Rembang, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan - Dalam rangka menjaga paham Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) di kalangan pelajar, para pengurus Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Rembang, Jawa Tengah berbagi wawasan tentang paham yang menjunjung tinggi moderasi itu, Rabu (20/7).
Kali ini PC IPNU dan IPPNU Rembang memanfaatkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Madrasah Aliyah (MA) Walisongo yang disulap sebagai kegiatan Masa Kesetiaan Anggota atau Makesta (jenjang awal kaderisasi IPNU-IPPNU) dan konsolidasi organisasi.
| Tak Ada Perpeloncoan, Sekolah NU Isi MPLS dengan Ke-NU-an (Sumber Gambar : Nu Online) |
Tak Ada Perpeloncoan, Sekolah NU Isi MPLS dengan Ke-NU-an
Wakil Ketua I PC IPNU Rembang MurtafiI Samirkhan dalam materinya mengenalkan IPNU-IPNU kepada peserta didik baru di MA Walisongo. Pihaknya juga menyampaikan profil sejumlah tokoh pendiri IPNU-IPPNU.Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan
"Kali ini memang saya sampaikan profil sejumlah tokoh pendiri IPNU-IPPNU kami ceritakan dengan harapan menjadi inspirasi,” jelasnya.MurtafiI berpesan, kader NU harus ikut mengamalkan dan menjaga ajaran dan paham Ahlussunnah wal Jamaah di era digital.
Semua sekolah di Kabupaten Rembang tetap mengadakan MPLS yang dulu bernama Masa Orientasi Sekolah (MOS), tanpa perpeloncoan. Sebagaimana yang dilakukan sejumlah sekolah yang ada di bawah naungan LP Maarif NU lebih memilih mengadakan kegiatan ke-NU-an yang dibalur dengan berbagai macam kegiatan. ?
Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan
Lembaga pendidikan NU di Rembang yang mengadakan kegiatan ke-NU-an di antaranya MA dan MTs Walisongo, MA Yayasan Sosial Pendidikan Islamiyah Syafiiyah (YSPIS) Sedan, SMP NU Pancur, SMK NU Lasem, SMK NU Pamotan, SMK Annuroniyah Sulang, MTs-MA-SMK Ar-Rohman Lambangan Kecamatan Bulu. (Ahmad Asmui/Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id
Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Nahdlatul, Makam Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan
