Chandigarh, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Pemerintah India berencana akan mendeportasi 40.000 Muslim Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar menyusul kekerasan berdarah di Negara Bagian Rakhine, Myanmar. Menteri Dalam Negeri India Rajnath Singh menyebut Rohingya yang kini menetap di India sebagai imigran gelap.
| Dianggap Membahayakan, India Akan Deportasi 40 Ribu Muslim Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online) |
Dianggap Membahayakan, India Akan Deportasi 40 Ribu Muslim Rohingya
"Dari Myanmar, mereka masuk ke India. Kita harus paham kenyataan bahwa Rohingya bukan pengungsi," katanya dalam sebuah acara di ibukota New Delhi, Kamis (21/9), sebagaimana dikutip kantor berita Turki, Anadolu.Singh mengatakan, tidak seorang pun dari komunitas Rohingya telah mengajukan suaka. Dengan demikian, India tidak akan melanggar hukum internasional bila nanti mendeportasi mereka.
Pemerintah menghadapi kritik atas rencana tersebut dari para aktivis. Namun, pemerintah India menilai Rohingya sebagai ancaman keamanan nasional lantaran hubungannya dengan organisasi teroris. Pernyataan tertulis terkait rencana ini juga diajukan pada 18 September ke Mahkamah Agung setempat.
Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan
Zafarul Islam Khan, seorang jurnalis dan pemimpin senior Muslim yang berbasis di New Delhi, mengecam rencana pemerintah India lantaran alasan kemanusiaan. "Ini bukan keputusan bagus," katanya."Ini adalah isu kemanusiaan dan beberapa negara menerima para pengungsi saat berbicara menentang kekejaman." (Red: Mahbib)
Dari Nu Online: nu.or.id
Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Internasional, AlaSantri, Ahlussunnah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan
