Minggu, 29 Januari 2012

GP Ansor Sebut Tiga Klaster Pendekatan untuk Rohingya

Jakarta, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan



Ketua Tim Kajian GP Ansor untuk Rohingya Mahmud Syaltout menilai, Indonesia menggunakan pendekatan kemanusiaan dalam hal strategi diplomasi, yaitu memberikan bantuan kemanusiaan seperti makanan, obat-obatan, dan pakaian. Menurut dia, diplomasi pemerintah Indonesia sudah baik, tetapi itu belum cukup.

“Diplomasi yang dilakukan Indonesia, tidak cukup karena itu hanya adressing issue, tetapi akar masalahnya, bahwa mereka diusir dari tanahnya belum selesai,” kata Syaltout kepada Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan di Jakarta, Jumat (15/9).

GP Ansor Sebut Tiga Klaster Pendekatan untuk Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Sebut Tiga Klaster Pendekatan untuk Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Sebut Tiga Klaster Pendekatan untuk Rohingya

Ia menjelaskan, timnya membuat tiga klaster atau klasifikasi pendekatan strategi untuk Rohingya. Pertama, klaster Erdogan atau mereka yang melihat apa yang terjadi terhadap Rohingya adalah persoalan agama.?

Kedua, klaster Jokowi. Klaster ini memandang apa yang terjadi di Myanmar adalah permasalahan kemanusiaan.?

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ketiga, klaster GP Ansor atau geopolitik. Klaster ini melihat bahwa apa yang terjadi di Rohingya bukan hanya sekadar kemanusiaan saja, tetapi ada persoalan geopolitik di sana.

“Jadi, persoalan kemanusiaan plus geopolitik,” ujarnya.

Dosen Universitas Indonesia itu berharap, Indonesia seharusnya menggunakan pendekatan yang ketiga, yaitu pedekatan geopolitik. Menurut dia, perdamaian yang berkelanjutan akan terjadi kalau seandainya pendekatan yang digunakan adalah geopolitik.?

Pendekatan geopolitik adalah pendekatan dengan menggunakan semua instrumen dengan tekanan-tekanan politik.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Ia juga meminta pemerintah Indonesia untuk lebih tegas lagi dalam mengambil posisi dan menggalang diplomasi dengan negara-negara lain.?

“Terutama menggalang diplomasi dengan China, India, Thailand, dan Korea Selatan. Negara-negara inilah yang menjadi kunci besar dalam menyelesaikan persoalan Rohingya,” tutupnya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Makam, Khutbah, Pesantren Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock