Malang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Jawa Timur, tahun ini sukses meluluskan 98 penghafal al-Qur’an dari total mahasiswa yang diwisuda, Sabtu (16/8), menyusul upaya kampus yang biasa disebut UIN Maliki ini dalam menyinergikan pendidikan pesantren dan perguruan tinggi. Jumlah ini meningkat dibanding tahun 2013 yang menghasilkan 60 penghafal.
| Lulusan UIN Malang Penghafal al-Qur’an Meningkat (Sumber Gambar : Nu Online) |
Lulusan UIN Malang Penghafal al-Qur’an Meningkat
Banyak di antara wisudawan penghafal (hafidh/hafidhah) al-Quran yang belum hafal saat masuk UIN Malang. Namun dengan fasilitas dan sistem yang ada, mahasiswa yang berminat atau yang hendak meneruskan hafalan bisa melanjutkan dan lulus pada masing-masing kategori. Mahasiswa hafidz hafidhah terdiri dari 22 mahasiswa kategori 5 Juz, 36 mahasiswa kategori 10 juz, 11mahasiswa kategori 15 juz, 9 Mahasiswa kategori 25 juz, serta 10 mahasiswa kategori 30 juz.“Di sini, seluruh mahasiswa diwajibkan hafal Al-Qur’an minimal 1 Juz. Hal ini sudah menjadi program sejak mereka memasuki semester pertama,” terang Direktur Ma’had Al-Jami’ah UIN Maliki Malang Dr H Isroqunnajah saat ditemui Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan di Kampus yang beralamat, Jl Gajayana 50 Kota Malang.
Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan
Kesuksesan UIN Malang dalam mencetak hafidh dan hafidhah tidak lepas dari Hai’ah Tahfidz Al-Qur’an (HTQ), lembaga yang dibentuk kampus untuk manaungi dan membina para mahasiswa penghafal Al-Qur’an. Lembaga yang dipimpin Dr H Imam Muslimin ini sudah banyak mencetak mahasiswa yang penghafal Al-Qur’an.Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan
Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Rektor UIN Malang Mudjia Rahardjo. “Keberadaan hafidh/hafidhah menyokong pilar utama UIN Maliki, yakni Mahasiswa dengan kedalaman spiritual, akhlaq, ilmu, dan profesionalitas, karena semua ilmu tersebut sudah tersirat dalam Al-Qur’an. Kami sangat mengharap para wisudawan dapat mengimplementasikannya dalam realita kehidupan” ujar pakar sosio-linguistik ini saat menyampaikan pidato. (Diana Manzila/Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id
Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Budaya Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan
