Rabu, 15 April 2015

Kapolda Jatim: Pendataan Ulama Agar Tak Salah Alamat

Surabaya, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Machfud Arifin kembali menegaskan bahwa tujuan pendataan ulama dan kiai semata-mata ingin memperkuat silaturahmi antara polisi dan tokoh agama.

Kapolda Jatim: Pendataan Ulama Agar Tak Salah Alamat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kapolda Jatim: Pendataan Ulama Agar Tak Salah Alamat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kapolda Jatim: Pendataan Ulama Agar Tak Salah Alamat

Penegasan tersebut disampaikan Kapolda Jatim usai menghadiri pertemuan dengan para kiai dan ulama yang difasilitasi PWNU Jatim, Jumat (10/2) siang.?

"Sudah diklarifikasi berulang-ulang. Sudah ketemu dengan para kiai, dan saya juga sudah sowan ke kiai-kiai secara person. Ini (pertemuan dengan pengurus NU) juga kita jelaskan," kata Kapolda yang didampingi Ketua PWNU Jatim, KH Mohammad Hasan Mutawakkil Alallah.

Pada kegiatan yang berlangsung di Kantor PWNU Jatim, jalan Masjid al-Akbar Timur 9 Surabaya tersebut, Machfud mengingatkan berbagai kalangan untuk tidak menyalahartikan yang dilakukan.?

"Jadi jangan ada yang dicampuradukkan. Kalau dari kepolisian, saya sebagai kapolda baru kalau ada acara seperti istigatsah mengundang kiai tidak salah alamat," terangnya.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dan yang tidak kalah penting, dari pertemuan tersebut akan semakin terjalin kerjasama dalam menjaga suasana kondusif. "Tentunya dengan pertemuan ini, kami ingin ada kerjasama untuk menciptakan keamanan di Jawa Timur, menjaga kondusifitas," katanya. Dan dengan kerjasama tersebut, tentunya akan menjadi kekuatan yang luar biasa, lanjut kapolda.

Sebelumnya, Ketua PWNU Jatim mengatakan, silaturahmi kapolda kali ini lantaran ada kesamaan visi dan misi antara NU dan Polri dalam menjaga keutuhan dan kebhinnekaan negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Bagaimanapun juga, Polri dan NU mempunyai visi dan tujuan sama yaitu, menciptakan rasa aman, ketertiban, dan harmonis di tengah masyarakat dalam membingkai NKRI yang berdasarkan Pancasila," kata Kiai Mutawakkil.?

Antara polisi dan NU Jatim selanjutnya menjaga terwujudnya cita-cita nasional dari para pendiri bangsa yakni terciptanya masyarakat yang adil, makmur, sentosa, selalu dalam lindungan Allah, lanjut Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo tersebut.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kiai Mutawakkil juga sependapat bahwa polisi tidak pernah melakukan pendataan atau sertifikasi ulama. "Tidak ada niatan dari pak kapolda semacam itu, karena itu bukan domainnya. Ini domainnya kementerian agama dan MUI yang tentunya harus dikoordinasikan dengan ormas keagamaan," jelasnya.

Demi menjaga suasana kondusif, Kiai Mutawakkil mengajak semua kalangan untuk menyudahi diskusi terkait pendataan tersebut. "Jangan dikembangkan lagi, takut dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak senang kalau Jawa Timur aman. Karena baromater keamanan Indonesia ada di Jawa Timur," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Makam, Ulama, Fragmen Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock