Selasa, 26 Juli 2011

Bushra Qadeem: Perempuan Pakistan Sering Dieksploitasi atas Nama Agama

Cirebon, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Aktivis Gender asal Pakistan Bushra Qadeem mengemukakan tentang banyaknya perempuan Pakistan yang sering dieksploitasi atas nama agama.

“Disuruh perang, ikut aliran radikal,” kata Bushra dihadapan ratusan peserta Seminar Internasional Ulama Perempuan di Gedung Pasca Sarjana Institut Agama Islam Neger (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon, Selasa (25/4).

Bushra Qadeem: Perempuan Pakistan Sering Dieksploitasi atas Nama Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Bushra Qadeem: Perempuan Pakistan Sering Dieksploitasi atas Nama Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Bushra Qadeem: Perempuan Pakistan Sering Dieksploitasi atas Nama Agama

Lebih dari itu, ia mengatakan, perempuan juga diperlakukan secara tidak manusiawi dan seringkali dipaksa untuk menjadi pelaku bom bunuh diri.

Menurutnya, para perempuan ini seringkali ditanamkan pandangan-pandangan jihad yang tidak tepat, memutarbalikkan ajaran Islam. Mereka, katanya, mengutip Al-Qur’an untuk kepetingan gerakannya saja, dan mereka juga memanfatakan para perempuan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Melihat hal itu, ia berharap adanya gerakan dari para ibu dan isteri untuk melawan ekstrimisme sekalipun tugas itu sangat berat.

“Memang tugas dari para istri dan ibu sungguh berat,” terangnya dalam kegiatan bertajuk Amlpifying Woman Ulama’s Voices, Asserting Values of Islam, National Hood, and Humanity ini.

Ia menjelaskan, cara yang efektif dalam melawan ekstremisme adalah dengan membangun para perempuan yang berpengetahuan.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

“Perempuan perlu dibangun pengetahuan sehingga mereka percaya diri untuk menangkal praktik-praktik radikalisme,” jelas Bushra.

Selain menyoroti perlindungan terhadap perempuan, ia juga berharap, agar para ibu menjadi agen perubahan positif di dalam keluarga, dan buat anak sehingga anak-anak tidak terekspos pada gerakan radikalisme. 

“Kami mendukung para ibu agar terus berkomunikasi denga anak-anak supaya bisa bergabung dengan gerakan deradikalisasi,” katanya. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Bahtsul Masail Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock