Minggu, 13 Desember 2009

Mendes: Peran NU Penting dalam Mengawal Dana Desa

Medan, Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Kekuatan NU luar biasa, tidak hanya diakui pada level nasional tetapi juga pada level intenasional. NU juga ikut menumbuhkan rasa nasionalisme bangsa ini. Kekuatan NU berada di kampung-kampung dan di desa-desa. Di sinilah peran NU sangat penting dalam mengawal dana desa agar tidak disalahgunakan oleh para kepala desa.?

Demikian disampaikan oleh menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertingga dan Transmigrasi, Marwan Ja’far dalam rangkaian kegiatan Pra-Muktamar ke-33 NU di Pesantren al-Akbar al-Kautsar Jl Pelajar Timur Medan, Sumatera Utara, Sabtu (16/5) malam.

Mendes: Peran NU Penting dalam Mengawal Dana Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendes: Peran NU Penting dalam Mengawal Dana Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendes: Peran NU Penting dalam Mengawal Dana Desa

“Kader-kader NU bisa berperan secara aktif dalam mempengaruhi proses pengambilan keputusan dalam musyawarah desa,” terangnya dalam kegiatan yang bertema ‘Kedaulatan dan Pemerataan Ekonomi (Konsep dan Perundang-Undangan).

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Program di desa itu, lanjutnya, dipengaruhi oleh musyawarah desa. Ada RPJM Desa, Rancangan Kerja Perangkat Desa (RKPD), dan APB Desa. Dari pihak kabupaten juga bisa terlibat aktif sehingga dana bisa disalurkan untuk kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat di desa. “Di situlah salah satu peran sosial dari NU dalam rangka mewujudkan desa-desa yang baik,” tegasnya dihadapan para pengurus NU yang memadati pendopo pesantren.

Lebih jauh, Marwan menerangkan, bahwa politik hanya alat untuk mencapai kesejahteraan umat dan bangsa. Oleh karena itu, imbuhnya, hendaknya NU jangan terlalu alergi dengan hal-hal yang berbau politik. Mau politik atau bukan politik, asal itu bertujuan untuk menyejahterakan umat, kita harus dukung dan perjuangkan. “Maka dari itu, saya sebut sebagai Khittah Produktif, bukan khittah dalam artian politik lagi,” paparnya.

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Khittah produktif itu, tambah Marwan, konkretnya punya banyak universitas, rumah sakit, punya banyak pesantren, sentra-sentra ekonomi, dan lain0lain. Itulah yang paling penting. Karena ketertinggalam kita semua di bidang ekonomi. “Kita punya spirit Nahdlatut Tujar yang dapat digunakan dalam merumuskan rekomendasi-rekomendasi di Muktamar,” ucapnya.

Dalam akhir sambutannya, Marwan menegaskan, bahwa ekonomi warga NU harus berdaya. Misalnya dengan membuat kawasan Industri di Sumut, tapi NU yang punya bekerja sama dengan pemda setempat, kita dorong disitu. “Kita yang ada di pemerintahan punya tanggung jawab moral, sosial dan jam’iyah untuk memperjuangkan itu semua,” tandasnya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan Makam, Ahlussunnah, Khutbah Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan

Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan Panjimas: Suara Kebenaran Lawan Kebatilan dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock