Solo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Bak para pemain profesional, dengan penuh percaya diri sedikitnya 80 personel Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kota Surakarta memeragakan sejumlah adegan ekstrem. Mereka memecahkan batu bata di kepala dengan martil, memakan silet dan lain sebagainya. Mereka tengah menjalani prosesi “suwukan” (pengisian tenaga dalam).
Di kalangan NU dan pesantren, tradisi suwukan ini lazim dilakukan sebagai salah satu alat untuk menambah kekebalan diri. Prosesi suwukan dipimpin oleh seorang kiai yang menguasai ilmu tersebut.
| Puluhan Banser Solo Ikuti Prosesi “Suwukan” (Sumber Gambar : Nu Online) |
Puluhan Banser Solo Ikuti Prosesi “Suwukan”
Menurut Ketua GP Ansor Kota Surakarta Muhammad Anwar, “Suwukan ini kita adakan untuk menambah kepercayaan diri anggota Banser dalam menghadapi segala kemungkinan yang terjadi dalam situasi saat ini,” terang Anwar saat ditemui Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, Rabu (28/1).Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan
Anwar menambahkan para personel Banser yang memeragakan sejumlah atraksi ekstrem ini, tidak bermaksud untuk pamer kekuatan. “Demo kekebalan tidak bermaksud pamer kekuatan, tapi sekadar melestarikan permainan yang selama ini memang telah lazim dan selalu ditradisikan secara turun temurun di lingkungan pesantren,” ujar Anwar.Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan
Lebih lanjut diterangkan, kegiatan suwukan ini akan diadakan rutin setiap pertemuan koordinasi Ansor dan Banser Soloraya. “Insyallah, kita juga akan menyelenggarakan acara suwukan massal,” pungkasnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id
Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Humor Islam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan
