Kamis, 18 Agustus 2016

Tradisi Ya Qowiyu, 6,2 Ton Apem Dibagikan untuk Ribuan Warga

Klaten, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Satu persatu apem dari total sekitar 6,2 ton mulai disebar dari atas dua tower. Di bawahnya, ribuan orang sudah menanti kejatuhan apem-apem tersebut. Konon, tradisi membagikan apem ini sudah ada sejak sejak zaman Ki Ageng Gribig, seorang penyebar Islam di daerah Jatinom Klaten dan sekitarnya.

Tradisi Ya Qowiyu, 6,2 Ton Apem Dibagikan untuk Ribuan Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi Ya Qowiyu, 6,2 Ton Apem Dibagikan untuk Ribuan Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi Ya Qowiyu, 6,2 Ton Apem Dibagikan untuk Ribuan Warga

Sebagian dari warga bahkan menganggap dalam penganan tradisional Jawa yang terbuat dari tepung beras itu terdapat berkah dan wasilah dari sang wali. “Yang jelas, tradisi (bersedekah apem) tersebut hingga kini terus dijaga sebagai bentuk penghormatan kepada Ki Ageng Gribig yang dicintai karena kesalehan sosialnya,” terang Camat Jatinom, Anwar, di sela acara, Jumat (12/11).

Anwar menambahkan, apem yang dibagikan tersebut merupakan sumbangan dari warga. “Warga sudah merasa handarbeni (memiliki) tradisi Yaqowiyu. Tidak ada instruksi dari siapapun, warga sudah tanggap setiap pertengahan bulan Sapar dengan sukarela menyumbangkan apem,” ungkapnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Pada kenyataannya, pelaksanaan tradisi ini juga memberikan ‘berkah’ tersendiri bagi para ratusan penjual apem di Jatinom. Ribuan warga yang datang dari berbagai penjuru yang datang ke tempat itu saat puncak perayaan Yaqowiyu membuat apem yang menjadi jajanan khas daerah tersebut laris manis.

“Karena apam dari daerah itu punya khas sendiri, terutama soal rasa. Yang jelas, (Apem Jatinom) tetap menggunakan gula asli,” ungkap salah satu panitia, Hadi Purnomo.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kegiatan penyebaran apem ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan Ya Qowiyu yang telah dilaksanakan selama sepekan. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Cerita, Pondok Pesantren, Tegal Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock