Senin, 31 Juli 2017

Tim Luar Jawa Habisi "Maung Bandung" di Pakistan

Islamabad, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Setelah berlangsung berbagai kegiatan mulai dari Seminar, Orientasi ke-NU-an dan Bahtsul Masail, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Pakistan menutup rangkaian harlah ke-90 NU dengan menyelenggarakan kejuaraan sepak bola dan bazar kuliner nusantara di lapangan olah raga F-11 Islamabad, Ahad, (6/3).?

Panitia mengundang seluruh mahasiswa, para staf KBRI dan warga Indonesia yang tinggal di Islamabad. Acara yang dikemas meriah ini dimaksudkan sebagai ajang silaturahim sekaligus hiburan menarik setelah pekan sebelumnya disibukkan dengan kegiatan-kegiatan bersifat keilmuan.

Dalam kejuaraan sepak bola non profesional ini, sebanyak empat tim terbagi menurut daerah asal pemain, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Luar Jawa.

Tim Luar Jawa Habisi Maung Bandung di Pakistan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tim Luar Jawa Habisi Maung Bandung di Pakistan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tim Luar Jawa Habisi "Maung Bandung" di Pakistan

Seluruh tim saling bertemu dalam format liga. Kondisi lapangan yang diguyur hujan memaksa setiap tim beradu strategi guna meraih poin.?



Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan



Setelah menyingkirkan lawan-lawanya, Tim Jawa Barat dan Luar Jawa bertemu di final. Di ? babak ini, pasukan “Maung Bandung” sempat unggul 1-0, namun skuat Luar Jawa mampu menyamakan kedudukan saat injury time. Skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang. Pertandingan pun dilanjutkan lewat adu penalti. Tim Luar Jawa akhirnya keluar sebagai juara setelah menang 4-3 dan berhak atas Piala NU.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Sebelum pertandingan dimulai,? Mustasyar PCI-NU Pakistan Firman Arifandi? mengatakan, pembagian tim berdasarkan asal daerah tidak serta merta ingin mengangkat unsur primodial, melainkan untuk mempersatukan, “justru dengan sistem pembagian seperti ini akan menyadarkan kita akan asal berbagai macam daerah yang harus bersatu padu untuk kemajuan bangsa Indonsia,” ujar Firman Arifandi saat memberi sambutan.

Sementara itu, di samping lapangan para peserta bazar kuliner nusantara sibuk melayani para pengunjung, berbagai makanan khas Indonesia dijajakan seperti siomay, sayur lontong, nasi uduk, mie goreng, mie ayam, molen pisang, bakwan, es cendol, es susu kedelai, dan lain-lain. Dengan aneka ragam makanan yang tersedia, tak pelak acara tersebut berhasil memanjakan lidah para pengunjung yang memamang dihinggapi kerinduan akan masakan khas Indonesia.

Penutupan acara diisi dengan penyerahan tropi juara dan hadiah kepada pemenang oleh Kolonel Sumartono (Fungsi Politik KBRI Islamabad) dan Mustasyar PCI-NU Pakistan.?

Ketua Tanfidziyah PCI-NU Pakistan, Zulfikri Hasibuan menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga Indonesia yang sudah ikut berpartisipasi dalam acara tersebut. “Semoga acara ini bisa menjadi washilah pengerat tali ukhuwah antarwarga Indonesia di Pakistan” harapnya yang kemudian diakhiri dengan foto bersama. (Ikmal Toha Kamaluzzaman/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan AlaSantri, Hikmah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock