyak dibutuhkan tenaga dan ketelatenan.”
Ia menyimpan rencana untuk mengadakan pelatihan bersama rekan-rekanita IPNU-IPPNU. “Semoga terkabul dalam waktu dekat," katanya. (Ade Nurwahyudi/Alhafiz K)
Dari Nu Online: nu.or.id
Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Olahraga, Cerita, Lomba Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan
