Sabtu, 04 Juni 2016

Lulusan UIN Malang Penghafal al-Qur’an Meningkat

Malang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Jawa Timur, tahun ini sukses meluluskan 98 penghafal al-Qur’an dari total mahasiswa yang diwisuda, Sabtu (16/8), menyusul upaya kampus yang biasa disebut UIN Maliki ini dalam menyinergikan pendidikan pesantren dan perguruan tinggi. Jumlah ini meningkat dibanding tahun 2013 yang menghasilkan 60 penghafal.

Lulusan UIN Malang Penghafal al-Qur’an Meningkat (Sumber Gambar : Nu Online)
Lulusan UIN Malang Penghafal al-Qur’an Meningkat (Sumber Gambar : Nu Online)

Lulusan UIN Malang Penghafal al-Qur’an Meningkat

Banyak di antara wisudawan penghafal (hafidh/hafidhah) al-Quran yang belum hafal saat masuk UIN Malang. Namun dengan fasilitas dan sistem yang ada, mahasiswa yang berminat atau yang hendak meneruskan hafalan bisa melanjutkan dan lulus pada masing-masing kategori. Mahasiswa hafidz hafidhah terdiri dari 22 mahasiswa kategori 5 Juz, 36 mahasiswa kategori 10 juz, 11mahasiswa kategori 15 juz, 9 Mahasiswa kategori 25 juz, serta 10 mahasiswa kategori 30 juz.

“Di sini, seluruh mahasiswa diwajibkan hafal Al-Qur’an minimal 1 Juz. Hal ini sudah menjadi program sejak mereka memasuki semester pertama,” terang Direktur Ma’had Al-Jami’ah UIN Maliki Malang Dr H Isroqunnajah saat ditemui Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan di Kampus yang beralamat, Jl Gajayana 50 Kota Malang.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Kesuksesan UIN Malang dalam mencetak hafidh dan hafidhah tidak lepas dari Hai’ah Tahfidz Al-Qur’an (HTQ), lembaga yang dibentuk kampus untuk manaungi dan membina para mahasiswa penghafal Al-Qur’an. Lembaga yang dipimpin Dr H Imam Muslimin ini sudah banyak mencetak mahasiswa yang penghafal Al-Qur’an.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Rektor UIN Malang Mudjia Rahardjo. “Keberadaan hafidh/hafidhah menyokong pilar utama UIN Maliki, yakni Mahasiswa dengan kedalaman spiritual, akhlaq, ilmu, dan profesionalitas, karena semua ilmu tersebut sudah tersirat dalam Al-Qur’an. Kami sangat mengharap para wisudawan dapat mengimplementasikannya dalam realita kehidupan” ujar pakar sosio-linguistik ini saat menyampaikan pidato. (Diana Manzila/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Budaya Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock