Jumat, 03 Juni 2011

Dari Petani, Jadi Pedagang Peci

Tegal, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan 

Ramadhan 1433 H berjalan beberapa hari. Seperti biasa, kawasan Ruko Slawi yang merupakan pusat perbelanjaan masyarakat Tegal dipadati para pedagang tiban. Salah satu favorit para pedagang adalah peci atau kopiah yang menjadi sarana ibadah umat Islam di bulan Ramadhan.

Pantauan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dari H-1 Ramadhan, pedagang peci tiban itu sudah memenuhi kawasan Ruko Slawi, dan biasanya pedagang-pedagang itu akan berakhir hingga H+ 3 hari raya Idul Fitri. Mereka hanya menggelar dagangannya diatas tanah dengan alas seadanya.

Dari Petani, Jadi Pedagang Peci (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Petani, Jadi Pedagang Peci (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Petani, Jadi Pedagang Peci

“Saya sudah biasa dagang di sini tiap datangnya bulan Ramadhan,” kata salah satu pedagang Mughni (41) warga Adiwerna  saat di temui Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sambil menunggu pembeli, Rabu (25/7) .

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Mughni yang setiap hari beraktifitas sebagai petani itu merubah profesinya secara musiman. “Kalau musim puasa saya jualan mas, pekerjaan di rumah saya tinggal dulu. Kalau saya tetap bertani kan terlalu berat  karena sedang puasa. Lagipula hasilnya juga lumayan bisa untuk memenuhi kebutuhan hidup walaupun tidak terlalu banyak," jelasnya.

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tegal, Ustadz Sono Sugiarto, membenarkan, banyak warga beralih profesi di bulan Ramadhan.

“Tidak masalah. Yang penting masih halal dan bisa bermanfaat. Apalagi yang dijualnya merupakan sarana ibadah, seperti peci tadi, ini juga mulia. Jadi tidak salah apa yang lakukan mereka,” tuturnya 

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Ini kan juga merupakan berkah Ramadhan,” lanjut Ustadz Sono. Namun, ia mengingatkan, para pedagang juga harus senantiasa menjaga puasa mereka agar tetap bersih dan terpelihara secara baik. 

“Jangan sampai membohongi para pembeli. Ada pedagang mengatakan ‘Ini dari sananya juga tidak boleh segitu,’ padahal itu bohong. Hal-hal yang demikian harus dihindari,” pintanya 

Redaktur   : A. Khoirul Anam

Kontibutor: Abdul Muiz        

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Habib, Pahlawan, Olahraga Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock