Kupang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Sebanyak 500 orang menghadiri aksi Malam Sejuta Lilin untuk Gus Dur. Mereka yang terdiri dari masyarakat sipil, tokoh mahasiswa, tokoh pemuda, para politikus, dan akademisi se-kota Kupang memperingati haul ke-4 Gus Dur di Suba Suka Paradise, Kota Kupang, Senin (30/12) malam.
Gusdur merupakan tokoh yang menghargai kelompok minotitas. Dengan kata-kata maupun sindiran Gusdur bisa mempersatukan anak bangsa. Gusdur merupakan sosok yang melampui segala tokoh dan anak bangsa, kata Ketua Peguyupan Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTH) Provinsi NTT, Niti Susanto, Senin (30/12) malam.
| 500 Orang Hadiri Malam Sejuta Lilin untuk Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online) |
500 Orang Hadiri Malam Sejuta Lilin untuk Gus Dur
"Kami warga tionghoa mendukung malam sejuta lilin dan mendukung Gusdur sebagai Bapak Nasional atas sikap dan jasa-jasanya semasa hidup,” kata Niti.Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan
Sementara itu salah seorang politikus Jucundianus Lepa mengatakan, Gusdur adalah sosok yang dicintai banyak kalangan serta golongan. Karenanya, Gusdur bukan milik kelompok atau golongan tertentu, melainkan milik bangsa Indonesia.Menurut Jucun, Gusdur konsisten menjaga NKRI dan Pancasila, sehingga berhasil memberdayakan masyarakat sipil dan menyelesaikan berbagai perang antara masyarakat sipil di bawah rezim Orde Baru.
Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan
Ketua Garda Pemuda Flobamora Yorrys Makarawung menyatakan dukungan kelompoknya atas acara Malam Sejuta Lilin. "Gusdur telah mengajarkan kita tidak ada kesenjangan dalam masyarakat," katanya.“Yang jelas, Gus Dur selalu mengumandangkan cinta akan keberagaman,” tandas panitia Jefrison Fena. (Ajhar Jowe/Alhafiz K)
Dari Nu Online: nu.or.id
Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Doa Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan
