Sabtu, 27 Februari 2016

Humas Polri: Perilaku Radikal Itu Bukan Agama

Sleman, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dalam rangka mensosialisasikan upaya deradikalisasi Kapolres Sleman mengajak para santri Pesantren Sunan Pandanaran untuk mengenal lebih dekat gerakan radikal, Selasa (23/02) sore.?

Acara yang bertajuk "Antiradikalisasi, Menuju Indonesia Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian" ini berlangsung di Pesantren setempat.

Humas Polri: Perilaku Radikal Itu Bukan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Humas Polri: Perilaku Radikal Itu Bukan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Humas Polri: Perilaku Radikal Itu Bukan Agama

Acara ini dihadiri oleh Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Suharsono. Kepada sedikitnya dua ratus santri yang hadir, Kombes Pol Suharsono mengatakan, pelajarilah agama secara utuh alias jangan sepotong-sepotong. Sebab, tidak ada di antara kita yang mendapat jaminan aman dari upaya radikalisasi. Karenanya sosialisasi ini bertujuan untuk memberi pemahaman tentang gerakan radikal supaya tidak serta merta terjerumus di dalamnya.

Ditanya soal kenapa pesantren, ia menuturkan, hal ini dilakukan untuk "membentengi" para santri dari gerakan radikal. Membentengi dalam arti, supaya para santri yang notabene adalah kader moral bangsa paham betul dengan berbagai fenomena radikalisme dan modus-modus yang digunakan. ?

"Sebab, perilaku radikal itu bukan agama. Sementara menumbuhkan masyarakat yang rukun dan waspada itulah benteng negara," pungkasnya saat ditemui di sela-sela acara.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

KH Jazilus Sakhok, mewakili Pesantren mengatakan, pada dasarnya pesantren itu antiradikal. Namun, acara ini juga penting bagi para generasi muda, terlebih para santri, supaya lebih paham apa itu gerakan radikal, aliansinya, dan berbagai modus yang digunakan untuk merekrut anggota.?

"Dan Pesantren Pandanaran siap mem-back up antiradikalisasi serta berupaya menyebarkan Islam yang ramah dan toleran," tegasnya.

Dalam acara ini, pihak Polres Sleman juga melibatkan salah satu mantan aktivis gerakan radikal untuk menjelaskan kepada para peserta terkait modus yang digunakan untuk merekrut anggota, dan orientasi gerakan radikal. (Anwar Kurniawan/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Kyai Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock