Kamis, 07 Februari 2013

Pesantren Seblak Awali Kegiatan dengan Istighotsah dan Tahlil

Jombang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Memasuki awal kegiatan belajar dan mengajar, Pondok Pesantren dan Madrasah Salafiyah Syafi’iyah Seblak, Diwek, Jombang, Jawa Tiimur, menggelar istighotsah dan tahlil, Ahad (5/1) di masjid sekolah setempat. Istighotsah dan tahlil diikuti seluruh siswa di masing-masing unit pendidikan, serta segenap guru dan karyawan.

Kegiatan rutin ini biasanya digelar tiap tanggal satu. “Namun karena saat itu masih libur, pelaksanaan bulan ini digelar bersamaan dengan awal masuk semester genap,” kata salah seorang pengajar, Mukani.

Pesantren Seblak Awali Kegiatan dengan Istighotsah dan Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Seblak Awali Kegiatan dengan Istighotsah dan Tahlil (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Seblak Awali Kegiatan dengan Istighotsah dan Tahlil

Guru mata pelajaran Aswaja ini mengakui bahwa kegiatan istighotsah dan tahlil rutin ini sebagai bentuk nyata dari mempertahankan tradisi ulama terdahulu. “Terlebih pondok dan madrasah ini didirikan oleh salah satu putri Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari yaitu ibu Khoiriyah Hasyim,” ujarnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pondok yang berdiri sejak 1921 ini, lanjutnya, sudah memiliki banyak unit pendidikan formal seperti TK, MI, MTs, MA dan SMK. “Juga ada pondok pesantren yang menerima santri putra dan putri,” imbuhnya. Yayasan Khoiriyah Hasyim juga memiliki unit para penghafal al-Qur’an (tahfidz) dan panti asuhan.

Guru yang biasa berkopyah ini ditunjuk memimpin istighatsah. Sedangkan tahlil dipimpin Ust. Asrori Amar, kepala MTs. Untuk mauidlah hasanah dan doa penutup disampaikan Us. Hasyim Asy’ari, direktur pondok dan madrasah.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ust Hasyim Asy’ari menyampaikan, istighotsah merupakan salah satu media untuk meminta tolong kepada Allah. Terutama bagi murid dan santri yang hendak mencari ilmu di madrasah atau pondok agar lebih bermanfaat.

“Sedangkan tahlil adalah bentuk nyata bakti kita kepada orang tua, terutama mendoakan mereka yang meninggal,” ujar bapak satu anak ini.

Dosen di UIN Malang dan Unhasy Tebuireng Jombang ini tidak menganggap terlalu serius penolakan sejumlah pihak tradisi ini. “Biarkan saja mereka mau bilang apa, yang pasti dengan kedua tradisi ini kita berdoa agar guru-guru kita diberi kekuatan lahir batin dalam mendidik anak bangsa,” imbuhnya.

Bagi pihak yang menolak istighotsah dan tahlil, alumni Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menjelaskan bahwa sampai tidaknya tujuan kedua tradisi itu kepada orang yang dituju, adalah urusan suprarasional.

“Jadi, bukan urusan masuk akal atau tidak, tapi percaya atau tidak,” ucapnya. "Yang penting adalah saling menghormati satu sama lain. Tidak justru saling mencela.

Pria yang akrab dipanggil Gus Hasyim ini menceritakan bahwa rahasia sukses seorang santri terletak kepada dua hal, yakni semangat yang terus menyala ibarat api dan selalu berpikiran kritis. Kedua hal itu ia kutip dari tulisan ibu Khoiriyah Hasyim di majalah Gema tahun 1962 silam. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Quote Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock