Jumat, 17 November 2017

Di Malaysia, Mahfud MD: Negara Bernama Islam Tidak Harus

Kuala Lumpur, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Malaysia Mahfud MD untuk memberi kuliah umum di depan ratusan mahasiswa, dosen, dan masyarakat Indonesia di Moot Court, Ahmad Ibrahim Kulliyah of Law (AIKOL) IIUM, Kuala Lumpur, Malaysia.

Di Malaysia, Mahfud MD: Negara Bernama Islam Tidak Harus (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Malaysia, Mahfud MD: Negara Bernama Islam Tidak Harus (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Malaysia, Mahfud MD: Negara Bernama Islam Tidak Harus

Dalam kuliah yang bertajuk “Kongkow Nusantara: Islam dan Kebangsaan” tersebut, Mahfud menegaskan bahwa bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan dasar Pancasila adalah bentuk yang paling ideal. Hal itu Indonesia terdiri dari masyarakat yang plural.

“Negara bernama Islam tidak harus. Yang harus adalah negara berjiwa Islam,” ujar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi yang juga anggota tim ahli Pengurus Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) ini, Rabu (23/9).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Yang wajib, lanjutnya, adalah substansinya, yaitu menegakkan nilai-nilai Islam, bukan formalisasi Negara Islam. Dan nilai-nilai Islam tersebut terkandung dalam Pancasila. “Al-ibrah bi al-jauhar la bi al-madzhar (Yang terpenting adalah substansi, bukan formalitasnya),” kutipnya sembari memberi contoh bahwa New Zealand, meski bukan Negara Islam, tapi standar ke-Islamannya tertinggi di dunia.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Di akhir acara, H. Nasikhin, sesepuh PCI NU Malaysia menganugerahkan sebuah cindera hati kepada Mahfudz MD, dan ditutup dengan untaian doa oleh Rais Syuriah PCINU Malaysia, KH. Liling Shibromallisi.

"Sengaja kami mengambil tema tersebut (Islam dan Kebangsaan, Red) agar kami memahami dengan benar bagaimana sebenarnya relasi antara Islam dan kehidupan bernegara,” tutur Haris Alfian selaku ketua panitia.

Kehadiran Mahfud ke Malaysia juga membawa agenda mengisi khutbah Idul Adha di kompleks KBRI Kuala Lumpur, Kamis (24/9). “Setelah kami tahu rencana kedatangan beliau, maka kami segera mengkoordinasikan dengan kawan-kawan untuk mengundang beliau hadir memberi kuliah umum di International Islamic University of Malaysia (IIUM),” kata Marhadi Marzuki, Ketua Tanfidziyah PCINU Malaysia, melalui pesan WhatsApp.

Kepanitiaan kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Keluarga Mahasiswa NU (KMNU) Malaysia dan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) IIUM.? (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Tokoh Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock