Rembang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama Kecamatan Lasem, Kabuapten Rembang, Jawa Tengah membahas kaderisasi di Pondok Pesantren Al Hamidiyyah, Ahad, (19/5)
Dalam diskusi tersebut, PAC se-Cabang Lasem mengeluhkan macetnya kaderidsasi. Sebab utamnya adalah tidak adanya turba (turun bawah) oleh pengurus, serta kurangnya minat pelajar pada organisasi.
| Pelajar NU Lasem Bahas Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online) |
Pelajar NU Lasem Bahas Kaderisasi
Pengurus pusat GP Ansor H. Lutfhi Tomafi didaulat sebagai pembicara. Ia mengatakan kaderisasi tidak berjalan karena kurang pengurus komitmen dan tidak cepat tanggap terhadap suatu masalah, “Dalam arti tidak ada keresahan/keprihatinan terhadap kaderisasi,” katanya.Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan
Pengurus seperti itu, kata dia, berarti tidak menjalankan program penting sebuah organisasi. Padahal dalam organisasi, melaksanakan program adalah suatu keniscayaan. Selain itu, diskusi membahas maraknya organisasi anti-Aswaja yang terus berkembang.Diskusi yang diikuti pengurus PAC se-Cabang Lasem tersebut akan digelar kembali di tempat yang sama pada 2 Juni.
Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan
Redaktur: Abdullah AlawiDari Nu Online: nu.or.id
Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan IMNU Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan
