Kamis, 20 Juli 2017

Tak Menyangka, Kakek Buruh Pencari Rumput Ini Naik Haji

Sidoarjo, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Seorang buruh pencari rumput, Achmad Sukarto bin Matali (62), warga Dusun Kedayon Desa Sumput RT 15 RW 04 Kecamatan Kota Sidoarjo akhirnya berangkat ke Tanah Suci setelah mendapatkan surat panggilan dari kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sidoarjo, Rabu (26/8) kemarin.

Bapak 4 anak ini mengaku tidak menyangka jika dirinya bisa berangkat haji ke tanah suci Makkah. Setelah mendapatkan surat panggilan dari Kemenag itu akhirnya dia resmi berangkat untuk menunaikan ibadah haji, Jumat (28/8) ini, mengikuti kloter 17 dari Sidoarjo embarkasi Surabaya.

Tak Menyangka, Kakek Buruh Pencari Rumput Ini Naik Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Menyangka, Kakek Buruh Pencari Rumput Ini Naik Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Menyangka, Kakek Buruh Pencari Rumput Ini Naik Haji

"Sejak kecil tidak kepikiran untuk menunaikan ibadah haji karena saya bisa digolongkan orang yang kurang mampu. Pekerjaan saya setiap hari mencari rumput untuk memberi makan sapi, dan sapi itu juga bukan milik pribadi melainkan milik orang lain," aku kakek 3 cucu ini kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan, Kamis (27/8).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Namun, keinginan itu muncul setelah dirinya mendapatkan upah dari hasil kerja kerasnya mencari rumput pada tahun 2003. Pasalnya, ada warga sekitar yang menitipkan sapi padanya. Dua tahun berikutnya dia meraup keuntungan sebesar Rp. 5 juta.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

"Awalnya, saya bingung mempunyai uang sebesar itu. Setelah ke rumah anak yang pertama, kemudian saya disarankan untuk menabungkan haji, siapa tahu bisa naik haji beneran. Akhirnya dengan modal nekat, uang sebesar Rp.5 juta saya tabungkan ke Bank BRI Sidoarjo untuk ibadah haji," ceritanya sembari mengenang masa lalu.

Tidak berhenti di situ saja, Achmad Sukarto, juga terus bekerja keras dengan menjual rumput. Rumput yang dia jual kepada peternak sapi lainnya dihargai Rp. 15 ribu jika rumput itu sedikit. Tapi jika rumputnya banyak ia mendapatkan uang Rp. 75 ribu. Uang hasil jualan rumput itu ditabung di rumah, setelah terkumpul banyak ia lalu tabung ke Bank BRI Sidoarjo. (Moh Kholidun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Pertandingan, Sholawat Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock