Jumat, 11 Agustus 2017

Alissa Wahid Hadiri "Kelas Pemikiran Gus Dur" di Makassar

Makassar, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Siang itu, cuaca cukup teduh. Tentu saja, sebab musim kemarau segera berlalu dan musim hujan menjelang. Keteduhan itu pula terlihat dari puluhan pasang mata peserta sekolah pemikiran Gusdur di Lembaga Pelatihan Tilawatil Quran (LPTQ) Talasalapang, Makassar. Mereka sedang melihat dan mendengarkan sosok putri dari KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Alissa Wahid.

Alissa mengisahkan kiprah, dedikasi, perjuangan Gus Dur. Kadang di tengah cerita, puteri sulung Presiden RI ke-4 ini sedikit terbata, mungkin ada kisah yang sulit terungkap, ada masa yang mungkin sangat menyiratkan perjuangan yang tak kenal lelah sosok guru bangsa ini. Menyampikan prihal Gus Gur, terlihat Alisa sangat menjiwai.

Alissa Wahid Hadiri Kelas Pemikiran Gus Dur di Makassar (Sumber Gambar : Nu Online)
Alissa Wahid Hadiri Kelas Pemikiran Gus Dur di Makassar (Sumber Gambar : Nu Online)

Alissa Wahid Hadiri "Kelas Pemikiran Gus Dur" di Makassar

Air tak akan lari kemana, buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Rupaya Alisa tak berbeda dari orangtuanya, bergelut di gerakan sosial dimana ayahnya bergiat. "Jadilah yang terbaik bagi dirimu sendiri dan ujung dari sebuah perjuangan adalah kemanusiaan," pesannya di Makassar, Selasa (11/11/2014).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kelas pemikiran Gus Dur sendiri sengaja dihelat untuk tetap merawat pemikiran, gerak dan keteladanan cucu pendiri NU KH Hasyim Asyary ini. Peserta pun dikhususkan bagi kalangan mahasiswa dengan latar belakang santri.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Mereka terlihat antusias saat mengikuti seluruh sesi kelas pemikiran ini. baik di gedung LPTQ, maupun saat berdiskusi di Kopi-NU, Jalan landak Makassar.

Bagaimana Gus Dur menghadapi budaya yang bertentangan dengan Islam? tanya Iqbal, salah satu peserta. Dengan lugas alumnus Univeritas Gadjah Mada (UGM) Jurusan Psikologi ini menjelaskan, meskipun diyakininya sesat tetapi tidak lantas ditindas karena mereka punya hak sebagai manusia.

Pemilik nama lengkap Alissa Qotrunnada Munawarah Wahid memaparkan lebih jauh soal peran ayahnya sebagai penjahit keragaman bangsa, getol pada pemberdayaan masyarakat, advokasi dan isu kebhinekaan.

Koordinator Jaringan Gusdurian Indonesia ini juga menyampaikan, pergerakan Gus Dur terkait teologi, kepesantrenan, kultur, negara, dan keadilan sosial. (Ahmad Arfah/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Olahraga Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock