Kamis, 18 Februari 2016

Ini Harapan IKA-PMII Terkait Muktamar NU di Jombang

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) berharap Muktamar ke-33 NU yang akan berlangsung di Jombang, Jawa Timur, 1-5 Agustus 2015 mendatang bisa memberikan keteladanan kepada masyarakat dan bangsa Indonesia. NU sebagai organisasi Islam terbesar menjadi acuan dalam hal moralitas.

Ini Harapan IKA-PMII Terkait Muktamar NU di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Harapan IKA-PMII Terkait Muktamar NU di Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Harapan IKA-PMII Terkait Muktamar NU di Jombang

“Muktamar NU harus memberikan keteladanan baik dalam hal keagamaan maupun secara organisatoris. Jangan sampai Muktamar NU seperti partai politik. Kalau itu terjadi sangat disayangkan,” kata Ketua Umum IKA-PMII Achmad Muqowam dihubungi Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan di Jakarta, Rabu (24/6).

Muktamar NU di Jombang rencananya akan menerapkan sistem pemilihan tidak langsung dalam pemilihan pucuk pimpinan NU, yakni dengan sistem ahlul halli wal aqdi atau Ahwa. Bebeda dengan Majelis Alumni IPNU yang menyatakan dukungan diterapkannya Ahwa, IKA-PMII tidak dalam posisi mendukung atau tidak. “Pilihan apapun kalau dasarnya moralitas tidak menjadi soal,” katanya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Terkait suksesi kepemimpinan NU, Muqowam mengatakan, pihaknya tidak melakukan manuver apapun untuk menggolkan kader PMII menjadi pimpinan NU. “Baik IPNU, IPPNU, Ansor, atau PMII itu satu tarikan nahdliyah, semuanya genuin NU,” kata anggota DPD RI itu.

Salah satu agenda pembahasan muktamar NU di Jombang adalah membahas apakah PMII akan kembali menjadi salah satu badan otonom NU, menurutnya, PMII berada dalam posisi harus merapat kembali ke NU.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Diskursus ini (kembali ke NU atau tidak) sebenarnya perlu tidak perlu. Dalam deklarasi (independen) Munarjati sebenarnya tetap terjadi kohesivitas. Yang terjadi sekarang PMII dianggap jalan sendiri. NU bahkan akan mengancam bikin organisasi kemahasiswaan baru. Jadi perbincangan sebenarnya tidak taktis strategis lagi. Tapi kembali ke NU itu menjadi pilihan,” katanya. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Ulama Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock