Senin, 27 November 2017

Ketika Kiai Bagikan Caping saat Ceramah

Karanganyar, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Dalam safari Jama’ah Muji Rosul (Jamuro) ke Sembilan yang bertempat di masjid Nurul Hikmah Ngringo Jaten Kaupaten. Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (10/1), Kiai Amin Budi Harjono dari Semarang yang kala itu menjadi penceramah, membagikan caping kepada jajaran kiai dan pejabat daerah setempat yang hadir.

Ketika Kiai Bagikan Caping saat Ceramah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Kiai Bagikan Caping saat Ceramah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Kiai Bagikan Caping saat Ceramah

Kiai Amin bercerita bahwa dalam perjalanannya dari Kuwu menuju Karanganyar, Ia melihat orang bejualan caping yang tak laku, akhirnya dibeli dan dibagikan kepada jajaran Kiai dan pejabat untuk dijadikan pepeleng (pengingat).

Caping sendiri merupakan sejenis topi berbentuk kerucut yang umumnya terbuat dari anyaman bambu. Caping biasanya dipakai oleh para petani ketika sedang bekerja di sawah. Ia menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat Jawa, ada nama sebuah lagu Jawa yang berjudul Caping Gunung.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dalam acara yang dihadiri serta bupati dan wakil bupati serta kapolres Karanganyar tersebut, Kiai Budi mengupas bagaimana filosofi yang terkandung dalam caping. Caping sendiri merupakan miniatur gunung yang mempunyai ujung meruncing.

“Caping merupakan simbol dimana bagian bawah mengkisahkan semua kehidupan yang terdapat di dalam jagad raya sedangkan bagian atas merupakan tujuan dari kehidupan, yaitu menuju puncak tertinggi dan perjalanan itu kerap disebut dengan sangkan paraning dumadi (tujuan akhir kehidupan, red),” papar Kiai Amin.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Orang dahulu memakai caping tidak hanya bertujuan agar terhindar dari terik matahari, namun lebih dari itu caping dipakai sebagai simbol agar saat berkerja dan sesibuk apapun seseorang, selalu ingat tujuan hidup yang utama yaitu menuju Allah, tandasnya. (Ahmad Rosidi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan IMNU Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock