Jepara, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Satuan Koordinasi Cabang Banser Jepara membekali 50 anggotanya kepekaan menghadapi bencana. Mereka dilatih secara intensif dalam Pendidikan dan Latihan Khusus (Diklatsus) Banser Tanggap Bencana (Bagana) selama dua hari, Sabtu-Ahad (29-30/11) di Gedung NU Jepara jalan Pemuda nomor 51.
Mereka teridiri atas 40 Satkoryon Banser sekabupaten Jepara dan 10 anggota Satkorcab Banser Jepara. Selama pelatihan mereka dibekali materi kebencanaan, strategi dan manajemen penanggulangan bencana, pertolongan lapangan dan simulasi laut.
| 50 Banser Jepara Dibekali Latihan Tanggap Bencana (Sumber Gambar : Nu Online) |
50 Banser Jepara Dibekali Latihan Tanggap Bencana
Materi-materi itu disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Jepara.Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan
Komandan Satkorcab Banser Jepara Arif Mustofa menyatakan, kegiatan ini merupakan bekal Banser untuk penanganan bencana. Kegiatan yang baru dilakukan kali pertama ditindaklanjuti dengan materi spesifik.Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan
“Kegiatan spesifiknya peserta praktik simulasi pertolongan laut yang berlangsung di pantai Teluk Awur Tahunan Jepara,” jelas Arif.Ketua GP Ansor Jepara M Kholil menambahkan, Ansor harus bermanfaat untuk masyarakat khususnya jika ada saudara tertimpa musibah seperti bencana yang menimpa di Jepara awal tahun lalu.
Karenanya kegiatan ini merupakan upaya mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana. “Banser harus sudah siap sedia turun ke lapangan membantu korban jika bencana menimpa,” imbuh Kholil. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)
Dari Nu Online: nu.or.id
Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Aswaja Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan
