Selasa, 01 Desember 2015

Al-Quran Huruf Latin, Boleh Ditulis Tak Boleh Dibaca

Kemajuan tehnologi tidak serta merta mempermudah semua pekerjaan manusia. Ada hal-hal tertentu yang tidak bisa dicapainya. Misalkan memahami realita, cinta, kasih sayang dan konsep kemanusiaan. Semua itu adalah di luar kemampuan tehnologi untuk membantu manusia. Begitu juga dengan kemampuan membaca, tehnologi secanggih apapun tidak akan bisa merubah manusia buta huruf menjadi melek huruf dalam hitungan tiba-tiba.Proses belajar  tidak akan bisa digantikan dengan tehnologi secanggih apapun. Manusia itu sendirilah yang harus berusaha. Dalam proses usaha inilah seringkali manusia lupa, bahwa apa yang dilakukannya masih dalam tatarab proses dan bukan tujuan akhir. Sehingga seringkali usaha itu berhenti sampai pada taraf proses saja.

Demikianlah yang terjadi di masyarakat kita. Pada awalnya penulisan al-Qur’an dengan tulisan latin seperti yang banyak dicetak dalam surat yasin merupakan usaha belajar membaca al-Qur’an. Tulisan latin itu pada awalnya memang diproyeksikan sebagai langkah awal membantu membaca al-Qur’an. akan tetapi sayangnya langkah ini berhenti begitu saja, karena banyak orang yang merasa cukup membaca al-Qur’an dengan tulisan latin, dan tidak mau berusaha meningkatkan usaha belajar membacanya dalam tulisan Arab.

Mengenai hal ini sebenarnya fiqih telah mewanti-wanti agar sedapat mungkin orang Islam belaja membaca langsung al-Qur’an dalam tulisan arabnya. Karena sesungguhnya berbagai aturan makhraj huruf itu terkandung dalam tulisan arab, bukan tulisan latin. Demikian keterangan dalam Hasyiyataa Qolyubi wa ‘amirah

Ù�Ù�جÙ�ز Ù�تابتÙ� Ù�ا Ù�رائتÙ� بغÙ�ر اÙ�عربÙ�ة, Ù�Ù�Ù�ا Ø­Ù�Ù� اÙ�Ù�صحÙ� Ù�Ù� اÙ�Ù�س Ù�اÙ�حÙ�Ù�

Al-Quran Huruf Latin, Boleh Ditulis Tak Boleh Dibaca (Sumber Gambar : Nu Online)
Al-Quran Huruf Latin, Boleh Ditulis Tak Boleh Dibaca (Sumber Gambar : Nu Online)

Al-Quran Huruf Latin, Boleh Ditulis Tak Boleh Dibaca

Diperbolehkan menulis al-Qur’an dengan selain huruf Arab (latin semisal), namun tidak boleh membacanya dengan selain bahasa Arab. Dan demikian pula hukum menyentuhnya.

(Red/Pen. Ulil H)

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Warta Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock