Rabu, 07 Januari 2015

Puisi: Untuk Kiaiku

Untuk Kiaiku

"Kelawan Allah Kang Moho Suci

Kudu rangkulan rino lan wengi"

Puisi: Untuk Kiaiku (Sumber Gambar : Nu Online)
Puisi: Untuk Kiaiku (Sumber Gambar : Nu Online)

Puisi: Untuk Kiaiku

Syiir yang begitu indah

Dari toa masjid reyot

Di belakang gubug kecilku

Kala malam itu

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Diam merenung sunyi

Dalam sepertiga malam

Terbayang lelaki senja

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Yang sangat mencintaiku?

Seperti darah dagingnya sendiri

Oh kiaiku...

Dosakah aku

Ketika dalam sujudku

Tak kucantumkan namamu

Dalam doaku?

Oh kiaiku...

Dosakah aku

Tak pernah sekalipun aku berdoa

Disamping pusaramu

Peristirahatan terakhirmu

Oh kiaiku...

Semoga

Barakah ilmu

Sampai anak cucuku

Barakah akhlaq

Sampai anak cucuku

Al-Fatihah...

Yogyakarta, 19 Februari 2017

Faragus Adam, Kader PMII Ashram Bangsa.

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Sejarah, Nahdlatul, Syariah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock